NovelToon NovelToon
The Dark Side Of Love

The Dark Side Of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Contest / Romansa / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: aresss

Jasmine Elnora Brown, seorang pelukis yang menyukai hal sederhana dan tidak rumit harus menghadapi sebuah cinta unik dari seorang pria pendiam nan misterius, Edward Maleaki Lendsman. Semua berawal baik, tapi semakin jauh Jasmine melangkah dia akhirnya menyadari bahwa dia tidak hanya menghadapi satu sisi pribadi saja dalam diri Edward, tapi juga menghadapi sisi tergelap Edward yang begitu hitam. Sisi yang akan membuat dia berpikir dua kali untuk memperjuangankan Edward.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A Simple Life

Happy Reading

***

Jasmine POV

Aku segera terbangun saat mencium wangi yang menggoda. Aku menatap sekitar dan menemukan Edward tidak ada di sini. Aku duduk dan menatap ke luar melalui jendela, sangat gelap. Saat melihat jam digital di atas meja nakas, aku melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.

Aku menguap kemudian berdiri. Aku berjalan menuju dapur dan menatap Edward ada di sana sedang memasak. Aku tersenyum dan saat aku semakin mendekat, Edward menoleh ke arahku.

"Good morning.." sapa Edward.

"Morning.." aku duduk di meja bar. Edward menginap di tempatku dan aku tidak ingat jelas bagaimana aku bisa jatuh tidur. Aku makan malam dengannya lalu menonton acara televisi dan.. Yah, aku hanya ingat sampai itu saja.. Padahal, aku sudah mewanti-wanti bahwa kami akan melakukan 'hal' itu.. Yah. Kau tau maksudku dengan 'hal' itu.

"Kopi atau teh?"

"Teh.." Aku bukan penikmat kopi.

Edward menyajikan tiga tumpukan pancake, madu, dan blueberry untukku dan untuknya. Kemudian secangkir teh dan kopi. Lalu satu piring lagi berisi sosis, telur mata sapi, dan bacon.

"Enjoyed it.."

"Thank you.." aku memegang mug teh dengan kedua tanganku sehingga menyalurkan rasa hangat yang nyaman di sana. Lalu menyeruputnya.

"Makanlah telurnya terlebih dahulu..."

"Aku tidak terlalu suka telur.." ucapku seraya menaruh mug.

"Makanan apa yang kau sukai?" Edward memakan bacon seraya menatapku.

Aku memotong pancakeku, "Tidak ada yang spesifik...."

Dia menatapku tajam dan sebelum dia mengomentari kebiasaan makanku, aku segera bertanya sesuatu padanya.

"Kau berbelanja? Aku tidak ingat punya bahan-bahsn ini di sini.."

"Aku mengambilnya dari apartemenku..."

Ah.. Aku ingin menanyakan ini juga.

"Kenapa kau tinggal di sini di saat kau punya rumah yang besar dan mewah?"

"Aku hanya tinggal di sini saat musim dingin tiba. Itu pun terkadang hanya satu atau dua malam saja..."

Aku tidak memiliki point jawaban atas pertanyaanku.

"Ada apa dengan musim dingin?"

"Cuaca tidak bagus. Terkadang, aku memiliki urusan bisnis yang harus ku selesaikan di sini yang membuatku lebih baik menginap dari pada pulang-pergi..."

"Kau punya helikopter... Itu bahkan hanya memakan waktu kurang dari 15 menit. Kenapa tidak pulang-pergi saja?"

"Cuaca buruk, Jasmine...."

Aku mengangguk kecil, paham maksud ucapannya.

"Apakah aku--"

Edward segera menaruh telunjuknya di atas bibirku.

"Kau bisa bertanya setelah kau menyelesaikan makananmu..."

"Okay.." Padahal aku ingin bertanya apakah aku bisa pergi ke apartemennya. Aku penasaran bagaimana apartemennya. Apakah semewah rumahnya?

"Apa kegiatanmu hari ini?" tanyanya.

"Aku hanya mengirim beberapa gambarku ke penerbit..."

