Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Mendapat mangsa
"Cari siapa, Mas?" Mak Darti tersenyum menyambut tamu yang baru saja datang di rumah gubuk dia.
"Oh kami dari kota dan tersesat jadi mampir dulu ke rumah Ibu." Darius tersenyum dengan sangat ramah.
"Mau cari rumah siapa memang nya?" Mak Darti kembali bertanya dengan senyum mengembang.
"Teman saya nama nya Sayuti dan katanya dari desa ujung pandang." ujar Darius kembali.
"Oh itu masih jauh dari sini kalau desa ini namanya pandan Arum." jelas Mak Darti kembali.
"Saya boleh numpang istirahat dulu sebentar di sini kan ya, Bu?" tawar Darius dengan wajah memelas agar wanita tua ini mau menerima kehadiran mereka berdua.
Angelina masih diam saja tanpa memasang wajah ramah karena menurut dia itu adalah hal yang sulit sekali untuk memasang wajah ramah kepada semua orang, pasti bisa dibilang saat ini mereka sedang membutuhkan banyak bantuan dari para warga yang ingin hidup kaya kaya dan dengan pesugihan yang sudah mereka miliki itu.
Namun tetap saja Angelina tidak akan pernah bersikap ramah kepada orang tersebut, mungkin karena memang sudah bawaan dan bila nanti bertemu dengan lawan yang seimbang maka dia baru bisa diam tanpa melawan kembali, kalau untuk sekarang maka dia akan tetap saja aku dan arogan seperti itu kepada orang yang dia temui.
Bahkan sebenarnya saat ini mereka perlu bersikap ramah seperti Darius itu agar tuan rumah merasa terkesan, namun Angelina tetap menolak dan dia hanya bersedekap tangan menatap semua yang ada di sekitar sini dengan pandangan begitu jijik, Darius sebenarnya kadang agak risih dengan sikap istri dia saat sedang diajak kerja seperti ini.
Namun mau bagaimana lagi karena dia juga tidak bisa memberi nasehat kepada Angelina yang keras kepala, dari ada nanti mereka bertengkar dan tidak ada habisnya maka lebih baik Darius diam saja dan menjalankan misi yang sedang mereka buat ini untuk menemukan orang agar pesugihan ini bisa tetap berjalan dengan sempurna.
"Mak, sudah berapa lama hidup seperti ini?" Darius langsung pada poin saja.
"Ya sudah sejak dulu dan ini malah semakin parah karena anak saya sedang sakit keras." jawab Mak Darti.
"Oh, kalau boleh tahu anak Emak bilang sakit apa?" tanya Darius dengan raut wajah senang karena merasa ini adalah kesempatan emas.
"Sudah tiga tahun ini dia sakit karena kanker yang ada di lambung, mau berobat juga tidak memiliki uang sehingga hanya bisa diam di rumah saja." Mak Darti berkata dengan suara sedih.
"Ya tuhan, kasihan sekali berarti ya dia menanggung rasa sakit seperti itu." Darius berkata dengan sangat sedih.
"Harus nya Emak sebagai orang tua bertanggung jawab untuk mencari uang untuk mengobati anak." Angelina berkata dengan nada angkuh.
"Saya dia sudah berusaha untuk mencari uang, tapi tinggal di sini tentu saja hanya menjadi buruh dan itu cukup untuk makan." jelas Mak Darti.
"Saya bisa membantu bila memang Emak tidak keberatan." Darius mulai masuk ke dalam selah yang telah dia buat.
Mak Darti sedikit kaget mendengar ucapan Darius barusan karena ada sedikit rasa tidak percaya, namun karena dia memang sedang butuh uang maka orang tua ini hanya diam saja dan mengangguk, bahkan rasanya setiap malam dia selalu berkhayal untuk mendapatkan uang banyak agar bisa mengobati penyakit anak dia sendiri saat ini.
"Tapi Saya tidak membantu secara cuma-cuma." tegas Darius.
"Lalu apa yang bisa lakukan agar bisa mendapatkan uang banyak?" Mak Darti kali ini juga sangat serius.
"Kami bisa dikatakan adalah penyembah sekte iblis, bila memang kamu bersedia untuk bergabung maka kami akan memberikan uang saat ini juga." Angelina langsung mengambil alih kendali.
