"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka
"Ketiduran pak" jawab Mentari asal
"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik
Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
"Suka Pak.. krucuk.. krucuk.. krucuk" bunyi perut mentari membuat mentari seketika memegang perutnya, "lapar, apa bapak brian masih lama?" Sambungnya
"Ohh iya ya, kenapa lama?" Arka pun pikirannya kembali di makanan dan asistennya itu. Ia menoleh ke arah warung tempat Brian beli makanan, "kok gak ada, kemana asisten Brian?" ucap Arka lagi sambil celingak-celinguk mencari keberadaan asisten Brian
Sementara Brian sudah menunggu dari luar sejak Arka dan mentari menikmati sunset. Brian tidak mau mengganggu kebersamaan bos dan calon istrinya itu, dia lebih memilih menunggu diluar sampai mereka selesai menikmati sunset.
Mentari sudah tidak tahan lagi dengan rasa lapar yang ia alami, ia mulai sakit perut karena terlalu lama menahan lapar. Mentari mulai memegang perutnya kembali dengan keringat dingin yang sudah keluar dari dahinya
"Pak, apa ada obat sakit perut?" Tanya Mentari yang sudah meringkuk diatas tempat duduknya
Arka mulai panik dan Brian langsung mengetuk kaca mobil. Arka membuka kunci mobil lalu Brian masuk dengan cepat.
"Nona ini makanannya" ucap Brian ikut panik setelah melihat Mentari kesakitan
"Kamu dari mana saja, dari tadi Mentari menunggu" marah Arka pada Brian
"Sudah-sudah, mana makanannya?" Mentari memberhentikan arka lalu ia tanyakan makanan kepada Brian
Brian dengan cepat memberikan kotak makan kepada Mentari. Mentari menerimanya dan membuka kotak makan itu namun untuk menyuapkan makanan kedalam mulutnya sudah tidak bertenaga
Arka menyuruh Brian membawa mobil menuju RS terdekat. Sedangkan Arka sudah mengambil alih kotak makan dan sendok ditangan Mentari
"A a a a.." ucap Arka menyuruh mentari untuk buka mulut
Mentari melihat Arka seperti itu dengan posisi yang sudah duduk kembali sambil bersandar dikursi mobil, ia hanya diam tanpa respon sedikit pun
"Ayo, makan" ucap Arka lagi sedangkan Mentari hanya melihat Arka dengan diam
Arka bingung dengan mentari yang diam, "perut kamu masih sakit?" Tanya Arka lagi
Sedangkan Brian hanya memantau lewat kaca spion depan. Brian senang melihat Arka perhatian kepada Mentari bukan debat setiap bertemu
"Mentari Ayu Lestari Algantara, apa perut kamu masih sakit?" Tanya Arka lagi
Mentari geleng kepala, "terus kenapa diam?" Tanya Arka lagi
Mentari menunduk lalu ia menyeka air matanya, Arka semakin bingung menghadapi Mentari.
"Brian, apa yang harus aku lakukan?" Tanya Arka kepada Brian bingung
"Mungkin nona sakit perut" terka Brian asal
"Makanya bawa mobil dengan cepat" tegur Arka, tapi selama ini berpesan kalau ada mentari maka membawa mobil harus pelan dan hati-hati
"Tapi pak.." ucap Brian lagi
"Ssstttt.. kalian ribut bangat" Mentari menatap Arka dan Brian dengan sudut mata tidak suka
Arka dan Brian langsung diam. Brian kembali membawa mobil sedangkan Arka masih setia dengan sendok yang ia pegang menunggu Mentari membuka mulut agar bisa menyuapinya
"Mentari, ini sudah malam loh.. bundamu pasti khawatir, makan dulu" bujuk Arka lagi
"Makanya antar aku sampai dalam rumah supaya gak dimarahin" jawab Mentari setelah lama diam
"Iya, tapi makan dulu" bujuk Arka lagi
Semua momen itu disaksikan secara live oleh Brian yang membuat Brian ingin cepat mencari istri juga.
"Brian fokus bawa mobil" tegur Arka yang membuat Brian mengangguk
"iya pak" jawab asisten Brian dengan cepat
Mentari menyodorkan tangannya meminta kotak makan tersebut, sedangkan Arka yang masih memegang kotak tersebut bingung dengan tangan Mentari itu
"Kenapa, mau dipangku?" Tanya Arka yang membuat muka Mentari merah seketika karena malu
Brian yang mendengar itu hanya mengulum senyum karena baru kali ini mendengar bosnya berkata seperti itu.
