Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
"Intan...peluk" fifi mengulurkan kedua tangannya
Mereka berpelukan cukup lama "kamu sangat cantik hari ini, semoga jadi kelurga yang sakinah mawadah warahmah. aminn"
"Amin dong" suruh fifi sambil menatap kedua nya bergantian
"Amin" jawab pendek rama dan intan
"Emm pak rama, nanti malam pertama nya jangan galak galak ya" ucap fifi sambil mengucap pelan dan berlari kencang
Intan mengepal tangannya mengarah pada fifi yang berjalan semakin menjauh
Setelah siang hari, intan dan rama kembali berganti pakaian. mereka mengenakan warna abu yang sangat intan sukai
Mereka duduk sambil tersenyum lebar menatap para tamu "Ini kapan selesai nya?" tanya intan berbisik pada rama
"Gak tau, panas pantat ku. duduk aja" eluh rama sambil memegang pinggang nya
"Sama" jawab intan yang juga mengangguk kecil
Hari semakin gelap para tamu pun sudah mulai bubar namun banyak juga yang semakin datang, apalagi kini adalah pesta malam yang biasanya adalah hari paling ramai
Fifi juga ada disana dengan gaun biru muda selutut nya bersama ragil yang memakai kemeja biru muda yang ia gulung sampai siku
"Fifi ini pacar kamu?" tanya orang tua fifi pada ragil, karena memang ragil belum pernah bertemu dengan orang tuanya fifi
Orang tua fifi mengenal orangtua intan makannya mereka di undang
"Bukan" jawab fifi dan ragil cepat
"Gapapa kalo pacar juga, nanti kan bisa cepet nyusul intan" goda mamah nya fifi
Karena fifi merasa risih ia menarik tangan ragil untuk menjauh "kenapa?" tanya ragil mengerutkan keningnya
"Ribet" jawab ketus fifi
Semua orang dibawah sedang asik menikmati pesta namun mempelai wanita yaitu intan belum turun juga. sedangkan rama sedang menghampiri teman nya yang juga tamu undangan
"Ya ampun aku sekarang pake baju ini" intan menatap tubuhnya di cermin
Baju merah yang tanpa lengan dan bagian dada sedikit terbuka memperlihatkan belahan dadanya itu membuat nya malu
"Nyonya muda bisa langsung keluar, semuanya sudah selesai. ini pun baju terakhir sebelum acara berakhir"
"Iya" jawab intan
Akhirnya intan turun dengan perasaan malunya ia terus menunduk kan wajahnya padahal bagaimana pun usahanya ia tetap akan menjadi sorotan karena ia adalah tuan putri hari ini
Melodi berbunyi indah beberapa orang sudah mulai berdansa begitu pun dengan intan dan rama , mereka sebenarnya tidak mau tapi mereka dipaksa oleh kedua orangtuanya agar tak membuat orang bertanya-tanya
"Aku gak bisa dansa" ucap intan terus mengikuti langkah kaki rama
"Aku juga gak bisa" jawab rama
Tapi mereka terus mengikuti irama lagu sambil sesekali menatap bersama
"Aku gak nyangka aku punya istri ayam Kate" ucap rama sambil menyeringai
"Yaampun ayam kate lagi!!! kau pikir aku beruntung dapetin gorila kaya kamu" ketus intan memalingkan wajahnya
Setelah acara dansa berkahir mereka duduk kembali di pelaminan melihat semua para undangan yang sibuk masing-masing
"Aku ngantuk" ucap intan menggerakkan kepalanya
"Intan gawat!!!" rama membuka mulutnya lebar-lebar lalu menarik tangan intan yang digunakan untuk menutupi wajahnya
"Apaan si?!!" ketus intan menarik lengannya lagi
"Liat yang disana" tunjuk rama tanpa menoleh , ia terus menatap wajah intan
Intan mengerutkan keningnya mencari seseorang yang ia kenal "siapa?" tanya intan ketika ia tak mendapat objek yang dicarinya
