NovelToon NovelToon
Tuan Muda Harta Langit

Tuan Muda Harta Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:95.9k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita Gao Rui, murid sekte terkuat yang sekaligus salah satu pemilik Kelompok Dagang Harta Langit. Salah satu kelompok dagang besar dan paling berkembang di Kekaisaran Zhou...
Simak petualangannya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Antara Harta Langit dan Naga Emas

Selepas memberikan hadiah, tidak tinggal lebih lama di atas panggung. Ia sedikit membungkuk sebagai tanda hormat, lalu berbalik dengan gerakan anggun yang sama seperti saat ia naik tadi. Langkahnya tenang, tidak terburu-buru.

Namun saat ia menuruni panggung… beberapa pasang mata masih mengikutinya. Bisikan kecil terdengar di antara para tamu.

“Hadiah seperti itu… dari mana dia mendapatkannya…?”

“Keluarga Lan benar-benar tidak bisa diremehkan…”

Lan Suya kembali ke tempat duduknya tanpa menunjukkan reaksi apa pun. Wajahnya tetap tenang, seolah semua perhatian itu tidak berarti.

Di sampingnya, Gao Rui melirik sekilas, lalu kembali menatap ke depan. Ia tahu… bagian ini belum selesai.

Dan benar saja.

“Berikutnya… perwakilan dari keluarga Cao, Tuan Cao Ren!”

Suara pembawa acara kembali menggema di seluruh aula. Beberapa orang langsung menoleh.

Cao Ren tersenyum kecil. Ia perlahan berdiri dari kursinya, merapikan pakaiannya sejenak, lalu melangkah menuju panggung.Langkahnya santai… bahkan terlalu santai untuk acara seperti ini. Namun justru itulah yang membuatnya mencolok.

Saat ia sampai di depan panggung, ia sedikit membungkuk.

“Patriark Shou Dong… Nyonya An Ran,” ucapnya dengan nada ringan namun tetap sopan. “Selamat untuk perayaan hari yang berbahagia ini.”

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini langsung tersenyum lebih lebar.

“Cao Ren… sudah lama tidak bertemu,” balasnya dengan nada yang terdengar jauh lebih ramah.

Perubahan sikap itu… jelas terasa. Beberapa tamu yang peka langsung saling melirik.

“Hubungan mereka… cukup dekat rupanya…”

Sementara itu, Cao Ren hanya tersenyum tipis. Matanya sekilas melirik ke arah Lan Suya di bawah panggung… lalu kembali ke depan.

Namun, beberapa detik berlalu. Ia tidak mengeluarkan apa pun. Tidak ada kotak. Tidak ada kain pembungkus. Bahkan tangannya terlihat kosong.

Kebingungan mulai menyebar di antara para tamu.

“Hm?”

“Dia… tidak membawa hadiah?”

Bisikan mulai terdengar, semakin lama semakin jelas.

Namun Cao Ren tetap tenang. Perlahan… ia mengangkat tangan kanannya. Cincin ruang di jarinya berkilau samar.

Lalu...

Wuuung…!

Sebuah getaran halus terdengar. Tiba-tiba... sebuah peti kayu besar muncul begitu saja di hadapan semua orang.

“...!”

Beberapa tamu bahkan refleks berdiri dari kursinya. Peti itu tidak kecil. Ukurannya cukup besar Ukirannya sederhana… namun kayunya tampak kokoh dan tua.

Aura berat langsung menyelimuti sekitarnya. Rasa penasaran… kini menggantung di seluruh aula.

Cao Ren tidak terburu-buru. Ia melangkah mendekat, lalu meletakkan tangannya di atas tutup peti. Senyumnya perlahan melebar.

“Hadiah kecil dariku,” ucapnya santai.

Klik.

Tutup peti terbuka. Dan dalam sekejap kilauan emas menyembur keluar. Cahaya keemasan memantul ke seluruh penjuru aula, bahkan membuat beberapa orang tanpa sadar menyipitkan mata.

“...!!”

Di dalam peti itu… tumpukan koin emas memenuhi hampir seluruh ruangnya. Bukan hanya itu di sela-selanya, terlihat berbagai perhiasan emas. Gelang, cincin, kalung… semuanya berkilau terang, bertumpuk tanpa aturan. Seolah-olah… harta itu hanya dilempar begitu saja ke dalam peti.

Namun justru itulah yang membuatnya terasa lebih mencengangkan.

“Banyak sekali…”

“Itu… jumlahnya berapa…?”

