Eza dan Ezi dua Kak beradik yang memiliki kegeniusan yang terpisah. Mereka mengalami kecelakaan dan hidup kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aloha_Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Makan malam
Gita seperti biasa berkunjung ke rumah si kembar, tanpa sengaja Gita bertemu Leon bertemu di rumah si kembar.
"Eh Gita, kamu kok bisa di Mension nya tuan Smith dan keluarga," ucap Leon bertanya.
"Iya dong, Kak Gita sudah kami anggap sebagai kakak kami, terus kamu siapa ?" ucap Eza cemberut dan curiga.
"Biasalah dek, sepertinya lelaki ini ingin mendekati Kak Gita," ucap Ezi blak-blakan.
Leon hanya tersenyum dan tertawa melihat tingkat si kembar.
"Haha, kalian berdua lucu ya, tenang saja aku tidak menganggu kalian main kok, ini saja Kak Leon mau pulang, karena hanya mengantarkan berkas dari mama Kak Leon untuk nyonya Smith," ucap Leon langsung pamit.
Gita pun hanya tersenyum melihat tingkah keduanya, dan mengantarkan Leon sampai pintu gerbang.
"Terima kasih yaa Gita sudah mengantarku, kamu kerja di sini ya, ternyata CEO yang di angkat oleh tuan Smith di Australia itu kamu ya, laporan dan kinerja kamu bagus banget, nanti jika aku Australia boleh ya mampir," ucap Leon bertanya.
"Ehm boleh dong," ucap Gita tersenyum.
Leon pun pergi melambaikan tangannya. Leon begitu bahagia bisa bertemu dengan cinta monyet nya. Sebab sejak kecil masa keduanya bermain bersama Leon sudah memiliki perasaan pada Gita, meskipun tidak di ungkapkan Leon secara terbuka.
Gita pun kembali ke Mension, sesampainya di sana Eza dan Ezi malah mengintrogasi nya.
"Kak, laki-laki tadi siapa kamu sih? terus sepertinya dia suka dengan kakak," ucap Ezi menyelidik.
"Haha, kalian berdua ada-ada saja deh, lagian pula siapa juga suka dengan kakak, kalian berdua suka bercanda," ucap Gita tersenyum pada keduanya.
"Ya ampun kak, kita serius bertanya, kenapa juga sih Kak Weyi telat menyatakan perasaan pada kakak Gita?" ucap Eza keceplosan.
Mata Ezi langsung membesar memberi kode pada Eza agar ubah topiknya.
"Haha, maksud Eza sih, kenapa Kak Weyi tidak ke sini? argh Napa juga balas tentang perasaan kalian berdua kan sudah besar Kak," ucap Eza lepas tertawa.
"Kakak paham kok yang kamu maksud Eza, lagian Kak Gita sadar siapa kakak? pasti Weyi sudah di jodohkan oleh orang tuanya," ucap Gita menerawang langit ke atas.
"Ehm analisis kita sama Kak, karena Kak Weyi anak tunggal dalam keluarga tersebut jadi Kak Weyi pasti harus menurut kata orang tuanya," jawab Ezi sambil ikutan gaya Gita.
Tuan dan Nyonya Smith hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.
"Lihat deh pa, keduanya merasa kalau Gita memang kakak mereka, keduanya begitu peduli dengan perasaan Gita, atau kita angkat saja Gita sebagai anak angkat," ucap nyonya Smith sambil menyeduh teh nya.
"Mama lupa ya, dulu kita pernah meminta hal itu pada Gita, jawaban Gita apa coba? dia ingin menjaga perasaan Siva, dia tidak mau jika bertemu dengan Siva ada aura kebencian, sedangkan Siva tidak pernah akur dengan si kembar," ucap tuan Smith.
"Iya papa benar banget deh, kalau begitu hayo Pa kita lanjutkan nge teh nya," ucap nyonya Smith sambil menyeruput teh yang berada di hadapan nya.
Di sisi lain.
Gita pun pamitan karena mama sedang memerlukannya, Gita pun pamitan dengan tuan dan nyonya Smith. Sedangkan si kembali ke kamar, hingga nyonya Smith memanggil keduanya.
