Gea seorang gadis desa yang ceria mencintai Dio teman sejak kecil dengan diam-diam. Ia mengejar cita- citanya dengan melanjutkan studinya di kota. Dengan sekelumit masalahnya di sana.
Dio teman Gea yang jatuh hati pada Gea sejak sekolah. Seorang pemuda dari kalangan biasa yang menjadi tulang punggung keluarga, dan terjebak dalam perjodohan dengan Desi anak majikannya.
Jarak memisahkan mereka apakah cinta mereka dapat diperjuangkan?
Demi kemanusiaan Dio melepaskan rasa cinta yang ada pada dirinya yang telah lama. Menerima perjodohan yang datang tiba-tiba.
Dapatkah cinta mereka bersatu, atau hanya memendam rasa cintanya dalam diam.
Novel ini khusus untuk dewasa bijaklah dalam membacanya.
terimakasih
Revisi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Utiks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Desi Cantik
Seperti biasa pagi itu mulai aktifitasnya masuk sekolah. Hari ini ujian Semester hari yang terakhir. Berbagai masalah mengenai perjodohan di abaikan terlebih dahulu.
Fokus pada sekolah untuk masa depannya. Dia tak tahu kalau Papanya sedang kritis, yang dia tahu Papa pergi keluar lama untuk urusan pekerjaan. Ada Dio yang setiap hari menemaninya, sehingga tak begitu kesepian.
" Desi, setelah ujian kamu mau refreshing kemana ?" Tanya Ria teman sebangkunya.
" Di Showroom saja pekerjaan banyak, lagi pula Papa ku tambah sibuk jadi aku yang gantikan."
"Eh, ngomong - ngomong siapa yang antar jemput kamu setiap hari akhir- akhir ini, cakep lo bisa kenalin gak ? He.he..."
" Oh , itu em ... boleh nanti kalau jemput aku bisa kenalan " ada rasa sedikit cemburu dalam hati Desi dengan ucapan Ria. Eh, kenapa aku mesti marah mendengar Ria minta di kenalin batin Desi.
Ujian hari terakhir terasa lancar,bersiap pulang sambil menunggu Dio yang datang Desi pergi ke Perpustakaan untuk mengembalikan buku.Keluar ruangan sudah ada John di sana dan menarik tangannya kasar.
"Desi cantik, jalan yuk mumpung dah selesai ujiannya " ucap John tak memperdulikan Desi yang jalan terseret karena ditarik tangannya.
"Kamu kasar sekali John ? Gak mau, aku pulang mau kerja " berusaha melepaskan diri dari John.
" Kerja apa kamu, masih sekolah kerja .Ada yang mau nerima kamu kerja masih sekolah juga. Kuganti nanti uangmu bolos"
"Sombong sekali kamu, mentang-mentang anak yang punya sekolah. Lepaskan aku"
Desi melihat keluar Gerbang sekolah .Tampak Dio dari jauh sudah ada di sana mencarinya.
" Kak Dio" Panggilnya berteriak kencang.
"Aku di sini, tolong aku kak " teriaknya berulang-ulang.
Semua memandang kearah Desi dan John.Untung ada guru yang lewat melihat kejadian itu.Siapa tak kenal John ,anak sombong dan arogan pemilik Yayasan
" Hai John, tolong lepaskan!! atau kuberitahu pada Papa mu!!" ucap guru itu mendekati keduanya. Akhirnya John melepaskan Desi dengan ancaman dari gurunya.
"Alhamdulillah " Desi segera berlari menghampiri Dio di depan gerbang sekolah.
"Kamu tadi kenapa, kog teriak-teriak ?" ucap Dio mengemudikan sepedanya.
"Kakak gak lihat ya, aku ditarik-tarik sama John si sombong itu ?"
"Maaf gak kelihatan dari jauh ,tapi kamu gak pa-pa kan Des?"
"Tidak, untung ada pak Guru tadi pas lewat, kalau tidak entahlah kak "
"Ya mulai sekarang kakak akan menjagamu, nanti sampai di Showroom ada yang ingin kakak bicarakan"
"Kita makan di luar dulu ya kak , bosen makan di sana?"
"Oke....mau makan dimana?" tanya Dio pelankan sepedanya.
"Di depan itu resto Seefood itu "
Setelah selesai makan siang mereka kembali ke showroom dan masuk dalam ruangan. Desi mencari Papanya tapi tak ditemukan.
Papa kemana lagi sih, selalu pergi , tadi pagi juga belum ketemu sarapan pagi selalu ngilang terus *batinnya sedih.
"Kamu cari Papa ya Des? Papa pamit tadi denganku pergi katanya ,ayo sini !" panggil Dio supaya Desi mendekat.
"Desi, kakak mau tanya sama kamu.Bagaimana kamu menerima perjodohan ini hem..?" tangannya menggenggam Desi menguatkannya.
