NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedihnya

" Kita doakan saja supaya hal ini tidak akan berdampak pada pembelajarannya, sangat disayangkan jika ia harus menyerah pada pendidikannya." ucap Gina

" Semoga saja apa yang kita takutkan tidak akan terjadi kepadanya, sungguh sangat disayangkan jika dia memang harus menyerah." ucap Indah

" Dia memang adalah anak yang pintar, tetapi kalau berhubungan dengan dana tentunya kita tidak akan bisa membantunya." ucap Intan

" Sebenarnya kita sangat ingin membantunya, tetapi sampai saat ini aja kita masih bergantung pada orang tua kita." ucap Ira

" Kita saja masih berusaha menghemat agar tidak membebani orang tua kita, jadi akan sangat sulit jika kita ingin berusaha membantunya lewat dana." ucap Irma

" Mungkin cara yang terbaik kita hanya bisa mendoakan dan menyemangatinya agar dia tidak putus sekolah." ucap Khalid

" Dan selain itu kita juga bisa membantunya jika kita ingin memberi makanan, Tapi tolong berilah makanan yang layak untuk dikonsumsi olehnya." ucap Kenan

" Tapi yang menjadi masalahnya apakah orang tuanya menerima jika kita ingin membantu ke makanan, ya Kita paham situasi keluarganya tapi kita juga tidak boleh asal memberi bantuan kan." ucap Kurniawan

" Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membantunya yang terkesan tidak merendahkan ia dan juga keluarganya?" tanya Jenny yang sangat penasaran.

" Menurutku opsi yang terbaik adalah kita patungan untuk memberikan uang kepadanya, ya walaupun uangnya tidak seberapa banyak tapi setidaknya itu bisa membantu perekonomiannya untuk beberapa hari kedepan." ucap Jessica

" Sebenarnya menurutku hal itu adalah hal yang paling masuk akal juga sih, lagian Dengan begitu kita juga terkesan menghargai ia dan juga keluarganya ya walaupun yang kita berikan tidak seberapa." jelas Jovita

" Ya sudah kalau begitu kita sepakat untuk iuran memberikan uang kepadanya." ucap Grace

" Jadi siapa yang akan mengumpulkan uangnya?" tanya Gina

" Aku setuju saja sih dengan keputusan kalian, tetapi tolong jangan aku yang mengumpulkan uangnya ya." ucap Indah.

" Aku juga nggak yakin kalau yang memegang uangnya itu adalah kau indah, kau itu tampak mandiri dan juga tegas tapi sebenarnya kau itu tukang jajan." ucap Intan dan Indah pun tersenyum begitu juga dengan mereka semua yang tertawa dengan sangat lebar.

" Kalau begitu sangat susah jika Indah yang memegangnya, jangan biarkan Indah memegang uang nanti bisa-bisa dia korupsi." ucap Ira yang tentunya diiringi dengan tawa

" Wah wah bisa gawat banget itu kalau sampai Indah korupsi, mana Yang dikorupsi uang sholawat lagi. Bisa kena sial itu nanti Indah 7 turunan, dan ujung-ujungnya si Intan juga kena batunya." ucap Irma yang tentunya membuat mereka semua tertawa dengan semakin hebat.

" Amit-amit aku sampai korupsi uang sholawat, aku nggak sejahat itu ya Irma." ucap Indah yang hantunya menatap ke arah Irma dan Irma hanya tertawa saja karena menurutnya itu adalah candaan.

" Sudahlah kalian tidak usah membahas mengenai hal itu terlebih dahulu, di sini ada seorang siswa yang mengalami kabar duka dan seharusnya kita ikut bersedih. Tapi ujung-ujungnya kita malah menjadikan hal itu sebagai candaan, nggak baik kita melakukan hal tersebut." ucap Khalid

" Sebenarnya kali sedang membicarakan apa sih kenapa yang dibahas uang sholawat dan juga korupsi?" tanya Bu Ika yang tentunya membuat mereka sangat bingung harus menjawab dengan jawaban apa apalagi ketika melihat seorang mata dari Bu Ika yang menurutnya sangat mengerikan.

