NovelToon NovelToon
The God Ashura

The God Ashura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: jazzy bold

Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.

Namun tidak ada yang tahu…

Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.

Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..

Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.

Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…

Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pedang Kematian

Beberapa saat kemudian, tidak ada lagi informasi yang mengalir di kepala Zhang Tiangxia, lalu matanya melihat ke arah cincin tengkorak di mayat tersebut.

Dari informasi sebelumnya dia tau mayat di depannya bernama Long Xiao, dia dulunya di sebut sebagai raja neraka. Ini adalah sebuah gelar yang di berikan orang-orang padanya.

Cincin di tangannya adalah cincin raja neraka, selain sebagai simbol raja neraka dan pemimpin Sekte Pedang Ashura saat itu, ini juga berfungsi sebagai cincin penyimpanan.

Tanpa ragu, Zhang Tiangxia mengambil cincin tersebut lalu meneteskan darah untuk mengklaim kepemilikan.

Saat darahnya menyatu, dia merasakan perasaan terhubung dengan cincin tersebut lalu dia memasang cincin itu di jari tengahnya, dan ternyata sangat cocok.

Menggunakan cincin ini membuat wibawa di tubuhnya semakin bertambah, terutama motif tengkorak di cincin itu yang terlihat khas dan berkarakter.

Kemudian kesadarannya coba melihat kedalam ruang yang ada di dalam cincin tersebut untuk melihat barang apa yang di tinggalkan raja neraka ini.

Saat kesadaran terhubung kedalam ruangan di dalamnya, matanya hampir melotot, di wajahnya ada ekspresi syok dan rasa tidak percaya.

Sebab ruangan yang tersedia di dalamnya sangat luas, sekitar beberapa ratus meter persegi. Di kehidupan sebelumnya dia juga memiliki cincin penyimpanan, namun itu hanya berukuran sepuluh meter persegi. Sementara ini ratusan meter.

Dia juga pernah membaca buku-buku tentang sejarah di keluarga, beberapa hal berbicara tentang cincin penyimpanan, namun rata-rata penyimpanan di dalamnya ada yang lima meter, sepuluh meter bahkan yang paling tinggi kualitasnya dua puluh meter persegi.

Belum lagi di dalam cincin ini ada beberapa barang yang membuat wajahnya berseri..

"Begitu banyak batu sumber.." Mata Zhang Tiangxia menjadi cerah.

Selain batu sumber, di dalam cincin ini juga ada keping emas yang membentuk sebuah bukit kecil, juga ada tiga botol pil obat.

Kemudian dia melihat tiga buah kotak kayu, saat kesadarannya fokus pada ketiga kotak kayu tersebut, kotak kayu itu muncul di depannya.

Tanpa ragu dia membuka kotak kayu itu dan melihat isinya masing-masing teknik.

Teknik pertama di sebut teknik pedang kematian, kedua ada teknik bayangan kematian, dan yang terakhir di sebut teknik tubuh kematian abadi.

"Sial, apakah ini nyata?" Zhang Tiangxia menampar pipinya untuk memastikan dia tidak bermimpi.

Setelah merasakan sakit, dia akhirnya sadar bahwa dia tidak bermimpi.

Kemudian dia naik ke ranjang giok lalu mengambil pedang yang tergantung di dinding.

Saat pedang di tangannya, dia kembali meneteskan darah ke bilah pedang tersebut.

Saat darahnya menyatu dengan pedang, suara kicau pedang yang seolah-olah ingin menghancurkan dunia menggema dari dalam gua tersebut.

Bahkan tanpa Zhang Tiangxia ketahui, langit di atas lembah itu langsung berubah menjadi merah darah dan muncul sebuah pusaran di atasnya.

Bersamaan dengan itu, Zhang Tiangxia kembali meraung kesakitan.

"Ahh!"

Kali ini, jiwanya seakan tersayat ribuan pedang. Bahkan kesadarannya hampir padam.

Sakit, sakit hingga membuat orang ingin mati. Inilah yang di rasakan Zhang Tiangxia saat ini.

. . .

Sementara itu, pusaran merah di langit ini membuat kultivator di Desa Cansu dan kota-kota di sekitarnya heboh, semua orang jelas mengira ini adalah kelahiran pusaka yang kuat.

Di aula kediaman keluarga Zhang Desa Cansu, tiga orang laki-laki berdiri menatap ke arah langit yang merah.

"Ayah, ini pasti kelahiran pusaka menantang langit." Yang berbicara adalah Zhang Wugao, anak tertua keluarga Zhang.

Di depannya ada seorang lelaki tua berusia 80 tahun dengan jubah yang di sulam emas, matanya tajam dan dingin, dia adalah Zhang Feng, kepala keluarga Zhang di Desa Cansu.

"Lalu apa rencanamu?" Tanya Zhang Feng pada putra tertuanya.

"Biarkan aku dan Saudara kedua pergi melihat kesana," ucap Zhang Wugao dengan mata berseri-seri.

Zhang Feng menatap pria berjubah biru di sampingnya, "Zhang Fei, panggil juga Zhang Zhenfeng untuk ikut bersama kalian."

"Baik ayah." Zhang Fei, anak kedua keluarga Zhang mengangguk patuh.

Tapi saat ini, Zhang Wugao menahannya dan berkata, "Ayah, kami berdua saja sudah cukup. Jika Zhang Zhenfeng mengikuti kami, itu akan menjadi beban. Selain itu ada kemungkinan besar disana akan ada praktisi lain, saya khawatir jika kami membawanya dia akan mati di bunuh oleh praktisi lain."

Kata-katanya seolah perduli pada adik ketiganya itu, namun di sudut mulutnya ada cibiran sinis.

Dia punya motif lain, jadi daripada membawa orang yang tidak berguna, lebih baik mereka jalan berdua saja.

