NovelToon NovelToon
Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Penulis Erotis Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Mafia
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Kristella Duan tak menyangka jika pekerjaannya sebagai penulis novel erotis membawanya terjebak dalam pusaran obsesi mafia kejam Dominic Stralerr. Ketua klan mafia terbesar yang hanya bisa bergairah karena membaca novel yang dia buat.

Bagaimana Kristella di tekan untuk membuat cerita- cerita hanya untuknya, dan demi membangkitkan gairahnya yang telah mati. Hingga sebuah ide gila muncul yang Kristella kira bisa membuatnya lepas dari tekanan tersebut, namun justru membuatnya semakin terjerat dan tak bisa lepas.

"Bagaimana kalau kita praktekan saja secara langsung, Tuan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Yang Melakukannya

Ella menatap kamar yang kembali dia masuki setelah beberapa hari ini terbebas, dan kini berakhir dia kembali ke rumah besar Dominic lalu kembali terpenjara.

"Sial memang," keluhnya.

Harusnya Ella tak berpikir sempit jika Dominic tak akan mencarinya kembali dan menemukannya. Harusnya dia pindah ke tempat jauh agar tak di temukan.

"Tapi kalau begitu, apa dia benar-benar tidak akan menemukanku?"

Tentu saja jawabannya, Tidak! Terbukti pria itu bisa dengan mudah mencarinya dan menemukannya, bahkan saat dia menyembunyikan identitas penulisnya dari orang-orang.

Tapi, ngomong- ngomong bagaimana bisa kalung itu di temukan di kamarnya? Padahal jelas- jelas saat pergi dia tak membawa apapun.

"Aku harus tanyakan padanya." Tentu saja dia harus tahu sebab bagaimana pun itu akan menjadi pelajaran untuknya agar tak melakukan kesalahan yang sama.

"Apa dia juga bersekongkol dengan polisi itu untuk menjebakku? .... Tidak mungkin. Terlihat jelas jika tatapan para polisi itu terlihat waspada saat melihatnya."

Ella membuat pertanyaan, dan menjawabnya sendiri, benar- benar seperti orang gila.

"Akh!" Ella meremas rambutnya prustasi. "Benar- benar sial!"

Dan satu hal lagi yang membuatnya sengat kesal. Dominic menciumnya.

Ada apa dengan pria itu? Tiba-tiba menciumnya, dan bisa- bisanya dia justru terbuai lalu membalas ciumannya. Seolah ciuman itu tidaklah asing dan dia terlalu terbiasa.

Ella memukul kepalanya mengingat bagaimana ciuman Dominic terasa lembut dan basah di bibirnya. Terlalu menyenangkan untuk di lewatkan.

"Sialaaaaan!" Ella menelungkupkan wajahnya di ranjang sebab ingin menangis, membuat suara teriakannya justru teredam. Bagaimana bisa dia seperti wanita murahan yang mendambakan ciuman seorang pria. Bahkan saat Dominic melepas ciumannya dia seperti tak rela.

"Jadi, praktik apa yang akan kita lakukan selanjutnya," ucap Dominic saat itu, yang sontak membuat wajah Ella memerah.

....

Suara deru mobil terdengar membuat Ella menegakkan kepala nya. Jelas itu bukan mobil Dominic, suara mobil- mobil Dominic terlalu halus, hingga saat deru mobil itu terdengar kasar justru menarik perhatian Ella.

Ella bangkit dari baringannya dan berjalan ke arah jendela. Melihat sebuah mobil jeep terparkir di halaman rumah Dominic membuat Ella mengerutkan keningnya.

Rasa penasarannya semakin besar saat melihat dua orang polisi yang berpakaian preman keluar dari mobil tersebut. Tentu saja Ella ingat wajah dua orang itu, sebab salah satunya adalah yang mengintrogasinya.

Dominic benar-benar bekerja sama dengan polisi untuk menjebaknya?

Ella menajamkan matanya. Tangannya terkepal erat menatap ke arah luar jendela.

Apa Dominic begitu suka mempermainkannya?

Dengan amarah yang tak terbendung Ella keluar dari kamar, terus melangkah hingga dia tiba di lantai satu dan menemukan dua polisi tersebut duduk berhadapan dengan Dominic. Ketiganya nampak bicara dengan serius sementara wajah Dominic masih terlihat tenang menunjukkan jika yang mereka bicarakan bukan apa- apa.

Ella mengerutkan keningnya, dengan telinga yang dia fokuskan agar bisa mendengar perbincangan ketiganya. Namun sialnya ruangan itu terlalu luas dengan jarak Ella di ujung, hingga tak bisa mendengar apa saja yang mereka bicarakan.

Ella masih di sana dengan mata yang menyipit mencoba memperhatikan gerak bibir dua polisi yang lebih banyak bicara di banding Dominic. Hingga dia merasakan tepukan di punggungnya.

"Sedang apa kau?" Ella berjengit terkejut saat mendengar suara Bobby di belakangnya.

Ella berbalik dengan menelan ludahnya yang terasa kasar.

"Kamu suka sekali mengintip, ya?" sindir Bobby, matanya menatap sebentar ke arah Dominic yang berdiri dari duduknya saat dua polisi itu beranjak pergi.

"Aku gak akan melakukannya kalau kalian tidak berbuat licik."

Ella menatap Bobby dengan tajam membuat seringaian di bibir Bobby muncul.

