NovelToon NovelToon
Menantang Langit Yang Busuk

Menantang Langit Yang Busuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: KuntilTraanak

Tian Yuofan tumbuh dalam kehidupan yang tidak pernah mudah. Sejak usia delapan tahun, ia sudah harus belajar bertahan sendiri, merawat ibunya yang kehilangan kewarasannya akibat trauma masa lalu. Ia bahkan tidak bisa menyentuhnya, takut memicu trauma ibunya.

Tanpa keluarga yang utuh, tanpa teman, Yuofan menjalani hari-harinya sendirian di dunia yang tidak memberi banyak ruang bagi orang lemah. Ia belajar memahami lingkungan, membaca keadaan, dan bertahan dengan caranya sendiri.

Namun suatu hari, sebuah kejadian yang awalnya tampak seperti kesialan justru membawanya pada sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah pertemuan yang perlahan mengubah arah hidupnya.

Dari sana, perjalanan yang tak pernah ia pikirkan pun benar-benar dimulai…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KuntilTraanak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28—Alkemia

Yuofan dan Chen Huo duduk di samping sungai. Di sana terlihat Yuofan sedang membersihkan luka-luka pada tubuh Chen Huo menggunakan kain bersih yang sudah ia basahi dengan air sungai.

Ia membersihkan luka itu dengan hati-hati, menghapus sisa obat sebelumnya. Sesekali Chen Huo sedikit mengernyit karena perih, tetapi ia tidak mengatakan apa-apa dan membiarkan Yuofan menyelesaikan pekerjaannya. Setelah luka-luka itu selesai dibersihkan, Yuofan kembali mengambil beberapa tanaman herbal yang sebelumnya sudah ia kumpulkan. Ia lalu menggerus herbal itu, kemudian ia tempelkan secara perlahan untuk menutupi luka-luka tersebut.

Setelahnya, Yuofan membalut tubuh Chen Huo menggunakan sebuah kain yang ia buat dari kepompong ulat sutra langit. Kain itu terlihat tipis namun kuat, dan ketika dililitkan pada luka, kain itu menahan herbal tetap pada tempatnya sekaligus melindungi luka dari kotoran luar.

“Apakah seperti ini cara membalutnya?” tanya Yuofan setelah menyelesaikan tugasnya.

Chen Huo melihat hasil balutan Yuofan dengan tatapan takjub, “Sepertinya kau memang memiliki bakat dalam ilmu kesehatan ya, Yuofan.” ucap pria itu seraya mengelus puncak kepala Yuofan dengan lembut.

“Paman bisa saja.” ucap Yuofan dengan senyuman kecil diwajahnya.

“Baiklah, aku akan menjelaskan mulai dari dasar terkait ilmu kesehatan…” ucap Chen Huo seraya menyenderkan tubuhnya pada sebuah pohon dan memulai penjelasan.

Ia menjelaskan bahwa cabang ilmu kesehatan sangatlah banyak, salah satu yang paling sering di jumpai adalah alkemia. Dimana alkemia tidak hanya tentang membuat pil, tetapi tentang memahami sifat setiap bahan dan bagaimana mereka bereaksi satu sama lain.

Seorang alkemis harus terlebih dahulu memurnikan bahan herbal dengan cara mengeringkan, menumbuk, atau mengekstrak sarinya. Setelah itu bahan dimasukkan ke dalam tungku alkemia dan dipanaskan menggunakan api biasa atau api qi. Selama proses ini, alkemis harus menjaga kestabilan suhu, karena perubahan suhu yang tiba-tiba dapat merusak esensi herbal. Ketika aroma obat mulai stabil dan uap tidak lagi berwarna hitam, itu menandakan bahan mulai menyatu. Pada tahap akhir, alkemis harus memadatkan esensi tersebut dengan qi hingga terbentuk pil. Jika gagal mengontrol qi pada tahap ini, pil bisa retak atau bahkan meledak di dalam tungku.

Ia juga menambahkan, bahwa selain menggunakan api biasa yang di ciptakan melailui pembakaran dan juga api yang terbuat dari elemen qi, ada juga seorang alkemis tingkat tinggi yang menggunkan Api Dunia. Dimana jenis api ini terbagi menjadi Api Alam, Api Bumi, Api langit, Api Ilahi, dan Api Surgawi, kelima jenis api ini terbagi kembali menjadi 8 tingkatan, yaitu Putih, Abu, Kuning, Hijau, Biru Tua, Ungu, Merah, Hitam. Semakin galap warna pada api, maka semakin tua atau tinggi tingkatannya.

“Contohnya seperti api milik ku ini,” Chen Huo menunjukkan sebuah api yang tidak berkobar, melainkan berbentuk seperti sebuah mutiara padat bewarna kuning.

“Api ini merupakan jenis Api Bumi, ia berbentuk seperti cairan panas yang lebih kental. Tetapi, kamu bisa mengubahnya menjadi api seperti ini,”

Mutiara di tangan Chen Huo barubah menjadi sebuah kobaran api kecil tetapi tetap dalam bentuk padat. Ia menjelaskan bahwa untuk mendapatkan api dunia seperti ini sangatlah sulit, karena mereka berada di tempat-tempat yang sangat tidak terduga. Selain itu, untuk membuat mereka takluk dan tunduk tidak lah mudah, proses penyatuan nya sangatlah menyakitkan seperti di bakar hidup-hidup.

Api dunia bukan hanya berguna untuk proses penyulingan, tetapi bisa juga digunakan dalam pertarungan. Kekuatan penghancurnya bisa dibilang sangatlah kuat, tergantung tingkatan api itu sendiri.

