NovelToon NovelToon
Usaha Pelarian Seorang Istri

Usaha Pelarian Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Cintamanis / Contest / Patahhati / Perjodohan / Balas Dendam / Kriminal / Berbaikan / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:627k
Nilai: 5
Nama Author: Insan

Follow instagram : your.daarling

"Menikah?! Bercanda ya ...?"

Nisa Sania Siwidharma, seorang gadis berumur 19 tahun yang terlihat seperti gadis pada umumnya. Tetapi, dia punya masa lalu yang cukup misterius yang membuatnya memiliki penyakit gangguan kecemasan umum.

Suatu hari dia dijodohkan oleh ayahnya dengan seorang pria kaya yang sama sekali tidak dikenal. Dia berusaha agar pernikahannya batal demi seseorang yang sangat dicintainya, dan orang itu merupakan cinta pertamanya.

Ini adalah kisah perebutan cinta seorang gadis penderita gangguan kecemasan umum oleh suami CEO yang posesif, mantan tercinta yang merupakan dokter bedah, serta teman rasa pacar yang ternyata bos mafia Italia. Siapakah di antara mereka yang akhirnya memenangkan perebutan cinta?

•••
Novel ini punya alur kompleks dan konflik yang berat, mohon kesabaran pembaca dalam menikmati novel ini🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Insan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuang Kesempatan Emas

Ting tong....

"Ah!? Nona kedua, silakan masuk nona...." Ucap seorang pelayan sambil membukakan pintu.

"Terima kasih. Apa pamanku ada di rumah?" Nisa lalu berjalan masuk.

"Iya nona, tuan sedang berada di ruang kerjanya. Bolehkah saya bantu?" Ucap pelayan sambil mengulurkan tangannya.

"Nggak perlu, buah ini akan aku berikan sendiri pada paman. Kau bisa urus yang lainnya!"

"Baik nona...." Pelayan itu lalu berjalan pergi.

"Hah.... suasana tempat ini masih seperti kuburan" Ucap Nisa dengan lirih.

Nisa kemudian bergegas pergi menuju ruang kerja pamannya. Saat dia sampai di depan pintu, dia berhenti sejenak dan mulai berpikir macam-macam.

Apakah nanti paman akan marah padaku? Bodo amat lah, lakukan saja seperti rencana!

Tok tok tok....

"Paman... ini aku, Nisa! Apa aku boleh masuk?"

"Ya, masuklah! Dan tutup pintunya kembali!"

Klap....

"Paman, aku membawakanmu buah, dinikmati ya~" Nisa berjalan mendekat ke arah pamannya.

"Taruh saja di meja! Kau duduklah dulu di sofa!"

"Baik" Nisa lalu bergegas untuk duduk.

"Tumben sekali datang kemari? Aku pikir kau akan seharian di rumah terus, bahkan aku mengira kau sudah lupa kalau masih punya paman" Paman lalu mendekat dan duduk secara berhadapan dengan Nisa.

"Haha, paman Chandra bisa saja! Mana mungkin aku melupakan keluargaku sendiri..." Ucap Nisa dengan canggung.

"Kau benar, kita ini keluarga. Oh iya! Aku belum mengucapkan selamat atas pertunanganmu. Selamat ya keponakanku..." Ucap Paman Chandra seolah bahagia.

"Iya, sama-sama..."

"Maaf ya, saat pertunanganmu paman tidak bisa hadir. Saat itu paman sangat sibuk..."

"Tidak apa-apa kok, jangan terlalu dipikirkan..."

"Hah... aku tidak habis pikir kalau kau akan segera menikah, bagiku kau itu masih seorang gadis kecil yang suka buat keributan, itu sedikit mengejutkan untukku!"

"Paman seharusnya tidak terkejut, paman kan tahu kalau aku menikah karena perjanjian. Bukankah itu wajar?"

"Yah... aku juga tahu tentang perjanjian itu. Tapi, yang membuatku terkejut kau menerimanya dengan mudah. Mengingat sifatmu yang seperti itu, aku rasa itu tidaklah wajar!"

