Sebelum membaca karya ini sebaiknya baca juga karya yang pertama ya...biar mengerti jalan ceritanya...
🍒🍒🍒
Kebahagiaan yang dirasakan Michelle ternyata tidak bertahan lama...sang suami Dimitiri harus meninggal karna penyakit yang dia sembunyikan selama ini..
Hancur dan terpuruk itulah yang dirasakan Michelle ia tak rela dan tidak siap untuk kehilangan Dimitri, sementara itu Arga Zayn pria yang selama ini selalu mencintai Michelle justru menjadi pelampiasan kebencian Michelle..
Mampukah Michelle membuka hatinya kenyataan kalau suaminya telah meninggal??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Menyangka
Michelle tak bisa mengatakan apapun ketika melihat sosok Dilard berdiri di samping Alya, pemandangan yang cukup aneh itu dirasakan Arga..dia sampai kehilangan kata..mau tak mau mereka mempersilahkan Dilard masuk dan pria itu tak dapat menahan tatapan tajamnya ketika menyadari perlakuan posesif Arga pada Michelle terlalu kentara..Arga bahkan menarik Michelle menjauh dari Dilard dan memberi jarak..seolah ada alarm di kepala. Mereka lalu duduk dan Arga menatap ke arah keduanya..
''Dilard.....mengapa kau bisa bersama adikku..''
Dilard tersenyum lembut, sejenak mengarahkan pandangan pada Arga dan Michelle yang sedang menanti jawaban darinya..pria itu berdehem sembari memeluk Alya yang hanya terdiam...seolah kehilangan jiwa.
''Kakak.....sebenarnya Dilard adalah kekasihku..''
Deg!!!
Ucapan Alya sungguh membuat Arga dan Michelle terkejut setengah mati..bagaimana bisa Alya dan Dilard berpacaran, sejak kapan dan mengapa Arga tak tau apapun...?
Arga menyipitkan matanya dengan tajam..
''Alya....''
''Kakak....tolonglah....aku akan bahagia dengan pilihanku...''ucap Alya keras kepala..
''Kau bahkan belum lulus sekolah...''
''Aku akan menunggunya Arga kalau itu maksudmu..'' ucap Dilard dengan tegas..
Arga kehilangan kata, Dilard seumuran dengannya dan jarak usianya juga jauh..sejak kapan Alya mengenal pria ini sejak kapan..?
Michelle masih menyimpan rasa heran, bukankah Dilard baru saja mengenalnya, mengapa tiba-tiba saja menjadi kekasih Alya...bukankah ini terlalu aneh..
Sementara dalam diam...Dilard mencuri pandang pada Michelle dan hal itu cukup mengganggunya.
''Aku memang menyembunyikan hubunganku dari kakak dan aku ingin segera setelah kakak menikah kami pun akan menikah..''ucap Alya yang langsung di amini oleh Dilard.
''Tidak..apa maksudmu Alya, kau masih sangat muda...'' ucap Arga tak sabar.
''Kak Michelle juga masih muda ketika menikah...dan jarak usia kakak dan kak Michelle juga jauh...bukankah semua baik-baik saja..''
''Alya...bukan itu maksud kakakmu...kau dan Dilard kami tidak melarang cinta kalian tapi...kau masih sangat muda dan Dilard seorang duda...kakak pikir..''
Kata-kata Michelle menggantung ketika Alya sudah berdiri dengan tatapan kesal...
''Aku akan tetap menikah dengan Dilard..''
Deg!!!!!
Arga dan Michelle saling menatap pasrah...
********
Michelle membuka pintu kamar dan menemukan Arga sedang duduk di balkon dan memandang keluar jendela..sementara itu...ia terlihat sedang marah..
Michelle mendekat dan meletakan teh madu dan duduk di samping Arga...pria itu tak bergeming..ia sungguh frustasi menghadapi Alya yang keras kepala...
''Tidurlah sayang....'' bisik Michelle mencoba membujuk.
''Apa kau kasihan padaku karna itu sikapmu berubah manis...''ucap Arga pelan..
Michelle menoleh,sesungguhnya dia tidak menolak kata-kata Arga..memang dia masih kesal pada Arga namun, ketika melihat Arga tampak stres dengan masalah adiknya membuat Michelle tak tega membuat pria ini semakin hancur..biar bagaimanapun Arga adalah ayah dari anaknya Sherin, jadi dia sudah memutuskan menyerah..lagi pula mereka akan menikah.
''Yah...aku kasihan padamu, dan aku pikir aku sudah dewasa untuk menerima pernikahan ini....Arga...jangan terlalu di pikirkan...Alya akan menemui takdirnya sendiri...''
Arga tersenyum.....
