Maira adalah anak perempuan pertama dari keluarga yang sederhana , kehidupan maira berubah saat ia beranjak dewasa , di saat maira duduk di bangku smp ada seseorang yang datang di dalam hidupnya maira , ia adalah seorang adik laki-laki yang bernama fakhri dwi pangestu.
Maira ini dari kecil sudah di tinggalkan oleh ayah kandungnya, maira tak tau di mana ayahnya berada dan semua keluarga nya tidak mau memberitahu kan keberadaan ayahnya maira , sekarang ibunya maria sudah menikah lagi dan maira punya adik namun hubungan maira sama ayah tirinya tidak begitu baik.
Sekarang maira sudah duduk di bangku SMA kelas 12 , sebentar lagi dia lulus SMA dan ia ingin sekali melanjutkan ke jenjang kuliah tapi ibunya maira sudah tidak sanggup membiayai sekolahnya lagi. Gimana dengan kehidupan maira selanjutnya? Stay tune ya guys.
Maaf sebelum nya ges, novel ini di tamatkan terlebih dahulu, maaf jika alurnya tidak jelas, sia author sudah tidak ada waktu untuk menulis, jika suatu saat saya punya banyak waktu luang, maka saya akan menulis ulang novel ini, terimakasih yang sudah membaca nya sampai episode 70.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retno Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Tiba-tiba krisna berdiri karna dia di telfon imelda lagi.
*Krisna
"kenapa?" kata krisna dalam telfon
"kamu yang kenapa, kamu kemana dari tadi? aku telfon kok gak di angkat sih, " ujar imelda
"maaf, aku sibuk" kata krisna
"sibuk? sibuk ngapain sih? se-sibuk-sibuknya orang, pasti punya waktu buat ngasih kabar ke pacarnya, atau jangan-jangan kamu udah gak anggep aku pacar kamu?, " ujar imelda panjang lebar
"aku capek mel, kamu lupa? aku ini masih pkl dan seharusnya kamu ngertiin aku dong, setiap hari loh mel kamu larang aku ini itu, " kata krisna
"aku mau ketemu sama kamu, " ujar imelda
"gak bisa malam ini" kata krisna
"kenapa? aku bisa kok datang ke rumah kamu" ujar imelda
"jangan, aku lagi gak mau di ganggu" kata krisna
"hah? ganggu? aku ini pacar kamu loh, jadi sekarang kamu anggep aku ini penganggu?" ujar imelda
"udah lah mel, aku ada kerjaan bentar." kata krisna
Krisna langsung menutup telfon nya dan krisna kembali duduk di sampingnya maira
*maira
"kenapa na?" tanya maira
"ribut lagi gue sama imelda" ujar krisna
"loe ini udah dewasa na, seharusnya loe bisa nyelesaiin masalah loe dengan kepala dingin, bukan dengan emosi" kata maira
"iya ra, keputusan gue udah bulat" ujar krisna
"keputusan? apa keputusan loe?" kata maira
"putus sama melda, gue capek ra" ujar krisna
"ya udah gapapa kalau itu keputusan loe, " kata maira
"oh iya ra, gue belum bilang sama loe kan kalau gue setelah lulus mau pindah ke jogja" ujar krisna
"hah? ke jogja? ngapain?" kata maira kaget
"lanjutin kuliah" ujar krisna
"loe mau kuliah? ngapain dulu ngambil smk kalau ujung-ujungnya loe kuliah?" kata maira
"biar gue bisa jauh dari melda kalau gue di jogja, " ujar krisna
"ngapain sih kuliah jauh-jauh, ntar gue gak ada temen dong" kata maira
"itu si ken?" ujar krisna
"mungkin ken juga ke jogja atau surakarta gitu, dia juga mau lanjutin kuliah" kata maira
"ya udah, loe kuliah aja sama gue" ujar krisna
Maira menatap krisna sinis
"kenapa?" kata krisna
"gue gak boleh na, jauh dan juga ekonomi nya gak ada" ujar maira
"kan ada beasiswa ra" kata krisna
"terus biaya hidup? kan juga butuh uang" ujar maira
"kalau loe mau serius ikut gue, nanti gue bantu untuk dapet beasiswa" kata krisna
"pengen sih, tapi ibu gue gimana?" ujar maira
"ibu loe kan percaya sama gue dan ibu gue, nanti gue coba bilang sama ibu gue untuk bujuk ibu loe agar loe di bolehin kuliah sama gue" kata krisna
"bener? loe gak bercanda kan?" ujar maira
"enggak lah, ngapain gue bercanda, " kata krisna
"makasih ya" ujar maira
"oh iya ra, besok sabtu ke rumah ya" kata krisna
"ngapain?" ujar maira
"besok sabtu tuh ibu gue ultah dan gue mau kasih surprise datengin loe ke rumah, ibu gue kangen sama loe tau ra, " kata krisna
"gue juga kangen, udah berapa tahun gue gak ke rumah loe ya, " ujar maira
"lama lah, udah lebih dari setahun" kata krisna
"ya udah gue mau, tapi loe jemput gue ya" ujar maira
"siap, loe bisa nya jam?" kata krisna
"yang penting jangan malam" ujar maira
"oke, jam 9 pagi?" kata krisna
"boleh" ujar maira
Pukul 21.00 wib krisna mengajak maira untuk pulang karna ini sudah terlalu malam.
Di depan rumah nenek nya maira
"ya udah gue pulang dulu ya ra, loe masuk dulu gih" kata krisna
"hati-hati ya, pertimbangkan keputusan loe" ujar maira
"iya, gue akan cari waktu untuk mengakhiri hubungan gue sama melda, " kata krisna
"jangan lemah karna wanita ya" ujar maira
"iya siap bu bos, udah sana masuk langsung istirahat ya" kata krisna
"iya iya, gue masuk dulu ya." ujar maira
Maira pun berjalan masuk ke dalam rumah nya, tiba-tiba maira berbalik badan dan melambaikan tangan.
Setelah maira sudah masuk ke dalam rumah, krisna pergi meninggalkan rumah nya maira
Maira langsung aja masuk ke dalam kamar nya dan dia ganti baju lalu sholat isya'.
Setelah selesai melaksankan sholat isya' maira ngecek hp nya, ternyata ada spam chat dari ken
"ra"
"gue mau cerita"
"tadi gue kan beli laptop, tapi belum nemu yang bagus weh"
"bantuin cari dong ra, besok ya temenin gue"
"gak ada penolakan, pergi sama krisna aja mau tanpa di tolak, masa temenin gue beli laptop gak bisa"
Ya... itu lah spam chat dari ken, maira pun membalas chat dari ken
"gimana ya ken, gue besok emang gak bisa" balas maira
"gue besok udah ada janji sama orang" imbuhnya
Ken langsung ngeread chat dari maira dan ken membalasnya lagi
"janji sama siapa? sama krisna?" kata ken
"enggak, intinya gue gak bisa" ujar maira
"kenapa?" kata ken
"mulai besok gue bantuin mas nasgor jualan di gor, buka cabang baru" ujar maira
"ya udah serah loe aja" kata ken
"loe marah sama gue?, " ujar maira
"gak." kata ken
"ya udah, gue capek mau tidur dulu ya" ujar maira
"ya." kata ken
"nih anak marah sama gue" gerutu maira heran
Maira pun langsung mematikan data nya dan dia langsung siap-siap untuk tidur.