"Ya, paman sangat mengenalku. Dengan sifatku yang seperti ini, aku bisa saja menolaknya, tapi aku memutuskan untuk menerimanya. Alasanku menerimanya adalah hal yang dipertaruhkan bukan cuma aku, tapi seluruh asset keluarga kita, termasuk perusahaan. Jika aku menolaknya, paman pasti akan sangat membenciku!"

"Kau sembarangan bicara, aku mana mungkin membenci keponakanku sendiri!" Paman Chandra dengan ketus.

"Paman Chandra, aku sangat paham tentang semuanya. Perusahaan itu dibangun dengan kerja keras dan ambisi paman, bukankah sangat disayangkan jika perusahaan bangkrut begitu saja karena keegoisanku! Paman Chandra juga keluargaku, aku tidak ingin keluargaku sendiri membenciku!"

"Kau pasti sedang menyindirku! Perusahaan itu bukan cuma hasil dari kerja kerasku sendiri, ayahmu juga kakek sangat membantuku. Meskipun perusahaan kita sepenuhnya berada dalam kendaliku, tapi kita ini keluarga!"

"Tetap saja aku tidak enak hati pada paman, aku juga tidak ingin menyusahkan paman. Dan aku merasa... ini tidak adil untukku, aku melakukan semua ini juga demi keluarga, tapi kenapa aku harus berkorban sampai seperti ini?" Ucap Nisa seakan memelas.

"Aku pamanmu, tentu saja aku tahu ini sedikit tidak adil untukmu. Tapi, aku merasa pengorbananmu ini juga tidak akan sia-sia, kau sebentar lagi akan menjadi nyonya dari keluarga terpandang. Ini merupakan kesempatan emas yang sangat jarang!" Paman Chandra lalu menatap Nisa dengan tatapan mata yang sinis.

"Haha, kesempatan emas ya? Bisakah aku memberikan kesempatan itu pada orang lain?" Nisa mulai bicara dengan serius.

"A-apa!? Apa kau benar-benar ingin mundur dan menyerahkan hal ini pada kakakmu?" Tanya paman Chandra seakan tidak percaya.

"Iya, itulah alasanku datang kemari!" Ucap Nisa dengan penuh keyakinan.

"Astaga... kau itu masih muda, apa kau akan membuang kesempatan emas seperti ini begitu saja? Pikirkanlah baik-baik!"

"Paman, ini keputusanku! Sampai kapan pun aku tidak akan mengubahnya!" Ucap Nisa dengan tegas.

"Aku sangat mengenalmu, kau itu anak yang pintar. Jawab paman dengan jujur! Sebenarnya apa yang membuatmu ingin sekali menghindar dari pernikahan ini?"

"Cinta! Aku telah mencintai orang lain, dan hatiku sepenuhnya hanya untuk dia. Paman sudah menikah, pastinya paman tahu kalau cinta itu sangat penting dalam pernikahan. Dalam pernikahan orang menyatakan janji akan bersama sehidup semati, paman sendiri juga mengalaminya. Bibiku... juga istri paman, dia sudah meninggal. Meskipun kakek bilang kalau paman boleh menikah lagi, tapi paman juga memilih tidak. Bukankah itu juga karena cinta paman pada bibi? Aku juga ingin seperti itu, menikah dengan orang yang aku cintai!" Raut wajah Nisa berubah menjadi sedih.

"Kau benar, cinta sangat penting dalam pernikahan, paman juga bisa bertahan karena sudah ada kakakmu. Tapi, kau masih muda! Kau harus ingat kalau hidup juga bukan hanya tentang cinta, masih ada hal lain yang harus kau perjuangkan!"

"Memangnya apa yang harus aku perjuangkan? Bagiku cinta itu sendiri adalah kehidupan! Begitu aku menikah dengan orang yang tidak aku cintai, mulai saat itu juga aku telah kehilangan kehidupanku! Paman, hanya itu alasanku, aku mohon mengertilah...."

"Sudahlah, aku paham alasanmu. Tapi, apa kau benar-benar yakin? Apa kau tidak takut menyesal di kemudian hari?" Ucapnya dengan penuh keraguan.

"Aku selalu yakin dengan diriku sendiri! Dalam hidupku tidak ada rasa penyesalan!" Ucap Nisa dengan percaya diri.

