NovelToon NovelToon
SANG PENGHIBUR

SANG PENGHIBUR

Status: tamat
Genre:Romansa / PSK / Mengubah Takdir / CEO / Tamat
Popularitas:61k
Nilai: 5
Nama Author: Arisya Ramadhan

Naya tidak pernah membayangkan diulang tahun pernikahannya yang ke-empat harus berakhir menjadi mimpi buruk untuknya. Brian, suaminya terpaksa menjual Naya untuk melunasi utang-utangnya. Naya yang masih mencintai suaminya rela dengan keputusan Brian. Tidak ada yang pernah menerima dirinya selain Brian.

Di sana, Naya bertemu dengan Clara dan Rose. PSK yang mengubah sudut pandang Naya tentang dunia malam, dunia para penghibur.


Noah, klien pertama Naya, seorang pewaris tunggal perusahaan otomotif terbesar di Negara itu, menginginkan Naya untuk menemaninya setiap malam.

Naya dengan segala kerapuhannya dan Noah dengan segala kekuasaan dan arogansinya. Apakah mereka bisa saling menyembuhkan luka? Atau Noah hanya akan menambah luka Naya?

Lalu, bagaimana dengan pernikahan Naya dengan Brian? Suami yang sudah mengenalkan arti keluarga untuk Naya yang seorang anak yatim piatu sejak lahir.


Clara, Rose dan kisah memilukan PSK lainnya.

Ini bukanlah kisah tentang mereka di atas ranjang. Tapi ini adalah kisah yang tidak mereka ceritakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisya Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Beberapa luka lebam yang ada di tubuh Naya sudah mulai memudar. Sudah hampir seminggu dirinya menerima semua perawatan di sebuah rumah sakit. Noah selalu datang menemaninya setelah menyelesaikan pekerjaan kantor.

Seperti malam ini, Noah datang menjenguknya setelah seharian meneror Naya dengan puluhan pesan dan lima kali panggilan. Menanyakan kondisinya atau pun memberi perintah agar Naya tidak telat meminum obat.

“Bagaimana kabarmu, Sayang?” Noah mencium lembut kening Naya.

Sementara yang menerima ciuman masih belum terbiasa dengan keromantisan itu. Naya selalu menunduk malu.

“Sudah makan?” tanyanya.

Naya mengangguk.

Noah melirik ke arah meja. Masih ada sisa makanan dan hanya tersentuh pinggirnya.

Noah mendengus. “Ini yang kamu maksud sudah makan?” Sambil menunjuk mangkuk yang berisi bubur itu.

Ia menelpon seseorang, meminta makanan baru untuk Naya. Setelah itu, ia melepas jasnya, melipat lengan kemejanya ke atas, lalu melonggarkan dasi hitam yang sedari tadi mencekiknya. Sementara Naya, menikmati pemandangan indah itu.

Noah lalu beranjak ke arah pintu setelah mendengar suara ketukan. Ia kembali dengan nampan berisi makanan penuh, lalu meletakkannya di atas nakas.

“Aku harus memastikan kamu menghabiskan ini.”

Naya menghela napas. Ia sangat tidak berselera.

“Naya. Jangan membantah, ya.”

Bibir Naya yang baru saja akan protes, langsung mengatup. Ia mengangguk takut.

Noah kadang bisa sangat lembut, tapi bisa juga sangat menakutkan.

Suapan pertama berhasil mendarat di mulutnya. Bisa ia lihat betapa Noah sangat tulus. Mungkin Noah sudah terlatih saat merawat ibunya.

“Noah.”

“Hmm?”

“Bagaimana kabar ibu?” tanya Naya hati-hati.

“Sudah semakin baik. Beberapa hari ini dia sudah mulai tersenyum kecil.”

Naya tersenyum senang. Ada perasaan rindu untuk segera bertemu ibu Noah lagi. Tiba-tiba sekilas ingatan tentang ucapan Noah tentang dirinya bersama ibunya melintas.

Suasana berubah menjadi hening. Hanya suara sendok yang beradu dengan piring kaca saat Noah mengaduk bubur hangat itu.

“Kenapa anda menyukaiku?” tanya Naya tiba-tiba.

