Cakrawala, itulah namanya yang memiliki arti alam semesta.
Cakrawala yang memiliki sifat receh, mudah tersenyum dan ramah yang membuat dia di sukai, tapi berbeda dengan Mentari sang murid pindahan.
Cakra merupakan ketua genk yang bernama Semesta.
Mentari anak pindahan yang sekarang menjadi kutu buku karena hukuman dari orang tuanya. Karna dulunya mentari adalah seorang bad girl.
"Seberapa pun lu menjauh dari gue, lu pasti bakal ketemu sama gue mentari. Karena cakrawala dan mentari tidak boleh berpisah"
RADITYA GAVIN CAKRAWALA
"Kemanapun gue pergi, yang menyambut dan melihat gue adalah cakrawala. Sesuai dengan nama lu, lu adalah alam semesta yang selalu pertama kali melihat dan menyambut gue saat datang"
FREDELLE ANGELINA YARA MENTARI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
"Ayo masuk"ujar kanza mempersilahkan mereka masuk ke dalam. Kanza membuka pintunya dan terkejut melihat mamanya sedang duduk sendirian di sofanya. Kanza dengan segera menghampiri mamanya "Mama kok di luar?"tanya kanza dengan lembut.
"Mama bosan di kamar trus"ujar mama kanza yang bernama Devi. Devi melihat cakra, fathan, indra dan mentari "Kalian juga disini? Ayo masuk nak"ujar devi sambil tersenyum. Mereka ber empat langsung masuk dan salim ke devi. Pas mentari yang salim, devi mengelus rambut mentari "Kak, ini pacar kamu?"tanya devi yang membuat cakra mendelik.
"Bukan ma. Dia pacarnya si cakra"ujar kanza yang membuat devi agak kecewa. Mentari yang melihat ekspresi devi langsung tersenyum "Tante boleh kok menganggap mentari sebagai anak tante"ujar mentari dan langsung di peluk oleh devi.
"Makasih ya nak. Tante dari dulu mau punya anak perempuan. Biar di ajak ngobrol sama masak. Kalau si kanza mah yang ada berantakin dapur"ujar devi sambil melepaskan pelukannya. Kanza menggeleng ke arah sahabatnya. Cakra, fathan dan indra cekikikan.
"Aduh kasihan. Aibmu di sebar oleh mamanya sendiri"ujar indra sembari mengejek kanza. Kanza mengancungkan jari tengahnya ke arah indra.
"Kamu jangan manggil tante lagi. Sekarang panggil mama aja ya. Semuanya juga. Jangan panggil tante lagi"ujar devi. Semuanya mengangguk. Mentari pun duduk di sebelah cakra.
"Kak jangan berdiri trus dong. Kamu ambilin mereka minum"ujar devi menyuruh kanza. Kanza langsung ke dapur. Mentari berdiri "Mentari ikuttt"ujar mentari sambil berlari kecil menyusul kanza.
"Ngapain lu ikut?"tanya kanza sambil mengambil gelas. Mentari ikut mengambil gelas "Emang gak boleh?"tanya mentari balik.
Kanza menatap mentari "Kalau gue nanya, jangan nanya balik lagi"ujar kanza.
"Bodo amat"ucap mentari. Kanza menghela napasnya "Terserah".
"Tadi lu ngomong sama siapa?"tanya mentari yang sambil mengaduk teh nya.
"Kapan? Dimana?"tanya kanza menatap mentari.
"Di supermarket"
"Ohh cewek itu. Tadi dia minta no gue"
"Trus lu kasih?"
"Gak usah kepo"
Mentari mencebikkan bibirnya "Jahat amat sih"ujar mentari sambil keluar dengan menghentak hentakkan kakinya. Kanza menganga melihat mentari "Perasaan, gue gak ada salah dah"gumam kanza dan langsung keluar dengan minuman di tangannya.
Mentari menaruh minumannya di meja dan langsung duduk di samping cakra. Cakra yang sedang mengobrol ngobrol langsung menatap mentari "Lahh tu wajah kok kayak kesal gitu?"tanya cakra yang membuat semua menatap mentari.
Mentari bersedekap dada dan menatap kanza yang sedang membawa minuman di tangannya. Cakra yang melihat mentari menatap kanza langsung ngerti "Lu di apain sama si kanza?"tanya cakra. Semua menoleh ke arah kanza.
