NovelToon NovelToon
Cewek Tomboy VS Cowok Tsundere

Cewek Tomboy VS Cowok Tsundere

Status: tamat
Genre:Romansa-Teen school
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erni Permata Dewi

Novel ini bercerita tentang cewek tomboy dan juga cowok dingin.

Anggraini
Dwi Deka Sasendri gadis tomboy yang berpakaian seperti laki-laki, bahkan di sekolah pun malah menggunakan celana bukan rok. Apalagi hobinya olahraga dan juga beladiri menambah kesan laki-lakinya. Anggra selain tomboy dia juga gadis yang periang dan banyak teman.

Namun bagaimana jadinya bila ia harus sekelas dengan Dion Albarnista. Dion adalah pria yang pendiam dan juga suka menyendiri. semua Dion lakukan karena ada alasannya tersendiri.

Anggra yang sebagai ketua kelas ia ingin semua orang saling berteman. Bagaimana cara Anggra membuat Dion untuk bergabung?

Selain itu, ada kejadian yang membuat mereka di paksa menikah dengan berbagai syarat. Akankan mereka dapat membatalkan pernikahan itu? Lalu bagaimana kehidupan setelah pernikahan mereka? Akankah menumbuhkan cinta? Akankah banyak rintangannya?

Yuk saksikan kisahnya.

Jangan lupa baca juga
I hate You status (kisah orang tua Anggra)
Sifat tersembunyi my husban (kisah orang tua Dion)

Ibarat lagu waktu yang salah cinta ini bersemi. Kau masih mencintainya dan aku menyukai orang lain. walau ku ingkari perlahan hati ini memilihmu.
-Angraini Dwi Deka Sasendri

Kamu datang dihidupanku ibarat lagu lumpuhkan ingatanku, karena kamu datang menghapuskan dia dari hatiku. Lalu jika kamu pergi siapa yang menghapuskan kamu dari hatiku wahai gadis tomboyku
-dion albarnista

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erni Permata Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Dion menelpon Anggra

tut tut pip

“Assalamuaikum”

“Nomor yang anda hubungi sedang sibuk cobalah beberapa saat lagi”

“Lah operator toh. Kenapa di matiin. Gua telpon sekali lagi deh”

tut tut tut tut pip

“Assalamualaikum”

“Waalaikum salam, Nggra gua..”

“Loe kemana aja sih Dion? Gua telponin juga dari tadi pagi”

“Gua di rumah dari tadi pagi. HP gua lowbat”

“Mati lampu?”

“Apa hubunganya lampu sama batrai Hp?”

“Kenapa loe nambah nyebelin ya? tempat loe mati listri sehingga engga bisa chast tuh HP?”

“Gua lupa HP dari tadi pagi soalnya HPnya tempat Tion”

“Jadi loe mau bilang loe bisa engga pegang HP dari pagi?”

“Iya. Emang gua engga pegang HP dari malam malah”

“Engga percaya. Loe dimana? gua mau ngomong sama loe”

“Gua juga, gua juga mau ngomong sama loe, tapi engga di hp”

“Iya. Kita ketemuan 15 menit lagi di Kafe Danggra”

“Kenapa harus di Kafe Danggra? kan jauh dari tempat loe?”

“Karena gua udah di kafe sekarang. Banyak tanya kesini aja kenapa?”

“Loe udah di sana? ngapain?”

“Bukan urusan loe. Gua tunggu. Bye. Walaikumsalam”

“ Eh….” tut tut tut Anggra menutup telponnya.

“Buset deh, sekarang gua percaya loe cewek. Nyebelin banget. Gua belum selesai ngomong juga” Dion menepuk jidatnya “Apaan sih Dion. Entar kan ketemu kan bisa ngomongnya. Sabar sabar”

Dion siap-siap dan langsung berangkat.

“Udah sampai, Yon?” Ujar Angga melihat Dion yang sudah duduk di salah satu kursi dan ikut duduk di kursi di meja Dion tersebut.

“Dari mana loe?”

“Belakang”

“Gua kira udah pulang”

“Lah? ngapain gua pulang?”

“Siapa tau kan?”

“Mau pesan apa loe?”

“Loe sering ke sini?”

“Hampir setiap hari” jawab Anggra santai

“Ngapain loe ke sini hampir setiap hari? sendiri? apa rame-rame?”

“Loe ke sini mau wawancara gua?”

“Hehehe. Soalnya cantik tempatya”

“Terima Kasih”

“Tempatnya yang cantik bukan loe!”

