NovelToon NovelToon
Mr. Dave, I Love You!

Mr. Dave, I Love You!

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Romantis / Komedi / Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:369.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Azzura

Squal dari novel Dosenku sang Casanova dan Istri Simpanan Tuan Jeremy, author Tessa Amelia Wahyudi.

~Aku tidak pernah memilih kepada siapa jatuh cinta, karena itu terjadi begitu saja. Meski mulut berkata tidak, hati tak bisa menolak.

Aku sudah berusaha untuk mengubur dalam-dalam cintaku padamu, Dave. Kenyataannya aku tak bisa!~

Anastasia Laurencia Lemos.

~Aku tidak bohong aku mencintaimu, cinta yang berusaha kusembunyikan dalam setiap sikap dinginku, karena aku tak ingin akhirnya hanya akan menyakitimu.~

David Sanjaya Grey.

***

"Tidak apa-apa kau belum mencintai ku. Tapi, aku akan terus berjuang untuk mendapatkan cintamu, Dave." Kata Ana yakin sembari memandang wajah dingin Dave yang saat ini ada didepannya.

"Silahkan, berjuanglah sampai kau merasa bosan mengejar ku. Karena sampai kapanpun, aku tidak akan pernah bisa mencintai gadis boddoh seperti mu!" Tekan Dave sembari menoyor kening gadis cantik di depannya, tanpa memikirkan perasaan gadis itu.

Yuk simak kelanjutannya,
CEKIDOT

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi

Ana terus berjalan cepat menyusuri ruangan demi ruangan hingga sampai di pintu keluar kantor.

Tanpa menunggu banyak waktu dan tanpa menghiraukan pekikan dari seseorang di belakang nya yang sejak tadi memanggil nya, Ana masuk ke dalam mobil.

"Berhenti, Ana!!!" Bentak seseorang yang sejak tadi berlari menyusul di belakang nya.

Seperti tadi, Ana tak menghiraukan sedikit pun panggilan orang itu.

Meski orang yang memanggil nya terlihat begitu marah, tapi Ana tak takut sama sekali.

Ia membiarkan orang itu terua memanggil serta mengetuk-ngetuk kaca mobil saat di dekat nya.

Ana lebih dulu menyalakan mesin mobil dengan pandangan lurus ke depan. Padahal Dave ada di samping pintu kursi yang di duduki nya saat ini.

"Ana, turun!! Jangan memancing amarah ku!!" Dave berkata dingin sembari menatap tajam Ana dari luar mobil yang tak terlalu terlihat karena kaca mobil itu terlihat hitam dari luar mobil.

"Ku bilang turun, Ana." Kata Dave lagi. Kini kata-kata nya berkali-kali lebih dingin dari yang tadi.

Akan tetapi Ana masih tak menghiraukan nya. Ia bahkan terlihat cuek dengan wajah datar nya.

Tanpa menghiraukan orang di luar mobil nya, Ana menghidupkan mesin mobil nya begitu saja.

Dave beralih menghadang mobil Ana dari arah depan, sehingga mau tak mau Ana tak jadi menancapkan gas jika tak ingin menabrak orang.

Ana hanya bisa menghela nafas berat sembari memejamkan mata. Ia tak tahu harus bersikap bagaimana dengan keadaan nya kali ini.

Kenapa seakan Dave mengejar nya?? Tapi saat Ana yang mengejar, dia justru berlari menjauh dari nya.

Dave itu bagaikan seekor kupu-kupu bagi Ana, Jika di dekati dan mencoba menangkap nya dia akan menjauh, tetapi saat Ana berusaha melepaskan tanpa di minta dia datang sendiri.

Tinnnn

Ana yang kesal melihat Dave tak mau menyingkir dari depan mobil nya, ia berinisiatif meng klakson dengan suara keras. Namun itu sama sekali tak mempengaruhi Dave sedikit pun.

Bahkan ia tak beranjak sedikit pun dari hadapan nya.

"Sebenarnya apa yang kau ingin kan, Dave?" Kata Ana dalam hati sembari menatap nanar wajah Dave yang saat ini sedang menatap tajam ke arah nya dengan kedua tangan nya di lipat di dada dan kedua kaki nya sedikit di buka.