" Em ...sebenarnya masih bingung sih kak.Tapi aku akan nurut sama Papa mungkin ini yang terbaik buatku" menatap Dio merah wajahnya.
"Apa kamu suka dengan diriku ?" tanya Dio serius.
"Aku gak akan maksa Des bila kamu gak suka sama aku ?"
"Gak tahu kak, hanya nyaman saja di dekat kakak kalau boleh jujur "
Mereka diam sejenak saling bergelut dengan pikiran masing-masing. Menyadari masih muda dan egois bisakah menerima perjodohan ini.
"Des ? Boleh gak kakak minta mulai sekarang anggap kakak yang selalu melindungimu dan menjagamu, menggantikan Papa?"ucap Dio pelan.
" Lo, memang Papa mau pergi ke mana kak?" menatap pada Dio tajam.
" Eh...itu Papa gak kemana-mana, cuma pesannya padaku biar aku yang menjagamu sekarang . Dan besuk lusa kita tunangan "
Duarrrr ...bak disambar petir, Desi terkejut melongo mendengar ucapan Dio .
"Gak salah kak kenapa lusa ? katanya sebulan lagi ?"
"Lusa atau sebulan lagi apa bedanya kita tetap akan tunangan,itu kata Papa "
Diam tak menjawab sampai hari mau pulang tak ada kata yang diucapkan dari mulut Desi . Banyak bengong dan melamun.
Sampai di rumah Desi langsung masuk kamar tanpa melihat ke kamar Papanya. Duduk diam di balkon kamar menatap sore yang beranjak gelap.
Malam itu dilewatinya dengan mengurung diri di kamar dan bergelut dengan pikirannya. Dio pemuda tampan karyawan Papa nya akan terikat dengannya.
Pemuda yang baik dan cerdas bisakah Desi menjadi yang terbaik buat nya? Dia merasa tidak sepadan karena masih kecil. Teringat pertemuan mereka dengan cewek di Kota yang cantik dan tampak dewasa. Kelihatan sekali Dio sangat menyukai cewek itu.
Aku tak sepadan dengan cewek itu, cantik dan tampak serasi dengan kak Dio, pikirnya.
Desi meraih HP dimejanya dan menelpon Dio.Tut...tut....
"Assalamualaikum..." suara yang dirindukan dari sebrang.
" Wa'alaikumsallam, kak besuk kakak ada waktu gak ? ke rumah ya ? ada yang mau Desi tanyai ke kakak "
" Oke ada kog, kenapa sudah kangen ya ?he...he.."
"Idih, apa an sih kak, oke ku tutup telponnya jangan lupa ya besuk ke sini . Da da ...kak Dio assalamualaikum "
Wajah Desi merah setiap kali di goda Dio. Pemuda itu memang selalu membuatnya tersipu malu dengan kata-katanya.
Keesokan harinya karena hari sabtu, sekolah libur,Desi menanti Dio datang ke rumah. Selama ini dia tak pernah keluar bersama teman-temannya hanya dengan Papanya yang selalu memanjakannya.
" Masuk kak " Desi mulai terbiasa menggandeng tangan Dio membawanya masuk dalam rumah. Setelah duduk...
" Kak, boleh aku tanya? " menatap Dio intens.
" Kamu kenapa sih kog jadi imut gitu kalau serius he he.. gemes nih. Boleh ayo mau tanya apa? "
" Kakak ingat gak ketika kita ke kota S dulu? "
" Iya kenapa? "menghadap Desi.
" Dengan kakak cantik yang ketemu kita dulu? " Dio terkesiap. Niatnya mau menyimpan rasa nya jadi ketahuan.
" Ingat dong, dia kan teman kakak sekolah, memangnya kenapa? cemburu? "
" Bu..bukan gitu kak, itu bukannya pacar kakak ya? "
" Bukan, dia teman dan sahabatku. Kita berteman sudah lama seperti saudara saja " Dio berusaha menutupi perasaannya di depan Desi.
" Kakak beneran gak punya pacar? aku gak mau dituduh pelakor seperti di TV itu "
" Huh, kebanyakan nonton sinetron kamu ya? nanti kepincut pengen jadi artis lo ha ha.. "
" Baguslah kalau jadi artis, buat nambah penghasilan ha ha..? "
" Yah, aku trus di kemana ini ? bisa kalah saingan nih "
"Mimpi kali jadi artis kak. Yang ada artis kamar mandi he he.. "
" Ya gak pa pa nanti aku yang bayarin,kamu cantik lo. Desi ku yang cantik maukah jadi artisnya kak Dio saja? Cukup kak Dio saja yang melihatnya, gimana hayo? "
Mereka tertawa lepas lupa masalah Gea yang di bahas.
🌸🌸🌸🌸
semangaat 🆙😍
semangaat🆙😍
semangat 🆙😍