“Iya gua tau. Terima kasih. Lagi pula gua engga cantik tapi gantengkan?” Goda Anggra

“Cih menyalahkan kodrat” ucap Dion pelan

“Loe bilang apa?”

“Engga. Emang gua ngomong apa? Gua engga gomong apa-apa tuh”

“Udah deh. Loe mau pesan apa? makan? minum?”

“Minum aja. Jus jeruk ada?”

“Ada”

“Yaudah jus jeruk aja”

“Mba” panggil anggra kesalah satu pelayan

“Mau pesan apa, bos?”

“Jus jeruk 1 dan aku biasa jus naga 1”

“Akan segera datang bos” ucap pelayan itu dan pergi

“Bos?”

“Kenapa loe engga suka gua dipanggil bos. Lagipula dia teman gua”

“Bodo amat , Nggra. Sensi amat. PMS loe?”

“Sok tau loe”

“Langsung aja, Nggra. Loe mau ngomong apa?”

“Gua binggung sama keluarga loe. Kenapa keluarga loe malah engga setuju”

“Engga setuju?”

“Gini Dion. Gua binggung aja. Gua ceweknya kan? walaupun gini sih. Padahal orang tua gua udah mohon pembatalan, tapi malah keluarga loe engga setuju mah ngasih waktu 6 bulan untukap itu lupa gua (Anggra pura-pura mikir). Oh ya untuk mencintai loe. Itu engga mungkin kan?”

“Nanti dulu, Nggra. Maksud loe apa?”

“Dion gua tau loe punya Najwa dan gua juga suka cowok lain. Pernikahan ini tidak boleh terjadi Dion mau besok, 6 bulan lagi, ataupun selamanya. Pernikahan itu harus di batalkan.”

“Siapa cowok yang loe suka? Bagas?”

“Bukan urusan loe”

“Terus bagaimana cara kita membatalkan perikahannya?”

“Karena syaratnya gua suka sama loe, maka loe harus buat gua engga suka sama loe”

“Lah apa yang harus gua lakuin? bukannya loe bilang loe engga akan suka sama gua?”

“Kalau kita berteman mereka tidak akan percaya”

“Terus?”

“Kita harus ribut”

“Ribut?”

“Iya kalau kita ribut terus mereka pasti engga akan menikahkan kita”

“Apaan sih rencana loe ini. Rencana gila”

“Gini Dion. Kalau kita ribut mulu. Orang tua kita pasti mikir nikahin kita. Bakal bagaimana rumah tangga kita?”

“Tapi…”

“Tapi? tapi apa Dion? Loe engga mau?”

“Bukan gitu sih. Tapi kata orang tua gua 6 bulan itu hasil permohonan orang tua gua dan baru orang tua loe kasih waktu 6 bulan itu”

“Mana mungkin”

“Orang tua loe setuju karena selama ini aku masih mencari Najwa dan persyaratan pernikahan batal bila Najwa ketemu dan apabila gua engga ketemu Najwa gua harus terima pernikahan kita”

“Tapi. Kata orang tua gua….. Mungkin mereka?”

“Mungkin mereka apa, Nggra?” tanya Dion penasaran

“Mungkin persyaratan itu buatan orang tua kita masing-masing.”

“Oh. Gua kira” Dion kecewa

“Loe kira apa?”

“Gua kira ini rencana kedua orang tua kita?”

“Rencana apa? mana mungkin!”

“Iya juga sih mana mungkin”

“Dasar engga waras”

“Apa loe bilang?”

“Loe yang engga waras” ucap Anggra meremehkan

“Loe yang engga waras” Dion mulai emosi.”Coba geh loe….” lanjut Dion sebelum di potong Anggra

“Udah,Yon. Kita ke sini bukan mau ribut kan?”

“Iya juga ya.. Kok aku jadi kebawa suasana. Sudah mulai menikmati peran nih” Ujar Dion dalam hati.

“Aku engga mau tambah musuh,Yon. Aku engga tau udah berapa banyak orang yang engga suka aku dan aku engga mau musuhan beneran sama loe. Oke?”

“Kenapa? bukannya bagus? jadinya engga perlu kita ribut boongan”

“Dion, jangan cari musuh , Yon. Karena musuh engga perlu dicari. Sorry gua kebawa suasana Yon. Kesel, takut, dan masih engga percaya semua ini terjadi. Tapi ya harus aku lewati kan? setidaknya harus bersyukur Allah memberikan waktu 6 bulan untuk kita mengubah segalannya. Kita teman kan, Yon? gua engga tau semua akan terjadi seperti ini” ucap Anggra

“Ya gua juga keknya kebawa suasana sehingga emosian. Maaf” ucap Dion bersalah.