Darius bangkit berdiri untuk mengambil sesuatu dari dalam mobil dan langsung mengambil sebuah koper, di depan mata Mak Darti sendiri dia membuka koper itu dan nampak tumpukan uang berwarna merah sehingga mata orang tua ini terpanah karena tidak percaya bahwa itu semua adalah uang asli.
"Semua uang ini bisa kau ambil asal setuju dengan syarat yang sudah kami berikan." Angelina menatap dengan sangat tajam.
"Ini apa memang uang sungguhan?" Mak Darti seakan tidak percaya.
"Tidak ada yang palsu di dalam koper ini, kau hanya perlu menyetujui dan melakukan apa saja yang aku katakan nanti." Angelina kembali menegaskan.
Mak Darti terdiam.sesaat karena dia juga sedang bimbang apa memang harus menerima tawaran ini agar bisa mengobati penyakit Laila, Laila sudah lama menderita penyakit itu dan dia butuh pengobatan yang sangat cepat agar bisa segera terlepas dari penyakit tersebut. ada rasa tidak tega juga karena setiap saat Laila akan terus menangis karena kesakitan, terlebih lagi ketika dia sudah makan maka pasti akan sangat menderita.
"Setiap malam Jumat Kliwon kau harus membawa ayam berwarna hitam sebanyak tiga biji ke rumah Sayuti yang ada di desa ujung pandang, di sana kau akan melakukan ritual bersama dengan yang lain juga." jelas Angelina.
"Tapi karena ini baru permulaan maka nanti malam kau sudah bisa melakukan itu." Darius ikut menjelaskan.
"Tapi hanya ayam saja tanpa nyawa manusia kan?" Mak Darti takut bila dia sampai mengorbankan tumbal yang jauh lebih besar.
"Juga membutuhkan nyawa manusia, tapi kau tenang saja karena itu dilakukan hanya setahun sekali." Angelina menjawab cepat.
"A..apa?!" Mak Darti kaget karena ada rasa takut di dalam hati.
"Kau tidak perlu cemas karena itu hanya membutuhkan dalam waktu setahun sekali, yang sangat dibutuhkan adalah setiap malam Jumat kau harus membawa ayam itu." tegas Darius.
Tentu wanita tua ini bimbang dan tidak tahu harus mengambil langkah apa saat ini, di sisi lain dia sangat penasaran dan ingin mengambil uang itu agar bisa mengobati penyakit Laila terlebih dahulu, bila hanya memberikan ayam hitam maka dia tidak akan keberatan karena bisa mencari nanti pada area pasar, namun bila harus nyawa manusia maka timbul juga rasa takut di dalam hati ini.
"Selagi kau tidak menceritakan kepada orang maka tidak akan pernah ketahuan." desak Angelina.
"Bagaimana bila aku lupa memberikan tumbal manusia?" tanya Mak Darti.
"Maka kau sendiri yang harus mati bersama dengan anak mu juga." jawab Angelina kembali.
"Kau tidak perlu berpikir terlalu jauh, pikirkan saja anakmu itu yang setiap malam menangis karena kesakitan." hasut Darius.
Susah payah Mak Darti menelan ludah karena dia memang bimbang antara ingin menerima atau tidak, tapi jujur saja saat ini dia jauh lebih besar ingin menerima uang tersebut karena ingin mengobati keadaan Laila setiap hari justru semakin bertambah parah.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.
apakah mereka sdh mjd Horang Kaya setelah ikut Sekte Iblis ❓🤣
setahun telah berlalu tp para arwah itu msh saja meneror warga 🤦
Yanto jangan pergi keluar rumah ya kalo memanggil tetangga lewat telpon aja ya...
kasihan istrimu...
yang di lihat mereka itu pasti pardi sana mak sapa ya yang dari desanya mba Purnama....
hebat banget ya sampai 1 tahun tapi mba Purnama ga tau ada kejadian ini apa karna belum meminta tumbal manusia ka Kalii ya...
jangan2 hantu itu meneror karna pardi pengen menumbalkan keluarga Yanto kali ya.... kan ini udah 1 tahun sesuai perjanjian setiap 1 tahun harus menumbalkan nyawa orang kan...
ah makin seru dan penasaran....
lanjut mak....
selamat malam mak ku
seamat beristirahat ya...
dan Bukan nya Purnama suka berbagi PD Rakyat Menengah ke Bawah ❓❓