"Heh! Kau memang mirip ayahmu, selalu memutuskan sesuatu dengan terburu-buru! Apa kau sama sekali tidak menyalahkan ayahmu atas apa yang telah dia perbuat? Perjanjian ini ada karenanya, dan kau sendiri juga terkena imbasnya!" Ucap Paman Chandra seolah menyindir.

"Tidak, aku tidak akan menyalahkan siapa pun! Perjanjian itu atas nama keluarga, ayahku pasti juga mendapat persetujuan dari paman. Artinya paman sendiri juga terlibat, lagipula jika tidak melakukannya, perusahaan kita pasti sudah bangkrut dari dulu! Perjanjian ini mau tidak mau memang harus terjadi!"

"Satu pertanyaan lagi, apa yang membuatmu berpikir kalau kakakmu cocok untuk menggantikanmu menikah?"

"Hah... soal itu jangan ditanya! Kalau aku yang menikah, secara tidak sadar pasti aku akan membuat masalah. Jika seperti itu keluarga juga akan terkena imbasnya. Tapi, kakak berbeda, sikap dan sifat kakak sangat berbeda denganku, dia orang yang lembut, cantik, anggun, bahkan dia juga seorang model yang terkenal. Dia adalah orang yang cocok!"

"Aku salut padamu, kau memang penuh pertimbangan! Semua yang kau katakan masuk akal..."

"Tidak perlu basa-basi lagi! Paman setuju atau tidak dengan keputusanku?" Ucap Nisa dengan tidak sabar.

"Soal itu... aku tidak keberatan. Tapi, aku juga seorang ayah, aku harus meminta pendapat dari kakakmu terlebih dulu. Aku tidak ingin memaksanya, dia bisa saja membenciku!"

Brak....! Suara bantingan pintu.

"Tidak perlu ditanyakan lagi! Aku setuju!" Teriak seseorang yang tiba-tiba membanting pintu.

"K-kakak!? Sejak kapan kakak mendengarnya?" Tanya Nisa terheran-heran.

"Hehe, ada pembantu yang bilang padaku kalau kamu datang kemari. Aku jarang sekali bertemu denganmu, tapi begitu kamu datang malah mencari ayahku terlebih dulu. Makanya aku menguping pembicaraan kalian!" Ucapnya dengan semangat.

"Tia... itu tidak sopan! Lain kali jangan diulangi lagi!" Sahut Paman Chandra.

"Iya ayah..."

"Sudahlah, ternyata kau sudah mendengar semuanya dan juga setuju. Jadi kita semua sepakat kalau Tia yang akan menikah. Nisa, kau sudah puas?"

"Ya, aku sangat puas! Terima kasih karena paman dan kak Tia sudah setuju!" Ucap Nisa dengan gembira.

"Baiklah, kalau kalian ingin bicara, kalian berdua bisa melanjutkan pembicaraan kalian di luar!"

"Iya ayah... Ayo adik, kita ke kamarku!" Ucap Tia dengan semangat.

"Iya~"

Nisa dan Tia kemudian pergi menuju ke kamar Tia. Perasaan mereka berdua dipenuhi oleh kebahagiaan, Nisa merasa bahagia karena akhirnya dia punya kesempatan untuk kembali bersama dengan Ricky. Sementara itu, Tia merasa bahagia karena dia punya kesempatan untuk menikah dengan orang yang selama ini dia idamkan.

Bruk...!

Saat tiba di kamar Tia, Nisa dan Tia langsung bersama-sama berbaring di kasur. Mereka berdua saling memandang dan tersenyum satu sama lain.

"Kak Tia, aku sangaaatt bahagiaaaa...." Ucap Nisa.

"Aku juga, sangaattt bahagiaaaa....."

"HA HA HA HA HA!" Mereka tertawa bersamaan.

"Adik, ceritakan padaku seperti apa tuan muda itu! Kamu sudah bertemu dengannya secara langsung, apa dia sangat tampan seperti yang dikatakan orang-orang?" Tia tersenyum dengan penuh harapan.

"Emmm... nggak juga. Masih lebih ganteng suamiku!"

"Isshh...! Aku serius bertanya! Yang aku maksud itu tampan dari segi manusia, jangan dibandingkan dengan suamimu yang dua dimensi itu!" Ucap Tia sambil mencubit pipi Nisa.

