NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Evan Harrison

  Pagi hari, desa Welos.

  Ren membuka matanya dan melihat langit-langit yang asing, dia tahu dimana dia berada, ini adalah rumah Gant.

  Tadi malam Ren berhasil tiba di desa Welos, untungnya dia langsung bertemu dengan pemimpin penjaga, Gant, yang masih berjaga bersama yang lain.

  Setelah melihat Ren yang datang dengan penuh luka, Gant langsung mencari orang untuk merawat Ren, dia bahkan juga memberikan ramuan penyembuhan untuk Ren minum.

  Karena luka Ren sangat parah, Ren tidak bisa kembali ke kota Lonor dan harus menginap di desa Welos, Gant menyarankan Ren untuk beristirahat di rumahnya.

  Ren melihat tangan dan kakinya, dia masih merasakan sakit tapi tidak separah sebelumnya, jujur dia berpikir jika dia tidak akan pernah bisa menggunakan tangan dan kakinya lagi, lukanya sangat mengerikan.

  Sekarang, tulang yang patah tersambung kembali, daging yang terluka beregenerasi, keduanya sembuh dalam waktu singkat berkat bantuan ramuan penyembuhan.

  ' Syukurlah tidak ada yang salah dengan tanganku, bisa gawat jika aku tidak bisa mengayunkan pedang lagi '

  ' Lain kali...aku pastikan bersiap dengan benar sebelum pergi mengerjakan misi '

  Percaya diri memang bagus tapi terlalu percaya diri adalah masalah lainnya, Ren harus ingat jika dia tidak boleh meremehkan lawannya, seburuk apapun seseorang, dia pasti memiliki sisi istimewa yang hanya dia miliki.

  Pintu terbuka, Gant masuk dengan pakaian santainya, dia membawa semangkuk bubur di tangannya.

  " Kau sudah? "

  " Ya, terimakasih atas bantuanmu tadi malam "

  " Sudah kubilang jangan pikirkan hal kecil seperti itu "

  Gant menyerahkan mangkuk bubur di tangannya pada Ren lalu duduk di kursi.

  " Orang yang bertugas menjaga tadi malam sama sekali tidak melihat goblin datang, sepertinya mereka telah kembali ke sarang mereka "

  Ren sudah menceritakan semua yang terjadi tadi malam kepada Gant dan yang lain, itu termasuk tentang pohon hidup, pasukan goblin, dan orang misterius yang membantu Ren.

  " Mungkin juga orang yang membantumu melakukan sesuatu kepada para goblin itu hingga membuat mereka tidak datang "

  " Yah apapun itu, ini adalah berkah karena desa tidak dalam bahaya "

  " Ya, aku setuju denganmu " Ren berharap jika orang yang membantunya membunuh semua goblin saat dia pergi.

  " Tapi... untuk jaga-jaga, aku akan memberi tahu guild tentang pasukan goblin itu "

  " Aku serahkan hal itu padamu "

  " Apa yang akan kau lakukan mulai sekarang? "

  " Memperkuat pertahanan desa, meskipun pohon hidup sudah mati, serangan dari para monster sangat membekas padaku, aku tidak ingin kejadian yang sama terjadi lagi di masa depan "

  Ren mengangguk, ternyata bukan hanya dia saja yang mendapatkan pelajaran, Gant yang sudah berusia lebih dari empat puluh tahun ternyata masih bisa melakukan sesuatu yang ceroboh, ini membuktikan jika tidak ada batasan usia untuk belajar.

  " Jadi begitu "

  "...Ini tidak ada hubungannya dengan topik yang kita bicarakan, adakah orang yang bisa melakukan penilaian di desa ini "

  " Ada, Anna bisa menggunakan sihir penilaian sesuka hatinya "

  Sihir penilaian adalah salah satu sihir khusus yang sangat rumit, masalahnya bukan berada di Rune, Simbol, dan Pola Geometri-nya tapi berada di kemampuan seseorang dalam “ menilai ” setelah sihir aktif.

  Ini sama seperti orang rabun yang menggunakan kacamata untuk melihat arah tapi tidak tahu arah mana yang benar dan mana yang salah.

  " Memangnya apa yang ingin kau nilai? "

  " Pedangku, aku menerimanya dari seseorang yang dia juga tidak tahu kegunaannya "

  Gant ingat dengan Oblivion, pedang milik Ren ini terlihat terlalu bagus untuk menjadi senjata biasa.

  " Aku mengerti, apa kau ingin aku memberi tahunya? "

  Ren menggelengkan kepalanya" Tidak usah, aku akan datang menemuinya sendiri setelah sembuh "

  " Itu akan lama "

  " Aku akan menggunakan ramuan "

  " Apa kau punya uang untuk membeli mereka? "

  " Ya "

  Gant terdiam melihat jawaban percaya diri Ren, di luar dugaannya, ternyata Ren cukup kaya, sangat berbeda dengan apa yang dia tampilkan di penampilannya.

  ' Apa dia anak orang kaya...jika memang seperti itu kenapa dia menjadi seorang petualang daripada menikmati kekayaan keluarganya '

  " Aku mengerti "

••• ••• ••• •••

  Kota pelabuhan Lonor.

