ini adalah kelanjutan cerita dari Dinda dan sistem,,dimana ini tentang kehidupan akhir bahagia wanita yang bernama Dinda Kirana,,setelah banyak rintangan dalam hidupnya,, akhirnya dia menemukan cinta yang benar-benar dia harapkan.
jangan lupa mampir ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelamatkan Zaina
Sedangkan di sebuah rumah pohon yang bergelantungan, di sana terlihat wajah-wajah yang menyeringai sedang duduk saling berhadapan dan tersenyum bahagia.
"Kapan kita akan memiliki wanita itu seutuhnya? Aku sudah tidak sabar memakannya," ucap seorang pemuda yang bertelinga panjang, giginya terlihat seperti gergaji mesin.
"Tunggulah sampai besok. Karena kakaknya sudah mati, kita akan mempercepat rencana kita. Aku juga sudah merasa tidak sabar ingin memakannya," ucapnya dengan terkekeh menyeramkan.
Mereka di sana yang berjumlah 4 orang saling bercerita tanpa tahu kehadiran seseorang yang sedang berjalan dengan santainya di kegelapan.
Sedangkan di dalam rumah pohon itu terlihat seorang wanita yang berumur 18 tahun dengan keadaannya yang cukup parah. Terlihat banyak luka goresan di area tubuhnya.
Dia menatap ke arah bulan dengan wajah sedihnya. Terlihat dari matanya yang sudah putus asa dengan kehidupannya.
"Kakak, aku harap kamu bisa selamat. Jangan pernah temui dan jangan pernah mencoba menyelamatkan aku dari mereka, karena itu sama saja Kakak mengantarkan nyawa Kakak sendiri!" ucapnya dengan lirih. Terlihat bulir-bulir air matanya menetes mengenai rantai yang ada di tangannya.
Dia menatap kakinya yang terluka parah dan menatap tangannya yang dikekang oleh rantai besar.
"Ibu, sebentar lagi kita akan bertemu. Tapi aku merasa takut karena merasakan sakit yang begitu luar biasa karena mendapatkan siksaan dari mereka yang sangat kejam itu, Bu... Kenapa mereka tidak membunuhku begitu cepat? Kenapa mereka malah menyiksaku seperti ini, hiks..." tangisnya di tengah hutan yang sunyi itu. Terdengar suara hewan-hewan dari luar yang mengaum membuat badannya bergetar hebat.
Ratu Zahra yang baru saja sampai di dalam rumah pohon itu melihat keadaan wanita yang sangat memprihatinkan. Tangannya mengepal kuat. Dia merasa marah karena melihat luka yang didapatkan wanita itu.
"Bajingan! Memang mereka pantas disebut dengan binatang buas dan kejam! Lihat saja, aku akan membabat kalian semua malam ini!" geramnya dengan marah. Terlihat pepohonan di luar semua tumbang dan suara binatang buas mengaum di luar membuat pemuda yang sedang bercerita merasa terkejut.
Mereka melihat pohon yang tumbang, dan hewan yang berlarian seolah menjauh dari rumah pohon mereka.
"Apa ini? Apa yang terjadi di sini? Kenapa semua pohon tumbang dan binatang di hutan ini semua pergi dengan ketakutan?" tanya kawannya yang terlihat pucat pasi karena merasa tidak nyaman.
"Aku juga tidak tahu. Sepertinya ada bencana alam, atau ada kekuatan lain yang memasuki area kekuasaan kita?" ucap pemuda itu yang paling kuat menatap hutan dengan mata tajamnya.
"Kamu benar. Ayo kita lihat di perbatasan hutan, siapa tahu ada yang ingin memasuki area kekuasaan kita, Bos!" ucap yang satu lagi dengan wajah datarnya.
Bos yang dipanggil mengangguk dan mereka berjalan dengan kecepatan luar biasa. Mereka tidak tahu orang yang mereka khawatirkan ada di dalam rumah pohon mereka sendiri.
Kembali di sisi lain. Ratu Zahra yang memperlihatkan wujudnya pada wanita itu berjalan mendekatinya.
"Ikutlah bersamaku, kita tidak punya banyak waktu di sini!!" Suara Ratu Zahra membuat wanita yang bernama Zaina itu tersentak. Dia mendongak dan menatap wajah Ratu Zahra yang terlihat menyeramkan dan juga cantik secara bersamaan.
"Siapa... kamu...?" tanyanya dengan takut. Dia menatap Ratu Zahra dengan wajah pucat nya. Baru kali ini dia melihat seorang wanita yang sangat menyeramkan.