"Kak, kamu apain mentari?"tanya devi. Kanza menaruh minumannya "Gak aku apain. Dia aja yang baperan"ujar kanza. Mentari mendelik dan langsung memeluk cakra dari samping. Mentari menyembunyikan wajahnya di dada bidang cakra. Cakra menatap kanza dengan tajam "Cewek gampang baperan itu berarti punya perasaan. Lu kok bodoh sih"jengkel cakra.
"Iyaiya gue salah"ujar kanza sambil duduk di samping devi.
"Nah hayo mentarinya ngambek"ujar indra sambil tertawa pelan.
"Lu gak usah ikut ikutan"jengkel kanza. Indra menutup mulutnya tapi ia masih tertawa.
Puk
Fathan menepuk punggung indra sampai sampai indra meringis. Fathan menatap indra sambil tersenyum di paksakan "Gak usah buat suasana berubah"geram fathan. Indra mengangguk.
Devi menyenggol lengan kanza. Kanza menoleh dan devi mengkode dengan matanya agar kanza mendekati mentari. Kanza menghela nafasnya dan langsung menghampiri mentari yang sedang memeluk cakra.
"Mentari"panggil kanza sambil menepuk nepuk tangan mentari dengan pelan. Cakra mengelus rambut mentari "Heii. Kamu di panggil. Ayo bangun"ujar cakra dengan lembut.
Mentari langsung melonggarkan pelukannya dan menatap kanza "Apa?"tanya mentari dengan ketus.
"Maaf-"
"Gak usah"potong mentari dengan cepat. Kanza menghela nafasnya "Gak usah ketus gitu dong cantik. Nanti senyum lu kek buah asam"ujar kanza sambil tersenyum. Mentari menatap kanza dengan jijik "Lu gak cocok bilang kek gitu"ujar mentari dan yang lain langsung tertawa. Kanza mengacak rambutnya dengan kasar dan kembali duduk dengan wajah cemberut.
"Makanya nyari cewek kak"ujar devi sambil tertawa.
"Gak mau. Punya pacar itu susah"ujar kanza sambil menyenderkan kepalanya.
"Bilang aja gak laku"ucap indra yang langsung di ancungi jempol oleh cakra dan mentari.
"Gini gini fans gue banyak ya. Tapi belum ada yang pas di hati gue. Eh ada satu"ujar kanza yang membuat semuanya menatap kanza dengan serius.
"Siapa?"tanya fathan.
"Regina?"tanya indra dengan cepat. Semua menoleh ke arah indra. Devi mengerutkan dahinya "Siapa regina kak?"tanya devi ke kanza. Kanza langsung melempar bantalnya ke muka indra "Sembarangan lu! Ya kali gue suka sama cewek gila!"jengkel kanza. Indra menatap kanza dengan remeh "Awas nanti jatuh cinta"ujar indra.
"Gak akan!".
"Jadi lu suka sama siapa?"tanya mentari. Kanza menatap mentari "Lu sendiri"ujar kanza. Semua terkejut bahkan cakra sampai berdiri "Jangan becanda za! Dia pacar gue!"ujar cakra yang hampir menghampiri kanza untung saja mentari langsung menarik tangan cakra.
Kanza tertawa keras karena berhasil mengelabui sahabatnya "Gue becanda cak. Ya kali gue suka sama pacar lu. Lagi pula gue gak suka cewek cengeng seperti mentari"ujar kanza. Mentari menatap kanza dengan tajam "Lu bilang gue cengeng?! Lu kok ngeselin amat sih!"jengkel mentari. Kanza mengangguk "Ya kan emang benar"ujar kanza.
"Nanti ada saatnya sifat cengeng gue hilang. Nanti lu gak usah ngemis ngemis sama gue untuk cengeng lagi"ujar mentari sambil bersedekap dada.
"Gak bakal..."
"Udah udah kalian selalu aja debat. Jadi gak belajarnya?"tanya fathan yang sedikit kesal karena kanza dan mentari berdebat.