"Itu, perempuan yang pake gaun putih" jawab rama masih menatap intan, namun lagi-lagi intan bingung yang mana karena ada banyak perempuan yang memakai gaun putih
"Iya terus kenapa?" tanya intan
"Dia mantan ku" jawab rama sambil memasang wajah sedihnya
"Ah yang benar, yang mana sih yang mana?" tanya intan lagi berusaha mencari
"Aih, kau belum lihat dari tadi?" tanya rama mengerutkan keningnya
"Belum" jawab intan cepat
Rama menarik lengan intan menempelkan kepalanya dan kepala intan lalu menunjuk satu orang perempuan yang sedang meminum jus
"Wah cantik" puji intan
Dengan cepat rama membenarkan jasnya berlaga mulai sok ganteng, walupun dia memang tampan
"Dia cantik, sangat rugi pernah mendapatkan mu" sambung intan yang membuat rama mendengus kesal
"Rugi? iya dia sangat rugi mendapatkan ku sebentar. sekarang kau kan yang beruntung mendapatkan ku selamanya?" tanya rama menggoda intan
Intan pun memukul dada bidang rama dengan keras
"Aw... kau ini kasar sekali" ucap rama sambil mengelus dadanya
Saat melihat rama mengelus dadanya intan pun langsung menoleh ke arah dadanya memastikan bahwa baju itu masih aman dibadannya "Aku takut ini merosot ih"
"Kenapa kamu?" tanya rama yang masih memperhatikan intan
"Gak"
"Aku tau, kamu mau menggoda ku kan dengan itu?" rama menunjuk buah dada intan
"Jaga tangan mu!!!"
"Aku bahkan tak menyentuhk mu!!!" jawab rama kesal
Setelah tengah malam pesta pun berakhir dan bubar karena para keluarga pun sudah kelelahan akhirnya mereka memutuskan kembali ke rumah besok pagi
Intan dan rama memasuki kamar yang sama, yaitu kamar yang kemarin malam ditempati rama. karena kamar intan penuh dengan barang-barang pesta
Rama masih santai berbaring sambil mamainkan handphone nya, keduanya tak mandi karena malas.
"Ini batas nya ya" ucap intan mengangkat guling dan menaruhnya ke tengah
"Awas ya kalo kamu melewatinya" tunjuk rama pada wajah intan
Intan memalingkan wajahnya dan langsung tertidur pulas begitu pula dengan rama setelah ia mematikan ponselnya ia juga tertidur pulas
Fifi sedang meluruskan tubuhnya yang terasa sangat pegal apalagi orang tuanya yang kini juga mendesak ia segera menikah karena tau bahwa intan teman seumuran nya pun sudah menikah
Membuat fifi semakin terbebani, apalagi kata kata orang tuanya yang selalu terngiang-ngiang adalah "Kita akan menjodohkan mu dengan anak rekan bisnis papah kalo kamu tidak membawa calon suami mu"
Intan terus berpikir harus bagaimana, dirinya pacar pun tak punya. jika boleh memilih sih tak ada orang lain yang akan ia bawa selain pak gilang. namun pak gilang mana mau
Esok hari
Keluarga intan sudah kembali ke rumah nya tapi ia tidak. ia ikut bersama rama yang kini menjadi suaminya ke rumah pak dahlan, dengan sangat berat hati intan berkata "Ia aku mau tinggal bersama rama"
Kini intan sedang menyusun pakaian nya yang ia bawa beberapa dari rumah ke lemari kosong yang sudah disiapkan di kamar rama
"Jangan kamu satuin sama baju aku" teriak rama di sofa yang sedang menikmati buah
"Bawel" bentak intan
"Rama..intan.. sarapan dulu" teriak bunda dari bawah
"Intan aku mau makan disini, ambilin" suruh rama sambil tetap duduk santai di sofa
"Ambil aja sendiri, kenapa nyuruh aku?"
"Karena kamu sekarang istriku" jawab rama tersenyum lebar penuh kemenangan
"Cepet!!! kalo gak aku aduin sama..."
"Iya bawel banget si" potong intan sambil melempar pakaian yang sedang ia pegang ke wajah rama
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.