"Curang?" Ella mengangguk menatap Bobby dengan berani. "Kau bisa membuktikannya?"

Ella terdiam.

Ya, dia tak bisa membuktikan kecurangan yang di lakukan Dominic. Apalagi dia juga tak bisa mendengar perbincangan Dominic dan dua polisi itu.

Terdengar ketukan sepatu mendekat membuat Ella menoleh.

"Jadi, apa yang mau kau tanyakan?" Suara Dominic terdengar dingin, namun masih nampak tenang. Pria itu mengkode Bobby untuk segera pergi.

...

"Jadi, apa yang mau kau tanyakan," ulang Dominic saat Bobby telah pergi.

"Kenapa polisi itu datang? Atau kenapa kalung itu ada di kamarmu?" Pria itu melangkah semakin dekat dan menghimpitnya.

Ella yang sejak tadi berdiri di dekat tembok merasa semakin terpojok saat Dominic mengurungnya dengan tangan kanan yang dia tekan di tembok tepat di sebelahnya.

Ella mendongak, mata bulat di balik kaca mata besarnya berkedip satu kali saat merasa posisinya dan Dominic terlalu dekat, dia bahkan bisa mencium aroma musk dari parfum juga campuran aroma rokok dan alkohol dari nafas Dominic yang terasa semakin menghimpitnya.

"Lalu, apa jawabanmu?"

Dominic menyeringai. "Dari pada itu, bukankah harusnya kamu pikirkan bagaimana caranya memuaskan aku?"

Ella menelan ludahnya kasar. "Entah itu dari tulisan ... atau praktik yang kamu katakan. Itupun kalau kamu tidak mau berakhir di penjara."

"Ka— kalau begitu kamu jawab dulu pertanyaanku?" Ella semakin tergagap saat tubuhnya benar- benar tak bisa menghindar saat Dominic kini mengurungnya dengan kedua tangan.

"Pilih salah satu?"

Mata Ella berkedip cepat saat suara Dominic semakin pelan namun berat. Pria itu seperti menahan sesuatu dalam dirinya.

"Ke—napa kalung itu ada di kamarku?"

Dominic menyeringai, bibir tebalnya terlihat seksi dari pada menyebalkan, Ella bahkan langsung teringat bagaimana saat bibir itu menciumnya.

Mata Ella berpaling enggan menatap Dominic, bagaimana pun dia melihatnya dia malah terus teringat adegan intim yang harusnya tidak pernah terjadi.

Namun saat ini dia merasakan dagunya kembali di tarik dan menatap Dominic yang masih menampilkan senyum pongahnya.

"Aku sendiri yang masuk dan menyimpannya disana." Mata Ella terbelalak dengan rasa tak percaya.

Bagaimana bisa?

Pertanyaan yang tak terungkap, namun seolah Dominic mengerti pria itu kembali bicara.

"Tidak percaya? Aku bahkan tahu setiap malam kamu mendesahkan namaku dalam tidurmu."

Wajah Ella benar-benar tak terbendung dari rasa malu saat Dominic bahkan tahu tentang mimpi basahnya.

"Jadi, kita sudah bisa melakukan praktiknya?" Ella yang masih tertegun tak menyadari saat tubuhnya terangkat dalam satu hentakkan. Hingga dia tersadar dia telah berada di pangkuan Dominic dengan kaki yang melingkar di pinggangnya.

....

🫣🫣🫣

1
Saadah Rangkuti
memang LICIKKK..kau Dominik
Ne Ajja
lagi praktek itu, La...
kan kamu yg ngawalin....
jadi ketagihan kan itu Dom..🤭
Ne Ajja
hemmm....
ada musuh atau emang sengaja diledakin sama Dom buat ngehapus jejak 🤔🤔
S
lama banget thor up nya, udang greget deh gue nungguin 🥴
Agus Tina
ceritanya bqgus, kain dr yg lain ... ayo pembaca kemana aja kalian. rekomend ini loh
Ne Ajja
ati2 Dom...
kamu malah bikin Ella jadi takut sama kamu..
Saadah Rangkuti
akal bulus si tuan Dom imah,, biar ella kembali 😃
Ne Ajja
masuk perangkap, Dom nih
nenah adja: siap2 jadi tawanan gak tuh🤣
total 1 replies
Saadah Rangkuti
jangaaaaannn...🤣🤣🤣
Agus Tina
Yaa kalau pindah sedih deh ... tapi tetep semangat ya thor. Ceritamu bagus2 kok ...
nenah adja: tengkyu kk,😍
total 1 replies
Niar Humairah
info ya thorr kalo pindah ke ffff
nenah adja: kalau cerita ini sudah terhapus berarti sudah pindah🤣
total 1 replies
Aryati Ningsih
disini aja thor
Ne Ajja
nama pena nya apa Ka?
nenah adja: 🤣🤣🤣 bisa jadi
total 3 replies
Indah Lestari
yaaah...sedih deh,,,
bakal kangen dunks kak ....
Riri DH
jangan di drop dong Thor..
Niar Humairah
kereeen
Ne Ajja
berani juga, Dom...
Saadah Rangkuti
ternyata itu nyata ya say,,sampai basah lagi 😁😁
Ne Ajja
ayo Ella, kerja yg rajin ya...

aq dah vote kamu nih..
semoga retensi kamu bagus ya..
nenah adja: aamiin🤲 tengkyu ya🤧😍
total 1 replies
Niar Humairah
hahaaa🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!