NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29

"Lylac, kamu nggak apa-apa?" Riri buru-buru maju dan memegang pundak Lylac, wajahnya pucat melihat Angel yang sudah gelap mata, sementara murid-murid di sekitar mereka mulai berbisik semakin heboh membentuk lingkaran.

Lylac hanya menghela napas pendek. Dia merapikan seragamnya yang sedikit kusut akibat dorongan tadi, sama sekali tidak berniat membalas makian Angel. Baginya, urusan perut jauh lebih penting daripada meladeni drama koridor ini.

Tettt!

Bel tanda waktu istirahat usai berbunyi nyaring, memecah ketegangan yang hampir meledak di koridor itu. Murid-murid yang tadinya berkerumun langsung kasak-kusuk dan buru-buru membubarkan diri agar tidak tertangkap basah oleh guru piket.

Angel mendengus sinis, namun dengan cepat menguasai dirinya kembali. Dia memperbaiki tatanan rambutnya dengan gerakan yang elegan, menatap Lylac untuk terakhir kalinya dengan pandangan penuh permusuhan.

"Urusan kita belum selesai," desis Angel tajam.

Tanpa menunggu balasan, dia berbalik dan berlalu pergi meninggalkan Lylac, diikuti oleh teman-teman se-gengnya yang berjalan dengan dagu terangkat seolah mereka baru saja memenangkan konfrontasi.

Riri langsung membuang napas lega yang panjang, seakan baru saja lolos dari maut. "Ya ampun... untung belnya bunyi. Jantungku mau copot rasanya, Lylac."

Di sebelah mereka, Mika si hantu justru cemberut kecewa sambil melayang turun. "Yah... kok udahan sih? Padahal aku mau lihat kamu banting cewek sombong itu, Lylac. Menyebalkan sekali belnya," gerutu Mika sambil melipat tangan di dada.

Lylac tidak menanggapi celotehan Mika. Dia hanya menatap koridor yang mulai sepi dengan tatapan kosong, lalu memegang perutnya yang mengeluarkan bunyi halus.

"Belum sempat makan, bel sudah bunyi," geram Lylac. Merasa nasib perutnya jauh lebih tragis daripada ancaman Angel barusan.

***

Lylac memijat bahunya sendiri saat berjalan keluar setelah jam kerjanya berakhir. Dia menghela napas panjang lalu mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha mengusir kantuk agar matanya terasa sedikit lebih segar. Namun, begitu membuka mata, ia langsung menangkap sosok seseorang yang duduk di kursi depan minimarket.

Evan.

"Kyaaa! Lylac! Itu Evan!"

Sebuah pekikan melengking tiba-tiba terdengar di sebelah telinga Lylac. Mika mendadak muncul, melayang turun dengan wajah yang memerah dan mata berbinar-binar. Hantu cantik itu menangkup kedua pipinya sendiri, menatap Evan tanpa berkedip.

"Ya ampun, dia ganteng banget malam-malam begini. Dia nungguin siapa, ya? Apa jangan-jangan dia nyariin aku?"

Cowok itu ternyata sedang melihat ke arahnya sejak tadi. Lylac menghela napas lagi, kali ini rasanya jauh lebih lelah. Apa dia mau tanya soal surat itu? batin Lylac menduga-duga.

Merasa malas meladeni, Lylac sengaja membuang muka dan pura-pura tidak melihat keberadaan cowok itu.

"Ly!" panggil Evan dengan suara agak keras, sadar kalau cewek itu sedang mengabaikannya.

"Lylac, ih! Dipanggil tuh! Samperin dong, cepetan!" seru Mika heboh, menyenggol-nyenggol lengan Lylac meskipun tangannya hanya menembus angin. "Aduh, jantungku mau copot rasanya, padahal aku udah mati!"

Lylac melirik sekilas dengan enggan. Namun, karena Evan sudah berdiri dan bergegas menghampirinya, ia terpaksa menghentikan langkah. Kepala Lylac mengangguk samar. Sebuah sapaan khas ala Lylac yang sangat minimalis dan enggan, tapi tetap memaksakan diri agar terlihat sopan.

"Aku tahu kamu melihatku," ujar Evan begitu mereka berdiri berhadapan.

Lyalc menipiskan bibir.

Mika langsung melayang mendekat, ikut berdiri di samping Evan sambil menatap wajah cowok itu dari dekat dengan pandangan memuja. "Duh, suaranya... bikin meleleh," bisik Mika pelan, benar-benar terpesona.

"Ada apa?" tanya Lylac langsung.

"Aku mau tanya soal surat itu. Surat pink yang kamu kasih ke aku kemarin."

"Ah! Dia tanya suratku! Gimana? Gimana?" Mika menunggu kabar.