"Setelah itu?"

"Mungkin melanjutkan menggambar e-comicku.."

Dia mengangguk kecil.

"Kenapa?"

"Kau mau membawa pekerjaanmu ke rumahku?"

Aku segera tersenyum lebar, "Yah.. Sekalian mengambil pakaianku yang tertinggal..."

"Bagus...."

****

"Kita menggunakan mobil?" tanyaku setelah kami sampai di lantai basement.

"Yah.. Cuaca tidak mendukung hari ini..."

Terakhir aku menaiki mobil yang berwarna hitam, kali ini berwarna silver yang begitu mewah. Edward membuka pintunya untukku.

"Thank you.." ucapku dan kemudian disusul oleh Edward. Aku memasang sabuk pengamanku, begitu juga Edward Dia menyalakan mesin mobil dan perlahan melajukan mobil.

"Berapa lama jika mengendarai mobil?" tanyaku seraya menyalakan radio seraya dibantu oleh Edward.

"30-45 menit. Terkadang bisa memakan waktu sejam..."

Aku mengangguk paham lalu bersandar di kursi. Aku menatap rintikan hujan yang halus melalui kaca mobil.

"London dan cuaca buruknya..." gumamku.

"Kau pernah bepergian sebelumnya?"

"Tentu. Aku pernah pergi ke Paris bersama Ibuku. Lalu, Irlandia dan Belanda..." Aku pergi ke Belanda dan irlandia  dalam rangka study tour sekolah.

"Kau belum pernah keluar dari Eropa?"

"Yah.." aku belum pernah meninggalkan tanah Eropa sekalipun.

"Tempat apa yang ingin kau kunjungi?"

"Spanyol?" ucapku random, "Ibu ku pernah ke sana dan mengatakan cuaca di sana sangat bagus..."

Aku pun sering melihat internet dan melihat betapa bagusnya pantai di sana. Cuaca cerahnya. Aku belum pernah sekali pun ke pantai dengan kondisi air berwarna biru dan cahaya matahari terang benderang.

"Mau ke sana?"

Aku segera menoleh ke arah Edward.

"Yah.. Aku sudah menabung untuk ke sana..." dan jumlahnya sudah lebih dari target. Sekarang hanya menunggu waktu yang tepat saja.

"Mau pergi bersama?"

Edward tersenyum kecil padaku dan aku bisa merasakan otakku mulai berpikir entah ke mana. Berdua?! Siapa pun tahu apa yang terjadi jika kami pergi bersama.

"Kita berdua?"

"Yah.. Hanya liburan kecil tiga sampai lima hari..."

Aku mengkalkulasikan uang yang berada di tabunganku dan berpikir itu cukup jika berlibur hingga lima hari.

"Kau tidak mau berdua? Aku bisa mengajak Kim.."

Kim? Kimberly?!

"Berdua lebih baik.." ucapku segera dan dia terkekeh kecil.

"Kau nampak bersemangat, Jasmine..."

Aku melipat bibirku menjadi garis, menahan rasa maluku.

"Maksudku berdua--Uhm.." sial aku kehilangan kata-kata dan merasa malu.

"I know, Jasmine... Aku tahu apa maksudmu..."

"Kau dan dia tetap tidak memiliki hubungan darah sehingga baiknya kau tidak liburan bersamanya..."

Edward menarik tangan kananku lalu mengecupnya seraya berkonsentrasi mengemudi.

"Dia hanya teman..."

"Namun, dia cantik..."

"Kau lebih cantik..."

Aku merasakan seluruh tubuhku memanas.

"Kau lebih baik memperhatikan jalan, Mr.Lendsman.." ucapku dengan nada peringatan seraya menarik tanganku.

Edward terkekeh kecil, "Yes, Miss.."

"Di mana Kim tinggal?"

"Dia memiliki rumah sendiri, Jasmine.."

"Dia tidak menikah?"

Edward menoleh sekilas padkau, "Kau benar-benar penasaran tentang apa pun..."

Aku diam dan menunggu dia menjawab pertanyaanku.

