Jangan menilai seseorang hanya karena masa lalunya. Setiap orang pasti mempunyai masa lalu yang buruk.
Semua orang pasti pernah berbuat salah, hanya letak kesalahannya saja yang berbeda, dan berbeda juga cara orang menanggapinya.
Jenny adalah seorang model cantik yang sudah go Internasional. Kehadiran nyawa baru dalam rahimnya membuat Jenny memilih mundur dari pekerjaannya saat
ini.
Hamil dari seorang pria yang sama sekali tidak dicintainya ditambah lagi pria tersebut sangat membencinya, membuat Jenny yakin akan keputusannya untuk memulai kehidupan baru bersama calon Anaknya.
Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Jenny?
Baca kelanjutan kisahnya dengan masukan cerita ini dalam rak buku kalian atau tekan favorit. Like, komen, vote dan masukan dari kalian juga diperlukan agar kisah ini semakin menarik. Terima kasih.🙏🤗
Follow Ig: NonaFi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Jenny memutuskan untuk menggunakan pakaian yang di tadi dibilang Niko untuk nya. Lalu keluar dari kamar dan masuk ke dalam kamar Razka.
"Wah.... Anak Bunda sudah bangun ya?" Ucap Jenny ikut naik ke atas Ranjang yang terlihat Niko dan Razka sedang bermain
Niko merasa senang saat melihat Jenny menggunakan Pakaian yang telah disiapkan nya. Ntah lah hari ini Niko benar benar merasa sangat bahagia. Niko berharap kebahagian seperti ini bisa dirasakan nya setiap hari dan selamanya.
"Nah sekarang cuma Razka yang belum mandi. Ayo mandi ya sayang." Ucap Niko gemas mencium wajah Razka
"Nik, Kami pulang ya." Ucap Jenny
"Jen, Bisakah kamu buatkan makanan untuk ku? Aku belum makan dari kemarin siang." Jujur Niko, karena memang terakhir Niko mengisi perutnya saat makan siang kemarin.
"Kamu bisa makan dirumah ku Nik. Lagian apa kamu punya bahan makanan untuk di masak?" Tanya Jenny berusaha menolak. Jenny tidak ingin berlama lama bersama Niko, karena membuat dia menjadi salah tingkah dan jantung nya terus berdebar seperti saat ini.
"Ada di Kulkas." Jawab Niko seolah mengerti jalan fikiran Jenny
"Sungguh?" Tanya Jenny yang dijawab Anggukan Kepala oleh Niko
"Ya sudah Ayo kebawa kalau tidak percaya." Ucap Niko, menggendong Razka. Dan turun ke bawah diikuti Jenny dibelakang nya
"Nah, Lengkap kan?" Ucap Niko lagi, setelah membuka pintu kulkas. Dan menunjukan isi kulkas nya kepada Jenny, yang lagi lagi terperangah dibuat nya.
"Ya sudah kamu jaga Razka dulu selagi aku masak ya." Ucap Jenny akhirnya karena tak punya alasan lagi untuk menolak
Beberapa menit kemudian, Niko kembali ke dapur membawa Razka yang sudah terlihat rapi dan wangi.
Sungguh kebahagian seperti ini lah yang aku inginkan Tuhan. Batin Niko memandang Jenny yang sedang berkutat dengan lihai nya di dapur.
Kamu benar benar sudah berubah Jen, dan aku semakin mencintai mu.
Jenny mulai menyajikan makanan nya di atas meja, Setelah itu kembali mebereskan peralatan dapur yang sudah digunakan nya.
"Nik, Kamu sudah bisa makan. Kami pulang dulu ya." Ucap Jenny setelah mencuci tangan nya lalu mendekat untuk mengambil Razka dari Pelukan Niko
"Temani aku makan ya. Nggak mungkin aku bisa menghabiskan makanan sebanyak ini. Lagi pula setelah ini ada hal penting yang ingin aku bicarakan. Jawab Niko coba menahan Jenny
Dengan sedikit enggan Jenny akhirnya memilih duduk dan berhadapan langsung dengan Niko.
Apa yang ingin dibicarakan oleh Niko? Tanya Jenny dalam hati
"Makan lah, Razka biar sama aku saja." Tawar Jenny namun lagi lagi di tolak oleh Niko
"Niko dan Jenny akhirnya makan ditemani dengan celotehan manja Razka.
Setelah makan, Jenny kembali membersihkan Bekas makan mereka, lalu setelah itu menyusul Niko dan Razka yang sudah terlebih dulu pergi bersantai di
ruang keluarga.
"Nik. Apa yang mau kamu bicarakan?" Tanya Jenny duduk di depan Niko
"Aku ingin bicara serius bersua denganmu. Apa bisa Razka titipkam dulu sama Ummi?" Tanya Niko membuat suasana tegang menjadi semakin tegang
"Baiklah, Ayo sayang kita pulang dulu." Ucap Jenny menggendong Razka
"Kami pulang, Nanti setelah Baby Razka makan Kita bisa bicara Di cafe depan sana." Ucap Jenny lagi sebelum keluar dari rumah Niko
Suara Phonsel Niko berdering dan segara di jawab nya panggilan dari orang yang menghubungi nya.
"Iya Kek." Ucap Niko pada Kakek nya di seberang sana
"Bagaimana?" Tanya Kakek
"Bagaimana apanya?" Niko balik bertanya
"Dasar Bodoh, Apa kau sudah menjalankan rencana kita?" Tanya kakek lagi
"Sabar Kek, Ini juga baru di mulai. Nanti setelah Razka makan Aku akan membicarakan nya kepada Jenny." Jawab Niko
"Baiklah, Aku tunggu kabar baik nya." Jawab Kakek lalu memutuskan panggilan
Dasar orang tua tidak punya Sopan santun. Ucap Niko mengelengkan kepala nya.
*Semoga saja nanti Jenny percaya dengan semua ucapan ku. Jika dia percaya, aku tinggal menjalan kan rencana berikut nya. Ucap Niko penuh harap yang mulai gugub dan takut sebelum memulai rencana kakek nya.
.
.
Ada kala nya inspirasi itu muncul. Tapi ada kalanya Ide ide itu seperti menghilang di kepala Author. Jadi kalau ide nya lagi ngalir seperti air maka Author pasti akan Up lebih dari 2. Tapi kalau otak nya lagi buntu, Ya harap Kalian semua mengerti ya. Menurut Author tu, nggak gampang buat nulis kelanjutan cerita. Maklum Author hanya penulis amatir yang masih belajar.
Jangan lupa dukung Author.🙏
Terima kasih buat semua dukungan nya ya.🙏☺️*