“Ini bukan sekadar hadiah… ini…”

Bisikan berubah menjadi keterkejutan yang tak tertahan. Bahkan beberapa tamu dari keluarga besar terlihat menegang. Nilai dari peti itu… jelas tidak kecil. Bahkan mungkin, melampaui sebagian besar hadiah yang telah diberikan malam ini.

Di atas panggung, An Ran sedikit terdiam. Matanya menatap isi peti itu dengan ekspresi yang sulit disembunyikan. Sementara itu, Shou Dong… senyumnya semakin dalam.

“Tuan Ren… kau selalu tahu cara membuat orang terkesan,” ucapnya pelan.

Cao Ren tertawa kecil.

“Ah, hanya sedikit ketulusan,” jawabnya ringan.

Namun di bawah panggung, Lan Suya menatap lurus ke arah peti itu. Wajahnya masih tenang. Namun matanya… sedikit menyipit. Ia tahu. Ini bukan sekadar hadiah. Ini adalah… pernyataan.

Cao Ren tidak hanya ingin bersaing. Ia ingin… mendominasi.

Tepat saat suasana masih dipenuhi decak kagum atas kilauan emas itu… Shou Dong tiba-tiba melangkah maju setengah langkah. Ia mengangkat tangannya perlahan, memberi isyarat agar suasana kembali tenang.

Aula yang semula dipenuhi bisikan… perlahan menjadi hening.

“Para tamu yang terhormat,” ucapnya dengan suara dalam dan berwibawa. “Pada malam yang istimewa ini… keluarga Shou juga ingin menyampaikan satu kabar penting.”

Beberapa orang langsung menegakkan tubuhnya. Nada suara itu… bukan sekadar basa-basi.

Shou Dong tersenyum tipis.

“Kami… telah mencapai kesepakatan kerja sama dengan Rumah Dagang Naga Emas.”

“…!”

Seketika, aula kembali bergemuruh. Namun kali ini bukan karena kejutan semata… melainkan keterkejutan yang bercampur dengan berbagai perhitungan di benak masing-masing.

“Keluarga Shou,” lanjutnya, “akan memasok senjata buatan kami… kepada pihak Naga Emas secara eksklusif untuk jalur distribusi tertentu.”

Tepuk tangan pun pecah. Sebagian tamu tersenyum. Sebagian lainnya saling melirik, mulai menghitung dampaknya di balik layar.

Namun… di antara semua itu, satu orang justru tidak bergerak. Lan Suya.

Wajahnya masih terlihat tenang… tapi hanya di permukaan. Sorot matanya mengeras. Bibirnya mengatup tipis.

Kesal. Ia benar-benar tidak menyangka. Awalnya… keluarga Shou telah berjanji. Seluruh distribusi senjata mereka… hanya akan melalui kelompok Harta Langit miliknya.

Namun sekarang? Dengan masuknya Rumah Dagang Naga Emas… itu berarti pasokan akan terbagi. Dan jika pasokan terbagi… maka pengaruhnya di pasar pun akan ikut tergerus.

Itu bukan sekadar kerugian kecil. Itu… ancaman langsung pada fondasi usahanya.

Jari-jarinya perlahan menggenggam. Namun ia tetap diam. Ia tidak boleh bereaksi di sini.

Sedikit saja ia menunjukkan ketidakpuasan di depan umum… itu akan menjadi bahan pembicaraan. Bahkan bisa dianggap sebagai ketidakmampuan menjaga hubungan bisnis. Dan itu… jauh lebih berbahaya.

Di sampingnya, Gao Rui melirik. Ia melihat perubahan kecil itu. Genggaman tangan. Sorot mata.

Ia menghela napas pelan dalam hati.

“Seperti yang kuduga…”

Ia bahkan tidak perlu bertanya. Situasinya terlalu jelas.

Sementara itu… di atas panggung, Cao Ren sudah menutup kembali peti emasnya. Setelah memberikan hormat singkat, ia berbalik dan berjalan turun.

Langkahnya tetap santai. Seolah semua yang terjadi barusan… hanyalah bagian dari permainan yang sudah ia kuasai. Tak lama, ia sudah kembali ke meja. Meja yang sama… dengan Lan Suya.

Cao Ren tersenyum lebar.

“Ah, sepertinya malam ini cukup meriah,” ujarnya ringan, menyapa semua orang di meja itu.

Beberapa orang di sana tampak canggung. Mereka saling melirik, tidak tahu harus bersikap bagaimana di antara dua pihak yang jelas… sedang tidak selaras.