Zhang Fei juga mengangguk tanda setuju.

Setelah berfikir sejenak, Zhang Feng mengangguk, "Baiklah, kalian pergi secepatnya. sepertinya orang dari wilayah lain akan memakan waktu untuk sampai, jadi kalian memiliki keunggulan." ucapnya dengan tenang.

"Baik ayah." Keduanya menjawab serempak lalu langsung berlari ke arah gunung Tuanling.

. . .

Disisi lain, di sebuah bangunan tinggi di atas menara, seorang lelaki tua juga tengah berdiri menatap ke arah langit yang merah seperti darah, di sampingnya ada lima orang pria dengan zirah perang. Masing-masing di pinggang mereka tergantung pedang sepanjang satu meter.

"Kalian berlima, pergi ke hutan Tuanling dan cari tahu apa yang terjadi." Lelaki tua itu berkata sambil menatap ke arah langit.

"Baik tuan Walikota," kelima orang itu menjawab bersama.

. . .

Setelah mengalami siksaan yang tidak manusiawi dan jiwanya seolah-olah disayat ribuan pedang hingga hampir kehilangan kesadaran, akhirnya rasa sakit yang menyiksa Zhang Tiangxia perlahan-lahan berkurang.

Namun, Zhang Tiangxia tetap meringkuk seperti udang. Wajahnya pucat pasi, bahkan keringat memenuhi seluruh tubuhnya.

Untuk pertama kalinya, tadi dia benar-benar merasakan kematian yang mengerikan.

 Butuh waktu lama sebelum akhirnya Zhang Tiangxia bisa berdiri kembali dan menenangkan nafasnya.

"Huft! Tadi benar-benar mengerikan!" Zhang Tiangxia menarik nafas dingin.

Dia kembali melihat pedang yang ada di tangannya, saat ini Zhang Tiangxia merasakan bahwa dia telah menyatu dengan pedang di tangannya.

Pedang itu sekarang seperti bagian dari tubuhnya, dan tubuhnya bagian dari pedang itu.

"Oke, mulai sekarang ikutlah denganku lalu kita akan mendaki langit dan membantai siapapun yang menghalangi kita, "Ucap Zhang Tiangxia.

Mendengar kata-kata Zhang Tiangxia, pedang itu semakin bergetar seolah-olah bersemangat.

"Haha," Zhang Tiangxia jelas juga bisa merasakan semangat yang di timbulkan pedang di tangannya.

"Mulai sekarang aku adalah raja kematian baru, dan kamu aku beri nama pedang kematian. Siapapun yang menghalangi pedangku, maka dia harus menghadapi kematian" Zhang Tiangxia merasa bersemangat ketika memberikan nama.

Nama ini terdengar sangat mendominasi dan sombong, tapi dia sangat suka.

Di jalan kultivator, jika tidak ada keberanian untuk mendominasi, jangankan melangkah ke langit, mencapai prestasi tertentu saja belum tentu bisa.

Bahkan, nama Zhang Tiangxia pun memiliki arti tak terkalahkan di bawah langit.

Zhang Tiangxia mengubur mayat Long Xiao lalu memasukkan ranjang giok miliknya kedalam cincin penyimpanan.

Zhang Tiangxia tahu ini bukan ranjang giok biasa, dia bisa merasakan itu saat dia naik untuk mengambil pedang barusan.

Kemudian dia memasukan semua barang-barang yang ada di dalam cincin penyimpanan, lalu naik ke atas permukaan kolam.

Dengan sebuah pikiran, seluruh cairan spiritual di dalam kolam langsung menghilang dan di pindahkan kedalam cincin penyimpanan miliknya.

Awalnya Zhang Tiangxia Ingin membiarkan cairan spiritual itu tetap disini agar dia bisa sering datang berkunjung, namun tempat ini sangat jauh dan bisa saja tempat ini di temukan orang lain.

Jadi setelah berfikir sesaat, dia memutuskan membawa semua cairan spiritual ini agar lebih aman, dengan begitu jika dia ingin berlatih dirumah dia tidak akan kekurangan sumberdaya.

Menyaksikan kolam yang sebelumnya berisi cairan spiritual kini kosong melompong, sudut bibirnya terangkat tipis.

"Kehidupan kedua ini ternyata jauh lebih menarik dari yang aku kira."

Zhang Tiangxia berdiri, lalu menatap langit di atas lembah. Bulan sudah bergeser cukup jauh. Sudah hampir fajar.

Dia harus kembali sebelum ayah dan ibunya menyadari kepergiannya.

Langkahnya berbalik menuju pintu keluar lembah, saat mencapai pintu masuk lembah, rubah yang sebelumnya langsung melompat ke bahunya kemudian tidur dengan tenang.

Sekitar satu jam kemudian, Zhang Tiangxia akhirnya kembali ke kediamannya sendiri lalu langsung mengunci pintu dan mulai duduk bersila.

1
syarif ibrahim
jauhnya dari siang sampai sore baru sampai.... 🤔🤔🤔
aldo
up lah author
Ibad Moulay
Gasss terus, jangan kasih kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
aldo
lanjut author semangat terus🙏🙏🙏🙏
selenophile
min jiwa beladiri gk ke pake ya...
Ibad Moulay
Pemburu
Ibad Moulay
Kelompok
Ibad Moulay
Uraaa🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
ammank firman
heran kenapa harus jual air roh kalo hanya untuk membeli pil kan koin emas banyak di cincin
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Gasss Terus,,,Jangan Kasih Kendor 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Teknik Bayangan Kematian
Ibad Moulay
Rubah Roh Ungu
Ibad Moulay
Token
Ibad Moulay
Cairan Spiritual
Ibad Moulay
Walikota
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!