"Dia sudah menikah beberapa kali, Jasmine..."

Beberapa kali?

"Namun, untuk saat ini dia tidak terikat dengan siapa pun..."

"Aku tidak percaya dia sudah berusia 41 tahun. Kupikir dia masih berusia pertengahan 30."

"Dia memang terobsesi dengan penampilannya...."

"Namun, tetap saja--"

"Jasmine... Mari kita berhenti membicarakan wanita lain..."

"Okay..."

****

Edward POV

"Bagaimana denganmu?" tanyaku setelah pembicaraan yang tidak mengasikkan tentnng Kimberly selesai.

"Apanya?"

"Apa kau pernah berkencan sebelumnya?"

"Pernah. Sekali sewaktu aku duduk di kursi SMA...'

Aku tahu itu. Pria ingusan sialan...

"Sejauh apa hubungan kalian?" tanyaku.

"Maksudnya?"

Aku melipat bibirku, bingung harus menjelaskannya bagaimana.

"Uhm.. Maksudku, apakah kalian sudah pernah ciuman atau--"

"Tentu.." dia memotong perkataanku dengan cepat.

Aku menoleh ke arahnya. Aku tidak tahu soal ini.

"Cinta masa remaja, huh?"

"Dia cinta pertamaku..."

Aku tahu dia mengatakan itu untuk membuatku cemburu. Dan yah.. Dia berhasil. Aku tahu fakta dia pernah memiliki kekasih saat SMA, tapi aku tidak tahu jika mereka pernah berciuman.

"Tampaknya cinta pertamamu tidak berjalan dengan baik..."

"Cinta pertama kebanyakan tidak berjalan baik..."

"Jadi berapa kali dia menciummu?" ucapku dengan nada suara yang meninggi.

"Untuk apa kau mengetahuinya? itu hanya masa lalu..."

Yah. Dia benar. Setidaknya kau bercinta untuk pertama kalinya denganku. Dan semua pelepasanmu adalah milikku.

"Kau benar..."

"Sepuluh kali. Uhm.. Mungkin lebih dari situ.."

Aku terkekeh mendengar jawaban Jasmine. Dia benar-benar berusaha keras membuatku cemburu. Aku tahu dia sedang mengarangnya...

"Sepuluh kali, huh?"

Aku segera menepikan mobil tanpa aba-aba mengakibatkan Jasmine berteriak kecil.

"Edward! Apa yang kau lakukan?"

Aku menatap wajah Jasmine yang sedikit syok. Aku menarik rem tangan kemudian terkekeh kecil. Hujan turun semakin deras dan kami berada di daerah jalanan yang ditutupi pinus.

"Meluruskan sesuatu.." bisikku kecil seraya melepas sabuk pengamanku.

"Edward... Ini di tepi jalan raya." ucapnya denagn nada peringatan.

Aku mendekatkan tubuhku ke arahnya, "Kau tidak penasaran?"

Secara mengejutkan Jasmine mengecup bibirku.

"Sekali..." Dia mengecupnya lagi.

"Dua kali..." Lalu mengecupnya lagi

Terus menerus hingga jumlahnya sepuluh kali. Aku menatapnya dengan senyum kecil. Wajahnya memerah hebat layaknya tomat.

Aku menginginkannya di sini, Edward...

"Sejujurnya dia hanya menciumku sekali..." ucapnya dengan senyum malu-malu

Aku terkekeh kecil lalu mengelus wajahnya lembut.

"Apa yang harus kulakukan padamu, Jasmine..."

Kau membuatku gila.

"I don't know.." bisiknya.

Aku ingin melakukannya di sini, Edward..

"Apa badanmu masih terasa sakit?" tanyaku lembut seraya mengelus wajahnya

"Tidak juga.." napasnya semakin cepat dan aku yakin dia memikirkan apa yang sedang kupikirkan.

Aku memejamkan mata dan segera tersadar. Ini salah. Aku tidak boleh melakukannya. Aku beralih darinya ke setir mobilku.

Edward!

"Not today..." bisikku pada diriku sendiri. Lalu menyalakan mesin mobil dan segera melajukannya.

