Karna sebuah kesalah pahaman, Rinjani ChiMa Wardhana memilih memendam cintanya pada sosok Lintang yang seolah menjadi pelangi di hari harinya yang sempat mendung sebab pengkhianatan dari Sang mantan kekasihnya yang dulu..
Lintang yang tak tahu apa-apa dan mendadak di jauhi pun akhirnya menjatuhkan pilihan pada gadis itu.
"Jujur sama Lilin, atau masuk Neraka?"
***********
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Tak pernah ada yang menyangka jika seorang Lintang Rahardian Lee Wijaya yang menggemaskan dari sejak kecil kini terbaring lemas tak berdaya dengan selang infus di tangan kirinya dan selang oksigen di hidungnya, bisa bayangkan jika yang di derita pria tampan itu bukan penyakit biasa.
"Kenapa tak cerita padaku?" tanya Rinjani saat kedua mata Lintang sudah terbuka.
Tak ada siapa pun di ruang rawat inap itu kecuali mereka berdua yang akan menceritakan banyak hal.
"Jangan nangis, Lilin gak suka," ucapnya pelan karna memang kondisinya yang masih sangat lemas.
"Gimana aku gak nangis, Lilin kaya gini dan aku gak tahu," protes Rinjani yang masih terisak sedih, jengkel dan pastinya kasihan.
Ia pikir, setelah bertahun-tahun berpisah dan kini sudah kembali bertemu ia tak akan menitikan air matanya lagi, tapi ternyata luka dan rasa sakit menerima kenyataan lebih menyesakan di banding harus menahan sebuah rindu.
"Tapi sekarang jadi tahu kan?, maaf ya, tapi Lilin janji akan sembuh asal ChiMa gak ninggalin Lilin kecuali--." Lintang menarik napasnya yang berat sebelum ia meneruskan ucapannya barusan.
"Kecuali apa sih?!"
"Kecuali ChiMa yang minta Lilin buat pergi lagi kaya dulu."
"Enggak, aku gak akan lakuin hal bodoh itu lagi. Kita akan sama sama. Aku jamin itu, Lin."
"Beneran?" tanya Lintang sambil tersenyum, siapapun akan tersipu malu saking bahagianya jika mendengar hal tersebut dari orang yang sangat di cintai.
Rinjani hanya mengangguk tapi anggukan itu sangat pasti untuk meyakinkan Lintang jika yang di ucapkan nya barusan tak main-main.
.
.
.
Sedangkan di ruang Dokter, pasangan suami istri yang begitu terlihat sangat khawatir tersebut masih mendengarkan dengan seksama apa yang sedang di jelaskan tentang kondisi putra bungsu mereka.
"Tak ada yang harus di takuti, Tuan muda hanya Shock hingga kerja jantungnya jauh lebih cepat dari biasa," jelas Dokter, tapi itu semua tak membuat wanita yang berstatus sebagai Ibu dari Si pasien menjadi jauh lebih tenang.
"Tapi Lintang sampai pingsan, bagaimana kami tak takut!"
Ayah Keanu yang paham dengan perasaan istrinya hanya bisa menenangkan meski apa yang ia rasakan tak jauh berbeda dari ibu tiga anak itu.
Masalah datang 5 tahun lalu, saat Lintang mulai terlihat tak seperti biasanya. Sakit yang awalnya di sangka karna ia patah hati di tinggal Rinjani ternyata jauh lebih parah dari itu. Nyeri di bagian dada hingga kadang menjalar sampai ke lengan hingga punggung tak jarang membuat ia mual hingga sakit di bagian kepala, rasanya yang pening hanya bisa membuat Lintang diam menikmati sakitnya itu dengan kedua mata terpejam. Keluarga yang tak tinggal diam akhirnya memeriksakan kondisi Lintang saat ia tak sadarkan diri secara tiba-tiba usai main voly bersama kedua kakaknya di halaman samping rumah utama.
Dari sana lah semua tahu penyakit yang di derita Si bungsu. Dunia bagai gelap seketika khususnya bagi orangtua termasuk Sang tuan besar Rahardian. Pria baya itu tak pernah meninggalkan cucunya meski hanya satu detik saat Lintang harus bolak balik ke rumah sakit untuk pengobatan.
Tak aneh memang, karna keluarga besar Rahardian Wijaya pernah merasakan hal yang sama saat Tuan putri kesayangan Appa Reza mengidap penyakit serupa, tapi yang di alami Cahaya jauh lebih parah karna ia mengidap sakit jantung justru dari bayi tak seperti Lintang yang justru saat ia sudah beranjak dewasa.
Segala pengobatan intensif sudah di lakukan meski nyatanya ia belum juga di nyatakan sembuh total terbukti dengan harusnya Lintang minum obat hingga detik ini.
.
.
.
Tak ada ujian yang rasanya nikmat, samua begitu pahit hingga rasanya sulit untuk di telan. Tapi bukan manusia namanya jika tak ada ujian dan ujian itu bisa datang kapan dan apa saja bentuknya termasuk sebuah penyakit. Begitu pula dengan kehidupan, yang ada hanya kata nyaris Sempurna karna yang sempurna tetap milik Sang pemberi Takdir.
Dua hari sudah Lintang di rumah sakit, jika kondisinya sudah jauh lebih baik, esok ataupun lusa pria itu sudah di izinkan untuk pulang.
"Memang sekarang gak boleh?" tanya Lintang pada Bubunnya.
"Tunggu kamu sehat dulu, Sayang." Embun yang gemas dengan rengekan Si Bungsu sampai menangkup wajah Lintang dengan kedua tangannya lalu di ciuminya wajah tampan itu meski sedikit terlihat pucat.
Rinjani yang melihat hal manis tersebut hanya bisa tersenyum, mana bisa ia menyakiti Lintang kalau begitu banyak yang menyayanginya.
"Lilin sembuh, Bun. Kan mau kawin sama ChiMa," ucapnya memohon untuk pulang cepat.
Ya, sesuai janji wanita itu, Rinjani tak beranjak saman sekali dari sisi Lintang mulai dari pertama pria itu tak sadarkan diri.
"Nikah, Lin. Ya ampun!!!" timpal Angkasa yang baru datang 15 menit yang lalu.
Meski sejak kecil tak pernah akur, mereka tetap terlihat manis saat sedang ada yang sakit salah satunya. Bahkan tak jarang Angkasa maupun Fajar ikut merasakan sakit di bagian dada, jika bukan seperti di tekan rasanya justru seperti sedang di cubit oleh tang.
.
.
.
Iya deh iya.. tapi tetep aja abis NIKAH tuh KAWIN...
kek gimana pula tuh gayanya Thor... bleh dicoba gak tuh. 🤣🤣🤣
lama² gak jelas,gak konsisten