NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

TERPAKSA MENIKAH DENGAN TUAN MUDA KEJAM

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Modern / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Park alra

Bagaimana jika dua orang yang saling membenci malah terikat hubungan pernikahan?

Itulah yang terjadi pada Isvara dan Gerald. Karna suatu alasan mereka terpaksa untuk menikah.

Gerald sangat membenci Isvara begitu pun sebaliknya, hingga hubungan mereka tak bisa di selamatkan, sang nenek malah memberikan mereka waktu enam bulan untuk mengenal satu sama lain.

"Isvara dan Gerald, nenek kasih waktu kalian selama enam bulan untuk tinggal bersama, jika selama itu tidak ada cinta di antara kalian berdua, maka kalian bebas menentukan takdir masing-masing."

Bagaimana kisah cinta mereka berdua? Lalu, Apa saja yang akan di hadapi Isvara selama tinggal di kediaman wirasena? Ikuti ceritanya.

Note: cerita ini mengandung kata-kata kasar, dan akan membuat kalian naik darah,jika tak sanggup berhenti tapi jika kalian penasaran?

Kisah ini juga akan membuat kalian senyum-senyum sendiri sampai di kata orang gila.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park alra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Seperti Cinderella

Siapa yang menyangka, ia akan jatuh cinta?

Hari ini tepat tiga bulan Isvara berada di kediaman wirasena, setiap hari ia tak akan absen untuk mencoret kalender di tanggal itu.

Isvara sudah berjanji pada dirinya sendiri, setelah ia lepas dari semua jeratan ini,ia akan memulai kehidupan baru dengan sang ayah, jauh dari konflik,jauh dari keluarga ini.

Namun apakah itu semua akan terwujud? Di saat raja iblis yang selalu menyiksanya dan menjadikannya bulan-bulanan justru malah berbalik jatuh hati padanya?

Di kamar, Gerald tampak gelisah, pria itu terus mondar-mandir sejak tadi, ia menggigit kuku-kuku jari, bimbang dengan perasaannya sendiri.

"Apa mungkin aku jatuh cinta padanya?"

"Sepertinya diagnosa si Ryan itu salah! Ya benar, bagaimana bisa aku jatuh cinta pada gadis buruk rupa seperti Isvara itu!"

Gerald memutar tubuh menghadap cermin. "Ya benar, kau--" Gerald menunjuk bayangannya sendiri di dalam cermin.

"Gerald angkasa wirasena, kau tampan, bertubuh atletis, dan kaya raya, mana mungkin pangeran sempurna seperti kau jatuh cinta pada gadis rakyat jelata seperti dia," Gerald terus mengoceh sendiri.

Sampai dia tidak menyadari ada yang memperhatikannya di balik pintu.

Gadis itu berdehem, Membuat Gerald mematung seketika,lalu Pria itu menolehkan pandangan ke belakang.

"Kau!" Gerald melebarkan mata, terkejut.

"Maaf, papa memanggilmu untuk turun ke bawah," ucap Isvara tampak tenang.

"Kenapa kau tidak mengetuk dulu hah! Kau tidak tahu jika masuk ke dalam kamar orang sembarangan itu tidak sopan!" Bentak Gerald, namun wajahnya seperti menahan malu.

"Sial apa dia mendengar semua yang ku katakan?"

"Bagaimana aku bisa aku mengetuk dulu sedangkan pintu kamarmu terbuka lebar?"

Itu benar. pintunya sejak tadi tidak tertutup malah terbuka lebar. jadi siapa yang salah disini?

"Tapi tetap saja kau harus ijin dulu sebelum masuk!" Gerald tak mau kalah.

Isvara membuang nafas. "Baiklah, aku minta maaf."

Begitu saja? kenapa kedengarannya gadis itu tidak ikhlas?

"Baiklah,kau pergilah, aku akan turun sebentar lagi," ucap Gerald.

Isvara mengangguk lalu pergi. Gerald berbalik badan kembali dengan menutup setengah mukanya dengan tangan.

"Sial, ada apa dengan mu Gerald?" rutuknya, karna kini wajahnya seakan memanas dan memerah.

***

Gerald turun dengan pakaian santai menuju keluarga besar yang sedang duduk bersantai di ruang tamu.

"Papa mencariku?" ucap Gerald setelah duduk di samping Aryaloka.

"Begini, lusa papa sama Mama, akan pergi ke new York untuk mengembangkan proyek yang ada di sana sekaligus mengunjugi rekan lama. Nantinya nenek dan Kayra juga akan ikut karna ada urusan penting juga di sana."

"Jadi papa akan menyerahkan urusan perusahaan yang ada di sini sama kamu selama papa tidak ada."

Gerald mengangguk. "Baik pah."

"Oh ya, juga minggu depan kan ulang tahun teman kolega papa, apa kamu bisa datang untuk menggantikan kehadiran papa di sana?"

