NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Danau Harapan

Keesokan pagi, Lin Han hampir sampai di Kota Baishi. Dari jarak empat kilometer, kota itu sudah bisa terlihat jelas. Atap atap rumah yang berjajar, asap dapur yang mengepul tipis, dan tembok kota yang berdiri kokoh.

Lin Han berhenti di udara. Angin pagi menerpa wajahnya yang dingin.

Senior Hao berbicara di dalam kesadarannya.

"Aku akan menghapus memorinya tentang siapa penculiknya, dan semua hal tentang dirimu dan seranganmu di Sekte Yanguo. Ini untuk melindungi wanita ini dari bahaya, yang datang suatu hari nanti."

Lin Han mengangguk. "Lakukan yang terbaik, Senior."

Senior Hao mengambil alih kendali tubuh. Ia membentuk segel tangan singkat, gerakan yang sederhana namun penuh presisi. Jemarinya menyentuh kening Liu Mei yang masih tertidur pulas. Cahaya putih lembut masuk ke dalam kepalanya, menghapus jejak jejak ingatan tentang penculikan, tentang Sekte Yanguo, tentang pertarungan dahsyat yang baru saja terjadi, dan tentang Lin Han.

Setelah selesai, Senior Hao mundur dan mengembalikan kendali pada Lin Han.

Lin Han menatap Liu Mei dengan mata sayu. Wajah mantan istrinya yang tenang dalam tidur, dengan rambut yang hitam tergerai.

"Liu Mei... maaf."

Lin Han melesat cepat menuju gerbang kota. Senior Hao langsung mengubah wajahnya dengan teknik ilusi sederhana, membuatnya tidak bisa dikenali.

Begitu mendarat di depan gerbang Kota Baishi, beberapa penjaga gerbang langsung berteriak.

"Lihatlah...! Nona Liu Mei kembali! Ada orang yang membawanya!"

Teriakan itu langsung memancing perhatian. Banyak orang berkumpul dalam waktu singkat. Warga kota, para pedagang, dan beberapa kultivator yang kebetulan berada di dekat gerbang.

Lin Han langsung menyerahkan tubuh Liu Mei yang masih tertidur kepada seorang praktisi Foundation Establishment wanita paruh baya yang berdiri paling depan.

"Ambil wanita ini. Aku kembalikan atas perintah pemimpinku. Menangkap wanita ini sebelumnya karena salah paham. Jadi jangan menyimpan dendam."

Wanita paruh baya itu menerima tubuh Liu Mei dengan hati hati. Tapi begitu Liu Mei sudah berada di pelukannya, ekspresinya berubah.

"Semuanya! Orang ini adalah penculik Nona Liu Mei! Tangkap dan adili dia di alun alun kota!"

Lin Han sudah menduga reaksi seperti ini. Ia langsung berbalik dan melesat cepat ke udara.

"Kalian tidak mungkin bisa mengejarku. Jadi jangan buang buang waktu."

Beberapa kultivator Foundation Establishment mencoba mengejarnya. Tapi Lin Han terbang dengan kecepatan yang tidak bisa mereka tandingi. Dalam beberapa tarikan napas, ia sudah menghilang di balik awan.

Semua orang yang mengejar akhirnya menyerah dan kembali ke gerbang kota.

Di sana, Liu Bei, Hong Jie, Ji Lianyue, dan Lin Feng baru saja tiba. Mereka berlari tergesa gesa setelah mendengar kabar bahwa Liu Mei telah kembali.

Begitu melihat putrinya selamat dan tidak terluka, Hong Jie langsung memeluknya erat, dengan air mata mengalir. Liu Bei berdiri di samping mereka, dadanya naik turun menahan haru.

Ji Lianyue dan Lin Feng juga merasa bahagia melihat Liu Mei selamat. Tapi di balik kebahagiaan itu, ada luka yang sangat dalam. Putra mereka menghilang, meninggalkan surat perpisahan yang ditulis dengan darah, dan menceraikan istrinya tanpa alasan yang jelas. Kini mereka tidak tahu di mana Lin Han berada. Apakah dia masih hidup, apakah dia akan kembali.

Di atas awan, jauh dari Kota Baishi, Lin Han terus terbang cepat.

Senior Hao berbicara. "Aku kagum denganmu, bocah. Sebelumnya di sekte Yanguo... kau melakukan serangan dengan cepat, tanpa membuang buang banyak waktu. Hal itu membuat tubuhmu tidak mengalami kerusakan berarti."

Lin Han menjawab dengan nada datar. "Itu semua juga berkat Anda, Senior. Jika Anda tidak menjaga keseimbangan dari dalam, mungkin tubuhku akan hancur."