''Aku tak menyangka jika dia yang akan menerima karma buruk atas apa yang pernah aku lakukan..'
Michelle mengerutkan kening...
''Apa maksudmu..''
Arga menoleh dan meraih jemari Michelle untuk menggenggamnya...
''Aku dulu merebutmu dengan paksa dengan cara menipu...dan kini adikku bahkan memberontak padaku ingin bersama seorang duda...semua ini salahku..'' Arga tampak menyesal..
''Hey...jangan pernah menyalahkan dirimu lagi Arga...aku sudah memutuskan akan menerima pernikahan kita aku tak mau anakku akan marah karna aku tidak mengampuni ayahnya..''
''Bagus....aku lega mendengarnya..''ucap Arga tersenyum..
Michelle bangkit dari tempat duduk lalu mendekati Arga dan memeluk pria itu untuk menenangkannya..
''Kau adalah ayah Sherin...jadi lindungi putri kita...agar dia tidak melakukan kesalahan yang sama...''
Arga menyambut tubuh Michelle di dalam pelukannya dan berbisik lembut di telinganya..
''Aku pikir dia harus punya adik laki-laki untuk menjaganya..'
Michelle menjauhkan tubuhnya matanya melebar..
''Apa maksudmu...'' tanya Michelle..
''Saatnya kita memberikan Sherin seorang adik..''
Mata Michelle menyipit tajam...
''Kau...nakal...'' desisnya kesal..
Keduanya kembali saling memeluk, dan tersenyum lega..
Disaat Arga bahagia....
Di dalam kamar,...Alya duduk sambil memeluk dirinya sendiri, masih segar dalam ingatanya ketika dia bangun pagi ini dan menemukan tubuhnya polos dalam pelukan seorang pria dewasa..bahkan ada banyak bekas ciuman pria itu di tubuhnya..hal itu cukup membuat Alya syok..
Pria bernama Dilard itu lalu mengatakan akan bertanggung jawab dan menikahinya, dan ia tak mau menunggu untuk menemui wali Alya yaitu kakaknya..
Masih dia bayangkan wajah kecewa kak Arga padanya, hatinya sungguh sakit sekali namun dia tak bisa berbuat apapun....dia tak bisa melakukan apapun karna dia dan Dilard sudah tidur bersama hal itu cukup membuat Alya takut untuk menatap masa depan..dia hampir lulus SMA dan dia telah melakukan sesuatu yang berani dalam hidupnya..semua karna patah hati bodohnya pada Tomi..seharusnya dia bisa menerima kalau Tomi mencintai Tania dan bukan dirinya..
Kini...Alya sudah tak tau apa yang harus dia lakukan..bagaimana caranya menghindar dari semua ini...bagaimana caraanay sementara dia tidak bisa jujur pada siapapun mengenai situasinya..
Alya hanya bisa menangis...
*******
Tomi masih menatap hasil tespek itu dengan tatapan tak terbaca,..sementara Tania semakin panik..
''Aku akan pergi...jangan khawatir Tomi..kau tidak harus memikirkan ini semua...dengarkan aku...''
Tomi masih diam dengan pikirannya..
''Tomi.......aku akan keluar dari rumah tuan Arga,...aku punya teman dan kami akan sama-sama berangkat ke luar negri untuk bekerja jadi jangan pikirkan aku Tomi...''
Hening.....
Kali ini Tomi mengangkat wajahnya dan menatap lurus pada wajah Tania yang pucat..dia pasti mengalami banyak hal yang berat....
''Tania....ikut aku sekarang..''
Tomi tidak mengatakan hal apapun namun langsung menarik tangan Tania bersamanya menuju mobil...tapi Tania yang ketakutan lalu menghempas pegangan Tomi hingga pria itu membeku..
''Aku sudah bilang kau tidak usah memikirkan apapun dan bisakah kau meninggalkan aku...'' jerit Tania dengan suara tercekat..
Tomi mengeraskan tatapannya..
''Tania...''
''Aku tak mau bergantung pada siapapun termasuk kau...jadi pergilah hum...anggap saja kita tidak saling mengenal..''desis Tania menghapus jejak airmatanya..
Gadis itu membalikan tubuhnya namun ia terkejut ketika tubuhnya di peluk dari belakang..
Deg....
''Jangan pergi Tania..kau mau membawa anakku kemana...?''
''Tomi lepas,....''
''Kita akan menikah..aku akan mengatakan semuanya pada tuan Arga dan nyonya Michelle..kau tak bisa lari dariku, Tania..''bisik Tomi dengan tegas..
Airmata Tania menetes....
********
author kau berhasil membuat q menangis 😭😭😭😭....
semangat........