“Teman?” Ucap Anggra menunjukkan jari kelingkingnya.

“Teman” Dion terseyum dan menerima jari kelingking Anggra dan mereka akhirnya cukup canggung.

“Cie” Ejek pelayan yang datang membawa minum dan menaruh minuman di meja yang membuat Anggra cepat melepaskan jarinya

“Apaan sih mba? ”

“Minumannya bos”

“Makasih. Kok lama banget?”

“Maaf bos. Tapi siapa bos? Pacar” godanya

“Udah sana balik ke dapur” ucap Anggra garang.

“Siap bos?” ucapnya sambil hormat dan perg berlalu

“Loe deket sama mereka semua ya?”

“Ya. mereka semua teman-temanku” jawab Anggra santai. “Ini jus jeruk loe” sambil memberikan jus jeruk ke Dion.

“Jadi gimana syarat pembatalan punya loe tadi, Yon?” Tanya Anggra setelah meneguk jusnya.

“Syarat pembatalan gua? syaratnya jika gua nemuin Najwa?”

“Dion. Gua mau nanya serius sama loe?”

“Tanya aja, Nggra?”

“Berapa yakin loe Najwa masih hidup?”

“80%” ucap Dion yakin

“Cuma 80%, Yon?” ucap Anggra dan mengela napas kecewa.

“Nggra, bukan gua engga mau 100%. Cuma….Cuma sudah setahun, Nggra? keluarga dia lainnya, orang tua gua, bahkan petugas pencarian gua juga udah pada bilang, bahwa Najwa udah meninggal”

“Yon, Loe sesuka itu sama Najwa?”

“Ya, Dia teman gua, sahabat gua, dan adik kesayangan gua. Gua engga ada adik ataupun saudara cewek dan dia sahabat gua yang udah gua angep adik gua”

“Adik? Cinta?”

“Cinta? Gua engga tau masalah itu. Yang gua tau gua…gua…gua ingin terus bersamanya”

“Oke oke oke. Gua bantu loe”

“Bantu apa?”

“Cari Najwa lah!”

“Hah loe mau bantu gua?”

“Iya.. Emang kenapa?”

“Apaan sih rencana loe? Bagaimana carannya ribut tapi loe bantu gua?. Ribut…Ribut aja lah”

“Cerdas tapi bego” ejek Angga “Yon, kita ribut depan umum terutama Tion, David mereka akan cerita sama orang tua kita dan yang pasti depan kedua orang tua kita. Kan bantu cari bisa di belakang mereka. Lagi pula kita bukan beneran musuh”

“Oke.”

“Udah berapa lama hilang. Najwa?”

“Setahun Lebih?”

“Wih. Tipe cowok setia loe”

“Ia dong. Beruntungkan cewek yang dapetin gua?”

“Dih PD amat loe. Belajar di mana loe?”

“Otodidak. HAHAHAHA?”

“Bodo amat, Yon”

“Jadi kita bersandiwara di depan dan saling membantu di belakang umum?"

“Yap. Benar sekali dan dimulai dari besok. Najwa…loe udah cari sampai mana?”

“Tim gua udah cari di tempat kejadian dan menelusuri air sungai dan satu kampung dekat kejadian”

“Loe sering ikut pencarian?”

“Gua sering mantau, sih. Gua ikut ditempat kejadian dan pas di desa. Gua sibuk sekolah, Nggra. Gua seringnya nanya di telpon”

“Oh. Entar bagaimana sabtu dan minggu kita cari Najwa di tempat kejadian.?”

“Kenapa kesitu? tim gua dah bilang Najwa engga ada disana”

“Kalau sekarang pun kita kasana walaupun Najwa awalnya ada mungkin udah jadi tulang”

“Terus ngapain kita ke sana?”

“Karena sumber masalahnya di sana?”

“Siap jadi detektif. Nggra?”

“Detektif Anggra siap?”

“Cih detektif Anggra. Anggraini kali”

“Ya Anggraini. Yon gua boleh minta sesuatu engga sama kamu?”

“Minta apa? “

“Tolong jangan bilang gua cewek?”

“Kenapa?”

“Gua males menjelasin, gua suka kek gini dan gua suka olahraga”

“Apa hubungan olahraga?”

