Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 Gerakan yang memukau
Yerin terpaku masih terpaku di lantai dansa, matanya mengerjap tak percaya menatap sosok yang berdiri tegap di hadapannya.
'Apa aku berhalusinasi melihat Yo-han disini?' batinnya lirih.
Yerin mengulurkan jemarinya untuk memastikan, dan seketika matanya melebar ketika menyentuh tangan pria itu.
Genggaman tangan itu rasa hangat dan menenangkan, sangat kontras dengan cengkeraman dingin dan kasar milik Minhyuk beberapa saat lalu.
Dengan satu tarikan lembut namun mantap, Yo-han membantu Yerin berdiri. Yerin menatap pria itu dengan sejuta kebingungan yang berkecamuk di dadanya.
"Kau... kenapa kau bisa ada di sini?" bisik Yerin, nyaris tak terdengar di antara musik orkestra yang kembali mengalun.
Yo-han menyunggingkan senyum tipis yang begitu menawan, menyembunyikan sisi misteriusnya dengan sangat rapi.
"Aku adalah salah satu tamu undangan. Karena itu aku disini," jawasb Yo-han.
Yerin tidak tahu pria ini sedang membual atau serius mengingat latar belakangnya yang rumit. Namun, sebelum ia sempat mencerna situasi, Yo-han sedikit membungkuk hormat dan kembali mengulurkan tangan kanannya dengan anggun.
"Karena musiknya sudah kembali, maukah kau berdansa denganku, Nona Seo?"
Yerin sempat ragu sejenak. Namun, saat melirik ke samping, ia menangkap basah ekspresi Yoon Hyeri yang melotot syok serta kekesalan Cha Minhyuk karena harga dirinya diinjak-injak di depan umum.
Melihat itu, sudut bibir Yerin terangkat. Karena api sudah terlanjur membara, mengapa tidak sekalian saja menyiram bensin ke dalamnya?
Yerin akhirnya meletakkan tangannya di atas telapak tangan Yo-han. "Dengan senang hati," jawabnya disusul senyuman Yo-han.
Begitu mereka bergerak, seluruh pasang mata di aula seolah tersedot ke arah mereka. Gerakan Yo-han sangat lembut, menuntun Yerin membelah lantai dansa dengan harmoni yang sempurna.
Mereka berputar, melangkah, dan bergeser seolah-olah mereka adalah pasangan yang sudah berlatih bersama selama bertahun-tahun, padahal ini adalah kali pertama tubuh mereka saling menyatu dalam ritme dansa.
Pandangan Yo-han mengunci mata Yerin sepenuhnya, memancarkan keseriusan yang sarat akan kelembutan hingga membuat Yerin mendadak melupakan rasa takut dari kilas balik masa lalunya.
"Kau tersipu," ucap Yo-han tiba-tiba, suaranya yang berat memecah keheningan di antara mereka.
Yerin tersentak, baru menyadari bahwa pipinya terasa panas. Ia berdeham kecil, mencoba mencari alibi. "Aku... aku hanya sedikit kagum. Gerakanmu sangat mahir seolah-olah kau sering berdansa dengan banyak wanita di pesta seperti ini."
Yo-han terkekeh rendah. "Ini adalah pertama kalinya aku berdansa dengan seorang gadis. Selama ini, aku hanya sering berdiri di sudut dan melihat orang-orang berdansa di pesta membosankan seperti ini. Tidak kusangka, ternyata mempraktikkannya jauh lebih mudah dari yang dibayangkan."
"Kau bisa semahir ini hanya dengan melihat orang lain? Itu agak tidak masuk akal, tapi mengagumkan."
Yo-han tidak membalas dengan kata-kata. Ia justru menggeser posisi tangannya di pinggang Yerin, menarik tubuh wanita itu sedikit lebih dekat ke dalam dekapannya.
Pelukan itu erat, tapi tidak mengekang. Untuk pertama kalinya malam itu, Yerin tidak merasa terpojok
Yo-han kemudian sedikit menundukkan kepalanya lalu berbisik tepat di dekat telinga Yerin hingga napas hangatnya terasa di kulit lehernya.
"Sepertinya banyak orang mulai tidak nyaman melihat kita."
Yerin mengikuti arah pandang Yo-han. Benar saja, para politikus dan pebisnis muda menatap Yo-han dengan rasa minder sementara para wanita menatap Yerin dengan kecemburuan yang membara.
Dan yang paling memuaskan, Cha Minhyuk yang berdiri mematung di tepi lantai dansa sambil meremas gelas sampanyenya hingga tangannya gemetar menahan amarah yang siap meledak kapan saja.
Yo-han kembali menatap mata biru Yerin yang indah, kilat jenaka muncul di matanya yang dalam. "Kau ingin membuat mereka semua semakin iri?"
Yerin menantang balik tatapan itu dengan senyuman penuh rencana yang mulai kembali ke wajah cantiknya. "Kau bisa melakukannya?"
"Itu mudah."
Yo-han mempererat dekapannya di pinggang Yerin, membawa mereka berputar dalam gerakan waltz yang semakin megah.
Orkestra terasa semakin menyatu dengan suasana romansa antara mereka berdua. Tempo musik waltz semakin memuncak dan berpacu dengan detak jantung mereka yang kian menggila.