"Kotak makan, mau makan sendiri.." ujar Mentari lagi
"Duduk santai bersandar senyaman mungkin lalu buka mulut nanti aku yang suapin, coba hidupmu jangan dibuat susah" ucap Arka melebihi ibu-ibu komplek membuat mentari hanya menganga kaget karena selama ini arka hanya bicara seperlunya
"nanti masuk lalat" tegur Arka lagi yang membuat Mentari dengan cepat menutup mulutnya pakai tangan
"bikin malu aja ini pak Arka, untung hanya asisten Brian disini" batin Mentari
"Baik pak" Mentari mengalah.. "bapak Brian cepat dikit bawa mobil, tulang ekor aku sudah sakit nih terlalu lama duduk dalam mobil" sambung Mentari dengan jujur
Brian menancap gas setelah mendengar ucapan Mentari. Brian fokus menyetir sampai depan rumah Mentari. Brian klakson tanda mobil mau masuk, pak ucup pun dengan cepat membuka gerbang
Mobil Arka masuk dihalaman rumah dan berhenti. Mentari dan Arka keluar dari mobil lalu menuju rumah sedangkan Brian menunggu dalam mobil.
Arka dan Mentari memberi salam lalu masuk dalam rumah.
Ibu anita selaku ibu mentari bernapas lega setelah melihat Arka dan mentari sudah pulang
"Kalau keluar kabarin dong, supaya bunda gak khawatir" ucapnya dengan lembut
"Iya bu, maaf ya bu" jawab Arka dengan sopan
"Iya bun, maaf ya.. lain kali kalau mentari keluar nanti aku kabarin bunda" timpalnya sembari ia senyum
Arka berbincang dengan ibu Anita sedangkan Mentari pamit untuk kekamar mengingat waktu sudah malam.
"Bu, Arka pamit ya sudah malam" ucap Arka
"Iya nak, hati-hati ya" jawab ibu Anita
Arka bangkit dari tempat duduknya lalu ia cium tangan dan pergi, belum sampai pintu utama ibu Anita kepikiran kalau pernikahan mereka dipercepat jadi Minggu depan
"Nak Arka, tunggu sebentar" ucap ibu anita dengan berjalan cepat menghampiri Arka
"Iya bu" jawab Arka lalu ia balik kebelakang dimana ibu anita berada
"Gini.. bunda dan ibu kamu sudah ketemu dan keputusan kami, kamu dan Mentari akan melangsungkan akad nikah Jum'at ini" ibu Anita memberitahu Arka
Arka yang mendengar itu senang karena itu yang ia tunggu-tunggu.
Berbeda dengan Mentari yang mendengar itu langsung menghampiri ibunya dan Arka
"Itu bukan kecepatan?" Tanya Mentari tiba-tiba yang sudah berada diantara mereka
"Iya bu, Arka paham" jawab Arka lalu melirik Mentari sekilas lalu ia pergi
Ibu anita kembali diruang tengah yang diikuti oleh Mentari. Ibu Anita duduk begitupun dengan Mentari, ibu Anita kembali berdiri dan Mentari ikut berdiri. Ibu Anita tersenyum lucu dengan tingkah putrinya itu
"Sayang, kamu itu akan segera menikah.. jadi bersikaplah dewasa" ucap lembut ibu anita dengan menatap putrinya itu
"Bunda, itu kecepatan.. mana pak Arka itu dingin orangnya" jawab Mentari sambil membanting dirinya diatas sofa
"Dingin tapi baik kan?" Tanya Aldi sambil menaik turunkan alisnya menggoda adiknya itu
"Baik dari mana, dia terlalu protektif. Gak bisa kita bergerak sedikit" kesal Mentari kalau membayangkan wajah Arka
"Bunda, aku pamit kekamar dulu ya" ucap Aldi
Mentari melihat kakaknya pergi "iihhh selesai bertanya langsung pergi.. bunda aku kekamar istrahat" ucap Mentari kepada ibunya itu
"Kita makan dulu baru istrahat, papa juga masih dalam perjalanan pulang" ujar ibu anita lagi
"Aku sudah makan bunda, tadi Pak Arka yang belikan dipinggir jalan" jawab Mentari
Ibu anita mendengar mentari membeli makanan dipinggir jalan langsung menghampirinya cepat
"Sayang, kamu jangan makan sembarang tempat,.nanti kamu sakit" larang ibu Anita
"Iya bunda" mentari menjawab dengan lembut lalu ia pergi menuju kamar
Ibu Anita melihat putrinya dan Arka yang santai dengan pernikahan mereka, membuat ibu Anita itu geleng kepala heran
"Dulu mau menikah dengan papa, pusing setengah mati tanyakan inilah itulah.. sekarang diuruskan masih juga protes, gak tau deh anak zaman sekarang" ucap ibu anita seorang diri lalu ia kemeja makan.
