NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Berusaha

Ketua Tiang masih penasaran dengan spirit Lue Ang yang satu lagi, spirit miliknya tidak ingin memberitahunya, sedangkan dirinya sendiri tidak bisa melihat spirit Lue Ang karena di tubuh Lue Ang seperti ada penghalang untuk siapapun masuk ke dalam lautan spiritualnya.

"Ketua bagaimana dengan latihan ketiga ku?" Lue Ang yang melihat ketua Tiang hanya diam.

"Tunggu di sini," ucap ketua Tiang membuat Lue Ang hanya menurutinya.

Ketua Tiang langsung menghilang dari hadapan Lue Ang, tak membutuhkan waktu lama ketua Tiang kembali membawa sebuah batu yang sangat berkilau.

Lue Ang bisa merasakan sesuatu dari batu yang dipegang ketua Tiang, batu itu seperti inti spirit hewan spiritual yang sebelumnya diserap olehnya.

"Ambillah ini, kamu harus menyerapnya," ucap ketua Tiang.

"Apa ini sama seperti inti spiritual hewan spirit?" Tanya Lue Ang.

"Benar, tapi batu ini memiliki inti spirit yang sudah di gabung, dan inti spirit di dalamnya paling tinggi," ucap ketua Tiang.

"Sebelum kamu menyerapnya aku ingin memberitahumu sesuatu, kamu harus fokus menyerap semua inti spirit yang ada di batu untuk memperkuat tubuhmu sekaligus menerobos tingkat, Jika kamu kehilangan fokus saat menyerap kamu bisa menjadi gila atau bahkan mati," sambung ketua Tiang.

"Aku mengerti," sahut Lue Ang.

"Kalau begitu lakukan sekarang," ucap ketua Tiang.

Lue Ang menganggukkan kepalanya dan langsung duduk bersila, batu yang ada di tangannya digenggamnya sangat erat dan langsung menutup matanya.

Baru menyerap sedikit batu Lue Ang bisa merasakan sesuatu mengalir ke seluruh tubuhnya, hampir sama dengan saat dirinya menyerap inti spiritual selama tubuhnya seperti dipenuhi oleh sesuatu yang terus mengalir, Lue Ang juga bisa merasakan energinya sangat berlimpah seperti baru menyerap energi alam yang sangat banyak.

Semakin lama Lue Ang menyerap batu spiritual jantungnya terus berdegup sangat cepat dan semakin cepat, Lue Ang juga merasakan jika dirinya terus menyerap batu spiritual sampai selesai jantungnya mungkin akan meledak.

Lue Ang yang hampir membuka matanya membuat dirinya juga berhenti di tengah jalan, melihat itu ketua Tiang langsung mendekat ke arah muridnya, akan sangat berbahaya jika Lue Ang benar benar berhenti di tengah jalan.

"Apa kamu sudah melupakan perkataanku," ucap ketua Tiang tepat di telinga Lue Ang.

Mendengar perkataan ketua Tiang Lue Ang yang hampir membuka matanya berusaha sebisa mungkin untuk kembali menyerap, Lue Ang teringat perkataan ketua Tiang yang sebelumnya mengatakan jika dirinya berhenti di tengah jalan bisa menjadi gila dan mungkin juga bisa membuatnya mati.

Lue Ang kembali mencoba sebisa mungkin tetap tenang sambil terus menyerap energi batu yang ada di tangannya, jika dirinya mati sekarang dendamnya masih belum terbalaskan dan dirinya juga akan membuat Mak Nung sangat kecewa padanya.

Semangat Lue Ang yang membara membuat detak jantungnya kembali seperti semula, Lue Ang bisa merasakan kalau hampir semua kekuatan yang ada di Batu masuk ke dalam tubuhnya.

Setelah menyerap batu spiritual selama lima jam Lue Ang perlahan membuka matanya, Lue Ang yang mengeluarkan energi dari dalam tubuhnya bisa merasakan kalau saat ini tingkat pelatihannya sudah jauh meningkat.

"Tingkat Energi Qi awal tahap akhir, hanya membutuhkan sedikit lagi kamu sampai ke tingkat energi Qi menengah," ucap ketua Tiang.

"Tapi sebenarnya tingkat pelatihan itu masih belum cukup kuat untukmu mengalahkan para murid senior ketua Puang dan ketua Qiu," sambung ketua Tiang.

