Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukankah Dia Juga Istrimu
💐💐💐
Ayu mengambil alih menggendong baby Hana dan menenangkan nya kembali.
" Bagaimana Ayu, apa kamu sempat berbicara dengan nya " Tanya Bi Surti.
" Tidak sempat Bi, Mas Ray langsung pergi mungkin dia marah, biarkan saja Bi nanti juga dia balik lagi " Jawab Ayu
Ia sengaja mengatakan itu, padahal hatinya sedih namun Ayu tidak ingin membuat Bi Surti berpikiran macam macam.
Sementara Ray pulang ke rumah masih dengan perasaan kesal, Ia segera naik ke kamar untuk melihat Putranya. Ia berharap kekesalan hati nya bisa segera terobati, dan benar saja hatinya bahagia melihat Putra nya yang tertidur lelap di dalam box.
" Mas sudah kembali, apa urusan nya sudah selesai " Tanya Nadia.
Rayyan mengangguk perlahan
" Sudah Nad, oh ya aku mau membersihkan diri dulu, gerah soal nya " Jawab Rayyan sembari mengambil handuk dan berlalu dari sana.
Nadia tersenyum senang, Ia tahu semua yang terjadi karena Ia menyewa mata mata untuk mengikuti kemana pergi nya Rayyan. Hati nya sangat bahagia ketika orang suruhan nya memberinya kabar bahwa suami nya itu tidak lama di rumah itu dan keluar dengan perasaan kesal.
..." Aku akan buat Mas Ray meninggalkan mu wanita kampung " Batin Nadia....
Ia merasa sangat bahagia karena rencana nya berjalan lancar sejauh ini. Kedepannya Ia yakin rencana nya akan berjalan sesuai keinginan nya.
Ayu menanti kedatangan Rayyan, setiap sore seperti biasa. Sore bahkan minggu berganti minggu Pria itu tidak pernah lagi menemui nya.
Ayu tetap bersabar dan berpikir bahwa Rayyan sangatlah sibuk hingga belum punya waktu menemui nya.
..." Mungkin Mas Ray sedang sibuk di kantor atau mungkin Mbak Nadia juga sudah melahirkan jadi Mas tidak punya waktu kemari " Batin Ayu mencoba berprasangka baik....
Di kediaman Rayyan kedua suami istri itu sangat bahagia, lebih tepatnya Rayyan. Dia begitu sangat bahagia hingga melupakan keberadaan Istri nya yang juga sedang menanti nya dengan sabar di tempat lain.
" Mas nggak kemana mana " Tanya Nadia
Rayyan menoleh dan bingung dengan pertanyaan Nadia.
" Memangnya aku harus kemana sayang, di rumah saja aku sudah sangat senang. Aku tidak bisa lama lama meninggalkan rumah karena merindukan kalian " Jawab Rayyan.
" Bagaimana dengan Ayu " Nadia menarik nafas dan bangkit dari tempat duduk nya melangkah menuju jendela kamar dan berdiri disana.
Rayyan terkejut karena Nadia tiba tiba menyebut nama Ayu.
" Ayu.....! kenapa kamu menyebutnya sayang " Tanya Rayyan.
" Bukankah dia juga Istrimu Mas, aku sudah tahu semuanya. Dia juga hamil anakmu dan dia juga sudah melahirkan "
Nadia menatap luar jendela, sementara Rayyan mendekat padanya dan memeluk nya.
" Maafkan aku sayang, tapi dia hamil karena kejadian waktu itu jadi aku terpaksa menikahinya. Maafkan aku, aku tahu kamu pasti marah. Sebenarnya aku ingin mengatakan nya padamu tapi aku bingung bagaimana caranya, aku juga takut kamu terluka akan hal ini "
Nadia diam untuk waktu yang lama, tidak bereaksi sama sekali ketika Rayyan memeluk nya dan itu membuat Pria itu makin merasa bersalah atas semua yang sudah Ia lakukan.
Berulang kali Ia minta maaf hingga akhirnya Nadia membuka suara.
" Apa kamu yakin kalau anak itu anak mu, anak yang hadir saat kejadian itu atau jangan jangan dia hanya menjebak mu saja. Maaf Mas, bukan nya aku menuduh, tapi apa Mas melihat ada kesamaan Mas pada anak itu. Aku dengar dia punya penyakit pernafasan dan selalu menangis setiap saat. Apa ada dalam riwayat keluarga Mas Ray yang punya penyakit seperti itu, kalau Ayu mungkin Iya karena memang dia orang mi***n tidak terawat, kemungkinan untuk penyakit turunan itu akan selalu ada atau mungkin Pria lain yang menjadi Ayah bayi yang tidak jelas itu yang tidak sehat "
Rayyan berpikir mengenai apa yang di katakan Nadia, memang benar bayi itu selalu menangis bahkan membuat Rayyan jadi pusing. Ia juga membenarkan bahwa di garis keturunan nya tidak ada yang menderita penyakit seperti yang di katakan Nadia.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat