Princilia Deandra.
Ia hanyalah seorang gadis manis dengan kehidupan sempurna, keluarga mapan, ayah meyayanginya dan seorang pacar ganteng.
Semua berubah saat ayahnya jatuh sakit dan bangkrut. Terpaksa dengan keadaan, Deandrapun menyetujui penawaran rekan bisnis ayahnya untuk menikah dengan anaknya.
Nicolas Anderson.
Pria arrogant yang selalu merasa benar dan mempunyai banyak wanita. Nico yang tidak percaya akan cinta, menolak menikah dan berusaha untuk mengusir Deandra dari rumah.
Bagaimana kisah cinta Deandra dan Nico? Kisah cinta yang manis, sengit, penuh drama dan komedi.
Yuk ikutin kisahnya ya.
jangan lupa vote, like, comment,dan rate 5 ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peperangan
**Jangan lupa like, vote, rate sebelum membaca ya
Happy Reading All**.
*
*
*
Deandra melangkahkan kaki jenjangnya dengan kesal, ia mendekati ruangan Nico dan Nina berada. Langkahnya lalu terhenti, tampak keraguan terbersit di wajah cantiknya. Senyum licik di wajahnya pudar berganti dengan keraguan. Deandra enggan untuk memasuki ruang dimana Nico berada, tentunya pasti ia sedang bermesraan dengan gadis yang dibawanya. Seketika nyali Deandra yang tadi terkumpul, menjadi ciut. Mengingat kembali, bahwa dengan ia pergi kesana, sama saja dengan ia mempermalukan diri sendiri dengan melihat Nico bermesraan dengan gadis yang dibawanya.
Apa aku sudah gila! Kenapa aku malah mendatangi mereka lagi? Bukankah, aku justru akan malu sendiri melihat mereka berdua bermesraan?
Deandra lalu mengundurkan niatnya untuk kembali menemui Nico, ia hanya menghela nafas berat. Deandra kemudian hanya berjalan memasuki dapur dengan langkah gontai. Ia kemudian mengambil teko dan mengisinya dengan air. Ia lalu menaruhnya di atas kompor, dan menyalakan kompor untuk memasak air. Deandra lalu mengambil toples berisi bubuk kopi dan gula. Beberapa menit kemudian air sudah mendidih, Deandra lalu menungkan air ke dalam cangkir yang sudah ia dengan beberapa sendok kopi. Deandra mengaduk-aduk kopi yang ia buat dengan perlahan. Pikirannya menerawang kemana-mana.
Deandra menatap cangkir kopi yang telah telah siap, sambil berpikir berusaha untuk menemukan cara agar dia tidak terpengaruh oleh permainan Nico. Sekelibat bayangan ayah yang terbaring di rumah sakit kembali hadir dalam bayangannya. Satu sosok yang sudah rentan, yang terbujur tak berdaya di rumah sakit dan bayangan perawat yang melepaskan peralatan medis yang terpasang di tubuh ayahnya. Deandra lalu menggelengkan kepalanya berusaha menghilangkan bayangan itu.
Tidak! Aku tidak boleh kalah dalam permainan Nico! Aku harus memenangkan pertarungan ini. Apapun yang terjadi, aku akan menyeretnya dalam sebuah pernikahan.
Deandra menghela nafas panjang, berusaha untuk mengumpulkan kekuatan untuk dapat tegak berdiri. Ia lalu mengambil cangkir kopi yang telah dibuatnya. Deandra menegakkan bahunya menatap ruangan tengah dimana Niko dan Nina berada. Ia melangkah dengan pasti dan berjalan kembali memasuki ruangan tersebut.
Kamu pikir kamu bisa menang dariku Nico, aku tahu apa yang kamu lakukan adalah salah satu permainanmu untuk menyulut emosiku, dan membuatku menyerah. Kamu sehingga aku pergi rumah ini. Namun Jangan kira aku adalah wanita lemah, hidupku lebih kejam daripada sekedar cacian ataupun perbuatanmu yang menyebalkan ini.
Saat tiba di ruangan, Deandra menatap jengah Nico. Nico masih tampak bermesraan dengan gadis yang dibawanya. Deandra menghela nafas, lalu berjalan perlahan masuk ke ruangan. Ia menaruh cangkir kopi di meja dan duduk di kursi berseberangan dengan Nico dan Nina berada. Nico hanya terdiam memeluk Nina, ia tampak tidak menyadari kehadiran Deandra.
"Dasar Nico tidak tahu malu! Lihat apa yang mereka lakukan di ruangan terbuka seperti ini. Meskipun ini rumahnya sendiri, tidak sepantasnya ia bermesraan di sembarang tempat. Hm, Nico sepertinya tidak sadar aku kembali kesini, atau memang ia sengaja mengabaikanku?" guman Deandra kesal.
Beberapa menit berlalu, Deandra mulai gelisah melihat Nico yang masih asik bermesraan dengan Nina. Ia menelan ludah gugup, namun tetap duduk tegak. Berusaha untuk menguasai diri agar tetap terlihat stay cool. Deandra berusaha menajamkan matanya menatap Nico dan Nina. Berusaha memberikan tatapan penuh mengintimidasi. Tentunya Nico tidak terpengaruh dengan tatapan Deandra. Namun, tidak dengan Nina yang mulai tidak nyaman di tatap oleh Deandra.
