NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Setelah melewati Jembatan Tulang dan meninggalkan tepi Sungai Darah yang dipenuhi ratapan keputusasaan, Zhao Xuan, Ye Sha, dan anjing penjilat mereka, Gu Tianxue, melangkah masuk ke dalam zona keempat: Reruntuhan Kuno.

Saat kaki mereka menginjak daratan berbatu di seberang sungai, pemandangan seketika berubah. Kabut merah yang sedari tadi menyelimuti alam rahasia ini menipis, digantikan oleh debu abu-abu abadi yang melayang di udara yang luar biasa kering.

Di depan mereka, terhampar sebuah kota purba yang ukurannya melampaui nalar fana.

Bangunan-bangunan raksasa yang terbuat dari batu obsidian hitam dan tulang-belulang binatang kosmik menjulang menembus awan abu-abu. Pilar-pilar penyangga yang retak dipenuhi oleh ukiran rahasia (rune) kuno yang masih memancarkan pendaran cahaya redup. Ini adalah sisa-sisa peradaban pertama Alam Iblis, tempat di mana para Leluhur Pertama bertarung dan menempa hukum alam mereka.

Udara di sini ribuan kali lebih berat daripada di Zona Luar. Tekanan spiritual kuno menekan meridian setiap makhluk hidup, seolah kota ini menolak eksistensi kultivator era ini yang dianggap terlalu lemah untuk menginjakkan kaki di atas jalannya.

"Formasi pelindung di kota ini sebagian besar telah rusak dimakan waktu, tapi sisa-sisanya masih sangat mematikan," ucap Ye Sha, matanya yang memancarkan aura Nirvana Awal memindai jalanan berbatu di depan mereka. Ia memegang erat tombaknya. "Zhao Xuan, kita harus berhati-hati. Satu langkah salah pada ubin batu itu bisa memicu Formasi Pemusnah Jiwa tingkat dewa."

Zhao Xuan tidak menjawab. Matanya yang hitam legam menatap lurus ke arah sebuah altar raksasa yang berada tepat di pusat kota kuno tersebut, puluhan mil dari tempat mereka berdiri. Altar itu berbentuk piramida terpotong yang memancarkan pilar cahaya merah darah samar ke langit.

"Di sanalah letak Mahkota Tulang Iblis itu," gumam Zhao Xuan. Roda Ketiadaan di Dantian-nya berputar, meresonansikan hukum ruang di sekitarnya.

Ia mulai melangkah maju dengan santai.

Melihat Zhao Xuan berjalan tanpa memeriksa pijakan, Gu Tianxue menjerit tertahan dari belakang. "T-Tuanku yang waspada! Ubin di depan Tuan itu memancarkan Niat Membunuh dari era kuno! Jika diinjak, pedang pembelah jiwa akan muncul dari ketiadaan!"

Tap.

Zhao Xuan dengan sengaja menginjak ubin yang dimaksud.

Seketika, ratusan rune kuno di dinding sekitarnya menyala merah terang. Suara dengungan pedang yang bisa membelah benua menggema. Namun, sebelum formasi kuno itu sempat melepaskan serangannya, sebuah riak ketiadaan berwarna perak menyebar dari telapak sepatu Zhao Xuan.

Zraaaash...

Riak itu secara harfiah "menghapus" aliran Qi dari formasi kuno tersebut. Cahaya merah padam seketika. Dengungan pedang lenyap tanpa jejak. Zhao Xuan telah menggunakan pemahaman konseptual dari Roda Ketujuh-nya untuk memotong sumber energi formasi itu sebelum sempat aktif.

"Berhentilah menjerit seperti babi disembelih, Gu Tianxue," ucap Zhao Xuan dingin, terus melangkah maju layaknya berjalan di taman belakang istananya. "Di hadapan hukum pemusnahan, bahkan formasi dari era penciptaan pun hanyalah gambar usang di atas batu."

