NovelToon NovelToon
The Prince Arrogant

The Prince Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:262.1k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

McLaren Valkiry, terlahir sempurna dengan ketampanan dan kekayaannya juga statusnya sebagai putra dari seorang bangsawan Inggris.

Prinsifnya yang tidak mempercayai pernikahan malah membuatnya terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dikenalnya.

Maureen adalah seorang gadis cantik yang terpaksa menikah dengan McLaren karena kejadian yang tidak mengenakkan.

Bagaimana kisah selanjutnya apakah mereka bisa lari dari pernikahan? Atau malah jadi saling jatuh cinta?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-28 Menjadi Mrs.McLaren

Mac membuka matanya, dan lagi-lagi, dia terbangun sambil memeluk Maureen. Dan sekarang bukan lagi rambut yang ada diwajahnya, tapi wajah itu ada dekat tepat didepan matanya. Mau tidak mau Mac harus melihat wajah istrinya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengannya yang menatap Maureen, karena Maureen adalah istrinya.

Mac melihat mata yang berbulu lentik itu yang terpejam. Dia bisa melihat bekas-bekas wanita itu menangis, kelopak matanya terlihat sedikit membengkak.

“Kenapa kau harus menangis seperti ini hanya karena melihat pria yang berbaju sama denganku bercumbu dengan wanita lain?” batinnya Mac.

Matanya beralih pada hidung Maureen yang mancung, turun ke bibirnya yang tipis. Ternyata istrinya itu sebenarnya sangat cantik, kenapa baru terlihat jelas sekarang?

Karena keasyikan menatap wajahnya Maureen, Mac terkejut saat mata itu tiba-tiba terbuka. Dia kedapatan sedang menatapnya. Bagaimana ini?

Maureen terkejut saat matanya terbuka, suaminya sedang manatapnya. Mac langsung memerah wajahnya kedapatan menatap istrinya itu. Belum saat melihat tangannya, ternyata tangan kanannya masih memeluk Maureen. Benar-benar memalukan.

“Maaf, aku harus ke kamar mandi,” ucap Mac, buru-buru melepas pelukannya, turun dari tempat tidurnya dan segera ke kamar mandi.

Maureen terdiam, dia merenung, Lagi-lagi suaminya kedapatan sedang memeluknya, sekarang malah mereka berhadapan. Tapi melihat sikap Mac yang sepertinya menyesal sudah memeluknya dan buru-buru ke kamar mandi membuat Maureen merasa kecewa. Tidak ada tanda-tanda hubungan mereka akan membaik.

Beberapa waktu kemudian Maureen melihat suaminya sedang bercermin merapihkan pakaiannya. Dia hanya menatapnya. Suaminya itu memang tampan, tapi sayang selain kasar dia juga suka pergaulan bebas, dia tidak suka komitmen.

Masih terbayang di ingatannya Mac bercumbu dengan Wanita itu, bibir Maureen langsung cemberut, dia tambah sebal saja pada Mac.

Mac menoleh pada Maureen yang buru-buru memalingkan muka. Tanpa bicara apa-apa, Mac keluar dari kamarnya. Maureen kembali merasa sedih dan sakit hati kalau mengingat kelakuannya Mac yang menyebalkan itu.

Saat di meja makanpun, Maureen masih terus saja cemberut. Dia hanya mengaduk-aduk makanannya. Mac hanya sesekali melihat istrinya yang tidak mau menatapnya. Lama-lama dia semakin ingin tertawa saja melihatnya. Wanita itu marah-marah karena mengira suaminya bercumbu dengan wanita lain.

Mr. Turner masuk keruang makan.

“Sir ada yang mengirimkan undangan, suratnya saya simpan di ruang kerja,” kata Mr. Turner.

“Undangan dari siapa?” tanya Mac, menoleh kepada Mr. Turner.

“Undangan pernikahannya Mr. Josep, nanti malam,” jawab Mr. Turner.

“Nanti malam? Hem baiklah, terimakasih,” kata Mac. Mr. Turnerpun akhirnya keluar dari ruang makan itu.