“Aku tidak pernah bilang menyukaimu.”

Naya membelalak. Tatapannya menurun, ia malu. “Oh, maaf. Maksudku ….”

“Aku mencintaimu, Naya.”

Naya membeku, tapi tidak dengan Noah. Noah melayangkan suapan kedua. Kali ini, rasanya sangat sulit untuk mengunyah. Pikiran Naya tiba-tiba berperang dengan perasaannya sendiri. Tidak ada wanita mana pun yang tidak ingin di cintai.

Setelah berhasil menelan makanan itu, Naya memberanikan diirnya. “Jangan mencintaiku, saya tidak pantas untuk anda.”

Noah tidak mengindahkan kalimat itu. Noah masih dengan sabar menyuapi Naya, meskipun suapan ketiga terhenti di bibir Naya yang menutup rapat.

Noah meletakkan kembali sendok ke dalam piringnya, lalu menyimpannya di atas nakas. Ia lalu mengulurkan gelas berisi air putih. Naya mengambilnya lalu meminumnya sedikit.

Setelah meletakkan gelas, Noah berbalik dan berjalan keluar dari ruangan itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Naya mengira Noah marah padanya. Tapi sepuluh menit kemudian Noah kembali masuk sambil membawa sebuah amplop besar berwarna coklat. Noah memberikannya untuk Naya.

Naya mengamati alamat pengirimannya, alamatnya adalah rumah pelacurannya dulu. Ia mengeluarkan isi amplop itu. Ketika mengetahui isinya adalah surat perceraian yang suaminya kirimkan, Senyumnya berubah menjadi sedih.

Noah merebut amplop yang masih Naya pegang dan mengeluarkan hal lain di sana. Sebuah foto terjatuh. Foto pernikahan Brian bersama Yuki. Wajah bahagia mereka terukir jelas di foto itu.

“Brian bahkan tidak menungguku menandatangani surat perceraian ini,” ucapnya dengan tersenyum getir, air matanya jatuh lagi. Rasanya ribuan lebih sakit daripada saat Freya memukulnya dan menamparnya hingga berdarah.

Noah berdiri di depannya dengan wajah yang datar tapi rahangnya menegang. Perasaannya seperti mendidih kembali. Wanita di depannya ini sudah sangat hancur berantakan. Noah frustasi. Bagaimana caranya menyadarkan Naya kalau dia juga berhak bahagia. Bersamanya.

“Naya!” Noah memanggil dengan tegas.

Naya tersentak, ia mendongak melihat Noah yang menyugar rambutnya ke belakang. Naya tau, Noah sedang menahan emosinya.

“Kenapa hanya kau yang harus menderita, hah? Semua orang yang menyakitimu bahagia di luar sana. Kenapa kau terus menyiksa dirimu sendiri?”

Naya menunduk. “Saya hanya sedang melindungi diriku sendiri. Hatiku sudah sangat hancur. Rasanya sangat sulit untuk jatuh cinta lagi.”

“Kalau begitu jangan! Sudah berapa kali aku katakan. Biarkan aku yang mencintaimu, biarkan aku yang mendekatimu, dan biarkan aku … yang mengobati luka itu.”

Air mata Naya mengalir. Ucapan itu sangat hangat di hatinya. Dirinya benar-benar bisa sangat jatuh lagi jika Noah mengatakannya. Luka yang Noah maksud seperti di tenggelamkan dalam satu wadah berisi ramuan obat terbaik.

Noah menarik Naya ke pelukannya. “Ada aku, Naya. Kau tidak benar-benar sendirian sekarang. Aku yang akan menjadi keluargamu lagi, bersama ibuku.”

Naya tidak lagi menahan isakan tangisnya. Ia membalas pelukan Noah dengan erat. Apakah harus? Apakah bisa? Apakah ini benar? Hatinya meronta ingin sembuh, tapi pikirannya masih berusaha mengeluarkan semua kenangan buruk itu. Menyadarkan Naya, jika pertahanannya akan habis jika ini gagal lagi.

