NovelToon NovelToon
DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

DOSEN DINGIN PUJAAN HATIKU

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / Nikahmuda / Beda Usia / Tamat
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: ila akbar

Menceritakan kisah tentang perjalanan hidup Dinda, seorang mahasiswi sombong dan angkuh yang sangat malas dan berbuat semaunya.

Di kampus ia cukup populer, dengan parasnya yang cantik dan tubuhnya yang seksi, ia mampu membuat semua pria tergila-gila kepadanya, namun sayang kemampuan berpikirnya dibawah rata-rata.

Namun meskipun ia seperti itu, tidak ada satupun teman di kampusnya yang berani kepadanya, bahkan dosenya sekalipun, mereka semua takut kepadanya, karena mereka tau, kalau orang tuanya adalah pendonor dana terbesar di kampusnya.

Akan tetapi karena kemampuan berpikirnya itu dibawah rata-rata, ia terpaksa harus dipertemukan dengan dosen baru kenalan ayahnya yaitu Pak Erik.

Pak Erik adalah dosen muda yang sangat tampan, sukses dan ia masih lajang, namun ia terkenal sangat Galak, Dingin, Tegas dan Disiplin.

Sejak bertemu dengannya, ia mengaku kehidupannya berubah menjadi sial, karena Pak Erik adalah satu-satunya dosen yang berani kepadanya, bahkan hampir setiap hari ia mendapatkan teguran dan hukuman darinya.

Namun tak disangka-sangka, ternyata Pak Erik adalah pria yang telah dipilihkan oleh kedua orangtuanya untuk dijodohkan dengan dirinya.

Penasaran dengan kelanjutan kisah Pak Erik dan Dinda.? Baca terus novel ku ini yuks.! 🙏🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ila akbar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

DI KAMAR DINDA

Waktu menunjukan pukul 06:00 Pagi.

Terlihat Dinda yang sudah bangun dari tidurnya dan sedang siap-siap untuk pergi ke kampus, Dinda terlihat sibuk memakai krim kecantikannya sambil bercemin didepan kaca, namun disaat ia sibuk dengan semua itu, tiba-tiba ia terdiam dan terbengong.

"Pak Erik kemana yah.? Kok udah jam segini belum pulang-pulang.?" Kata Dinda dalam hati sedih dan merasa bersalah.

"Apa jangan-jangan, pak Erik kenapa-napa yah di jal,,,,,,,," Seketika Dinda terdiam.

"Ahhh enggak mungkin, kamu lagi mikir apa sih Dinda.?" Kata Dinda lagi mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri, kemudian ia pun mencoba untuk memakai krim kecantikan kembali, namun lagi-lagi ia terdiam dan terbengong memikirkan Erik, karena sepertinya sekarang ini ia benar-benar merasa bersalah kepadanya, karena ia sudah membuatnya kecewa dan marah seperti sekarang ini.

Disaat Dinda terdiam memikirkan Erik, tiba-tiba Erik pun datang dan masuk kedalam kamar, akan tetapi Erik masuk ke dalam kamar dengan raut wajah yang masih sangat kecewa dan marah, karena sepertinya penolakan dari Dinda semalam benar-benar membuatnya kecewa.

Melihat raut wajah Erik seperti itu, Dinda hanya terdiam, ia terdiam karena bingung harus berbicara apa kepadanya, karena disatu sisi memang ia lah yang salah belum bisa menjalani kewajibannya sebagai seorang istri, namun disisi lain ia memang benar-benar belum siap merelakan keperawanannya kepada Erik suaminya.

Melihat Dinda terdiam seperti itu, Erik pun ikut terdiam, sepatah katapun tak terucap dari bibirnya, bahkan melihat Dinda berada di depan mata pun ia seperti tidak melihat siapa-siapa, jika biasanya ia perhatian kepadanya, kali ini ia justru acuh dan tidak perduli sama sekali kepada Dinda istrinya.

Melihat Erik acuh dan tidak perduli kepada dirinya, entah mengapa Dinda merasa sedih, ia merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang darinya, sepertinya tanpa ia sadari perhatian dan kasih sayang Erik sangat berarti untuknya.

Di dalam kamar mereka berdua hanya terdiam dan membisu, tak terdengar sepatah katapun dari bibir mereka, mereka seperti orang yang belum kenal satu sama lain.