Mac menatap Maureen yang tidak bicara sedikitpun, masih dengan wajah cemberutnya. Kenapa wanita itu kalau sedang cemberut begitu terlihat lebih cantik?

“Bagaimana keadaanmu? Apa kau lebih baik sekarang?” tanya Mac.

Maureen tidak menjawab.

“Sepertinya kurang baik, tadinya aku akan mengajakmu keacara peresmian kantor cabang, barangkali kau mau ikut, ya sudahlah kalau kau masih sakit,” kata Mac.

Mendengar perkataan Mac membuat Maureen terkejut. Diapun menatap Mac sambil memikirkan apakah dia harus ikut ke peresmian kantor cabang suaminya?

Mac bangun dari duduknya, dia sudah selesai makan.

“Buat apa kau mengajakku? Kau ajak saja wanita itu!” jawab Maureen, masih cemberut.

“Dia bukan istriku, buat apa aku mengajaknya,” kata Mac, sambil beranjak dari kursinya.

Mendengar perkataan Maureen, tiba-tiba ada rasa sejuk yang menyelinap dihatinya. Apa maksud suaminya? Suaminya mulai menyadari kalau dia istrinya?

Saat Mac melewatinya untuk meninggalkan meja makan, Maureenpun bicara.

“Aku sudah lebih baik,” kata Maureen.

“Baiklah, aku tunggu didepan,” jawab Mac sambil berlalu.

“Tunggu!” panggil Maureen. Mac kembali menghentikan langkahnya.

“Aku harus memakai baju apa?” tanya Maureen.

“Baju apa saja, yang agak formil sedikit” jawab Mac, lalu diapun keluar dari ruang makan itu.

Maureen segera menghabiskan makanannya, dalam beberapa menit piringnya sudah kosong. Diapun buru-buru pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.

Mac berkali-kali melirik jamtangannya, menunggu istrinya berganti pakaian kenapa begitu lama? Dia sudah tidak sabar harus berangkat ke lokasi peresmian. Diapun akan masuk ke rumah tapi ternyata Maureen sudah muncul dipintu, sudah mengganti pakaiannya.

“Aku sudah siap,” ucap Maureen sambil menatap suaminya.

Mac menatap istrinya sejenak, semakin hari dia melihat isrinya itu terihat sangat cantik. Apa sebenarnya dari awal juga memang sudah cantik? Hanya dianya saja yang tidak memperhatikan.

“Kenapa? Apa bajuku kurang pantas keacara itu? Maaf, aku tidak membawa banyak baju,” kata Maureen. Dia merasa tidak nyaman dengan tatapan Mac. Acara ini pasti sangat penting, dan dia hanya memakai pakaian yang dia bawa dari London saja.

“Tidak, kau sangat cantik,” jawab Mac, membuat Maureen memerah wajahnya.

Mac menoleh pada Mr. Turner.

“Mr. Turner!” panggil Mac.

“Ya,Sir!’ jawab Mr. Turner segera menghampiri.

“Tolong kau siapkan baju-baju buat istriku,” perintah Mac.

“Baik,Sir!” jawab Mr. Turner mengangguk.

Mac menoleh lagi pada Maureen.

“Nanti ada orang yang akan menyiapkan pakaian yang kau butuhkan,” kata Mac.

Maureen mengangguk. Sekali lagi perkataan mac membuat hatinya merasa senang. Apa benar yang dikatakan oleh ibu mertua dan ayah mertuanya kalau sebenarnya hati Mac itu sangat lembut? Hanya gayana saja yang cuek dan ketus. Seharusnya dia bisa melihat cara Mac bicara dengan Sharon juga bisa lembut. Mengingat Doker itu lagi malah membuat hatinya gelisah.

“Ayo nanti kita kesiangan,” ajak Mac, sambil berjalan lebih dulu. Maureen segera mengikutinya.

Di lokasi kantor cabang yang dikatakan Mac itu tampak sudah ramai, diluar didirikan tenda-tenda berwana biru. Saat Mac memasuki halaman parkir, seorang petugas parkir sudah menyiapkan tempat parkir khusus buatnya.