"Aaww...! Iya-iya... aku jawab. Kalau menurutku sih dia good looking, tapi aku tetap saja lebih menyukai Ricky!"

"Haha, ternyata kamu masih bisa diselamatkan! Untunglah kamu masih bisa tertarik ke manusia! Tapi, bukankah statusmu itu sudah bertunangan, apa kamu masih bersama cintamu si Ricky itu?"

"Hah... sekarang sih udah jadi mantan, tapi kalau kakak menikah... rencananya sih kalau bisa aku mau balikan!" Nisa tiba-tiba menjadi murung.

"Maaf ya sudah mengingatkanmu soal dia... Jangan murung, ayo kita bahagia bersama!"

"Ya, jangan bahas Ricky lagi! Ayo kita bahas tentang hal lainnya!" Nisa lalu tersenyum.

"Oke, ayo kita bahas tentang tuan muda Keyran! Menurutmu.... dia orang yang seperti apa? Apa dia seperti seorang pangeran?"

"Haha, itu..."

Buset dah! Kalau aku bilang yang sebenarnya pada kakak kalau dia itu orangnya brengsek, kakak mungkin nggak mau nikah sama dia. Sialan! Usahaku bisa gagal!

"Aku tebak... tuan muda seperti dia itu biasanya unggul dalam segala hal, dia pasti orang yang sangat mengagumkan! Aku benar kan?" Tia menatap Nisa dengan penuh harapan.

"Emmm... itu, bagaimana ya? Aku belum terlalu mengenalnya, soal itu aku belum tahu...." Nisa lalu mengalihkan pandangan matanya.

"Iya juga, kamu kan mengenalnya belum lama. Tapi, apa dia akan suka padaku....?" Raut wajah Tia berubah menjadi murung.

"Kakak bicara apa? Kakak itu cantik, body goals! Dia pasti suka pada kakak! Dia yang beruntung bisa mendapatkan seorang model terkenal layaknya Aristia Putri!" Ucap Nisa dengan penuh keyakinan.

"Haha, kamu terlalu memujiku! Oh iya! Kapan aku bisa bertemu dengannya?" Tia kembali bersemangat.

"Eh!? Kak Tia ingin bertemu dengannya?"

"Tentu saja! Aku sangaattt ingin!"

"Baiklah, tapi kak Tia sibuk nggak?"

"Aku bisa meluangkan waktu kapan pun untuk bertemu dengannya!"

"Oke, tunggu sebentar!" Nisa lalu mengambil handphone miliknya dan menelepon seseorang.

Buzz... Buzz...

"Hei, gadis gila! Ada apa kau meneleponku?" Teriak Keyran.

"Siapa yang kau panggil gila!? Aku meneleponmu karena ingin membicarakan sesuatu..."

Wah... aku pikir dia nggak sudi angkat karena aku sudah membuatnya marah, ternyata cepat juga dia angkat telepon dariku!

"Baiklah, bicaralah!" Ucap Keyran dengan tidak sabar.

"Aku ingin bertemu denganmu! Maukah kau makan malam denganku? Tapi kalau kau sibuk gapapa kok, lain kali juga bisa!" Ucap Nisa dengan enteng.

"Baiklah, malam ini jam delapan!"

"Beneran!? Makasih ya! Nanti aku akan mengirimkan lokasinya padamu!"

"Apa ada hal lain yang ingin kau bicarakan?"

"Tidak, itu saja..."

Tut... tut...

"Nah, kak Tia! Sekarang kakak bisa bertemu dengannya, dia sudah setuju!"

"Eh!? Semudah itukah bertemu dengannya?" Ucap Tia seakan tidak percaya.

"Yup, kakak kan dengar sendiri!"

"Adik, bagaimanapun dia itu seorang tuan muda! Tapi dia dengan mudahnya setuju membuat janji denganmu, hal ini sulit dipercaya...." Tia tiba-tiba bangun dan kemudian mendekatkan wajahnya pada Nisa.

"Hadehh... kakak ini, biarpun dia seorang tuan muda yang berkuasa. Kalau aku ingin bertemu dengannya, apa aku harus mengajukan proposal terlebih dulu? Kak Tia pasti terlalu senang sampai-sampai sulit percaya kan!"