"Lalu apa yang bisa aku lakukan agar menang?" Tanya Lue Ang.

"Tetap gunakan artefak yang aku berikan, dan saat dibutuhkan gunakan juga spirit Naga milikmu," ucap ketua Tiang.

"Sisanya menang atau kalah aku sendiri tidak yakin," ucap ketua Tiang.

"Aku mengerti, aku akan berusaha untuk menang sampai akhir dan tidak mengecewakan ketua," sahut Lue Ang.

"Aku menyukai semangat mu," sambung ketua Tiang.

"Kalau begitu kamu beristirahatlah, pertarungan besok tidak akan mudah," sambung ketua Tiang yang langsung menghilang.

Lue Ang bergegas pergi kembali ke rumahnya, setelah menghadapi beberapa siluman dan berusaha keluar dari hutan Lue Ang merasa kelelahan dan memang sangat membutuhkan istirahat.

***

Di tempat yang berbeda ketua Puang dan ketua Qiu yang sudah memilih muridnya masing-masing bergegas berkumpul, pertandingan hanya tinggal satu hari bagaimanapun juga murid mereka harus menang agar Lue Ang bisa menjadi murid salah satu dari mereka.

"Bagaimana persiapanmu ketua Qiu?" Tanya ketua Puang yang menghampiri ketua Qiu dan muridnya.

"Aku sudah memilih ketiga murid ku untuk menghadapinya, Cua, Suain dan Fany ketiganya sama-sama murid yang sangat berbakat, aku yakin mereka bisa menghadapi murid baru itu," ucap ketua Qiu.

"Bagaimana denganmu ketua Puang?" Tanya ketua Qiu balik.

"Tama, Mulu dan Duky ketiga muridku juga sudah siap untuk mengalahkannya, tapi ada satu hal yang masih terus mengganjal di pikiranku," ucap ketua Puang.

"Apa kamu takut kalah," sahut Ketua Qiu.

"Jangan bercanda muridku tidak mungkin kalah," ucap ketua Puang.

"Lalu apa yang membuatmu kebingungan?" Tanya ketua Qiu.

"Saat murid kita berhasil mengalahkan murid baru itu bagaimana cara kita menentukan anak itu akan menjadi murid siapa," sahut ketua Puang.

"Atau mungkinkah ketua Qiu akan mengalah padaku karena semua muridmu adalah perempuan," sambung ketua Puang.

"Itu tidak akan terjadi karena aku juga sangat menyukai anak baru itu," ucap ketua Qiu.

"Biar adil bagaimana jika kita bertarung lagi, setelah mengalahkannya murid kita akan bertarung lagi siapa yang menang sampai akhir dia yang akan menjadikan murid baru itu sebagai muridnya," sambung ketua Qiu.

"Bukan rencana yang buruk aku setuju," sahut ketua Puang.

"Sampai bertemu di lapangan dan siap-siap menerima kekalahan, murid baru itu akan menjadi muridku," ucap ketua Qiu sambil tersenyum.

***

Keesokan harinya Lue yang tidur cukup nyenyak semalaman merasa dirinya sudah siap, Lue Ang bergegas berjalan keluar untuk menemui ketua Tiang yang mungkin saja sudah menunggunya dari tadi.

Sesampainya di lapangan tempatnya berlatih Fu Xi melihat ketua Tiang sudah berada di sana, di sana hanya ada ketua Tiang tanpa ada keempat seniornya.

"Apa kamu sudah siap bertanding?" Tanya ketua Tiang.

"Siap tidak siap aku akan melakukan yang terbaik," ucap Lue Ang membuat ketua Tiang tersenyum mendengarnya.

Ketua Tiang sejak semalam tidak bisa tidur, Lue Ang memang sangat berbakat tapi entah kenapa dirinya masih belum yakin, tidak masalah jika Lue Ang kalah dan menjadi murid ketua lainnya tapi jika Lue Ang sampai mati itu akan menjadi kehilangan terbesar bagi perguruannya.

"Kamu tidak membawanya pergi sekarang?" tanya spirit ketua Tiang.

"Aku akan membawanya sekarang," sahut ketua Tiang.

"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, tapi kamu salah dengan pemikiranmu itu," ucap spirit ketua Tiang.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!