“Olahraga cewek engga seru, Yon. Gua mohon Yon. Please” ucap Anggra memelas

“Lagipula itu buka urusan gua loe mau jadi apapun seterah loe. Gua engga akan ngomong sama siapa pun”

“Beneran Yon? Kok Dion jadi ganteng deh” Anggra sangat senang

“Dih. Tapi kenapa loe berdandan cowok? kalau pak kepsel tau…”

“Ini semua salah kepsek. Dia yang buatin aku seragam celana”

“Kepsek tau? Tapi kenapa? Kan pendaftaran gander ditulis cewek cowok. Loe tulis cowok ya?”

“Fitnah loe. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan ya, Yon. Kepsek atau guru petugas itu aja mengira-gira malah buat seragam gua cowok kan gua cewek”

“Loe juga dandanan kek cowok. Rambut potong cowok”

“Urusan gua lah. Emang engga boleh? engga ada salahnya cewek potong pendek. Kalau cowok gondrong baru salah”

“Ia. Cowok emang selalu salah”

“Siapa aja yang tau kalau loe cewek?”

“David”

“Selain David?”

“Ada 5 orang lainnya?”

“Siapa?”

“Dion ada David. Gua harus pulang”

“Lah?....”

“Kalau David masuk, bakal susah gua pulang. Dan kalau dia tau kita ketemuan di sini bisa jadi masalah besar”

“Kenapa?”

“Gua deluan, Yon. Maaf ya?”

“Oke. Kesana pergi sebelum dia turun dari motor. Engga usah bayar biar aku yang bayarin”

“Terima kasih. Tapi engga usah gua juga harus ke belakang sebentar.”

“Dah.” ucap Anggra dan pergi ke kasir

“Mba jaga kafe, ini uang jus tadi. Kalau dia mau bayar bilang aja udah di bayar. Aku mau pulang. bilang sama yang lain juga ya jika David tanya aku ngapain aja? jangan bilang aku bawa teman kesini ya?”

“Iya bos. Tapi kenapa bos?”

“Iya ajalah. David pasti udah turun dari motor. Jaga kafe aku tunggu laporannya Assalamualaikum”

“Waalaikum salam”

“Deluan Dion” Ucap Anggra saat lewat meja Dion

“Ya hati-hati”

Cukup lama Anggra berbincang dengan David di depan kafe dan akhirnya pergi juga. Dion terus memperhatikan Anggra pergi dari keluar kafe sampai motor yang ditumpangi Anggra menghilang. Setelah Angga hilang, Dion melihat sekeliling kafe.

“Kafe yang bagus. “

“Kafe Danggra” Dion membaca di spanduk yang ada di dalam kafe.

1
RINAWATI AZZA
knp tion dimatiin Thor 😭😭😭
Muhya Savira Sari
hebat
Muammar Zumar
anngaea pergi ya biar di onnya kapok
Muammar Zumar
anngaea pergi ya biar di onnya kapok
Wiwin Iskandar
seruu woyy
atheina_ARA
cuma novel tp bikin aku mewek
Glya: pas aku menulisnya juga mewek 😭😭😭
total 1 replies
atheina_ARA
orang baik itu adlah David
atheina_ARA
masak gurunya gak tau klu dia cewe. datanya kan pasti ada,
deejah
kan judulnya tsundere neng
Wilda Maulida
menyesal kmu dion awal2 aku respek sma dion ahir2 nie aku hedek.. kenapa gk jjur aja sich kebohongan itu bagai bom waktu.. apalagi itu menyangkut masalalu.. ntar rini kevewa berat n ninggalin kmu baru menyesal...
Wilda Maulida
dion cari penyakit
Wilda Maulida
kalau najwa bener yg drawat david kenapa gk pda penasaran sich cari tau asal usulnya.. msa nolong orang dh 1tahun gk dlanjuti...
Wilda Maulida
apakah orang yg dbantu david itu najwa ya... mnurut aku dion ke najwa bkan perasaan cinta...
Izna Nur'aini
penuh dengan bawang... ceritanya bagus.
Izna Nur'aini
tapi yang aku bungg yang di incar siapa dan karena apa ya...tk tunggu lanjutannya thor
Izna Nur'aini
ceritanya seru...ndk selingkuh melulu
Izna Nur'aini
bagas
Izna Nur'aini
Thailand
Kesedihan
dionnya ganti dong..

pendek banget
Putraa Siktuss
jantung ku copot
mampus Dion huuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!