  Johan yang baru saja kembali dari mencari rongsokan dan menjual mereka, berjalan menuju penginapan dengan wajah gembira.

  ' Hehe...hasil hari ini sangat bagus, aku mendapatkan 1 Fond hanya dengan setengah hari pencarian '

  ' Karena minggu depan adalah batas waktu pembayaran uang sewa, aku tidak bisa pergi ke rumah bordil dengan uang yang kutabung hari ini '

  ' Hah... benar-benar sial, kenapa hidupku sangat sulit seperti ini! '

  ' Jika saja aku terlahir sebagai anak orang kaya, aku pasti hanya perlu duduk dan menikmati uang yang melimpah '

  Beberapa saat kemudian, Johan akhirnya tiba di depan penginapan, berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, kali ini dia melihat halaman berantakan.

  Di samping pintu, pemilik penginapan, nyonya Smir sedang menangis, wajahnya basah oleh air mata, dia di kelilingi oleh orang-orang yang menginap seperti Johan.

  " Apa yang terjadi? "

  Salah satu orang berbalik untuk menjawab pertanyaan Johan" Tadi ada sekelompok orang anggota geng Hunting Dog datang, salah satu dari mereka tertarik dengan Lottie "

  " Karena nyonya Smir dan Lottie menolak, mereka mulai mengacak-acak tempat ini lalu membawa paksa Lottie "

  Johan mengerutkan keningnya" Apa kalian sudah melapor kepada para kesatria? "

  " Sudah, tapi tanggapan mereka jauh dari kata wajar, mereka menyuruh kita untuk tidak terlibat karena ini sangat berbahaya "

  " Apa-apaan itu?! "

  Dulu Dalia sekarang Lottie, Johan semakin frustasi, dasar kriminal sialan, dasar kesatria sialan, semoga kalian semua menderita di neraka.

  Bingung apa yang harus dia lakukan, Johan tiba-tiba mengingat seseorang, itu adalah temannya, Ren.

  " Bagaimana jika kita memberikan misi ke guild, mungkin akan ada seorang petualang yang akan datang membantu "

  Mendengar hal itu, nyonya Smir kembali mendapatkan semangatnya, itu benar, masih ada kelompok orang gila uang itu, selama aku menyerahkan jumlah yang cukup, Lottie pasti kembali!

  Nyonya Smir menghapus air matanya lalu berdiri, dia berlari kedalam tanpa mengucapakan sepatah katapun, semua orang yang melihatnya tahu apa yang dia rencanakan.

  Melihat nyonya Smir keluar dengan kotak kayu kecil, tidak ada yang mencoba menghentikannya, malah mereka semua mendukungnya, ini hanyalah perjuangan seorang ibu yang ingin putrinya kembali.

  Johan memilih untuk mengikuti nyonya Smir, siapa yang tahu jika dia butuh bantuan seseorang nantinya.

  ' Disana mungkin aku akan bertemu Ren, aku bisa meminta bantuannya untuk merekomendasikan seseorang '

  " Hei nyonya Smir, tunggu aku "

  Meskipun Johan berteriak keras, nyonya Smir tidak menjawab, bukan karena dia tidak dengar tapi karena dia tidak memiliki waktu untuk mengobrol, sekarang kondisi putrinya adalah yang paling penting, tidak yang tahu apa yang sedang Lottie alami sekarang.

  ' Lottie... bertahanlah sebentar lagi, ibu janji akan membawamu pulang meski harus mempertaruhkan segalanya '

  Setibanya Johan dan nyonya Smir di guild, mereka melihat banyak petualang yang sedang duduk dan mengobrol, tapi mereka berdua tidak peduli dengan semua itu, ada tugas yang harus mereka selesaikan.

  Nyonya Smir mendekati meja resepsionis, di belakang meja, Neil menatap nyonya Smir dengan serius, dia tahu jika situasinya sedang gawat dan bukan waktunya untuk mengeluarkan senyum ramah palsu.

  " Ada yang bisa saya bantu? "

  " Aku ingin mengeluarkan misi untuk semua orang disini, misinya adalah menyelamatkan putriku yang di culik oleh geng Hunting Dog, hadiahnya adalah 5,000 Fond! "

  Mata semua orang membelak, mereka semua melihat kearah nyonya Smir seperti serigala lapar, Johan yang menyadari hal ini, sangat tidak menyukainya, ini membuatnya seolah sedang berada di kandang binatang buas.

  Sebelum ada orang yang menjawab, pintu samping terbuka, dari sana seorang pemuda berambut putih keluar, matanya yang berwarna merah menatap nyonya Smir lalu Neil dengan tatapan santai, dia memiliki wajah tampan dengan garis rahang yang jelas.

  " Aku akan mengambil misi tersebut "

  " Evan..."

  Namanya adalah Evan Harrison, anak laki-laki yang berhasil mencapai Rank Silver di usianya yang masih sembilan belas tahun, dan akan segera naik ke Rank Gold.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!