Makan malam keluarga Algantara dipenuhi oleh tawa karena melihat makan malam kali ini yang sedikit aneh dari biasanya, ibu Anita lupa masak nasi sehingga diatas meja hanya ada lauk pauk
"Bunda, jadi menu malam ini tanpa nasi?" Tanya Aldi sambil menunjuk menu yang tersaji diatas meja
"Hehehe.. bunda lupa masak nasi, gimana caranya ya?" Tanya ibu anita sambil memikirkan cara untuk pesan makanan
"Kenapa bun?" Tanya Aldi lagi melihat ibunya diam namun berpikir
"Ibu suruh Arka untuk bawakan nasi" ujar ibu anita lagi..
"sayang, telfon Arka bawakan nasi" sambung ibu Anita sambil jalan menuju kamar anaknya itu
Mentari yang lagi telfon dengan Rionaldo, mendengar suara ibunya memanggilnya ia langsung keluar kamar tanpa mematikan sambungan telefon
"Sayang, coba telfon arka bawakan nasi.. bunda lupa masak nasi" ulang ibu anita kepada putrinya itu
"Bunda, malu-maluin minta nasi sama orang lain" jawab Mentari lagi dan kemudian melanjutkan telfonnya dengan Rionaldo
📞"Maaf ya Ri, tadi bilang apa?" Tanya Mentari diseberang telepon
Rionaldo kembali menyusun kata-katanya dengan mengambil keputusan yang bulat dengan memberanikan diri
📞 "Mentari, boleh gak besok kita ketemu?, Aku ingin membicarakan masalah kita" ucap Rionaldo
📞"Masalah apa?, Aku gak ada masalah dengan kamu Ri" ucap Mentari dengan menekan kata-katanya yang membuat Rionaldo ketawa diseberang telfon
Ibu Anita menyaksikan itu semua, Anita tidak ingin putrinya masih berhubungan dengan laki-laki lain meskipun itu hanya sebatas sahabat
"Sayang, Jum'at depan undang temanmu " ucap ibu anita, "ingat, minta Arka bawakan nasi, bunda ingin lihat kesungguhannya" sambungnya lalu ia pergi
Mentari kembali dalam kamar, ia kadang bingung dengan ibunya. Mentari duduk diatas tempat tidur dengan mendengus sehingga Rionaldo mendengar suara dengusan mentari itu
📞"Ri besok kita ketemu, aku mau bicara. Sudah dulu ya, mau telfon Arka dulu" ucap mentari
📞"Ehhh tunggu dulu.. Arka siapa?" Tanya Rionaldo penasaran
📞"Pak Arka Ri.. sudah dulu ya.. kalau besok gak sempat ketemu, saya harap jum'at datang ya dirumah"
📞"Gak jelas bangat jadi orang.. hahaha"
📞"Hehehe..maaf ya"
Rionaldo bingung mendengar ucapan Mentari
📞"maaf untuk apa?"
📞"Untuk semuanya"
📞"Sudah, jangan buat aku deg degkan.. assalamualaikum" ucap Rionaldo lalu mematikan telepon
"Wa'alaikumussalam, maaf Ri... Maaf untuk semuanya" ujar Mentari seorang diri lalu ia kembali mencari kontak Arka diponselnya
✉️ "Assalamualaikum pak, bunda menyuruhmu bawa nasi" pesan Mentari to the point
✉️"Wa'alaikumussalam, haaa.. untuk apa?"
✉️"Gak tau, bunda yang suruh"
✉️ "Oke, 5 menit" ucap arka lalu ia mengirim pesan kepada Brian untuk mengantar makan dirumah Mentari dalam waktu 5 menit harus sudah disana
Arka melihat layar ponselnya itu sembari berkata "cuek" lirih Arka lalu menelfon Brian
📞"Bagaimana Brian?" Tanya Arka
📞"Sudah pak, pesanan bapak sudah sampai ditujuan" jawab Brian
📞"Oke, terima kasih Brian" ucap Arka lagi
📞"Sama-sama pak" jawab Brian lalu mengakhiri telfon
Arka istrahat dengan tenang begitupun dengan Mentari setelah ibunya memberitahu kalau nasi dari Arka sudah sampai dan mereka sedang menikmatinya sekarang
Mentari tidak ingin chat Arka dengan waktu yang sudah menunjukkan 10 malam tapi sangat tidak sopan untuk tidak berterima kasih
"Harus berterima kasih atau tidak" ucap Mentari seorang diri.
Mentari menimbang-nimbang antara mau ucapkan terima kasih atau tidak. Mentari berpikir "chat saja lagian tidak menggangu" batin Mentari lalu ia mengirim pesan
✉️"Terima kasih pak" pesan Mentari
Arka yang sudah tidur karena kecapean seharian sehingga ponselnya bergetar ada pesan masuk ia tidak tau, sedangkan Mentari menunggu balasan pesan dari Arka yang tidak kunjung dibalas maka ia memutuskan untuk tidur.
...**SEMOGA SUKA ❤️...
...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...
.......
.......
...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...
...👇...
...KOMEN, LIKE DAN VOTE...
...TERIMA KASIH 🙏**...