"T-tapi... apakah itu benar-benar malam ini? Aku masih harus mempersiapkan hatiku dulu..." Wajah Tia lalu memerah karena tersipu malu.

"Tenanglah kak, ini masih sore, kakak masih punya waktu untuk bersiap!"

"Tapi... apa aku pantas?"

"Kakak harus yakin dengan diri sendiri! Kakak adalah orang yang paling cocok untuk bersamanya! Percaya padaku!" Ucap Nisa dengan penuh keyakinan.

"Emmm... kamu bisa saja~ aku kan jadi malu! Aku sangat percaya padamu kok, aku akan mulai bersiap dari sekarang!" Tia lalu turun dari tempat tidur dan mulai berdandan.

"Ya, kakak dandan yang cantik, buat dia terpesona!"

Hehe! Sementara aku, aku akan kembali menikmati hidupku lagi! Nah, sekarang enaknya main game ah!

Kedua gadis bersaudara itu akhirnya melakukan kesibukan masing-masing. Tia dan Nisa, sejak kecil mereka selalu akur dan kompak dalam segala hal, bahkan hal yang mereka gemari kebanyakan juga sama. Tapi, mereka mempunyai sifat dan kepribadian yang saling bertolak belakang, itulah yang membuat mereka mempunyai jalan hidup yang berbeda.

1
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Tarima shj pernikahan tu nisa
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Tarus tarang pada cowak MU
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Up up up
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Gila ko nisa
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Up up up
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Up
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Nisa nisa
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Paning
Katiza binti pma sahabuddeen Katiza
Up
~**Alfi_Pjm** ~💜💜💜
🤍💜🤍💜🤍💜
Shifa Burhan
kesalahan
*jika suami salah tidak mudah dimaafkan, akan dibuat menyesal, sujud dan mengemis maaf, berjuang keras dapat kesempatan
*istri salah paling jauh menyesal dan minta maaf semua beres

*orang ketiga
*tidak akan berani hadirkan wanita lain yang baik dan tulus pada suami jika pun ada pasti dicap pelakor
*akan selalu dihadirkan pria lain yang baik dan tulus pada istri, selalu ada untuk istri dan lelaki itu dipuja2

intraksi
*suami instraksi dengan wanita lain pasti dilaknat
*istri intraksi dengan pria lain akan selalu dibela, dengan alasan persahabatan, persaudaraan, pertolongan, perhatian tulus,

sangat susa novel buatan otor wa ita yang adil

catatan penting
aku bukan bilang novel tidak bagus ya, kalau boleh jujur novel ini bagus, dari ide cerita kreatif, jalan cerita menarik, penulisannya mudah dipahami, hanya saja yang aku kritik kurang adil,

ini maksud adil
jika suami salaj dibuat bersujud harus adil istri salah juga dibuat bersujud
jika istri diberi banyak pria lain yang baik dan perhatian harus adil juga suami diberi juga wanita lain yang baik dan perhatian
jika intraksi istri dengan pria2 lain dianggap bukan kesalahan maka berikan juga instraksi suami pada wanita lain dan jangan dianggap salah
* dan lain lain
Shinta Dewiana
akhirnya......
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
cusss otww ❤❤
Shany Poppy Pipopapo: Terima kasih Kak, sudah membaca sampai akhir🥰😘
total 1 replies
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
wahhh akhrnya yg ditunggu ada jg 🤭🤭
yeiii gris 2
Shany Poppy Pipopapo: yeyy, dan Keyran yg kelewat bahagia sampai buat tumpeng buat 1 kantor😂😂😂
total 1 replies
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
pasangan terambyar mereka ini emg ❤❤❤❤
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
aminn semoga segera hadir nisa junior 🤣🤣 gk usa key junior 🤣🤣
penasaran ankny bakal gmn 🤭🤭
Shany Poppy Pipopapo: Anaknya imut banget😂 tapi dia ada di novel sebelah🤣
total 1 replies
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
🤣🤣🤣🤣🤣 pengen komentar bgni, tp uda di wakilkan 🤣🤣
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bnr2 unik
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
♕𝒴𝓾𝓛 🐍👏꧂
astaga jgn bilang mau kabur 3 hari lgi y? bwt kejutannya sklian 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!