Yo-han membawa Yerin berputar dalam pusaran gerakan yang begitu presisi dan megah. Butiran keringat tipis mulai menetes di pelipis mereka, namun alih-alih tampak lelah, wajah keduanya justru dihiasi senyuman puas yang penuh kemenangan.
JENG!
Irama orkestra ditutup dengan satu ketukan megah. Yo-han menarik Yerin dalam dekapan terakhir, lalu mencondongkan tubuh wanita itu ke belakang dalam pose penutup yang luar biasa elegan.
Napas mereka memburu saling berkejaran di udara kosong. Untuk beberapa detik, waktu seolah berhenti. Pandangan mereka mengunci satu sama lain dalam keheningan yang magis.
Prok... prok... prok...
Keheningan itu pecah disusul oleh gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai yang memenuhi seluruh aula ballroom. Semua orang terhipnotis oleh pertunjukan barusan.
Sadar atas keintiman posisi mereka, Yerin buru-buru menegakkan tubuh dan melangkah mundur sedikit sambil berusaha keras menyembunyikan pipinya yang sudah memerah padam.
Di sudut ruangan, Jihoon yang tadi sempat menggerutu kini ikut bertepuk tangan paling keras. Wajahnya berseri-seri penuh kepuasan saat melihat reaksi kagum para kolega bisnisnya.
"Ya! Itulah adikku! Dia memang selalu tahu cara menjadi pusat perhatian!" ucapnya lantang dengan nada bangga yang dibuat-buat demi menaikkan pamor keluarga Seo.
Namun, di tengah lautan pujian itu, atmosfer di sudut lain justru terasa membakar. Cha Minhyuk menggenggam jemarinya begitu erat untuk menahan kehinaan yang luar biasa karena tunangannya didekap oleh pria lain di depan semua orang.
Di sampingnya, Yoon Hyeri menatap Yerin dengan tatapan yang sarat akan racun kedengkian. Rasa iri mencabik-cabik dadanya melihat Yerin mendapatkan sorotan yang tidak seharusnya.
'Awas saja kau, Yerin! Jangan harap kau bisa pulang dengan senyum itu!' batin Hyeri bengis.
Dengan senyum yang dipaksakan melebar, Hyeri meraih segelas red wine dari nampan pelayan yang lewat. Ia melangkah maju ke tengah lantai dansa dengan gestur yang tampak antusias. "Yerin! Ya ampun, penampilanmu tadi sangat memukau, ayo kita rayakan dengan segelas Ahhhh!!"
Hyeri berteriak histeris begitu kakinya dibuat sengaja tersandung. Tubuhnya terjatuh ke depan hingga cairan merah pekat di dalam gelasnya melayang bebas di udara, mengarah lurus ke gaun perak mahal milik Yerin.
Semua orang sontak memekik kaget.
Namun, refleks Yo-han berada di tingkat yang berbeda. Sebelum cairan itu sempat menyentuh Yerin, tangannya sudah menarik pinggang wanita itu dengan satu sentakan cepat.
BYAARR!
Cairan wine itu jatuh mencoreng lantai marmer, sementara Hyeri jatuh tersungkur dengan suara rintihan yang cukup keras hingga lututnya tergores.
"Kau baik-baik saja, Nona Seo?" tanya Yo-han rendah, matanya menatap Yerin yang masih berada di dekapannya.
Yerin yang masih sedikit syok hanya bisa mengangguk pelan. "Ya, aku tidak apa-apa."
Meski begitu, Yo-han tidak langsung melepaskannya. Ia memasang ekspresi kekhawatiran yang sangat dramatis, lalu memeriksa seluruh bagian gaun Yerin.
Matanya menyipit saat menemukan setetes kecil noda merah yang tak sengaja menciprat di ujung bawah gaun perak tersebut.
"Noda ini... ini gawat," ucap Yo-han dengan nada serius yang sengaja dikeras-keraskan. "Cairan wine ini harus segera dibersihkan dengan cairan khusus sebelum mengering dan merusak serat kainnya secara permanen."
Yerin sempat melongo sejenak. 'Hah? Padahal hanya setetes kecil tapi dia sangat berlebihan,' batinnya heran.
Namun begitu melihat kilatan cerdik di mata Yo-han, Yerin langsung tersadar jika ini adalah jalan keluar yang sempurna untuk kabur.
Seketika itu juga, naluri akting Yerin keluar meski hasilnya terbilang sangat kaku dan canggung.
"O-oh! Benar juga!" seru Yerin dengan tangan menangkup mulut, pura-pura panik luar biasa. "Gaun ini sangat mahal dan berbahan langka dari Paris! Kalau noda ini mengering, tamatlah riwayatku! Aku harus segera pergi untuk membersihkannya!"
Yo-han hampir meringis melihat akting Yerin yang sangat tidak natural seperti pemain drama amatir, namun situasi ini tidak boleh disia-siakan.
Sebelum ada yang sempat menginterupsi, Yo-han langsung menggenggam pergelangan tangan Yerin.
"Ayo! Aku akan mengantarmu!" tegas Yo-han.
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah