Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Strategi
Didalam Taxi, Aira nampak gelisah, sesekali dia melihat ponselnya. Farah melihat gelagat aneh sahabatnya, tapi enggan untuk bertanya Karena dia tahu, apa yang sedang ada di dalam pikiran sahabatnya.
Sampai di halaman rumah, mereka disambut oleh mbak Sri yang berlari kecil menghampiri taxi yang Aira dan Farah tumpangi. Mbak Sri membantu menurunkan tas yang berisi barang-barang Aira selama 2 hari berada di rumah sakit. Aira berjalan dengan dibantu oleh Farah, karena tenaga Aira yang belum 100% pulih.
" Mbak Aira, mau dibuatkan minuman hangat?"
" Nggak usah mbak, air putih saja. Tolong huatkan minum buat Farah saja "
"Mbak Farah, mau minum apa mbak?"
" Apa saja mbak Sri yang penting minuman dingin"
" Baik mbak, mbak Aira mau dimasakkan apa? "
" Tolong buatkan bubur sum-sum saja mbak"
Mbak Sri segera menuju ke dapur untuk membuatkan minum untuk Farah, dan setelah itu membuatkan makanan untuk Aira. Tidak lupa mbak Sri memberikan kabar ke Rendra bahwa Aira sudah sampai dirumah.
Flashback on
Saat itu jam baru menunjukkan pukul 9 pagi. Seperti biasa Sri melakukan aktivitasnya untuk membersihkan rumah Ernest, meskipun saat ini para penghuninya, baik Ernest dan Aira belum kembali ke rumah tersebut. Telepon rumah berbunyi, Sri yang sedang membersihkan ruang tamu, langsung menuju ke ruang tengah untuk mengangkat telepon yang berbunyi.
" Halo, selamat pagi "
" Pagi mbak, ini Rendra "
" Iya mas Rendra, mbak Aira baik-baik saja kan mas?
" Iya mbak, Aira sudah boleh pulang hari ini. Mbak Sri aku mau minta tolong, kalau Aira sudah sampai rumah, langsung hubungi aku ya. Dan jangan bilang, kalau aku telepon mbak Sri "
" Baik mas, nanti saya akan langsung menghubungi mas Rendra. Kenapa mas Rendra nggak langsung ke Hp mbak Aira saja?"
" Nggak apa-apa mbak. Aku cuma lagi sibuk saja"
Tut..tut..tut...
Rendra mengakhiri pembicaraan mereka sepihak tanpa menjelaskan kepada Sri.
Flashback off
Siang itu Farah pamit ke Aira untuk pergi ke kampus. Sebenarnya Farah tidak tega meninggalkan Aira yang sakit seorang diri, namun karena dia juga butuh istirahat. Akhirnya dengan berat hati Farah menitipkan Aira ke mbak Sri dan berpesan untuk selalu mengawasi Aira. Meskipun sakit Aira hanya demam biasa, tapi tetap saja dia khawatir. Apalagi, dia juga mendengar cerita dari Rendra bahwa kondisi Aira saat dibawa ke Rumah Sakit, dalam kondisi memprihatinkan.
Aira sudah mencoba untuk memejamkan matanya, namun usahanya nampak sia -sia.
Seperti nya dia masih menunggu balasan pesan yang tadi dia kirimkan untuk Rendra. Namun, sudah lebih dari 2 jam dia belum juga mendapat balasan.
Kenapa mas Rendra tidak membalas pesanku. Apa ada yang salah dengan pesan yang aku kirimkan kepadanya? Aku hanya mengucapkan terima kasih. Apa dia tersinggung karena aku berniat mengganti biaya perawatan selama aku di Rumah Sakit.
Aira sadar dari lamunannya ketika ponselnya berbunyi. Dengan segera, dia membuka ponselnya dan berharap Rendralah yang mengirimkan pesan. Namun, raut mukanya berubah menjadi masam ketika membaca isi pesan itu.
Ra, maaf mbak nggak bisa nengok kamu. Mendadak mas Hisyam harus dinas keluar kota dan mbak harus ikut. Biaya Rumah Sakit sudah aku transfer ke rekeningmu. Banyak istrihat ya Ra.
Aira mengerti keadaan Sofia yang sudah berumah tangga, yang mengharuskan menghabiskan waktunya untuk keluarga kecilnya.
Untung saja, sore itu Erna dan Farah datang mengunjungi Aira. Jadi Aira tidak begitu merasa bosan.
Sementara itu, Rendra sedang duduk di meja kerjanya. Dia menunggu kedatangan Aldo yang sebelummya sudah berjanji untuk menemuinya. Setelah lebih dari 30 menit menunggu, akhirnya Aldo tiba.
" Maaf Ren, lama menunggu. Jalanan macet"
" Nggak apa-apa Al , bagaimana kerjaanmu?"
" Seperti biasa bro, lancar seperti jalan tol, hehehe"
" Jangan sibuk pacaran terus "
" Siap boss... Ren, kamu tahu Aira adik ipar Hisyam? Tahu Hisyam ?"
" Iya tahu, kenapa?"
" Apa kamu nggak mau mengambil keuntungan dengan...."
" Nggak-nggak, aku ingin mendapatkan Aira dengan usahaku sendiri"
" Kata Farah, Rara sudah pulang. Mau bareng kesana? Aku mau jemput Farah"
" Nggak.."
" Kenapa?"
"Aku cuma mau memastikan saja, apakah Aira merasa kehilangan atau tidak, jika aku mengacuhkan dia, sudah seharian ini aku tidak menghubunginya "
" Eitsss, oke juga strategimu", diiringi dengan tepuk tangan Aldo
" Aku cuma ingin memantapkan hatiku, apa aku benar-benar menginginkan Aira, atau hanya sekedar rasa kagum saja",
Aldo mengerti alasan Rendra menjauhi Aira untuk sementara waktu. Bagaimanapun keputusan yang diambil Rendra, sebagai sahabat , Aldo akan sepenuhnya mendukungnya.
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik