NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:27.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Tuan Jiang

Tiba di kota, sebelum menuju alamat yang diberikan Tabib Rong, mereka mampir ke Restoran MaYu.

Zhao Yu dan dan Limei begitu antusias saat melihat ramainya penduduk kota, banyak orang yang berlalu lalang.

Banyak pedagang yang jualan di pinggir jalan sambil berteriak untuk menarik pembeli. Zhao Yu merasa suasana di kota sangat menyenangkan.

"Ibu kita mau ke mana?"

"Kita ke Restoran dulu! Atau kalian mau beli sesuatu?" tanya Nan Wei balik.

"Ibu aku mau jalan-jalan dulu!"

"Oh baiklah!"

Tiba di depan Restoran, terlihat sudah banyak orang yang antri untuk membeli kentang goreng, mereka tidak lagi berebutan, karena Manager Guang langsung mengusir mereka jika tidak menaati aturan.

Manager Guang menyambut Nan Wei dengan ramah, dengan adanya kentang goreng itu, Restoran MaYu makin ramai, banyak pelajar yang berpatungan, lalu memakannya bersama-sama.

"Nyonya Xia! Tuan Ma ada di atas!"

"Ya. Aku cuman mampir sebentar,.aku ingin bertanya alamat pada Manager Guang!" ucap Nan Wei sambil mengeluarkan kertas yang berisikan alamat.

Manager Guang mengambil kertas dan melihat alamat yang tertulis. Seketika alisnya mengerut "Nyonya Anda mau ke alamat ini?"

"Ya. Kenapa? Apa ada masalah?"

"Oh tidak ada. Kalau tidak salah, keluarga yang tinggal di alamat ini bermarga Jiang. Mereka memiliki beberapa toko obat, dan salah satu dari mereka bekerja di Biro kemanan!" jelas Manager Guang.

Nan Wei tidak menjelaskan tujuannya ke sana. Setelah mendapat sedikit petunjuk arah, Nan Wei segera melanjutkan perjalanannya.

Ternyata alamat itu tidak terlalu jauh, setengah jam dari Restoran MaYu menggunakan gerobak sapi.

***

"Nyonya siapa yang Anda cari?" tanya seorang penjaga gerbang.

Nan Wei menyodorkan kertasnya lalu berkata. "Seseorang yang memberitahu saya alamat ini. Dan dia juga meminta saya untuk memperlihatkan pada Tuan Rumah!"

Penjaga melihat alamat itu memang tertuju pada rumah majikannya, dia kemudian mengambil plakat dan menelitinya, jangan sampai ada jebakan.

"Tunggu sebentar! Saya akan sampaikan Pada Tuan Jiang!" katanya lalu berjalan masuk.

"Baik!"

Nan Wei meminta Paman Tao untuk menunggu jika dirinya dibiarkan masuk, tapi jika dia belum keluar dalam waktu 30 menit, Paman Tao bisa pergi untuk ke pasar mencari penumpang.

Paman Tao langsung menolak, karena Nan Wei sudah menyewa gerobaknya untuk sehari. Dan itu sudah lebih dari pemasukan yang dia terima sebelumnya.

Nan Wei juga tidak memaksa, dia hanya takut Paman Tao bosan menunggu.

Selang beberapa menit, penjaga akhirnya keluar lagi dan mempersilahkan Nan Wei untuk masuk.

Zhao Yu dan Limei juga ikut masuk, untung saja saat ini mereka menggunakan baju yang bersih agar tidak memalukan.

Nan Wei masuk berjalan dengan tegap mengikuti seorang pelayan. Tidak rasa takut atau gugup yang terlihat diwajahnya.

Dia adalah pembisnis besar, sudah bertemu banyak orang dari berbagai Negara. Mentalnya sudah terlati jika bertemu dengan orang-orang penting.

Sedangkan Zhao Yu dan Limei sedikit gugup, karena baru pertama kali masuk ke rumah orang kaya yang sangat besar.

Keduanya sangat kagum, di Desa, mereka hanya bisa melihat rumah yang terbuat dari kayu dan jerami.

"Nyonya! Silahkan masuk, Tuan Jiang ada di dalam!" pinta pelayan setelah mengetuk pintu.

"Baik! Kalian berdua tunggu di sini, jangan berisik dan jangan menyentuh barang apapun!"

Zhao Yi dan Limei duduk di tangga dengan patuh. Mereka bisa melihat beberapa para pelayan yang sibuk bekerja.

***

Nan Wei masuk ke dalam ruangan, jika dilihat dari dekorasinya, tempat itu seperti ruang kerja atau ruang belajar.

Di dalam ruangan Nan Wei melihat ada seseorang yang duduk di kursi sambil membaca buku. Tuan Jiang terlihat seumuran dengan Ayahnya.

Tuan Jiang mendongak, dan dia terkejut saat melihat siapa wanita yang berdiri dihadapannya.

"Nan Wei.!" Sapanya.

Nan Wei tak kalah terkejutnya, dia tak menyangka orang itu mengetahui namanya. "Tuan! Anda mengenal Saya?"

"Ya. Eh tapi tunggu dulu, kamu Nan Wei dari Desa Wusu?" tanyanya, takutnya dia salah orang.

Nan Wei makin penasaran, karena orang ini tidak salah tebak. "Ya. Saya Nan Wei dari Desa Wusu! Apa kita pernah bertemu?"

Tuan Jiang tersenyum lalu meminta Nan Wei untuk duduk. "Jangan terlalu sopan! Dulu, kamu memanggilku Paman Can!"

Nan Wei terdiam, dia mencoba mengulik ingatan pemilik tubuh, tapi tidak ada yang dia lihat, dalam alur Novel juga tidak ada kenalan bermarga Jiang.

