Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.
(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shu Hua Diculik
Shu Hua membiarkan Yu Xuan pergi lebih dulu membawa semua barang-barang yang mereka curi, sedangkan dirinya sendiri akan menghadang para prajurit musuh yang ingin menghentikan aksi mereka pada saat itu.
Saat melihat dari gaya pakaian para prajurit itu, Shu Hua awalnya berpikir jika mereka hanya prajurit biasa yang memiliki skill yang biasa saja juga. Tetapi berbeda dari perkiraan Shu Hua ternyata prajurit itu bukan prajurit biasa. Mereka semua sudah terlatih secara berbeda dari prajurit biasa!
"Kalian bukan prajurit biasa! Siapa kalian sebenarnya dan apa mau kalian?!" tanya Shu Hua.
"Kamu harus ikut bersama dengan kami. Dan kami tidak menerima penolakan apapun darimu! Dan akan jauh lebih baik bagimu untuk tidak melawan! Lebih baik ikut dengan cara baik-baik tanpa harus ada yang terluka di antara kita!"
Prajurit itu begitu percaya diri dengan apa yang dia katakan. Shu Hua sangat tidak terima saat dirinya diremehkan seperti itu. Dan mengingat pada saat itu Shu Hua tidak diizinkan untuk menggunakan kekuatannya kepada orang biasa, Shu Hua melanggar hal itu karena ia menganggap jika orang-orang yang pada saat itu ada di hadapan matanya bukanlah orang biasa dan dia memerlukan kekuatan lebih untuk melawan mereka semua.
"Pedang!" Shu Hua memanggil pedangnya setelah sekian lama dia tidak melakukan hal itu, dan yang mengagetkan adalah orang-orang itu tidak terlihat kaget dengan apa yang baru saja Shu Hua lakukan.
"Melihat ekspresi wajah kalian sepertinya kalian semua tidak merasa terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Dan satu hal yang bisa menjelaskan semua itu hanya... kalian sudah tahu benar tentang kekuatan yang aku miliki," ucap Shu Hua siap membuat ancang-ancang untuk mulai bertarung satu lawan banyak prajurit.
→→→
Yu Xuan baru saja berhasil sampai ke tempat di mana sebelumnya tempat itu telah dipersiapkan untuk menyembunyikan semua barang curian. Dan setelah Yu Xuan memasukkan barang-barang itu ke tempat persembunyian, dengan kecepatan penuh ia kembali berlari untuk menolong Shu Hua.
"Shu Hua... kumohon, bertahanlah..."
Yu Xuan berlari dengan sangat keras sampai-sampai dia kehabisan nafas. Semua itu ia lakukan agar bisa tepat waktu dalam menyelamatkan Shu Hua. Namun, sepertinya takdir tidak berpihak kepada Yu Xuan.
Pada saat Yu Xuan sampai di tempat di mana sebelumnya perkelahian itu terjadi, Yu Xuan tidak bisa menemukan Shu Hua di mana pun!
Shu Hua telah menghilang!
Pada tempat yang didatangi oleh Yu Xuan memang terlihat sisa-sisa dari pertarungan yang terjadi antara Shu Hua dan juga para prajurit itu, bahkan di tanah itu juga Yu Xuan menemukan kain hitam yang sebelumnya menutupi wajah Shu Hua.
"Ini penutup wajah Shu Hua. Kenapa benda ini lepas? Apakah orang-orang itu telah menangkap Shu Hua?" Yu Xuan merasa sangat panik.
Yu Xuan panik. Di satu sisi ia percaya bahwa Shu Hua tidak mungkin kalah bertarung dengan orang-orang itu. Tetapi di satu sisi lain, ketika melihat kain hitam itu Yu Xuan mulai berpikir hal yang buruk juga telah terjadi kepada Shu Hua. Karena biar bagaimanapun juga, tidak ada jaminan bahwa Shu Hua akan menang.
"Sial! Sekarang apa yang harus aku lakukan? Matahari sudah hampir ingin muncul, dan orang-orang sebentar lagi akan bangun. Aku tidak boleh berlama-lama di sini. Aku harus kembali ke tempat kakek. Tetapi bagaimana dengan Shu Hua?"