Menurut nya Dave tak akan bisa ia gapai, maka dari itu Ana sudah mengikhlaskan jika memang ia tak bisa bersama.

Ana akan pergi membawa hati dan cinta nya. Berusaha agar menerima se ikhlas-ikhlas nya. Agar tak akan terus-terusan menggenggam duka yang begitu lara.

Mencinta tanpa di cinta memang lah sebuah duka. Duka yang begitu lara, hingga semua orang tak kan tega melihat betapa hancur nya jiwa yang terluka karena cinta.

"Ana, stopp!!"

"Dave!"

Suara lengkingan seorang wanita yang memanggil nama Dave itu berhasil membuat Dave mengalihkan perhatian nya dari gadis yang saat ini ada dalam mobil.

"Kenapa kau masih di sini?" Tanya Dave sedikit tak suka saat melihat wanita bernama Sonya ini masih di sini. Padahal Dave sengaja meninggalkan nya sendiri agar dia bisa pulang lebih dulu sebelum ia kembali ke ruangan.

Namun dugaan bh ya salah karena ternyata wanita itu masih ada di kantor nya.

"Aaah Dave tolong aku..!"Rintih Sonya sembari memegang perut nya yang terasa keram.

Meski awal nya terlihat ragu, tapi Dave tetap menghampiri wanita itu. Walau begitu, Dave terlihat berpikir sejenak, mengingat jika ia berlalu dari depan mobil yang sedang di kendarai Ana, maka gadis nya akan segera pergi.

Tetapi, sekali lagi ia mendengar rintihan kesakitan dari wanita yang ada di depan nya maka Dave mau tak mau menolong nya.

Dave berjalan mendekat ke arah Sonya yang saat ini sedang dalam posisi sedikit berjongkok sembari memegangi perut nya.

"Kau kenapa?" Tanya Dave pada wanita di hadapan nya.

Tetapi dari lontaran kata-kata itu itu tak menunjukkan kecemasan sedikit pun. Bahkan Dave terlihat menatap dingin pada Sonya.

"Dave, perut ku sakit." Sonya mencoba meraih tubuh Dave lalu memeluk tangan nya erat karena memang sejak tadi ia merasa tubuh nya sudah sangat lemah serta tak bertenaga untuk berjalan sendiri. Ia takut akan tumbang di lantai jika tak berpegangan apapun.

"Pe_perut ku sakit sekali, Dave. Tolong antar kan aku ke rumah sakit." Kata nya dengan nada suara mulai melemah dan sedikit terbata-bata.

Keringat dingin mulai keluar di pelipis serta dahi nya, wajah nya terlihat sangat pucat.

Akhirnya Dave tak tega melihat nya. Ia berusaha membantu Sonya, ia memapah tubuh Sonya berjalan hingga sampai di mobil nya.

Dave tak tahu jika interaksi nya bersama wanita itu sedang di perhatikan oleh gadis begitu tulis mencintai nya. Ya, Ana memang sedang memperhatikan Dave dan wanita yang kata nya adalah calon istri Dave.

Mereka terlihat serasi karena sama-sama dewasa, apalagi saat melihat Dave begitu perhatian memapah wanita itu hingga ke dalam mobil, membuat Ana kembali membuka pikiran nya. Dave memang bukan untuk nya, sudah seharusnya dia pergi jauh dan tak perlu menghiraukan nya.

Perlahan namun pasti, Ana kembali menyalakan mesin lalu mengendarai mobil nya dengan pelan. Pikiran nya belum stabil, ia tak mau membahayakan keselamatan nya.

Jadi Ana lebih memilih untuk berkendara dengan pelan agar tak terjadi sesuatu hak yang di inginkan.

Saat mobil itu sudah berlalu sedikit jauh dari kantor, Ana bingung ingin pergi kemana. Hati nya terlalu larut dalam kesedihan, apalagi saat melihat interaksi dua orang yang sebentar lagi akan menjadi sepasang suami istri membuat hati nya kembali merasa sesak.

Dai memutuskan untuk mengelilingi jalanan saja sembari menenangkan hati dan pikiran nya.

Tangan nya terulur menghidupkan musik untuk menghilangkan sedikit kesedihan nya.