"Kalian berdua ke sini dulu sebelum ke kamar," ucap nyonya Smith penasaran kenapa Gita di suruh ke sini oleh si kembar.
"Ada apa ma? kita masih ada urusan di kamar yang belum di selesaikan," ucap Eza bertanya.
"Kenapa kalian mengajak Kak Gita ke rumah?" ucap nyonya Smith bertanya.
"Ada hal yang mau kita persiapkan ma, terkait satu Minggu lagi kita mau balik ke Australia, menyelesaikan satu tahun lagi belajar di sana," ucap Ezi menjawab.
"Oh terus memangnya sudah selesai begitu, terus juga kenapa kalian kepo tentang hubungan Kak Gita dengan Weyi dan juga tadi dengan Leon," ucap nyonya Smith penasaran dengan jawaban anaknya.
"Ya, nanya saja sih ma, kita kan sayang sama Kak Gita, kita mah mau Kak Gita menikah dengan lelaki seperti Kak Ezi," ucap Eza langsung menunjuk Kak Eza.
"Haha, ya ampun Eza, kakak kamu kan masih kecil sayang, bagaimana dia bisa di sandingkan dengan Leon dan Weyi sudah dewasa," ucap nyonya Smith memegang rambut Eza.
"Idiih, mama nggak percaya dengan kita, lihat saja kalau kita sudah dewasa, laki-laki atau pun perempuan akan tertarik dengan kita berdua," ucap Ezi ikut menjawab.
Mereka pun tertawa atas jawaban dari anaknya tersebut, nyonya dan tuan Smith terhibur dengan kehadiran keduanya, bagi tuan dan nyonya Smith kedua anak nya ada oase di tengah kepenatan.
Keduanya kembali ke kamar setelah percakapan pendek tersebut.
"Arrrgh, gue basmi elo hahah, rasain elo, blaam," teriak Ezi dengan keras karena memenangkan pertandingan.
"Hore, gue dapat emas hahah, sepertinya harus di tingkatkan lagi, yes hore menang lagi," ucap Ezi teriak kembali.
Eza risau dengan teriakan kakak nya, dia pun langsung menemui kakaknya di kamarnya.
"Ih nyebelin banget sih kak, kamu teriak nya gede banget tahu, berisik," ucap Eza mendengus kesal.
"Sssst, kakak sedang fokus main games dek, jangan ganggu dulu ya, nanti kita lanjut berdebat nya, nanti kalau kakak menang kamu mau apa nanti kakak belikan," ucap Ezi mengusir adiknya dengan kode usir.
Eza pun pergi meninggalkan kamar kakaknya, Eza kesal nggak di dengarkan perkataanya.
"Maaama," teriak Eza dari depan kamar Ezi.
Nyonya Smith pun menghampiri anaknya dan berkata ;
"Kenapa anakku Eza teriak-teriak begitu?" ucap nyonya Smith mendekati anaknya.
"Nie Kakak Ezi berisik banget loe ma, main game malah teriak-teriak," ucap Eza cemberut.
"Haha, bagaimana bisa aku berisik? mama lihat saja," ucap Ezi keluar dari kamarnya dan menjulurkan lidahnya ke adiknya.
"Ih mama, lihat itu Kak Ezi menjulurkan lidahnya ke aku," ucap Eza mengadu.
"Haha, kalian itu bersaudara sekarang temanan lagi," ucap nyonya Smith.
"Ih Kak Ezi nyebelin ma, aku mau masuk kamar saja," ucap Eza meninggalkan mama nya.
Ezi pun demikian dia pun kembali ke kamarnya, sedangkan nyonya Smith kembali ke dapur.
Kedua kakak beradik itu masih saja mendengus kesal, apalagi Eza kesal dengan kakaknya. Ezi pun menghibur adiknya dengan transfer langsung ke rekening nya. Eza teriak kesenangan luar biasa. Eza pun langsung menelpon kakaknya dan mengucapkan terima kasih.
Malam pun tiba.
Nyonya dan tuan Smith mengajak anak-anak nya untuk makan malam di luar rumah, saat itu tanpa sengaja Eza melihat seorang anak yang ingin di pukul oleh papa mereka.
Eza pun datang dan berkata...
Penasaran.
Ikuti terus ya😘😀
like , comment, gift dan vote ya
terima kasih.