Gu Tianxue menelan ludah, buru-buru berlari mengikuti di belakangnya, wajah iblisnya memancarkan kekaguman yang nyaris fanatik. "T-Tentu saja! Formasi purba ini tidak ada apa-apanya dibanding ujung sepatu Tuanku! Hamba sungguh bodoh karena meragukan keagungan Tuan!"

Ye Sha hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Gu Tianxue, lalu mengikuti langkah Zhao Xuan. Berkat panduan absolut Zhao Xuan, perjalanan yang seharusnya memakan korban jiwa puluhan jenius itu berhasil mereka lewati layaknya jalan-jalan sore. Di sepanjang jalan, mereka melihat genangan darah segar dan potongan tubuh dari jenius faksi lain yang gagal membaca formasi dan tewas tercabik-cabik.

Beberapa jam kemudian, mereka akhirnya tiba di pelataran raksasa yang mengelilingi altar pusat.

Pelataran itu berbentuk lingkaran sempurna dengan radius sepuluh mil. Di puncak piramida altar tersebut, di atas sebuah pilar batu kristal, melayang sebuah benda yang menjadi tujuan utama seluruh jenius di alam rahasia ini.

Mahkota Tulang Iblis. Mahkota itu terbuat dari tulang berwarna putih pucat yang dihiasi sembilan tanduk kecil, memancarkan resonansi kekuasaan absolut dan Qi Iblis murni tingkat tertinggi. Siapa pun yang mengenakan mahkota ini akan menerima pengakuan dari kehendak alam rahasia dan sah menjadi pewaris Takhta Iblis.

Namun, tidak ada satu pun jenius yang berani melangkah menaiki tangga altar tersebut.

Di sekeliling pelataran pinggiran, bersembunyi di balik pilar-pilar batu yang runtuh, tersisa belasan elit tertinggi dari faksi Tian Mo, Gui Sha, dan elit Xue Hai yang selamat dari Jembatan Tulang. Semuanya menahan napas, menekan fluktuasi Qi mereka hingga titik terendah. Tubuh mereka gemetar hebat, dipenuhi oleh teror yang melumpuhkan jiwa.

Saat Zhao Xuan dan Ye Sha tiba, beberapa jenius iblis menoleh ke arah mereka dan buru-buru meletakkan jari telunjuk ke bibir, memberi isyarat putus asa agar mereka diam.

Zhao Xuan menyipitkan matanya. Ia mengabaikan peringatan mereka dan menatap langsung ke arah tumpukan batu obsidian raksasa yang mengelilingi dasar piramida altar.

Awalnya, itu terlihat seperti bukit batu biasa. Namun, saat Niat Kesadaran-nya menyentuh "bukit" itu, Zhao Xuan menyadari bahwa batu-batu itu memiliki sisik.

Gunung hitam yang melingkari dasar altar itu perlahan bergerak.

GRUUUUMMMBLLLL...

Gempa bumi dahsyat mengguncang seluruh Reruntuhan Kuno. Ubin-ubin batu berterbangan. Pilar-pilar raksasa di sekitar pelataran runtuh.

Dari balik gulungan sisik sebesar rumah, sebuah kepala berbentuk segitiga raksasa terangkat ke udara, menutupi langit abu-abu di atas altar. Dua mata raksasa perlahan terbuka, memancarkan cahaya merah terang layaknya dua buah bulan berdarah yang menggantung di malam kiamat.

Itulah penjaga sejati altar ini. Ular Purba Jiwa Neraka.

HISSSSSSSSSS!

Desisan ular itu bukanlah suara, melainkan gelombang kejut Serangan Jiwa yang menyapu seluruh kota kuno!

Beberapa jenius iblis tingkat Soul Transformation Puncak yang bersembunyi di balik pilar langsung memuntahkan darah, Lautan Kesadaran mereka retak hanya karena mendengar suara tersebut.

Fluktuasi yang meledak dari tubuh Ular Purba itu meremukkan ruang di sekitarnya.

