Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makanan paling enak
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Gapapa sepi, yang penting dapet cuan ye kan😏
...×××...
#ANGKASA EPS. 29
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️...
Revi kembali ke dalam rumahnya setelah pertemuannya dengan Radian usai, ia masih tampak bersedih dan sedikit menyesal telah mengusir Radian karena sebenarnya ia juga senang ada pria tersebut disana, ya walau Revi masih belum bisa melupakan kejadian saat Radian membuatnya malu di hadapan banyak mahasiswa kampus angkasa.
Munaroh yang melihat Revi bersedih, langsung menghampiri gadis tersebut dengan wajah cemasnya. Ia khawatir sesuatu terjadi pada Revi dan ingin segera membuat Revi kembali ceria seperti sebelumnya, ya Munaroh memang sangat menyayangi Revi dan sudah menganggap Revi seperti anak kandungnya sendiri.
"Non Revi..." ucap Munaroh cemas mendekati Revi sembari memegang pundak gadis itu.
"Non kenapa?" tanya Munaroh.
Revi pun coba untuk tetap tenang dan berusaha agar Munaroh tidak tau jika ia sedang sedih saat ini, Revi tak mau Munaroh akan semakin khawatir dan banyak bertanya mengapa ia bisa sampai bersedih seperti ini, untuk itu ia pun menghapus air mata dan tersenyum saat menatap bibiknya disana.
"Eh bibik, enggak kok aku gapapa. Ini tadi di luar anginnya kenceng banget, mata aku jadi kelilipan deh." jawab Revi sambil tersenyum dan berpura-pura mengucek matanya.
"Yang bener non? Non Revi gak lagi nutupin sesuatu kan dari bibik?" tanya Munaroh masih curiga.
"Ya enggak dong, bik. Buat apa aku tutupin apa-apa dari bibik kan? Aku emang cuma kelilipan kok, udah bibik jangan khawatir ya!" jawab Revi.
"Yaudah, bagus deh!" ucap Munaroh tersenyum.
"Iya bik, kita makan sekarang yuk! Aku udah gak sabar pengen cobain masakan bibik lagi, pasti enak banget apalagi kalo makannya ditemenin sama bibik di meja makan!" ucap Revi mengajak bibiknya makan bareng bersamanya.
"Iya, bibik juga udah siapin semuanya kok di meja. Non Revi tinggal makan aja, beres!" ucap Munaroh.
"Ahaha, makasih ya bik! Yaudah yuk kita kesana sekarang, keburu makanannya dingin!" ucap Revi sambil merangkul pundak bibiknya.
"Hayuk non!" ucap Munaroh.
Mereka pun jalan berdampingan menuju meja makan sambil saling tersenyum dan memandang satu sama lain, Revi sangat senang ketika dekat dengan bibiknya dan seketika semua kesedihan di dalam hatinya sirna begitu saja.
Keduanya pun sampai di meja makan, tanpa berlama-lama Revi langsung meminta bibiknya untuk duduk di sampingnya lalu mulai mengambil piring kosong dan menuangkan nasi serta lauk pauk yang sudah tersedia disana.
Munaroh terpaksa menuruti kemauan Revi, walau sebenarnya ia tidak enak makan berdua dengan anak majikannya itu.
"Eemmhh, masakan bibik emang paling enak deh! Aku suka banget sama makanan buatan bibik, gak ada duanya deh!" ucap Revi memuji masakan bibiknya sembari mengunyah makanan itu.
"Ah non bisa aja!" ucap bik Munaroh malu-malu.
"Beneran bik, enak banget loh ini! Aku suka dan menurut aku ini makanan terenak yang pernah aku cobain!" ucap Revi.
"Iya deh, makasih non udah suka dan puji masakan bibik! Bibik juga seneng kalau non suka sama makanan buatan bibik, apalagi sampe nambah begitu makannya!" ucap Munaroh tersenyum.
"Ahaha, ya pasti dong aku suka! Kan makanan bibik tuh enak banget!" ucap Revi.