Senior Hao terdiam sejenak, lalu berbicara lagi. "Kau terlihat sangat tenang, untuk seseorang yang akan mati."

Lin Han tersenyum tulus, senyum yang tidak dipaksakan.

"Aku tenang karena kematianku berhasil menyelamatkan orang orang yang kucintai."

Senior Hao menghela napas, malas untuk membahas lebih lanjut.

"Sekarang pergilah ke Danau Harapan. Di sana aku akan mengambil alih tubuhmu, dan kau akan mati pada saat itu."

Lin Han mengangguk. "Baik, Senior. Aku akan percepat terbangnya."

Wush!

Lin Han melesat semakin cepat. Angin menderu di telinganya, awan awan putih berlalu di bawahnya.

Waktu berlalu.

Malam tiba, dan Lin Han akhirnya mendarat di pinggir Danau Harapan. Sebuah danau luas dengan air yang tenang, dan pasir putih mengelilingi tepiannya. Cahaya bulan purnama menyinari permukaan air, menciptakan pantulan keperakan yang indah.

Lin Han berdiri di tepi danau, angin malam yang dingin menerpa wajahnya. Ia menatap pantulan dirinya di air, wajah yang sebentar lagi tidak akan pernah ia lihat lagi.

Senior Hao berbicara. "Sebelum kematianmu, aku ingin tahu satu hal lagi."

"Katakan saja, Senior." Jawab Lin Han.

Senior Hao terdiam cukup lama, lalu ia berbicara. "Apa keinginan terakhirmu?"

"Lagi?"

"Ya."

Lin Han tersenyum lembut, menatap permukaan danau yang tenang. Di sana, muncul ilusi, bukan ilusi sihir, tapi ilusi dari ingatannya sendiri. Ia melihat ayah dan ibunya tertawa sambil mengejarnya di halaman rumah. Ibunya menggendongnya saat ia masih kecil, dan Lin Feng mengajarinya memegang pedang kayu untuk pertama kalinya.

Pemandangan itu beralih. Kini ia melihat ibunya mengejar ayahnya dengan sapu di tangan. Lin Feng berlari terbirit birit setelah sebelumnya memukul tangan Lin Han sebagai hukuman karena bermain terlalu jauh hingga masuk hutan. Lin Han yang kecil tertawa melihat pemandangan itu.

Lin Han terkekeh pelan.

Pemandangan di air beralih lagi. Kini muncul wajah Liu Mei, wajah dingin itu, lalu kenangan singkat mereka berdua.

Lin Han memejamkan matanya, lalu membukanya lagi. Ilusi di air menghilang, yang tersisa hanyalah pantulan bulan purnama.

"Senior, bisakah Anda memberitahuku tentang retakan dimensi di Gunung Jati? Iblis iblis yang keluar dari sana... apakah mereka akan menyerang lagi suatu hari nanti?"

Senior Hao tertawa sinis. "Bocah, aku tahu arah pikiranmu ke mana. Kau pasti ingin aku melakukan sesuatu pada dimensi di Gunung Jati, agar seluruh orang terdekatmu bisa aman setelah kematianmu. Benar kan bocah?!"

Lin Han terkekeh lembut. "Senior, jangan marah. Anda bertanya, dan saya jawab secara jujur. Jika Senior tidak ingin melakukannya... saya tidak memaksa."

Senior Hao mendengus keras. "Sudahlah, lupakan itu. Sekarang aku ingin mengambil tubuhmu... setelah itu langsung pergi dari tempat ini. Jadi... bersiaplah untuk menghadapi kematianmu."

Lin Han menghela napas panjang. "Baik, Senior, saya siap."

Senior Hao tidak menjawab.

1
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
Adriel Benedict
wkwkwkwkwk rebutan permen 🤣🤣
YAKARO: Wkwkkw🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣 benar-benar kekacauan ...
tp gw seneng sm murid sekte, mereka rebutan tp ttp rasional, mereka gak ada niat membunuh( sejauh ini) ..
YAKARO: Hhehehe iya bro. SEJAUH INI😆
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
hasil dr kerja keras & ketekunan yg dijalani Lin Han .. ( bisa di praktekkan di RL)
YAKARO: Harus sih bro. Lin Han walaupun kultivasi mandek, dia tetap latihan pedang dasar setiap hari. Hasilnya dia jadi Di tingkat kesempurnaan penguasaan nya🤣🤣
total 1 replies
Sarip Hidayat
mantaap kk
septian arista
lanjut boss 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!