"Bisa pah."

Aryaloka tersenyum. "Baiklah. oh ya, kamu juga bisa ajak Isvara untuk menjadi partner mu."

Gerald tertegun sebentar, lalu melirik Isvara yang berdiri di seberang, lalu mengangguk pasrah, namun tatapan tajam ia layangkan pada Isvara.

Sementara itu Isvara menatap aneh, kebetulan yang mencengangkan, pria itu tidak protes sama sekali.

Gerald cukup aneh belakangan ini, ada apa dengan pria itu?

****

Waktu berlalu, hari keberangkatan tuan Aryaloka, nyonya Indira, nyonya Triani dan Kayra sudah di tetapkan siang nanti. mereka akan menggunakan jet pribadi.

Kini mereka sedang berada di teras untuk mengucapkan salam perpisahan karna sebentar lagi mobil sudah siap.

"Sampai kapan kalian berada di sana?" tanya Gerald.

"Tidak menentu, mungkin bisa sampai sebulan atau dua bulan, papa menyerahkan keamanan rumah ini sepenuhnya padamu" ucap sang papah menepuk bahu Gerald.

Gerald mengangguk. "Baik,pah."

Sementara nyonya Triani dan Isvara sedang berbincang tak jauh dari mereka.

"Ini adalah kunci rumah ini, nenek akan menyerahkannya padamu," ujar nyonya Triani menaruh kunci di telapak tangan Isvara.

"Tapi nek, Vara sepertinya tidak bisa ... " ucap Isvara.

"Kenapa?" nenek menangkap sorot gelisah di mata Isvara.

Isvara melirik ke arah nyonya Arini yang seakan ingin mengulitinya hidup-hidup.

"Ada ... Tante Arini yang berhak untuk mengambil tanggung jawab rumah ini."

Nyonya Triani tersadar dengan kegelisahan Isvara.

"Tidak usah khawatir, Arini mengerti kalau kamu yang paling pantas untuk ini, kau dan Gerald adalah pasangan yang sempurna untuk menjaga rumah ini selama nenek tidak ada."

Gerald yang sedang berbincang dengan sang ayah pun ikut menyahut. "Itu benar, tidak ada yang lebih pantas mengambil tanggung jawab ini selain kau."

Nyonya Triani tersenyum. "Lihat, Gerald saja setuju sama nenek."

Isvara menatap kunci di genggamannya lalu menatap sang nenek. "Baiklah," gadis itu menggangguk.

Sedangkan nyonya Arini menatap tak suka padanya, kenapa ibunya malah memberikan tanggung jawab itu pada gadis bau kencur seperti Isvara dan bukan padanya? dia sangat kesal.

"Awas kau Isvara!" gumamnya.

Acara berpamitan usai, Tuan Aryaloka dan nyonya Indira Masuk kedalam mobil terlebih dahulu, lalu di susul Nyonya Triani dan Kayra, sebelum masuk Kayra tersenyum pada Isvara.

Isvara tahu arti senyum itu, semalam Kayra menitipkan sebuah surat padanya untuk di berikan kepada Raka.

Setelah mobil menghilang dari pandangan, Gerald menoleh pada Isvara, menatap sebentar lalu memalingkan wajah setelah sadar Isvara juga menatapnya.

"Kamu mau berangkat sekarang nak?" tanya nyonya Arini.

Gerald mengangguk. "Iya Tan."

Gerald lalu berpamitan pada nyonya Arini dan Brinda, lalu berjalan ke mobil bersama pak Tian.

Setelah kepergian Gerald, raut wajah nyonya Arini langsung berubah. berbalik menatap Isvara.

"Berikan!" sentakknya langsung mengambil kunci yang ada di tangan Isvara.

"Orang seperti kau gak pantes ngambil kendali rumah ini," ucap nyonya Arini tajam.

Isvara menghela nafas. "Itu terserah bibi, tapi aku gak mau tanggung jawab kalau sesuatu terjadi di rumah ini."

"Kau mau mengajariku hah?!" ucap nyonya Arini melotot.

"Tidak, hanya saja nenek sudah memberikan mandatnya padaku."

"Heh, tau diri jadi orang," Brinda ikut menyerempet, "Lo itu numpang gratis di sini, jaga tingkah lo!"

"Aku tahu, tapi aku hanya memperingatkan," ucap Isvara masih dengan sabar.

"Aww ... " Brinda tiba-tiba menarik rambutnya.

"Lo di diemin malah makin ngelunjak ya ternyata!"

Isvara semakin meringis, rambutnya seakan ingin copot.

"Lo siapa si emang, cuma gadis kampungan yang kebetulan di pungut om Arya," ucap Brinda dengan nada tajam.

Selama ini Brinda memang sudah sangat menantikan saat dirinya memaki Isvara.dia sudah menahannya dan inilah saatnya.