Mereka terdiam dan membisu didalam kamar cukup lama, hingga akhirnya mereka berdua pun turun kebawah menuju mobil Erik, karena seperti yang kita tau, mereka berdua akan berangkat ke kampus.

Di dalam mobil Erik, mereka berdua pun masih tetap dalam keadaan terdiam dan membisu, jika biasanya Erik yang menggoda Dinda, saat Dinda marah, saat Dinda kesel dan saat Dinda sedih, kali ini Erik diam dan tidak perduli kepadanya sama sekali, ia tetap fokus menyetir mobilnya, tanpa menengok kearah Dinda, tatapannya fokus kedepan kearah jalan, sepertinya sekarang ini ia sengaja ingin mengetes seberapa besar cinta Dinda kepada dirinya, dan seberapa jauh Dinda bisa hidup tanpa kasih sayang darinya, ia melakukan semua itu karena ia ingin membuktikan kepadanya, kalau ia sangat berarti untuknya.

Merasa Erik berubah kepada dirinya, Dinda pun merasa resah dan tak tenang, ia sangat sedih dengan perubahan sikap Erik itu, namun ia mencoba untuk tenang dan biasa saja, meskipun sesungguhnya hatinya sangat sakit.

Setelah terdiam dan membisu di dalam mobil cukup lama, akhirnya Erik dan Dinda pun sampai di kampus, setelah sampai di kampus mereka berdua pun turun dari mobil, kemudian Erik melangkah menuju ruangannya, sedangkan Dinda terlihat berjalan menghampiri Tika dan Ria di Kantin dengan raut wajah yang sangat sedih.

"Eh Din, loh kenapa.? Loh lagi ada masalah.?" Kata Ria penasaran melihat raut wajah Dinda sahabatnya sedih seperti itu.

"Iya Din, loh kenapa.?" Sambung Tika, yang juga penasaran melihat raut wajah Dinda seperti itu.

Mendengar pertanyaan dari Ria dan Tika, Dinda tidak menjawabnya, ia hanya terdiam dan menyenderkan kepalanya dipundak Ria, kemudian ia pun langsung menangis.

"Hiks,, hiks,, hiks,,,," Suara Dinda menangis, karena ia benar-benar sangat sedih memikirkan sikap Erik yang berubah kepada dirinya.

Melihat Dinda menangis di pundaknya seperti itu, Ria pun langsung memeluknya.

"Din, loh kenapa.? Kok nangis sih.?" Kata Ria ikut sedih melihat keadaan Dinda seperti itu.

Mendengar pertanyaan dari Ria, lagi-lagi Dinda tidak menjawabnya, ia malah menangis semakin kencang.

"Dinda, loh kenapa sih.? Cerita dong kalau ada apa-apa sama kita.!" Kata Tika panik, karena ia memang benar-benar tidak tau apa sebenarnya penyebab yang membuat Dinda menangis seperti sekarang ini.

"Tau Din, loh kenapa sih sebenarnya, hah.?" Kata Ria yang juga panik.

Melihat Ria dan Tika sepnik itu, Dinda pun mencoba menghentikan tangisannya dan menghapus air matanya.

"Enggak kok, gw papa.! Gw cuma lagi pusing aja, ya udah lebih baik kita ke kelas yuk.! Tuh pak Erik udah lewat." Kata Dinda sambil menatap kearah Erik yang sedang berjalan menuju ruang kelasnya karena pagi ini adalah jam mata kuliahnya, ia terpaksa berbohong kepada Ria dan Tika, karena ia bingung harus curhat dengan mereka dari mana, secara mereka berdua belum ada yang tau soal pernikahannya dengan Erik.

"Ya udah yuk kita ke kelas.?" Kata Dinda lagi, sambil buru-buru melangkah masuk menuju ruang kelasnya.

Mendengar jawaban dari Dinda, yang tak masuk akal, Ria dan Tika pun sebenarnya tidak percaya, akan tetapi karena waktu sudah siang dan mereka juga melihat Erik yang memang sudah melangkah menuju ruangan kelasnya, mereka pun lebih memilih diam dan langsung melangkah bersama Dinda menuju kelas, karena meraka takut kalau sampai telat, karena kalau sampai telat, mereka sudah pasti akan kena hukum.

DI RUANG KELAS.

Terlihat Dinda, Ria dan Tika yang baru saja duduk di bangku masing-masing untuk menunggu Erik datang, karena tadi mereka jalan cukup cepat sehingga mereka masuk ke dalam kelas lebih dulu dibanding Erik.