Nirvana Puncak.

Bahkan Ye Sha, yang telah mencapai Nirvana Awal, terpaksa menancapkan tombaknya ke tanah dan mengerahkan seluruh Qi Asura-nya hanya agar tidak terhempas oleh badai Niat Membunuh monster purba tersebut.

"Zhao Xuan..." geram Ye Sha, menahan tekanan angin yang mengiris wajahnya. "Tekanan ini nyata. Jauh melampaui monster apa pun yang pernah kita hadapi di zona luar. Monster ini hanya berjarak satu langkah tipis menuju God King!"

Di belakang mereka, Gu Tianxue langsung tiarap, mengubur kepalanya di bawah kedua lengannya sambil menangis. "TUANKU! KITA HARUS MUNDUR! ITU ADALAH BENCANA ALAM YANG BERJALAN! TUANKU MASIH MUDA, JANGAN BUANG NYAWA DI SINI!"

Monster itu menatap ke bawah, mata bulan berdarahnya memindai serangga-serangga fana yang berani memasuki wilayahnya. Uap beracun keluar dari hidungnya, melelehkan batu giok di bawahnya menjadi cairan kental. Keputusasaan mutlak melanda seluruh jenius iblis yang tersisa. Mahkota itu benar-benar umpan kematian. Tidak ada yang bisa melewati monster tingkat Nirvana Puncak!

Namun, di tengah badai keputusasaan itu, sebuah tawa pelan terdengar.

Tawa itu tidak keras, namun mengandung arogansi yang begitu absolut hingga menembus desisan sang Ular Purba.

Zhao Xuan melangkah maju. Ia tidak menekan auranya; sebaliknya, ia membiarkan Roda Bintang di Dantian-nya berputar hingga batas maksimal, melepaskan Niat Ketiadaan yang langsung berbenturan dengan tekanan Nirvana Puncak milik monster tersebut. Jubah hitamnya berkibar liar di tengah badai debu.

Mata sang Tiran memancarkan kegelapan yang menyerap cahaya bulan berdarah dari mata monster itu.

Bagi jenius faksi iblis, monster itu adalah malaikat maut. Bagi Ye Sha, itu adalah ujian yang nyaris mustahil.

Tapi bagi Zhao Xuan?

"Nirvana Puncak," gumam Zhao Xuan, menyeringai hingga memperlihatkan deretan giginya. Matanya menatap Inti Binatang (Beast Core) raksasa yang berdenyut di dalam dada ular tersebut, memancarkan energi Qi purba yang jumlahnya setara dengan puluhan juta Giok Abadi.

"Sempurna," ucap sang Asura, menjilat bibirnya yang kering. "Energi dari Inti Ular itu... sudah lebih dari cukup untuk mendorongku menembus Ascendant Menengah, dan mematangkan fondasi Roda Kedelapan ku."

Ia menoleh ke arah Ye Sha. "Ambil mahkotamu, Pangeran Iblis. Biarkan aku yang membedah cacing purba ini."

Pertarungan yang menentang seluruh hukum alam semesta seorang kultivator Ascendant Awal melawan Beast Nirvana Puncak akan segera merobek langit neraka!

1
Andi Heryadi
akhir mati juga MCnya,sombong arogan lupa klo diatas langit msh ada langit
saniscara patriawuha.
semoga lekas sembuh mang otor sehat selalu...
Ghotam
kenapa Gu Tianxue jadi begitu ya. dan semoga Tuan mudanya menepati janjinya untuk menemukan tubuh yang tepat untuk Gu
saniscara patriawuha.
sayang inti monster nirwana puncak cuma naikin sampe ascendan menengah,, minimal ya nirwana awal lah mang otor....
Solihin Syamsuddin
Semoga lekas sembuh….
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣😍😍😍😍😄👍👍👍
Markinyo
kenapa tidak menguraa harta sekte & kerajaan yg telah menyerang? itu kn rampasan perang?
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!