"Brinda sudah, jangan merusak mood mu hanya karna pembantu itu," ujar nyonya Arini.

Brinda melepaskan cekalannya. " Iyah mama benar." mendelik ke arah Isvara.

"Yang terpenting, kita punya kunci rumah ini." Nyonya Arini menunjukkan kunci di tangannya.

"Kita bisa bebas melakukan apapun sekarang," ucapnya lagi, tersenyum lebar.

Brinda tertawa. "Sekarang kita bebas nyiksa si kampungan ini kapan aja kan ma?"

"Tentu saja sayang, Kita bebas melakukannya."

Lalu ibu dan anak itu tertawa, sementara Isvara meringis membayangkan penyiksaan yang akan di lalui nya nanti.

Sepertinya keputusannya untuk bertahan selama ini, sudah mulai ia sesali.

Apa hidupnya akan seperti Cinderella dalam dongeng, yang menderita karna di tindas ibu tiri dan kakak tirinya?

1
Anonim
Buwt yg menantang mbak … perempuan yg kuat biar Gerald bertekuk lutut
*jie_sung8513^ω^*
laura gue cincang juga ya lu..
makin di cuekkin makin menjadi jadi.......😠👊
*jie_sung8513^ω^*
bagus banget ceritanya..
*jie_sung8513^ω^*
jangan lupa mampir di cerita ku ya..
stevily.
kayra raka aja deh
Shifa Burhan
novel egois dan munafik

gerard intraksi dengan wanita lain kalian hujat dengan laknat

tapi

istana bebas berinteraksi dengan lelaki lain, bebas kontaknya fisik dengan lelaki lain, membela lelaki lain, mempermalukan suami didalam lelaki lain dan banyak orang dengan menampar nya, membela lelaki lain, bebas berduaan dengan lelaki lain, bebas curhat dengan lelaki lain, bebas mengumbar aib rumah tangga dan suami pada lelaki lain dan novel membenarkan semua kelakuan istana

memang gerald melakukan kesalahan tapi istana lebih menjijikan dari gerald dan mirisnya novel membenarkan itu

novel membuat wanita isvara tegas tapi gerard dibuat jodoh yang Terima saja diperlakukan dan dipermalukan didepan lelaki lain

novel munafik yang membenarkan semua kelakuan menjijikan pemeran utama wanita (cerminan diri author) dan novel merendah suami

saat pola pikir wanita egois jadi novel egois yang wanita menjijikan tapi semua kelakuannya dibenarkan

mungkin author suka mempermalukan suaminya didepan lelaki lain, atau author juga mau saja dijadikan pacar pura2 pria lain dan mau saja disentuh pria lain jadi semua dia tuangkan dalam novel
Chacha Unyil18: heii kak kamu kenapaa.. ini hanya novel.. isinya juga khayalan bukan dunia nyata .. kok baper sampe segitunya sih.. kalo ga suka gausah dibaca.. kalo mau kasi saran setidaknya gunakan bahasa yg baik bukan memaki, kamu juga belum tentu bisa nyusun karya sperti author nya.. setidaknya hargai usaha nya.. baca komen mu yg baper parah begini malah menunjukkan kalo karya ini bener" hidup karakternya dan bisa masuk ke hati pembaca.. susah loh nyusun karya yg bisa nembus hati pembaca.. buat author semangat yaa karyanya bagus banget... terus berkarya 💪
total 4 replies
Shifa Burhan
kenapa aku jijik dengan lelaki kayak dira yang sok baik pada istri orang yang akhirnya membuat salah paham yang lebih miris lagi begitu wanita2 jablay yang suka dengan sosok lelaki lain yang sok baik, ketahuilah saat wanita merespon dan tergoda dengan kebaikan lelaki lain saat itu lah harga dirimu sebagai istri sudah tidak ada lagi

ingat karya dan komentar mu adalah cerminan kataktermu
Ni Putu Kasihlini
Lanjut
Ningsih Yani
pasti andini
Ana As
aju suka
Beauty JK
😍
Dewie Ratna
konflik nya terlalu banyak Thor kapan happy nya
Itha Fitra
lebih baik si grandong mati aja lah dr pd hidup ny nyusahin orang trus
Itha Fitra
pantas sj grandong sllu jahat,emak ny aja lebih gila
Itha Fitra
melihara iblis,jd otak ny gk ada
Itha Fitra
emang bpk ny grandong kmn sih? kok bs mreka tinggl 1atap ama kluarga gerald?
Itha Fitra
mahesa 2x patah hati,ini yg ketiga s'moga jodoh
Itha Fitra
s'moga ada keajaiban
Itha Fitra
s'moga nela berjodoh ama si grandong
Itha Fitra
yes,,mahesa ttap dpt jodoh cewek sederhana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!