Disaat mereka menunggu Erik, akhirnya Erik pun datang dan memasuki ruang kelas mereka.

"Selamat pagi semuanya.?" Kata Erik tegas dan dingin.

Mendengar Erik menyapa, Dinda pun langsung menatap kearahnya sambil tersenyum manis kepada Erik yang juga sedang menatap kearahnya.

Namun alih-alih membalas senyuman Dinda, Erik justru tersenyum sinis.

Kemudian langsung memalingkan wajahnya dari Dinda, bahkan ia pun terlihat sangat benci kepadanya.

Melihat Erik seperti itu kepada dirinya, Dinda pun langsung tertunduk dengan raut wajah yang sangat sedih, apalagi selama di dalam kelas, Erik sama sekali tidak perduli kepadanya, menatap kearahnya pun tidak, Dinda seperti tak terlihat olehnya, ia lebih memilih memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya yang lain, sehingga membuat Dinda pun tak tahan dan kali ini ia benar-benar sudah tidak tahan lagi, bahkan ia pun sudah tidak bisa membendung air matanya lagi.

"Hiks,,, hiks,,, hiks,,," Suara Dinda menangis dengan raut wajah yang sangat sedih, kemudian dengan segera ia pun langsung buru-buru menghapus air matanya, karena ia tidak mau kalau sampai Erik dan teman-temannya tau, kalau ia sedang menangisi Erik.

Namun sayang, Erik sudah mengetahuinya terlebih dahulu kalau Dinda menangis, bahkan ia pun melihat semua tingkah lakunya, saat dirinya acuh dan tidak perduli kepadanya, karena sebenarnya ia selalu memperhatikannya disaat Dinda sedang lengah dan tidak melihat kearahnya.

"Kasihan kamu sampai nangis kayak gitu, maafin saya yah.?" Kata Erik dalam hati sambil menatap kearah Dinda yang masih terus menangis, sepertinya ia tidak tega melihat Dinda menangis seperti itu karenanya.

1
Maydina Ihda Savira
Luar biasa
Cat Lover
gumiho
Irmayanti Dara
Gue gk gitu suka klo baca ada gambar visual, haluan gue seketika retak🤣🤣jadi tiap baca novel klo ada visual buru2 gue skip lebih suka imajinasi sendiri😅beda sama org yg minta visual pas udh dikasih visual komplain 🙈
Ila Akbar 🇮🇩: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sri Yanti
spt anak sma ...ngak kerjain tugas
Tuty rahayu Rahayu
semoga anak buat Andra biar jelas semua ny
Rika Kurniawati
lp crta sblmnya,🙏🙏🙏
Maizuki Bintang
bgs
nur2 rohmah
beb.. mana no WA muu
Ila Akbar 🇮🇩: Haduh, masa disebut ning kene🤦‍♀️
total 1 replies
Eyfany Priana
ucapan terpotong terus dari episode 1 🤣😂
Alanna Th
pk. erik mo ksh dinda pesta kjtn, gk mo klh dr arya 👍😂🤣
Alanna Th
sblm aq nikah, k 2 tmnq bikin janji: yg nikah duluan hrs crita ttg MPnya. eee, yg nikah duluan aq. tapi aq trbebas dari mrk, krn aq dboyong k jkt oleh swamiq yg asal jkt, gk pernah ktemu tuh sjk nikah. trima ksh y tmn"q krn udeh bantu" d pesta prnkhnq wkt itu 😂🤣🙏👋💖
Nina Marsela
i harap diki bisa menjadi suami yang lebih baik dari sebelym ya 👍👍👍😘
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "pembalasan istri yang disingkirkan" makasih kak
total 1 replies
Nina Marsela
so sweet perangai dinda 👍👍😘
Ririn Tyas
Renata mudah bngt percaya GT aj ma Diki. status aja belum jelas, eh udh ngasik keperawanannya aja.
Nayma Ima
baca yg ke 3 kali nya
Ida Farida Farida
lanjut
ceyee
thor mohon maaf sebelumnya, cerita yg ini ajah belum selesai jarang update pula, masa udah buat cerita baru lagi😪🙁
Dela Aulia
kalimatnya kepotong mulu....contohnya... "dinda mau pi..."
Dela Aulia
ucapan nya kepotong mulu
Dela Aulia
katanya ayah erik sakit.. si pak edi... masa orang tua sakit di tinggal sendirian dirumah...bukannya di jaga malah menginap di rumah orang lain😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!