Yu Xuan dilanda kebingungan yang begitu memberatkan. Di satu sisi dia harus segera kembali, tetapi di sisi lain dia tidak bisa kembali karena pikirannya dan juga hatinya masih mencemaskan tentang Shu Hua.
Memikirkan kemungkinan bahwa Shu Hua telah tertangkap... Yu Xuan benar-benar tidak bisa merasa tenang sama sekali!
"Haruskah aku kembali lebih dulu dan kemudian meminta bantuan kepada Li Hua? Dengan kemampuannya dia pasti bisa melihat di mana Shu Hua berada saat ini. Dan jika sudah tahu di mana keberadaannya, barulah aku bisa pergi menyelamatkannya!"
Yu Xuan membuat keputusan yang logis dan juga masuk akal. Ia lebih memilih untuk kembali lalu meminta bantuan kepada orang yang bisa membantunya, dan sesampainya di tempat di mana ia bisa bertemu dengan orang yang bisa membantu, orang itu justru tidak membantu sama sekali!
"Kenapa? Kenapa kamu tidak bisa mencari tahu di mana keberadaan dari adikmu? Dan kenapa kamu bersikap begitu tenang? Apakah kamu tidak mencemaskan adikmu? Tidakkah kamu merasa jika kamu harus bersikap sedikit panik lagi? Bisa-bisanya kamu santai seperti ini di saat entah apa yang terjadi kepada Shu Hua!?" seru Yu Xuan.
Karena rasa cemasnya yang terlalu berlebihan kepada Shu Hua, tanpa sadar ia mulai melampiaskan semua itu kepada Li Hua yang dari luar terlihat sangat tenang saat mengetahui bahwa adiknya telah menghilang, padahal jauh di dalam luka hatinya dia pun merasa sangat mengkhawatirkan Shu Hua.
"Kamu sangat tahu buat apa adikmu itu sangat menjagamu, tetapi kenapa balasanmu seperti ini untuknya? Tidakkah kamu merasa jika kehidupan yang dijalani adik kamu itu berjalan sangat tidak adil baginya?"
Yu Xuan terus menyerang Li Hua. Dan pada saat itu tidak ada seorangpun yang bisa menghentikan kemarahan dari Yu Xuan.
"Yu Xuan, apakah kamu pikir dengan sikapku yang tenang seperti ini aku tidak mengkhawatirkan adikku? Jauh sebelum kamu mengenal baik dia, aku sudah jauh lebih dulu tahu banyak hal tentangnya. Dan jika kamu tanya, kenapa aku tidak terlihat panik, aku sangat tidak ingin diriku kehilangan kendali seperti kamu sampai membuatku tidak bisa berpikir dengan rasional," jawab Li Hua.
"Pada kondisi seperti ini, kita harus bisa berpikir dengan baik dan tidak mendengarkan amarah kita. Dan kamu tenang saja, aku akan melakukan segala cara agar aku bisa menemukan di mana keberadaan adikku. Dan saat sudah aku ketahui di mana keberadaannya, aku sendirilah yang akan datang ke sana untuk menyelamatkannya!" tegas Li Hua.
Dengan tongkatnya Li Hua kembali ke kamarnya untuk bisa bermeditasi lagi, memaksakan kemauannya dengan menekan dirinya sendiri agar bisa menemukan di mana keberadaan dari Shu Hua.
"Aku harus bisa menemukannya apapun yang terjadi! Tidak peduli dengan apapun konsekuensinya, yang terpenting adalah aku harus menemukannya bahkan jika harus ketukar dengan nyawaku sendiri!" Li Hua benar-benar bertekad bulat untuk bisa menemukan di mana keberadaan dari Shu Hua.
Namun seberapa keras pun usaha yang dilakukannya, semua itu tidak membuahkan hasil apapun. Li Hua tidak bisa melihat apapun, seperti ada perisai besar yang melindungi penglihatannya agar bisa mencapai Shu Hua.
"Shu Hua... di mana kamu?"
-Bersambung-
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