“Ayo turun,” ajak Mac, Maureen mengangguk, diapun mengikuti suaminya keluar dari mobil. Dia agak terkejut saat beberpa orang eksekitif sudah menyambut mereka. Diluar tampak sudah begitu penuh dengan karyawan dan tamu undangan. Bahkan MC juga sudah memulai acaranya.

“Mari, Sir, anda sudah ditunggu, acara sudah dimulai,” kata salah seorang pria itu.

Mac mengangguk. Pria itu menoleh pada Maureen.

“Ini istriku,” ucap Mac seakan tahu arti tatapan pria itu. Mendengar Mac memperkenalkan dirinya sebagai istrinya, membuat Maureen berbunga-bunga, senangnya akhirnya Mac mau membuka hati untuknya.

Pria itu menoleh pada Maureen.

“Mrs. McLaren!” sapanya sambil mengangguk.

Maureen membalasnya dengan anggukan dan tersenyum ramah. Beberapa eksekutif yang lainnya juga menyapanya memanggilnya Mrs. McLaren. Hatinya semakin senang saja.

Mac melangkahkan kakinya, Maureen segera mengikutinya berjalan disampingnya. Dia tidak menyangka akhirnya dia bisa berdampingan dengan suaminya. Meskipun hanya berjalan berdampingan saja, padahal seharusnya tangannya menggandeng suaminya, tapi Maureen tidak berani melakukannya bagaimana kalau ternyata Mac menepisnya, itu akan sangat memalukan dilihat orang, jadi dia hanya berjalan menjajari langkah kakinya Mac yang panjang. Pria itu berjalan sangat cepat membuatnya ketinggalan terus.

Mac menghentikan langkahnya, menoleh ke arah Maureen. Kenapa wanita itu berjalan sangat lambat? Fikirnya. Akhirnya tangan kiri Mac mengulur memegang tangannya Maureen, mengajaknya supaya berjalan lebih cepat. Maureen menatap pegangan tangannya Mac. Pria itu kembali berjalan, Marreen segera menjajarinya. Hanya dipegang tangan seperti ini saja membuat jantungnya rasanya mau copot saja, berdebar kencang tidak karuan, semakin membuatnya gugup.

Sapaan belum berhenti sepanjang ada eksekutif dan tamu undangan yang melihat kedatangannya Mac. Tentu saja merekapun tidak lepas menyapa Maureen. Ada haru dihati Maureen, rasanya tidak percaya kalau dia akan diakui sebagai Mrs. McLaren.

Merekapun sampai di kursi deretan depan yang sudah disediakan panitia. Mac menoleh pada Maureen supaya duduk lebih dulu. Sikap pria itu sangat manis, padahal dia pejabatnya disini, tapi mempersilakan istrinya dulu yang duduk.

“Duduklah,” ucap Mac. Saat panitia menunjuk kursi yang akan mereka duduki.

“Terimakasih,” jawab Maureen, menoleh sekilas pada Mac, lalu diapun duduk diikuti Mac yang sedang diberikan laporan oleh pria tadi.

Karena acara sudah dimulai dari tadi. Baru beberapa menit duduk, Mac didaulat untuk memberikan sambutan. Tepuk riuh dari yang hadir menggema di ruang terbuka acara persemian kantor cabang itu.

Pria tampan dan gagah itu maju kedepan podim dan mulai bicara disana.

Maureen tidak berhenti menatapnya. Melihat Mac ada didepan saja dan berpidato rasanya tidak percaya kalau pria itu adalah pengusaha muda yang berbakat, padahal sikapnya selama ini sangat begitu menjengkelkan, tapi aras jengkel itu seketika hilang lenyap, mengingta pelrkaun manisnya ebrpa saat lalu. Tidak terasa ada senyum di bibirnya Maureen. Dia merasa sangat bangga pada suaminya. Seandainya, seandaninya Mac bisa mencintainya, tentu itu sangat membahagiakan. Tiba-tiba senyum Maureen menghilag, dia menyadari sesuatu, apakah artinya dia mulai menyukai suaminya?