Bunyi pintu kamar di buka dengan kasar, suara derikan roda semakin jelas menghantam kesunyian. Dari arah pintu, kenyataan kembali menghadang mereka. Kenyataan yang hampir saja Naya lupakan. Bahwa, tidak akan ada tempat untuknya. Meskipun Noah menggenggam erat tangannya. Tapi tatapan dari seorang pria yang sedang duduk di kursi rodanya itu, sangat jelas, sedang menatap penuh amarah kepada dirinya.

...****************...

1
Winarno Suzhi
masih penasaran gimana nasib bryan..pengen tau nasib buruknya
Winarno Suzhi
naya kenapa kamu selembut ini se...
Winarno Suzhi
mike dan freya d bereskan kenapa suami naya tidak..padahal nunggu cerita bryan menderita..
Winarno Suzhi
setelah baca Dia bukan manusia aku langsung cari cerita laen nya dan sampailah aku d sini thor...
rista_su
feelnya dapet. penulisannya bagus. alurnya ga bertele tele. ga sinetron. jempol deh 👍🏻
rista_su
mantab. ga bertele tele tp feel nya dapet
rista_su
dari begitu banyak novel disini. kebanyakan ceritanya pasti mirip". novel ini ga sengaja nemu, masih dikit kayaknya yg baca. tp berhasil bikin porak poranda yg baca..
rista_su
masih penasaran senyumnya si brijingan
rista_su
semoga anak hasil selingkuhmu jg keguguran krna malu hrs jd anakmu.
rista_su
bener bener sekebon binatang ini
rista_su
luar biasa laki laki
Isnay Maulani
Baguuuuuus ceritanya
sukses trs tuk karya2nya thor 🙏🙏😍😍
Maryana Fiqa
wah cepat kl tamat rasanya gak rela mba cerita sebagus ini cepat kl hbs.....
semangat mba dgn karya selanjutnya 💪💪
terimakasih banyak sdh banyak menhibur🙏🙏
Arisya R: Wah, aku terharu 🥹.. aku yang berterima kasih kak, karena sudah mampir dan kasih feedback 🫶🏻🤗
total 1 replies
AR Althafunisa
😭😭😭😭😭😭😭😭
AR Althafunisa
ya karena dia jatuh hati padamu 😪
AR Althafunisa
laki kagak tau diri, dasarr !!! emang Lo doang yg sedih, gemana yg ngalamin sendiri. udah kehilangan janin diangkat pulak rahimnya dan ga bisa hamil lagi. Situ sendiri enak bisa punya anak lagi lewat perempuan lain. Sekarang menyalahkan takdir ke bini 😡😡😡😡
AR Althafunisa
😭😭😭😭😭😭
AR Althafunisa
kalau sy ada di dekat Brian sy penting pake wajan palanya 😡😡😡😡😡
👑
Akhirnya End dan aq gk penasaran lagi. Semangat terus ya kak, moga sukses dan bahagia selalu. aq mau pamit 🤭 mau hapus NT. ahh semua ini menyesakkan. padahal NT bnyak sekali menyimpan kenangan. ya udahlah ya, aq juga GK bisa bertahan di NT lagi ggra regulasi baru yg mencekik. Semoga regulasi NT berubah lebih baik lagi dan lebih mensejahterakan penulis. Ah ngarep. aq mau jalan2 ke pf sebelah dulu, bawa novel q yg baru. hihi malah jadi curhat 😑
semangat terus ya kak, terima kasih sudah memberikan cerita yg sangat menginspirasi. sukses n bahagia selalu❤️
Arisya R: Aaa kak, kok aku mau nangis yaa… makasih ya kak udah baca cerita ini, semoga NT bisa berbaik hati lagi nanti… aku senang bisa kenal sama kaka… semoga di mana pun kaka nulis, kaka bisa dan akan sukses terus.. aaamiiin… sehat selalu juga kak… 🥹🤗🤗
total 1 replies
Lylia07
serius udahan mau ending ini😭. aaa sedih banget berasa cpt banget baca ceritanya. belum pengin pisah sama kisah mereka 🥲.
Arisya R: Hahah, siap kak…
Btw makasih ya kak udah baca sampai akhir dan beri dukungan terus… 🤗🥹😘😘
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!