“Nico sebentar! Gadis ini kesini lagi,” Nina melepaskan pelukan Nico. Ia menatap Deandra dengan tatapan kesal.
"Kenapa gadis ini datang lagi kesini! Apa yang sedang ia lakukan dengan menatapku dan Nico dengan tatapan seperti itu? Tatapannya membuatku sangat risih!" guman Nina kesal.
Nico melepaskan pelukannya pada Nina, ia lalu kembali menatap Deandra tajam. Nico bukan tidak menyadari kehadiran Deandra. Ia berfikir Deandra hanya lewat, namun siapa sangka gadis itu masih duduk tenang di hadapannya.
“Kenapa kamu kembali kesini?” tanya penuh selidik.
“Aku? Kamu bertanya padaku?” tanya Deandra kembali berpura-pura tidak mengerti maksud ucapan Nico.
Apalagi yang dia inginkan sekarang? Bukankah aku sudah menyuruhnya untuk pergi. Namun, mengapa ia kembali kesini lagi? Mungkinkah ia akan bertingkah layaknya calon tunangan yang seperti di drama-drama dengan memarahiku dan melabrak Nina?
“Jangan berlagak bodoh dan tidak tahu apa-apa! Apa yang kamu lakukan disini? Pergi sana!” usir Nico tegas.
“Aku hanya duduk bersantai sambil menikmatin kopi ini,” jawab Deandra santai sambil menyeruput kopi yang telah diseduhnya tadi.
“Aku sedang ada urusan penting disini! Sebaiknya kamu pergi! Atau kamu mau melihat kami bermesraan?” goda Nico sambil meledek.
“Good Idea! " Deandra menjentikkan jarinya. Ia lalu menatapa Nico dan Nina.
"Lakukan apa yang kalian ingin lakukan disini. Aku akan duduk diam dan bersantai disini sambil melihat kalian bermesraan,” timpal Deandra sambil tersenyum licik.
Jangan berfikir aku akan menghindar kali ini Nico! Hahaha… aku mungkin sekarang sudah menjadi gadis licik yang tidak tahu malu akibat bergaul dengan pria arrogant sepertimu!
“Apa katamu? Mau bersantai sambil melihatku bermesraan? Apa kamu sudah gila!" runtuk Nico kesal.
“Aku tidak gila aku masih waras, dan mataku berfungsi dengan baik kok,” sahut Deandra tenang.
“Dasar gadis tidak tahu malu. Kamu tahu kan apa yang akan aku lakukan dengan Nina?” tanya Nico tidak percaya dengan sahutan Deandra.
“Ya, aku tahu apa yang akan kalian lakukan. Tetapi kamu tenang saja, aku tidak akan mengganggu kalian. Lagi pula, kamu sendiri kan yang bilang abaikan saja aku, anggap aku tidak ada. Jadi kali ini abaikan saja aku ada disini lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan.” tantang Deandra sambil menatap tajam Nico.
“Apa katamu?” Nico menatap Deandra tidak percaya.
Ia mau duduk santai dan hanya melihatku? Yang benar saja! Dasar gadis sinting. Seharusnya ia marah dan menjambak Nina.
”Iya, anggap saja aku tidak ada seperti katamu tadi, aku akan minum kopi dengan nikmat disini.” Deandra meneguk kembali kopi didepannya dengan santai.
Bukannya aku tidak tahu malu Niko, Aku sangat malu sekali melihatmu bermesraan dengan gadis lain. Tapi aku tidak mau menyerah dan kalah darimu.
“Dasar gadis sinting!” runtuk Nico tidak percaya dengan sahutan Deandra. Nico menghela nafas kesal sambil menatap Deandra tajam.
Mengapa ia hanya bersikap santai dan biasa seperti itu. Ah ya, aku lupa. Dia kan hanya wanita bayaran daddy. Tidak mungkin ia akan bertingkah seperti calon tunangan yang cemburu melihat tunangannya bermesraan dengan gadis lain!
“Kamu sendiri yang bilang abaikan saja aku. Sekarang bersikaplah seperti aku tidak ada. Lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan.” tantang Deandra sambil menatap tajam Nico.
Kita lihat, apa kamu masih punya nyali melakukan hal mesum didepanku secara terang-terangan.
“Oke. kalau begitu Itu silakan nikmatin waktu dengan santai waktu dan kopimu. Pastikan kamu tidak berkedip melihatku,” tantang Nico sambil tersenyum penuh seringai.
Deandra… Deandra... Dasar gadis aneh! Kamu ingin menantangku? Baiklah, akan aku ladenin! Kita lihat saja, siapa yang akan kalah. Aku yakin kamu dalam hitungan menit pasti sudah pergi dari sini.
____**BERSAMBUNG____
Terimakasih sudah membaca karyaku. Terimakasih telah mendukungku dangan dengan like, vote, rate ⭐5.
Jangan lupa tinggalkan komentar ya**.
Castingnya Deandra...
tunangan nya Dea apa kbar ny tu