"Jangan banyak bertanya. Aku akan membawamu menemui kakakmu dan dia sedang menunggumu di istanaku. Dan jangan takut padaku, aku hanya ingin menyelamatkanmu!" ucapnya. Setelah itu Ratu Zahra menghancurkan rantai itu dengan sihirnya.
Zaina yang melihat itu terkejut dengan kekuatan wanita itu, tapi dia hanya diam saja, karena dia sudah pasrah dengan hidupnya. Jika pun wanita yang ada di hadapannya membohongi dirinya, dia tidak peduli lagi.
Setelah melepaskan rantai itu, Ratu Zahra memukul tengkuk wanita itu. Belum sempat Zaina bereaksi, dia sudah terjatuh dalam pelukan Ratu Zahra.
"Jika aku membawamu dengan tanganku, mereka akan mengetahuinya, dan membalas dendam pada rakyatku. Lebih baik aku memasukkan mu ke dalam ruangku. Dengan begitu kamu bisa aman dan mereka juga tidak akan mencurigai ku," gumamnya. Setelah memasukkan Zaina ke dalam ruangnya, dia menghilang dari sana.
Sedangkan di perbatasan hutan, mereka yang tidak menemukan apa pun merasa kebingungan.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Dan juga kita tidak menemukan tanda-tanda adanya seorang penyusup?" ucap pemuda yang terlihat kurus.
"Aku juga tidak mengerti. Sebaiknya kita kembali, karena besok adalah hari yang paling penting untuk kita," ucap bosnya dengan tersenyum menyeringai.
Mereka yang mendengar ucapan bosnya saling memandang dan kemudian mengangguk sambil tersenyum.
"Ya, apa yang diucapkan bos benar. Besok kita akan berpesta besar karena mendapatkan makanan yang lezat," ucap bawahannya dengan suara riang.
Di saat mereka ingin berjalan, mereka mendengar suara seorang wanita yang terdengar dingin.
"Kenapa harus besok? Sekarang, malam ini kita akan berpesta besar bersama denganku! Bagaimana, makhluk bau?" ucap Ratu Zahra yang sedang berdiri di belakang mereka dengan wajah datarnya.
Mereka berempat terkejut dan memutar balikkan tubuhnya dengan jantung berdebar kencang, dan.
Deg.
*_**_**
Di tempat istana yang megah dan suasananya yang terasa mencekam, burung hantu menjadi penjaga istana yang terlihat tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana sama sekali.
Di dalam kamar yang luas dan berbau mistis, di atas ranjang terlihat seorang pemuda yang sangat tampan sedang berbaring sambil menatap ke arah pintu dengan mata elangnya.
"Kenapa dia bisa hidup kembali? Bukannya dia sudah dinyatakan mati dan tidak akan bisa hidup tanpa kekuatan luar biasa?" gumam pemuda itu dengan tersenyum menyeramkan.
Pemuda itu bernama Black, yang artinya dia sangat menyukai yang berbau hitam. Bahkan semua istana gelap dan suasananya terasa mencekam di dalam sana. Ternyata dia adalah Raja Kegelapan yang diperbincangkan sangat kejam juga ketampanannya sangat mematikan.
"Dan apa sebenarnya tujuan adiknya meminta bantuan padaku? Apa dia ingin mengambil tahta kakaknya sendiri? Ckckck... sungguh wanita yang licik. Aku merasa muak dan mual melihat wanita seperti mereka," gumamnya tersenyum remeh. Dia terlihat sangat tampan jika ekspresinya seperti apa pun itu.
"Coba aku lihat apa yang akan dilakukan wanita kejam itu besok. Apakah dia akan menyerahkan tahtanya pada adiknya, atau meminta maaf karena kelakuannya yang membunuh rakyatnya sendiri,aku sudah tidak sabar melihat reaksi wajahnya " gumamnya dengan terkekeh menyeringai.
Setelah mengucapkan itu dia langsung memejamkan matanya dan tertidur dengan wajah datarnya. Yang sebenarnya dia sama sekali tidak tidur, karena telinga dan hidungnya sangat tajam dan tahu apa yang datang mendekatinya.
berbagai peran dan kisah di ceritakan menjadi 1 dengan peran yang tegas dan sakti..
suka banget sama ceritanya, recommended deh pokoknya..
dan aneh nya aku menyukai tingkah mereka 🤣
apa kah dia sudah beranak-pinak
semangat thor