Revi sangat lahap memakan makanan di piringnya, bahkan ia sampai nambah dua kali karena sangking enaknya masakan bibiknya. Ia tak perduli lagi pada kondisi perutnya nanti yang akan membesar jika ia makan terlalu banyak, mungkin karena ia sedang galau saat ini jadi pengen makan banyak.
...•••...
Disisi lain, Radian datang ke bar tempat biasa ia kumpul dengan teman-temannya. Tampak disana sudah ada Zian serta yang lainnya dan mereka tengah asyik minum-minum sambil menikmati musik di area tersebut, Radian pun berjalan ke arah mereka dan menghampiri teman-temannya itu.
Melihat kedatangan Radian disana, Zian dan yang lainnya tampak senyum-senyum saja karena akhirnya pria tersebut mau menyusul kesana. Dengan senang hati tentunya mereka langsung menyambut Radian dan memberikan segelas minuman kepada pria tersebut.
"Widih! Akhirnya dateng juga lu bro! Nih nih, minum dulu minum biar segeran badan!" ucap Digo.
"Thanks, sorry ya gue baru bisa nyusul kesini!" ucap Radian singkat sembari mengambil gelas itu lalu duduk di tempat yang kosong dan meminumnya.
"Santai! Emang lu abis darimana sih? Tadi kok kayaknya serius amat tuh muka?" tanya Zian.
"Iya, gue abis susul Revi ke rumahnya. Gue ketemu dan bicara berdua sama dia di depan gerbangnya, baru deh gue bisa kesini sekarang nyusul kalian semua buat minum." jawab Radian menjelaskan.
"Oalah, masalah Revi ternyata. Emang ada apa lagi sih antara lu sama dia?" ucap Zian bingung.
"Iya, bukannya kemarin udah sempat baikan lu berdua? Kan udah saling maaf-maafan." sahut Azim yang juga ikut bingung.
"Nah itu dia, gue juga gak tau. Padahal Revi sendiri udah bilang kalau dia mau maafin gue, tapi entah kenapa sekarang ini dia masih jutek dan malah tambah jutek plus cuek ke gue! Makanya gue coba minta penjelasan dari dia, kira-kira gue salah apa gitu kan. Eh dianya malah usir gue tadi dari rumahnya, jadi sampe sekarang gue masih belum tau dia kenapa! Ya emang sih, dia bilang tadi katanya belum bisa ngelupain kejadian di pesta topeng itu." ucap Radian menjelaskan sambil tampak murung.
"Ohh, ya berarti dia cuek dan jutek ke lu itu karena dia masih marah sama lu!" ucap Zian.
"Bisa jadi, tapi mungkin juga dia begitu karena si wibu tuh alias Muzaki." timpal Digo.
Sontak Radian langsung terdiam saat mendengar nama Muzaki disebut, menurutnya mungkin saja itu bisa terjadi dan Revi memang jutek padanya karena kehadiran sosok Muzaki di kehidupan gadis tersebut.
"Bener juga, tapi apa mungkin kalau Revi dan Muzaki punya hubungan spesial?" tanya Radian bingung.
"Ya kalo itu kurang tau juga sih, soalnya mereka gak kelihatan deket tuh di kampus. Tapi, bisa jadi mereka deketnya di luaran kampus gitu kayak misal cafe atau tempat romantis lainnya yang cocok buat orang pacaran!" jawab Digo.
"Go, lu jangan bikin Radian overthinking dong! Kan belum tentu mereka emang bener deket apalagi punya hubungan spesial." tegur Zian.
"Semua bisa terjadi men. Gue kan cuma menduga-duga, siapa tau emang bener Muzaki yang jadi penyebab Revi jutek ke Revi." ucap Digo.
"Iya sih, kalo gitu kita hajar aja si Muzaki sampe babak belur dan peringatin dia buat gak ganggu hubungan lu sama Revi, An!" ucap Azim.
"Nah cakep tuh, setuju gue!" ucap Daffa.
Radian hanya diam, ia masih belum bisa berpikir jernih saat ini karena pikirannya tengah mengarah kepada Revi yang berubah sikap padanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...