Lan Suya tidak menatapnya. Ia hanya menyesap tehnya pelan. Dingin. Benar-benar dingin.

Cao Ren tertawa kecil melihat itu. Ia sedikit memiringkan kepala, lalu berbisik pelan. Cukup untuk didengar Lan Suya.

“Jangan marah begitu, Nyonya Ya… aku hanya mengikuti arus.”

Nada suaranya… terdengar seperti meminta maaf. Namun senyumnya? Jelas menggoda. Bahkan nyaris provokatif.

Gao Rui yang duduk di samping, langsung mengernyit. Orang ini… benar-benar menjijikkan. Tangannya sempat mengepal. Namun ia menahannya.

Ini bukan tempatnya. Bukan sekarang. Jika ia bertindak di sini… yang hancur bukan hanya dirinya, tapi juga posisi Lan Suya.

Cao Ren bersandar santai di kursinya, seolah tidak ada beban sedikit pun. Dan tepat saat ketegangan di meja itu mulai menebal… suara pembawa acara kembali terdengar.

“Para tamu yang terhormat,” katanya dengan nada ceria. “Apakah masih ada yang belum memberikan hadiah untuk Nyonya An Ran malam ini?”

Aula kembali hening. Semua orang saling berpandangan. Bukankah… semua sudah maju? Bahkan hadiah terakhir tadi sudah begitu mencolok.

Beberapa orang bahkan mulai tersenyum kecil, menganggap itu hanya formalitas penutup. Namun… di tengah keheningan itu...

Srak.

Sebuah kursi terdorong pelan.

“…?”

Beberapa kepala langsung menoleh. Gao Rui… berdiri. Tanpa ragu. Ia mengangkat satu tangan.

“Aku,” ucapnya tenang, namun cukup jelas terdengar di seluruh meja sekitarnya. “Ingin memberikan hadiah.”

“…?!”

Untuk sesaat… suasana benar-benar membeku. Lan Suya langsung menoleh tajam ke arahnya. Matanya sedikit membesar. Kaget. Ia sama sekali tidak menyangka.

“Apa yang kau lakukan…?”

Orang-orang di meja itu juga terpaku. Bahkan Cao Ren… untuk pertama kalinya, alisnya sedikit terangkat. Ketertarikan muncul di matanya.

Di seluruh aula… Puluhan pasang mata kini tertuju pada satu orang yang baru saja berdiri itu. Gao Rui.

1
adek Darma
kok up ny cmn keseringan 1eps truss thorrr
budiman_tulungagung
masih satu mawar 🌹
Armoire
Aduh duh duh duh duh... Author nya paling pinter bikin readers mati penasaran... Lagi seru2 nya malah "To be continued" 😭😭😭😭
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Rui emang numero uno 🔥🌽
Nanik S
Naga Baja... apakah akan mengubah Kerjasama Patriak Shoi dan Harta Langit terus berlanjut
Nanik S
Gao Rui... membuat kejutan gak main main....Bahkan tidak sebanding dg Emas dan Permata ..Baru Naga Baja
Arie Chaniago70
kapan Thor Gao rui ini melanglana buana seperti gurunya,,,masak main dikandang aja nggak paten,,,jadi kurang Greg ceritanya
Eka Haslinda
hadiah pertama.. hadiah kedua.. ketiga.. owalaahhhh buanyak.. gak payu lagi hadiah rumah dagang Naga Emas 🤣🤣🤣
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
tariii
ayo, Rui.. kamu mau kasih hadiah apa? yg pasti harus lebih wowwww dari si cincaooooo itu yaaa...😂😂
will
klo ada pil anti miskin..mau donk gao rui 🤭👍
Heri Victor Purba
maen kali ceritanya bah.. bikin dag dig dug ser.. jalan ceritanya macam jalan kelok 44 .. gas thor
y@y@
⭐👍🏾🌟👍🏾⭐
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...hadiah yg melebihi hadiah orang lain🤣👍👍
Zainal Arifin
joooooooosssss 😍😍🤭
indrawanto djiwanto
hadiah pertama berarti ada hadiah lanjutan. hadiah kedua pil utk membantu kultivasi, hadiah ketiga pil kecantikan.
Jeffie Firmansyah: Bisa jadi pil kecantikan tuk istrinya
total 1 replies
Maz Shell
lagi update terbaru
sam
Jagoan turun tangan
Arie Chaniago70
🙂🙂🙂🙂🙂👍👍👍👍💪💪💪💪🍩🍩🍩🍩☕☕☕🌹🌹🌹
y@y@
👍🏿💥👍🏼💥👍🏿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!