"Kalau begitu saya minta maaf! Karena saya tidak ingat lagi!" Nan Wei memilih jujur, daripada harus berpura-pura dan membuatnya terlihat seperti orang bodoh.

"Hahaha tidak masalah. Wajar saja jika kamu sudah lupa, karena setelah 6 bulan tinggal di Desa Wusu, kamu menikah ikut suami. Dan kamu jarang pulang, sejak saat itu, aku tidak pernah melihatmu lagi"

Nan Wei makin terkejut, karena Tuan Jiang pernah tinggal di Desa yang sama. "Benarkah? Kenapa aku tidak ingat sama sekali?"

"Hmm,, bagaimana dengan Tetangga orang tuamu? Apa kamu masih mengenalnya?"

Tetangga? Tidak mungkin Paman Tao kan? Jadi tetangga yang ada disebelah kiri? Mana mungkin dia tidak tahu, tetangganya itu seorang Bibi yang tinggal bersama keponakannya.

"Aku mengenalnya. Bibi Ming!" ucap Nan Wei dengan bingung.

"Ya. Kamu benar-benar tidak ingat siapa yang pernah tinggal bersamanya selain keponakannya?"

Nan Wei terdiam sejenak untuk mengingat kenangan pemilik tubuh, tapi itu sudah sangat lama, jadi tidak terlihat dengan jelas.

"Yang aku ingat Bibi Ming pernah tinggal dengan keluarga besar! Yang lainnya aku tidak ingat lagi!"

"Benar! Akulah keluarganya! Dan panggil aku Paman seperti dulu!" pintanya.

Nan Wei tertegun, kebetulan macam apa ini? Pantas saja Tabib Rong mengenalnya karena mereka pernah tinggal Di Desa Wusu.

"Baik Paman!" kata Nan Wei dengan patuh. Mana mungkin dia menolak hal baik ini. Jika perlu mereka harus berteman dengan baik.

"Ini plakat dari Tabib Rong! Dia memintamu datang untuk apa?" tanyanya.

"Ya. Sebenarnya aku sedang cari Guru untuk anak-anakku. Dan Tabib Rong memberi alamat, katanya di sini aku akan mendapat seorang Guru!"

"Haaah.. Dasar orang tua itu." Tuan Jiang menggerutu. "Kenapa tidak belajar di sekolah?"

"Aku sudah mencari informasi beberapa sekolah, tapi kebanyakan harus tinggal di asrama, tapi aku lebih suka anak-anak tetap pulang ke rumah!"

Nan Wei hanya tidak ingin kecolongan, jangan sampai ada seseorang yang datang mencari anak-anaknya dan menghasutnya, apalagi pikiran mereka masih sangat labil, dan mudah dihasut.

Tuan Jiang mengangguk, memang ada sebagian orang yang tidak suka jika anak-anak harus tinggal di asrama.

"Apa Tabib Rong mengatakan sesuatu?"

Seketika Nan Wei berpikir, jika Tuan Jiang sama seperti dengan Tabib Rong. Mereka bukan orang biasa, entah apa yang terjadi, sehingga mereka tinggal di Desa kecil.

"Ada. Dia mengatakan, makin banyak murid, maka Paman makin senang. Karena dulunya, Paman seorang Guru di sekolah!"

"Orang tua itu benar-benar ingin membuatku untuk banyak bergerak. Berapa Anakmu yang ingin belajar?"

"Anakku dua dan juga dua keponakan! Mungkin dari segi umur mereka sudah telat, tapi itu tidak jadi masalah, jika mereka tidak bisa ikut ujian, setidaknya mereka bisa membaca, menghitung, dan mengetahui tentang sejarah Negara Daxia!"

Tuan Jiang mengangguk puas, Nan Wei terlihat makin dewasa setelah memiliki anak. "Bagus! Anak-anak memang harus memiliki ambisinya sendiri! Bagaimana dengan suamimu? Apa dia masih jadi prajurit?"

Dia masih tinggal di Desa setelah pernikahan Nan Wei. Dan kabar tentang Suami Nan Wei yang mendaftar jadi prajurit tentu sampai ke Desa Wusu, apalagi dia bertetangga dengan orang tua Nan Wei.

"Kami sudah bercerai!"

" Haa? Apa sekarang doa bocah itu terkabulkan?" katanya dalam hati.

.

.

.

1
Kusii Yaati
lanjut Thor ceritanya bagus 💪💪💪
Kusii Yaati
aq penasaran siapa sih orangnya 🤔
Mydar Diamond
lanjuutt Dan 💪 ya
Egoll Losius
Smgat thor up nya
sukensri hardiati
kelapa tua thor.....bukan kepala tua....
Fii: makasih udah komen kk😍
total 1 replies
keyza formoza
ceritanya bagus
Fatmawati Wati
tambah la thoor
Intan Noer
semoga jodoh ya Bu, calon mantu yg pengertian itu😁
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
sasa adzka
hmmm... ko dikit kak othor😄😄
double up donk kak😍😍
aku menunggu kelanjutan nya😍
Fii: Hai kk selagi nunggu up, bisa mampir novel yang sudah tamat..😍🙏😊
total 1 replies
sasa adzka
wah nan wei ikut k kantor pengadilan... apa jangan jangan itu ulah mantan keluarga suami nya dulu ya... wahhh d kasih pelajaran aja itu nan wei...
Fii
Makasih supportnya kk.
Sambil tunggu UP,
jangan lupa mampir di novel yg sudah Tamat😁🙏😍
sasa adzka
baru koment dan baru mampir kak othor😍😍
semoga sampai tamat ya
selalu semangat up trus loh😍😍😍
aku menunggu kelanjutan nya
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!