Chesa yang terpaksa menikah kerena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan seorang tuan muda dimana mamanya bekerja sebagai asisten dari Tuan besar Mahesswara.
hidup Abraham penuh misteri di mata Chesa, begitu pun orang-orang disekitar Abraham yang seakan menyembunyikan siapa Abra! Mampukah Chesa menerima keadaan tuan muda Abraham tersebut?
dan bagaimana kisah cinta dan kehidupan Chesa setelah hidup bersama dengan nya?
Apa misteri di balik tuan muda Abraham?
@novel callback 😁😁🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana musuh 2
"Maaf!" kata Abra yang menjatuhkan sendok makan di tangannya.
"Kenapa Abra? apa kau tidak enak badan? apa perlu kita panggil dokter?kamu pucat Abra!" kata Chesa yang langsung berdiri dari duduknya dan memengang dahi Abra yang terus menatapnya. Abra mengambil tangan Chesa dari dahinya dan tanpa mempedulikan dua orang lain disana, Abra memeluk pinggang Chesa erat. Rian menatap sendu sahabatnya itu, dia tau apa yang dirasakan Abra, pertanyaan Rian memang sengaja dia lontarkan pada Chesa, menurut dia Chesa harus tau siapa Abra, dan semua kekurangan Abra tentunya agar suatu saat nanti bila Chesa tau dia tak akan meninggalkan Abra dan Abra tak akan pernah terluka.
Namun melihat reaksi Chesa rasanya Rian mulai ragu untuk memberitahu keadaan Abra.
Saat menjadi sosok Abra, dia memang lelaki yang lemah walaupun dia terlihat sangat dingin dan kadang kala ramah di depan semua karyawannya. Sosok Pram sebenarnya yang lebih membuat Rian tenang, namun dalam dunia bisnis Pram sedikit bar-bar dan bisa membuat image keluarga Mahesswara hancur di tangan Pram, Rian tak pernah menginginkan itu, baginya keluarga Mahesswara adalah segalanya bagi dirinya saat ini.
"Kita istirahat aja di kamar ya?!" kata Chesa lembut, Abra hanya diam, terngiang kata-kata Chesa yang mengatakan lebih baik menjauhi temen yang memiliki kepribadian ganda, teman? lalu bagaimana kalo suaminya sendiri punya alter ego? atau sisi lain di dalam satu tubuh? apa Chesa akan dengan mudah menjauhi dirinya? entah mengapa dia tiba-tiba merasa takut, dia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Chesa.
"auuuhh sakit Abra!! lepaskan!" ucap Chesa karena pinggang nya ditekan terlalu keras.
Rian dan Andi yang melihat gelagat tak baik dari Abra mulai terlihat panik.
"Abra!! lepaskan!!" pekik Chesa
"Gak!! aku gak akan melepaskan kamu Chesa!! gak akan! gak akan!!'" ucap Abra dengan suara yang semakin meninggi.
Rian berdiri dari kursinya dan mulai melepaskan tangan Abra di pinggang Chesa, karena melihat Chesa yang mulai terlihat kesakitan.
"Abra!! lepaskan!!" ucap Rian sambil mencoba melepaskan dekapan tangan Abra di pinggang Chesa, bukannya terlepas Abra malah semakin menekannya.
"Jangan!!! jangan lepaskan aku Chesa!!! gak!! kamu gak boleh melepaskan aku!!!" teriak Abra.
"auuhhh......" Chesa menjerit kesakitan.
"Andi!! bantu!!" teriak Rian
"Abraham lepas!! kamu menyakiti Chesa!!!" teriak Rian, Ajaibnya Abra melonggarkan pelukannya mendengar bahwa dia menyakiti Chesa istrinya. Chesa melepaskan diri dari Abra, dia terlihat ketakutan melihat apa yang baru saja Abra lakukan.Rian binggung harus bagaimana, bagaimana kalo Chesa berpikir macam-macam tentang Abra.
Abraham duduk dengan tatapan kosong, melihat itu hati Rian sungguh tercubit! trauma masa lalu membuat Abra mengalami sakit seperti ini, sakit bukan fisik! walaupun tak masuk dalam katagori depresi namun nyatanya tuan muda Abraham tak seperti tuan muda yang sempurna seperti gambaran di novel-novel favorit anak muda jaman sekarang, cacat mental yang di alaminya membuat seorang tuan muda Abraham tak sempurna.
"Tolong peluk dia Sa!" ucap rian lirih, Andi hanya bisa menyaksikan adegan di depan matanya, adegan ketakutan Abra akan kehilangan istrinya, adegan ketakutan Chesa pada suaminya bahkan adegan seorang sahabat tanpa pamrih seperti Rian! Andi begitu mengagumi sosok Rian yang tak kenal lelah mendampingi Abra, itupun yang membuat Andi ingin melakukan hal yang sama seperti Rian.
Chesa tersadar dari lamunannya, dia segera memeluk Abra di hadapannya, Abra mendongak ke atas menyadarkan diri dari tatapan kosongnya kemudian melihat Chesa yang sedang memeluknya dan tersenyum kecil padanya.
"Aku sayang dan cinta sama kamu Sa!" ucap Abra lirih.
"Aku tahu.....!" jawab Chesa
**************
"Hallo nona Chesa? apa anda jadi ke apartemen saya?" tanya Inggrid lembut di telepon.
"Tentu saja nyonya, saya sedang di restoran sekarang dan bersiap-siap! dan juga saya akan membawa beberapa makanan ke sana!" saut Chesa
"Baiklah terimakasih kasih, nanti saya telpon lagi!"
"Nyonya tolong share lok aja, baterai ponselnya akan habis nanti tak bisa menghubungi anda nyonya!"
"Baiklah!" sambungan telepon terputus.
"Kamu pergi sekarang?" kata Kinan sahabatnya.
"Iya aku sudah janji padanya!'"
"Kenapa di apartemen sih?"
"Dia sedang tak bisa keluar Kinan,jangan suudzon ah!"
kata Chesa yang sudah mengemasi semua barang yang akan di bawa ke apartemen Inggrid.
"Iya..iya...gak suudzon!! eh bentar ya ada telpon masuk!" kata Kinan.
Beberapa saat berlalu, Inggrid dengan semangat ingin membuka pintu apartemen nya karena sudah berulang kali berbunyi.
"Umpan masuk kandang'" gumam Inggrid.
Ceklek..... suara pintu terbuka
"Selamat siang nyonya Inggrid!".....
Inggrid tersenyum tipis dan setelah tamunya masuk, di belakang yang tamu senyum seringai muncul di bibirnya.
bersambung
genderang drumm..bertalu..
jantung berpacu..
sensasi manisnya..yg memabukan..
kayayakkkkkssss...permen lolipop..
😉😆🤣😂😆😅😄😄
nek dicaplok wong.. mampus lu..
🤣😂😁😀
ya thor..ya..
🤣😂😆😅😄😃
tp kau nasehatin sahabatmu..
kau tak bs move on jg..
dasar..😐🤨😐🤨