"Mana caturnya?"tanya mentari dengan ketus. Kanza berdiri dan pergi ke kamarnya untuk mengambil caturnya. Kanza meletakkan caturnya di meja dan langsung di bukanya. Mentari dengan cepat menyusun caturnya. Semuanya menatap catur dengan serius bahkan devi pun ikut. Cakra mengelus rambut mentari "Fokus yang. Lu harus bisa kalahin kanza. Kalau lu bisa kalahin kanza, otomatis lu bisa kalahin regina di pertandingan nanti"bisik cakra di telinga mentari. Mentari mengangguk.
"Jalan!"ujar kanza mempersilahkan mentari jalan duluan. Mentari pun mengangguk dan menjalankan pionnya ke depan.
45 menit kemudian~~~~
Tak
Kanza menyerang raja mentari "Skak"ujar kanza. Mentari langsung memindahkan rajanya ke samping. Mata mentari melotot "Kenapa gak gue makan ratunya sih. Bodoh amat sihh lu"batin mentari yang baru sadar ratu kanza menjadi umpan peluncurnya. Kanza tersenyum miring dan memindahkan ratunya. Mentari mendesah pelan karena kanza tau mentari sedari tadi menatap ratu kanza.
Mentari kembali fokus untuk melihat taktik kanza. Mentari memajukan bentengnya. Kanza menggeleng dan langsung memakan benteng mentari dengan peluncurnya "Skak"ujar kanza. Mentari tersenyum miring. Mentari langsung memakan peluncur kanza dengan kudanya.
Kanza memajukan pionnya karena tempat untuk raja terlalu sempit. Mentari bersorak dalam hatinya. Mentari memajukan kudanya "Skak-ster"ujar mentari. Kanza terkejut bahkan semuanya terkejut. Kanza menetralkan ekspresi terkejutnya dan kembali fokus.
"Gue gak rela kalau ratunya di makan"batin kanza yang masih fokus. Kanza baru sadar ternyata kuda milik mentari menjadi sasaran empuk bagi peluncurnya. Kanza langsung memakan kuda mentari dan menatap mentari sambil tersenyum miring.
Mentari mengacak rambutnya dengan kasar "Bodoh bodoh!"umpat mentari dalam hatinya.
"Ayo jalan yang. Lu pasti bisa. Dikit lagi lu bisa"ujar cakra memberi semangat.
Mentari mengangguk dan kembali fokus. Mentari membuat taktik agar raja kanza kena skak mat. Mentari mengangguk dan memakan pion kanza. Kanza memindahkan ratunya ke belakang.
"Masuk!"batin mentari dengan senang.
Tak
Mentari memajukan bentengnya. Kanza memajukan kudanya "Skak"ujar kanza. Mentari pun memindahkan rajanya ke belakang.
Tak
Kanza kembali menyerang ratu a.k.a perdana menteri mentari "Ster"ujar kanza. Dengan berat hati, mentari harus memindahkan ratunya agak jauh ke belakang karena gak mungkin dia pindah ke samping kanan, kiri atau depan.
"Skak"ujar mentari dengan agak ragu. Kanza memindahkan rajanya ke samping kiri tapi langsung di ambil kembali oleh kanza karena ada kuda di depannya. Kanza memindahkan ke samping kanan tapi ada ratu di depannya.
Mentari terkejut bahkan ia sampai menutup mulutnya karena percaya "Ss-skak mat!"ujar mentari dan kanza mengangguk. Yang lainnya ikut terkejut.
"GUE MENANGGGG!!!!"teriak mentari dengan senang dan langsung memeluk cakra dengan erat. Cakra membalas pelukan mentari "Selamat yang. Gue tau lu bisa"ujar cakra dengan lembut. Mentari melepaskan pelukannya.
"Selamat tar. Lu orang yang pertama ngalahin gue"ujar kanza sambil tersenyum.
"Makasih ya za udah ngajarin gue. Gue akan belajar lagi"ujar mentari sambil memeluk kanza. Kanza terdiam tanpa membalas pelukan mentari.
Devi yang melihat mentari sangat bahagia ikut tersenyum "Selamat ya nak. Mama ikut bahagia"ujar devi dan mentari mengangguk. Ia masih belum percaya kalau dirinya bisa mengalahkan kanza.
walau awal ny bingung alur cerita nya Giman cuma seru kalo d baca...
ngalir aja asik pokok nya