"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29
Hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan, Tidak terasa kini waktunya Resty melahirkan putri pertamanya bersama Bagas.
Keduanya sangat bahagia. menyambut kehadiran sang permata hati. Yang di beri nama MUTIARA AYUNDA SINANTRIA. bagas bahkan langsung memasangkan gelang yang berukirkan nama sang Putri.
Kebahagiaan yang tengah di rasakan oleh pasangan itu. berbanding terbalik dengan yang di rasakan oleh Sera. Wanita itu semakin merasa kesal. mendengar berita kebahagiaan yang tengah di reguk oleh Resty dan Bagas.
Apalagi dirinya semakin di abaikan. Bagas semakin tidak menggubris setiap permintaan nya
Bagas lebih fokus menikmati kebersamaan nya dengan istri dan putri nya. Tidak perduli dengan lolongan Sera yang semakin ke sini semakin menjadi-jadi. Banyak mau nya, minta beli ini itu. Dengan alasan jika ia juga adalah istri yang juga berhak mendapat hak nya.
Kemarahan Sera semakin meluap. Saat melihat berita yang menayangkan berita kebahagiaan yang tengah meliputi keluarga harmonis itu.
"Kamu sekarang berbahagia Resty, dan mengacuhkan semua permintaan ku. Lihat saja nanti. Aku akan merenggut kebahagiaan mu itu, " Sera melemparkan remote televisi itu hingga hancur berkepit.keping.
"Gue nggak terima, loe bahagia bersama anak sialanmu itu. Sementara anak gue akan menderita dan nggak punya ayah. Oh nggak bisa! Nggak akan gue biarin. Anak gue harus punya Ayah. Dan Bagas adalagi Ayah yang baik untuk anak gue.. "
Sera berjalan mondar-mandir seperti seteika di depan Televisi yang masih menayangkan berita keharmonisan keluarga pengusaha Bahasa Sinantia.
" Gue menikahi Bagas itu, selain mencintai nya diam-diam. Gue juga ingin membuatmu sengsara Resty..! Gue muak liat elo bahagia terus. gue iri dengan semua yg ada pada diri elo!. " Sera menjambak rambutnya frustasi.
"Kalau gue nggak bisa milikin Bagas seutuhnya. elo juga gak boleh bahagia bersamanya. Gue akan membuat elo berpisah dengan Bagas." Sera tersenyum menyeringai. Dengan rencana jahat nya itu.
🍄🍄🍄🍄
"Mas. Mau berapa hari keluar kota? Biar aku bantu siapkan perlengkapan nya, " Resty meletakkan bayi nya kembali kedalam box. Setelah selesai memberi nya Asi. Kemudian menghampiri suaminya yang duduk di sofa,
Bagas baru saja pula dari kantor. Dan memberitahu jika dirinya harus keluar kota untuk meninjau anak perusahaan yang tengah mengalami masalah.
Bagas memejamkan kedua matanya. Menikmati pajatan lembut nan menenangkan yang di berikan Resty pda kepala nya. Rasa pening dan lelah langsung menguap begitu tangan lembut sang istri memanjakan nya.
"Nggak lama sayang. Paling lama tiga hari, aduh! mas nggak sanggup rasanya jika berjauhan dengan kalian. Apalah baby Tiara. Rasa nya berat banget meninggalkan nya terlalu lama.
Resty teraenyum mendengar ucapan suaminya itu, " Kan bisa Vidio call. Kapan saja Ayah kangen kita. " Ucap Resty. Tangan nya masih lincah memberi pijatan pada kepala suaminya yang berada di pangkuan nya,
"Kapan mas berangkat nya? "
"Besok lusa sayang. Mas berangkat bersama sopir Kantor saja. Buana akan tinggal, untuk menghandle beberapa pertemuan dengan investor. "
Malam telah beranjak naik. Mengajak semua mahluk untuk merehatkan raga dan pikiran, setelah seharian beraktivitas. Memeras tenaga dan otak.
Bagas menarik tubuh sang istri membawanya kedalam dekapan hangat nya, Mencum puncak kepalanya penuh sayang. Resty dengan senang hati menyusupkan hidung mungil nya pada dada bidang sang belahan jiwa. Menghirup aroma Maskulin milik sang suami.
Entah mengapa. Perasaan sedih itu, tiba-tiba menelusup sanumbarinya. Resty mengalihkan perasaan aneh nya itu dengan Menikmati kehangatan dekapan sang suami dengan memejamkan kedua matanya.
Sudah berusaha memejamkan mata. Namun sulit untuk terhanyut dalam buai mimpi. Resry membuka kedua matanya. Memundurkan tubuh nya dengan perlahan. Memandang seraut wajah tampan dan tenang dalam tidur nya yang pulas.
Resty membelai wajah tampan suaminya. Kemudian mengecup kening nya dalam dan lama. Setelah itu. Resty beranjak dari tempat tidurnya dengan perlahan. Agar tidak menggangu tidur suaminya.
Resty mendatangi Box Baby Tiara. Memandang putri nya dengan lekat. Perlahan tangan nya menyentuh hidung mungil nan menggemaskan itu. Resty mengangkat Baby Tiara dan mengecup keningnya.
Air matanya menetes tanpa sadar. Resty tidak mengerti mengapa dirinya segelisah ini.
" Mutiara Ayunda. Kamu adalah Mutiara Ayah dan Bunda. Bunda nggak tahu. apa yang akan terjadi esok dan lusa. Bunda berharap dimanapun kamu tumbuh dan besar nanti, Mutiara nya Bunda harus menjadi gadis yang baik, Bunda sangat menyayangimu sayang. "
*
Pagi menjelang. Matahari mengintip dengan malu-malu untuk menampakan dirinya, Daun-daun nampak bergoyang saat semilir angin menghembus dengan manja. Meruntuhkan sisa-sisa embun yang membasahi dedaunan.
Resty bangun dengan sedikit pening di kepalanya.
Semalam dirinya sulit untuk memejamkan matanya. Bisa tertidur setelah membawa Baby Tiara untuk tidur bersama dengan sang suami.
Next.....
SABAR YA. MUNGKIN SETELAH INI SATU BAB LAGI KILAS BALIK NYA😁😁😁✌
.
rindu tiara