NovelToon NovelToon
PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Transmigrasi / Sci-Fi
Popularitas:85
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Feng Yan tidak menyangka kasih persaudaraan berakhir dengan maut. Dibuang, dihina, dan nyaris mati di tangan Feng Yao, ia bersumpah untuk kembali. Bukan sebagai pecundang, melainkan penguasa kegelapan yang siap merebut kembali takhta CEO-nya.

Bersama Rendy si ahli strategi, Reyhan sang pakar IT, dan pengacara tegas Lin Diya, Feng Yan menyusun rencana kehancuran mutlak. Di balik gemerlap dunia korporat, sebuah permainan detektif dimulai untuk membongkar dalang pembantaian keluarganya.

Feng Yao boleh berkuasa sekarang, tapi Feng Yan sudah menyiapkan liang lahat untuknya. Siapakah yang akan bertahan di puncak tertinggi? Balas dendam ini baru dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diagnosis Masa Lalu

Feng Yan tertegun sejenak di kursi kebesarannya. Nama itu—Kanaya—adalah satu-satunya nama yang bisa membuat protokol keamanan mentalnya sedikit goyah. Sebagai dokter pribadi keluarga Feng, Kanaya bukan sekadar tenaga medis; dia adalah pemegang kunci rahasia fisik dan batin keluarga besar mereka.

"Rendy, pastikan dia mendarat dengan aman. Jemput dia dengan protokol Delta," perintah Feng Yan, suaranya sedikit melunak namun tetap tegas.

Di seberang sana, Rendy menarik napas panjang. Jarinya yang biasanya menari cepat di atas keyboard mendadak kaku. "Sudah, Bos. Mobil jemputan sudah di posisi. Tapi... apa kau yakin mau dia kembali sekarang? Di tengah kekacauan Liu Ruyan ini?"

"Justru karena ada Liu Ruyan, kita butuh Kanaya. Aku butuh orang yang tahu siapa kita luar-dalam," jawab Feng Yan sambil melirik Lin Diya yang memperhatikannya dengan tatapan penuh tanya.

Satu Jam Kemudian – Lobby VIP Rumah Sakit Pusat Metropol

Rendy berdiri di dekat pilar, mengenakan jaket hoodie hitam andalannya untuk menutupi keguguhannya. Sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat di depan pintu otomatis. Seorang wanita turun dengan langkah yang sangat tenang. Ia mengenakan trench coat warna krem, rambutnya dikuncir kuda dengan rapi, dan kacamata berbingkai tipis bertengger di hidungnya.

Dr. Kanaya. Sosok yang aura ketenangannya sanggup mendinginkan ruang operasi yang paling tegang sekalipun.

Kanaya berhenti tepat di depan Rendy. Ia melepas kacamatanya, menatap pria muda di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara rindu dan profesionalisme medis.

"Sudah dua tahun, Rendy," suara Kanaya lembut, namun sanggup meruntuhkan pertahanan siber di hati Rendy. "Kau masih memakai hoodie yang sama. Dan detak jantungmu... masih terlalu cepat untuk orang yang hanya sekadar menjemput tamu."

Rendy berdehem keras, mencoba membuang muka. "Secara logika medis... itu karena aku tadi lari dari parkiran, Dokter. Ayo, Bos sudah menunggu."

Kanaya tersenyum tipis, sebuah senyum yang dulu sangat akrab bagi Rendy. "Aku kembali bukan untuk memeriksa kesehatan fisik Feng Yan saja, Rendy. Aku kembali karena aku tahu kalian semua sedang dalam bahaya besar."

Kantor Feng Yan

Saat Kanaya masuk, Feng Yan langsung berdiri. Persahabatan dan rasa hormat terlihat jelas di antara mereka. Namun, atmosfer berubah saat Kanaya melihat Lin Diya.

"Jadi, ini Nona Mutiara yang sedang ramai dibicarakan?" Kanaya mendekati Diya, menjabat tangannya dengan hangat namun matanya seolah sedang melakukan CT-Scan instan. "Aku Kanaya. Aku di sini untuk memastikan Feng Yan tetap hidup cukup lama hingga hari pernikahannya... dan mungkin, untuk mengobati luka yang tidak bisa dilihat oleh pengacara."

Diya membalas jabatan itu dengan tenang. "Terima kasih, Dokter. Sepertinya kota ini memang butuh banyak penyembuh belakangan ini."

Tiba-tiba, tablet Rendy berbunyi nyaring. Sebuah sinyal merah berkedip.

"Bos! Sial! Ada gangguan di sistem satelit rumah sakit! Seseorang mencoba mengakses rekam medis rahasia keluarga Feng lewat server luar!"

Feng Yan menatap Kanaya. Kanaya mengangguk pelan. "Mereka mencari data itu, Feng Yan. Data tentang apa yang sebenarnya terjadi dua tahun lalu sebelum Kiara pergi."

Di ambang pintu, Reyhan muncul dengan wajah gelap. "Kalau begitu, jangan menoleh... karena musuh tidak hanya datang lewat kabel internet, tapi sudah ada di koridor depan."

Reyhan muncul di ambang pintu, tangannya sudah berada di balik jas, menggenggam gagang senjata apinya. "Kalau begitu, jangan menoleh... karena musuh tidak hanya datang lewat kabel internet, tapi sudah ada di koridor depan."

Suasana mendadak senyap. Hanya suara detak jam dinding yang terdengar seperti bom waktu.

Kanaya tidak terlihat takut. Ia justru membuka tas medisnya, mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan bening dan sebuah alat suntik otomatis. "Feng Yan, jika mereka mengincar data itu, artinya mereka tidak akan membiarkan saksi hidup tetap bernapas."

Rendy berteriak lewat komunikator, suaranya panik. "Bos! 50 sinyal asing masuk ke gedung lewat jalur parkir basement! Mereka mematikan lift! Mereka bergerak ke lantai atas lewat tangga darurat!"

Feng Yan melirik Lin Diya, memastikan wanita itu berada di belakang punggungnya. Tatapannya kembali ke arah pintu, dingin dan tajam seperti mata harimau yang siap menerkam.

"Reyhan, tutup pintu baja. Rendy, matikan seluruh listrik di lantai ini kecuali lampu darurat," perintah Feng Yan dengan suara rendah yang menggetarkan ruangan.

Ia kemudian menatap Dr. Kanaya, lalu beralih ke arah Rendy di layar monitor. "Rendy, lupakan soal sistem satelit. Fokus pada satu hal saja sekarang."

"Apa itu, Bos?" tanya Rendy, jarinya gemetar di atas keyboard.

"Lindungi Dr. Kanaya. Karena jika dia mati, rahasia tentang kematian Kiara akan terkubur bersamanya selamanya."

Detik itu juga

DUAARR!R

Ledakan kecil menghancurkan engsel pintu baja koridor. Asap putih memenuhi ruangan. Di balik kabut asap, siluet puluhan orang dengan seragam taktis mulai terlihat.

Feng Yan menarik napas dalam, aura penguasa Metropol-nya meledak keluar. "Selamat datang di neraka pribadiku, Tuan-tuan."

1
BlueHeaven
Penyelusup apa ya thor
Diah nation: penyelusup kaya pelakunya (khianat )..kalau penyusup itu mengamati itu perbedaanya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!