Chen Huo terus menjelaskan berbagai macam materi yang berhubungan dengan ilmu kesehatan dan sesekali memberikan contoh agar Yuofan bisa paham materinya. Ia juga kerap kali memberikan pertanyaan yang tentunya bisa langsung dijawab oleh Yuofan.

Setelah materi disampaikan, kini Chen Huo mengeluarkan sebuah tungku penyulingan yang biasa ia pakai untuk membuat sebuah pil. Melihat hal tersebut Yuofan sedikit terkejut karena ia tidak melihat dimana pria itu mengeluarkan tungku tersebut.

“Ini adalah cincin penyimpanan, kapasitas tidak terlalu besar tetapi cukup untuk menyimpan berbagai barang bawaan ku.” ucap Chen Huo seraya menunjuk kearah cincin yang terpasang di jari telunjuknya.

“Wah, itu keren sekali!” ucap Yuofan dengan mata membesar penuh kekaguman. Ia tak menyangka bahwa di dunia ini ada benda unik seperti itu, apalagi cincin ini sangat berbeda dengan teknik ruang hampa miliknya yang sangat terlihat ketika akan mengambil atau menyimpan barang.

Chen Huo tersenyum kecil dari balik topeng. “Apa yang mau kau kagumkan dari benda sederhana ini? Bukankah kau memiliki yang lebih hebat?” ucap pria itu yang kemudian meletakkan tungku itu tak jauh darinya.

Yuofan mematung dengan tubuh dipenuhi hawa dingin, ia dengan perlahan melirik kearah Wuxu yang sedari awal duduk di pundak kirinya. “Sepertinya dia ingat…” bisik Yuofan dengan wajah panik.

“Ini semua salah mu!” Balas Wuxu sembari melipat kedua tangannya didepan dada.

Wajah Yuofan mengeras tidak terima, “Apanya yang salahku?”

“Kau terlalu sembarangan menggunakan teknik itu!” balas Wuxu tak kalah kerasnya.

Keduanya bertengkar karena hal kecil itu, sedangkan Chen Huo terlihat sibuk mengurusi persiapan penyulingan. Yuofan melirik pria itu yang sedang menyiapkan bahan-bahan herbal untuk praktek mereka saat ini, kemudian ia beralih menatap kearah Wuxu yang masih terlihat cemberut.

“Hei rubah gosong,” panggil Yuofan.

“Menurutmu, jika aku memukul kepala belakangnya dengan keras, apakah dia akan melupakannya?” tanya Yuofan dengan wajah serius.

Wuxu meletakkan tangannya dibawah dagu, mulai berpikir di kepalanya. “Menurutku itu terlalu setengah-setengah, bagaimana jika kita bunuh saja?” tanya balik Wuxu yang langsung ditolak oleh Yuofan.

“Kita tida-” Yuofan menghentikan ucapannya dan langsung memasang wajah tersenyum cepat, kala pria itu menatap kearahnya.

“Aku akan memberikan contoh, setelahnya kau cobalah sendiri.” ujar Chen Huo sembari memasukkan beberapa herbal kedalam tungku.

Pria itu mengeluarkan api dunianya dengan tenang. Kendali atas api tersebut terlihat rapi dan stabil, tidak terlalu bergejolak dan bergerak sesuai kehendaknya. Api itu kemudian ia arahkan ke ruang di bawah tungku, memanaskannya secara perlahan tanpa membuat suhu melonjak tiba-tiba.

Sambil menunggu tungku mencapai suhu yang cukup, Chen Huo mengeluarkan beberapa tanaman herbal dari cincin ruangnya. Bersamaan dengan itu, ia menjelaskan tanaman yang ia keluarkan tersebut. Di antaranya seperti Akar Teratai Es yang dikenal dapat meredakan nyeri dan menenangkan aliran darah, Daun Giok yang membantu menstabilkan energi di dalam tubuh, serta Serbuk Bunga Merah Luruh yang sering digunakan untuk mengurangi rasa sakit.

Setelah tungku mulai panas secara merata, Chen Huo memasukkan herbal-herbal tersebut satu per satu ke dalamnya. Ia memastikan setiap bahan mendapat panas yang cukup sebelum menambahkan bahan berikutnya.

Dengan kendali api yang tetap stabil, ia mulai mengekstrak kandungan dari herbal itu. Perlahan, bahan-bahan tersebut berubah, sebagian mencair menjadi cairan kental, sementara sisanya menghitam menjadi abu halus. Chen Huo mengatur suhu dan aliran qi-nya dengan hati-hati, memastikan esensi dari setiap herbal tetap terjaga dan tidak rusak selama proses berlangsung.

Selang beberapa saat kemudian pil buatan pria itu pun telah selesai. Pil itu terlihat kecil dengan jumlah sebanyak 5 buah, serta warna kemerahan yang terlihat sangat mencolok.

“Pil ini biasanya digunakan pada seseorang yang memerlukan tindakan operasi seperti menyambungkan lengan, menutupi luka dengan kulit lain, ataupun menjait luka pada seorang ibu sesudah melahirkan.” ucapnya seraya memasukkan pil itu kedalam sebuah wadah yang ia dapat dari cincin ruang.

1
Luthfi Afifzaidan
4 ap 5 thor?
KuntilTraanak: dibab ini baru dikenalin 4 kak, saya salah tulis itu 🙏
total 1 replies
Koplak
mulai seru nih
Koplak
pertama baca langsung tertarik💪
Nanik S
Cerita yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!