"Oh, itu. Itu bukan milikku," ujar Lylac tenang. Suaranya terdengar sangat jujur tanpa ada beban.

"Bukan milikmu?" tanya Evan, keningnya langsung berkerut heran.

"Ya."

"Lalu milik siapa?" cecar Evan lagi, menuntut kejelasan.

"Mika," jawab Lylac pendek. Bola matanya melirik ke arah Mika samar. Takut Evan menemukannya lagi.

"Iya! Itu punya aku!" sahut Mika.

"Mika? Anak mana?" Evan mencoba mengingat-ingat seluruh siswi di sekolah mereka, tapi nama itu terasa asing.

Lylac terdiam sejenak. Menjelaskan bahwa Mika adalah hantu yang sering menguntitnya jelas bukan pilihan yang bijak sekarang. "Mmm ... Aku lupa," jawab Lylac asal, lalu bersiap melangkah pergi sebelum Evan bertanya lebih banyak lagi.

"Iya, maaf. Aku juga lupa aku anak kelas apa," ujar Mika yang tadi heboh kini sedih.

Evan diam sejenak, menatap Lylac lekat-lekat. "Benar bukan milikmu, ya?" tanya Evan, nadanya terdengar seolah dia memang sudah menduga hal itu sejak awal.

"Ya."

"Aku juga merasa itu bukan kamu. Karena tulisannya ... enggak mirip kamu sama sekali."

Lylac mengerjapkan matanya, bingung dalam hati. Emangnya dia tahu tulisanku kayak apa? batin Lylac heran.

"Aku tahu kamu enggak kayak gitu," lanjut Evan.

"Iya soalnya itu dari lubuk hatiku yang paling dalam," sahut Mika senang.

"Isi suratnya lebih mirip tulisan Angel saat dia lagi baik hati." Ada senyum aneh yang tersungging dari bibir Evan saat mengatakan itu.

"Angel? Kamu kok gitu sih, Evan. Masa' aku kayak Angel." Mika tidak terima. Tangannya bersedekap kesal.

Lylac menipiskan bibirnya, memilih untuk tidak berkomentar apa pun tentang Angel maupun surat itu. "Tapi angel kan cantik dan suka sama Evan juga. Mungkin mirip, tapi kalau sifatnya yang posesif tapi ngawur. Kan dia bukan ceweknya Evan, aku gak mau."

Seperti sudah mendapatkan jawaban yang dicarinya, Evan kini terlihat jauh lebih tenang. "Sudah berakhir jam kerjanya?"

"Ya."

"Tugas sosiologi kemarin, kelompok kamu dibanggakan terus sama Pak Hasan," ujar Evan. Ternyata dia punya bahan obrolan lain agar Lylac tidak langsung pergi.

Lylac mengangguk samar. Kelompoknya memang mendapat nilai tertinggi di kelas. Jelas saja tugas itu terasa mudah bagi Lylac, karena materi sosiologi yang mereka angkat kemarin rasanya seperti sedang menceritakan kisah hidupnya sendiri.

"Aku bangga. Kamu hebat," puji Evan tulus.

Lylac tetap datar, merasa pujian itu terlalu berlebihan. "Enggak hebat. Hanya kebetulan topiknya mirip dengan kisah asliku aja. Karena itu aku bisa mempresentasikan tugasnya dengan baik. Jika yang lain punya kisah hidup yang bisa dijadikan tugas, aku rasa mereka juga akan sama hebatnya."

Evan tersenyum mendengar jawaban itu. Dia tahu cewek di depannya ini hanya sedang merendah. Padahal, sudah ada bukti nyata dari Pak Hasan kalau tugas yang Lylac kerjakan memang sangat bagus.

"Aku mau pulang," kata Lylac, langsung menyampaikan niatnya untuk mengakhiri obrolan. Badannya sudah terlalu lelah untuk berbasa-basi.

"Enggak makan dulu? Aku mau nyoba nasi Padang yang waktu itu kamu bilang buka dua puluh empat jam," tawar Evan.

"Aku bisa langsung pulang untuk makan," tolak Lylac halus.

Bagi Lylac, pengeluaran sekecil apa pun harus diperhitungkan. Uang harus dihemat.

"Ih, Lylac! Gengsi banget sih tinggal iya doang!"

Suara melengking itu tiba-tiba terdengar di sebelah telinga Lylac. Mika mendadak semangat. Ia melayang santai dengan posisi terbalik sambil menatap Lylac gemas. "Rezeki itu jangan ditolak. Perut kamu udah demo dari tadi tahu!"

Dia paham kalau cewek itu mungkin sedang berhemat. "Aku yang traktir."

1
viellia
evan kenal mika ga ya,kasian mika😭
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!