Lagu itu mulai mengalun indah di indra pendengaran nya.

Lirik demi lirik, bait demi bait dalam lagu itu seakan mengekspresikan semua yang ada di hati nya.

Ia begitu menikmati kalimat demi kalimat lagu itu, lalu tanpa sadar ia ikut bernyanyi.

Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah.

Anugerah cinta yang pernah ku punya.

Kau buatku percaya ketulusan cinta.

Seakan kisah sempurna 'kan tiba.

Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat.

Seakan semua tak mungkin menghilang.

Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan.

Tak tersisa lagi waktu bersama.

Mengapa masih ada.

Sisa rasa di dada.

Di saat kau pergi begitu saja?.

Mampukah ku bertahan.

Tanpa hadirmu, sayang?

Tuhan, sampaikan rindu untuknya.

Masih jelas teringat

Pelukanmu yang hangat.

Seakan semua tak mungkin menghilang.

Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan.

Tak tersisa lagi waktu bersama.

Mengapa masih ada.

Sisa rasa di dada.

Di saat kau pergi begitu saja?

Mampukah ku bertahan.

Tanpa hadirmu, sayang?

Tuhan, sampaikan rindu untuknya.

Oh, masih tersimpan.

Setiap kеnangan.

Semua cinta yang kau beri.

Kau takkan terganti.

Mеngapa masih ada.

Sisa rasa di dada.

Di saat kau pergi begitu saja?

Mampukah ku bertahan.

(Tanpa hadirmu, sayang?)

Tuhan, sampaikan rindu untuknya.

Sampaikan rinduku untuknya.

Terlalu menikmati lagu yang ia nyanyikan, tanpa terasa air mata nya mengalir dalam pipi nya.

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😍😍😍
Rita Juwita
luar biasa...
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣ᥲᥒᥱһ... 𝗍⍴ gk ᑲs
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ძᥲ᥎ᥱ ᥒᥡ mᥒ... 𝗍rs ᥲᥒᥲ 𝖿𝗍 ᥒᥡ
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
sᥡᥲᥒ𝗍іk s᥊ km sᥲᥡg
uhuuyyyyyy
dave
uhuuyyyyyy
apakah dave punya sakit
🇦 🇵 🇷 🇾👎
𝑝𝑗𝑔 𝑥 𝑘𝑘
🇦 🇵 🇷 🇾👎
𝑎𝑞 𝑢𝑑 𝑏𝑐 𝑐𝑟𝑡 𝑑𝑦 𝑘𝑐𝑙 𝑑𝑖 𝑡4 𝑘𝑘 𝑡𝑒𝑠𝑠𝑎 𝑤𝑎ℎ𝑦𝑢𝑑𝑖 𝑎𝑚𝑒𝑙𝑖𝑎.... 𝑎𝑞 𝑠𝑙𝑙 𝑛𝑔𝑘𝑡𝑖 𝑛𝑦
Yunita aristya
baru mampir
Bunbun Oke
Yesss tetot aq salah menduga hehe

Sempat menduga Dave tp sambil berpikir ga mgkn ga ada background jd dosen kan

Ternyata....oh ternyata dosennya si Edo

Si kutu kupret yg sok cool kepedean hbs kalo Ana bs ditaklukan no...no...no....😛😃
punya nama
takdir tidak salah
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
tantik bgd neng ana ,,.
iy aj skeg masih datar muka ny kalau udh jatih cintrong gee berbunga bunga tuuh wajah ketemu ana,,
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
gpp jen punya anak 1 tp nnt minta byk cucu buat km am alex 😂
Muna Junaidi
David david nanti menyesal🤭🤭😂
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
aduuuuh udh ketahuan selalu bikin bencana di dapur kenapa diizinkan ke dapur,,.
duduk diem aj anak di bangku meja makan jgn buat gaduh 😒
🍾⃝ͩ sᷞuͧ ᴄᷠIͣ Hiatus🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
aku belum baca yg pertama kalau mu lgsg kemari nnt gk paham alur ny lgi thoor 🤭,,.

tpi apapun it aku ttep mampir,,
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya
aku masukin favorit ya pasti aku baca kok 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!