Mac mengakhir pidatonya yang disambut riuh oleh hadirin. Tiba-tiba mata Mac terhenti saat melihat kearah Maureen yang sedang menatapnya. Pandangan mereka bertemu beberapa saat.

Tiba-tiba Mac bicara lagi.

“Satu lagi, aku ingin memperkenalkan seseorang,” ucap Mac. Semua hadirin tampak bertanya-tanya.

Mac mengambil microfon di depannya, lalu turun dari podium. Matanya menoleh pada Maureen.

“Istriku, kemarilah!” panggil Mac tanpa di microfon. Tangannya mengulur kearah Maureen. Panitia langsung menghampiri Maureen, membantunya untuk naik.

Mac meraih tangannya Maureen, dia mulai berbicara lagi.

“Aku perkenalkan ini adalah istriku, Maureen. Mungkin kalian sudah mengetahuinya di televisi, sekarang aku membawanya langsung ke Washington,” ucap Mac memperkenalkan Maureen. Terdengar lagi tepuk riuh yang hadir.

Maureen menganggukkan kepalanya dan tersenyum ramah pada semua orang. Dia terkejut saat tangan pria disampingnya itu memeluk bahunya. Diapun menoleh kesamping, menatap suaminya yang masih bicara. Dia tidak terlalu meperhatikan apa yang dikatakan Mac, dia hanya merasakan kalau dia bahagia Mac mau mengakuinya sebagai istrinya di depan umum.

***************

1
Ivana Monica
sedih nih sampe skrg ga daa lanjutannya..
dr awal cerita dr ayah n mama max aku bc.. masa skrg ga da lg cerita nya..
Ivana Monica
sedih bnr ga da lanjutan lg
Ivana Monica
kyk nya ga bakal da lanjutan lg ya??? ceritanya jd lupa nih..
ʕ´•ᴥ•`ʔ
masih menunggu kelanjutan mac sama mauren, hampir satu tahun ni menunggu
UTIEE
🌹🌹🌹🌹🌹
ʕ´•ᴥ•`ʔ
sampai sekarang belum jg next 👉 udh menganti tahun bentar lagi juga mau ganti tahun lagi ni author di lanjut yukk tanggung udh setengah jalan gak pulang" dong 📄
ʕ´•ᴥ•`ʔ
lanjut yuk ini bukan lagi bulan tapi tahun sudah berganti tahun loh blm di lanjut ya 😄
Anisjuliana Zakaria
lanjutt thor sayanggg..ngakk rela mac and maureen Gantung teruss😭
Edy Pamuji
aku rindu Mac dan maureen
Nartyana Gunawan
kak kalo yang di lapak sebelah mistery merrid with rich man gimana kak..masih lanjut kan ??
bigstone: sekarang sudah tamat kok kak.silahkan dilanjutkan bacanya 🥰
aku udah baca sampe tamat.kalo sekarang aku nungguin suami ternyata milyarder karya kak RR Maesa di lapak yg sama dg Mystery married with rich man
total 1 replies
Jenk Retno Hany
lanjutannya mana ini
rossydah96
Lnjut thor nulisnya aku suka
Asrika Alexander
kapan up Thor uda lama ditungguin
jennifer
ini mau hiatus sampai brp lama ya thor?? atau udh gak dilanjut lg ya??
Sungai Panjang
thorrrrr.. lama bgt Ampe 5 bulan kita gak ketemu 🥺🥺🥺🥺🥺🥺


makasih ya karya nya... sehat2 disana...


aku padahal penggemar berat 😭bakalan kangen nih
Siti Harum Munthe
gak suka karakter ceweknya
Siti Harum Munthe
dasar suka tuh mauren. kan ada kamar lain. dasar pengen sekamar mac
nur imamah
kenapa harus dipaksa dijodohkan sih...
nia kurniawati
ditunggu up nya ya
<ᴍᴀʀɪᴀ ʜᴀ ɴᴀ>👑 Ha Na maria💣
bln ramadhan udah lama lewat tp kok blm up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!