" Kami hanya sedikit bercanda saja Bu, tentunya tadi kami mendengar dari Jenny kalau ada seorang siswa yang orang tuanya meninggal. Jadi kami sangat menyayangkan jika nantinya dia harus berhenti sekolah, apalagi Dia adalah anak yang pintar." ucap Kenan

" Sebenarnya siang nanti kami baru ingin merapat membicarakan hal tersebut, tapi ternyata kalian sudah membicarakan hal tersebut. Lalu apa solusi yang bisa kalian ambil?" banyak Pak Haris.

" Kami juga tidak bisa banyak membantu Pak dan juga Ibu, apalagi kami masih meminta dana dari orang tua kami." ucap Kurniawan

" Jadi kalian memutuskan hanya ingin memberikan uang sholawat saja?" tanya Bu Jasmine

" Iya benar Pak rencananya kami hanya akan memberi uang salawat saja, nah jadi kami sedang membicarakan siapakah yang akan memegang uang tersebut dan kemudian akan dijadikan dalam satu amplop." ucap Jessica

" Lalu apakah kalian tidak ada niatan untuk berkunjung ke rumahnya." ucap pak Kevin

Mereka semua tampak memikirkan hal tersebut, tetapi mereka ragu untuk menjawabnya. Dan akhirnya Jovita lah yang menjawab pertanyaan itu, walaupun ia masih ragu sebenarnya. Tetapi ia berharap semuanya akan menyetujui perkataannya, dan ia juga berharap tidak akan ada pertentangan setelah ini.

" Kami akan ikut berkunjung ke rumahnya, tetapi itu pun jika bapak dan ibu guru mengizinkan." ucap Jovita.

" Baiklah kalau begitu kami akan mengatur waktu terlebih dahulu untuk pergi ke rumah siswa itu, dan nantinya jika di waktu yang di tentukan ada dari kalian yang jam kosong. Maka kalian akan ikut bersama dengan kami, ingat ya dengan catatan jam kosong." ucap Bu Julia ucapnya dan para guru itu segera pergi rapat.

" Kau berani sekali menjawabnya Jovita?" tanya Grace

" Iya, aku juga sangat terkejut ketika kau menjawabnya tadi Jovita." tambah Gina

" Ya mau gimana lagi, kalau nggak di jawab yang ada kita bisa mendapatkannya ancaman." ucap Jovita

" Sudahlah, nasib yang jam kosong lah itu." ucap Indah dengan tersenyum

" Nasib nasib, semoga saja bukan di jam ku yang kosong para guru perginya." ucap Intan

" Sudahlah kita jangan meributkan jam siapa yang kosong, lebih baik sekarang kita kumpulkan uang shalawat dulu." ucap Ira

" Siapa ya mau mengumpulkan uangnya." ucap Irma

" Sudahlah kita jangan ributkan siapa yang mengumpulkan, lebih baik kita buat saja di sini dan kemudian masukan ke dalam amplop." ucap Khalid

" Itu lebih baik, jadi kan kita nggak ragu uangnya hilang. Karena setelah ini uangnya akan langsung di berikan." ucap Kenan

Mereka pun akhirnya mengikuti kesepakatan itu, dan kemudian menunggu keputusan jam keberangkatan. Agar mereka bisa mengetahui siapa yang akan berangkat di antara mereka, dan insyaallah akan amanah.

Setelah beberapa jam akhirnya keputusan akhir telah keluar, dan ternyata yang bisa ikut hanyalah Jovita dan juga Kenan. Tentunya Kenan menatap ke arah teman-temannya, Iya sangat tidak menyangka kalau iya yang akan menjadi korban. Tapi mau bagaimanapun dia harus tetap pergi, Karena itulah kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya.

Setelah kepergian perwakilan para guru dan juga para mahasiswa magang, kini semuanya kembali ke ruangan kelasnya masing-masing. Karena mereka memang harus melanjutkan jam pembelajaran, sebab kelas tidak akan mungkin dibiarkan kosong. Dan pada akhirnya akan memancing sebuah keributan, dan keributan itulah yang akan membuat mereka mendapatkan teguran dari kepala sekolah dan mereka semua sangat tidak ingin mendapatkan hal tersebut.

1
🦋💧꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎💧🦋
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
🦋💧꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎💧🦋: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!