Aku menoleh kepada Jasmine, "I'm sorry, Jasmine..."

"Untuk apa?"

Karena aku tanpa sadar hampir mengikuti keinginan Lucas.

"Karena kehilangan kontrol..."

Jasmine menaruh tangannya ke atas pahaku, "It's okay... Aku juga begitu. Kita berdua sudah dewasa..."

"No, Jasmine. Kali ini aku hampir melakukan kesalahan..." ucapku dengan nada tegas kemudian tidak ada jawaban dari Jasmine lagi. Dia menarik tangannya dari pahaku. Aku meliriknya dari ujung mataku dan menatap dia yang menatap ke jendela mobil.

Sial. Jika sampai aku bercinta dengannya di tepi jalan, sama saja aku mempermalukannya. Sama saja aku tidak menghormatinya. Ini semua karena Lucas! Terkadang keinginannya bisa menjelma menjadi keingananku. Sialan... Sekarang, aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Jasmine. Dia jelas marah.Jelas marah.

"Kau marah, Jasmine?"

"Tidak.."

Aku meliriknya sekilas yang menatapku.

"Benarkah?"

"Yah.. Kau terkadang begitu membingunkan. Membuatku sedikit kesal..."

"Aku hanya begitu saat di dekatmu..."

"Kau sudah pernah mengatakan itu sebelumnya..."

"Aku serius, Jasmine.."

"Aku selalu heran melihat pergantian emosimu yang sangat cepat..."

Itu karena aku memiliki alter ego.

"Kau punya gangguan jiwa, hah?" ucapnya dengan nada jenaka, tapi aku menganggapnya serius. Sial. Itu memang termasuk gangguan jiwa.

"Mungkin..."

Aku menoleh ke arahnya. Dia tersenyum padaku.

"Aku akan berusaha memahamimu bhakan jika kau memiliki kepribadian ganda atau alter ego..." Aku tahu dia tidak serius dengan ucapannya. Dia hanya berusaha menghibur suasana kami yang berubah canggung. Aku ragu dia akan tetap di sisiku jika mengetahui aku memiliki sosok yang begitu hitam dan jahat.

"Thank you..." ucapku pelan.

"You're wellcome..."

Selama perjalanan, kami membicarakan hal-hal biasa. Semakin dekat dengan ke kediamanku, hujan perlahan berhenti. Setelah melewati gerbang rumah, cahaya bersinar malu-malu dan kami sampai. Aku senang dengan cuaca yang berubah cerah. Dengan begitu, rencanaku menghabiskan waktu di luar ruangan bersama Jasmine akan berjalan lancar.

***

MrsFox

1
andrana maula
Lumayan
Dian Winati
Luar biasa
Krista Itha
huuhuu kebagian yg revisi semua 😭
Krista Itha
ada koyo ya miss di London?
Krista Itha
waah paling telat ternyata aku..udh gak kebagian 😁
Krista Itha
sampai kesini saya buat ngikutin miss
sukaaa bgt semua tulisan miss Foxxy ini
❤️❤️❤️
Sari
Luar biasa
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
sokorrr bingung kann sekarang 😂😂
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
love love love dr. lubovswky
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
thanks Dr. lubowsky untung dia mau mnjelaskan siapa Jasmine
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wahh kok Johansen jd gitu sih...ngeselin bgt
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
hilang ingatan kahh
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wwooo kerjaan kimberly dan musuhnya lukas ini
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
kasihan Jasmine
dan kasihan juga Edward..
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
mngkin kalau aku jadi Jasmine aku akan melakukan hal serupa... ngeselin bgt deh Kimberly
bunga cinta
gass
Siti Sa'diah
kkk aku baca ulang lg senyum2 bacanya
moci oci
baca novel ini aku ingat drama yg dimainkan hyun bin judulnya lupa, tpi inti ceritanya sama satu tubuh dua kepribadian
terimakasih thor cerita mu luar biasa
Anonim
aq dah deg2an ni thor...
Anonim
edward...aq padamu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!