NovelToon NovelToon
My Wife, My Boss

My Wife, My Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: RizkiTa

Senjata makan tuan, mungkin adalah istilah yang cocok untuk seorang laki-laki playboy bernama Satrya Tama Fadillah. Niat balas dendam kepada seniornya yang bernama Nabila Mariska Setyarini, malah menjadi boomerang untuknya. Laki-laki yang akrab di sapa Tama itu malah tergila-gila dan jatuh cinta pada Nabila. Bagaimana cara Tama mendapatkan hati Nabila?

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama, wilayah dan profesi.

selamat membaca. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ciuman Perpisahan

"Anak itu, apa dia benar-benar sudah dewasa sekarang?" Kata Pak Darwin sambil menikmati mi instan buatan istrinya.

"Iya dong Pa, dia bukan anak kecil lagi."

"Iya, maksud Papa sikapnya sejak kapan dia jadi perhatian seperti itu, biasanya berpapasan dengan Papa aja dia langsung buang muka."

"Pa, gimana menurut Papa si Nabila? apa kamu setuju jika dia menjadi menantu kita." Bu Irin merampas sendok dari tangan suaminya dan ikut menikmati mi instan itu.

"Ma, kenapa kamu nggak masak dua porsi sih?"

"Mama takut gendut, percuma dong Mama aerobic seminggu tiga kali."

"Papa sih terserah Tama, karena dia yang akan menjalaninya, semua juga ada ditangan kamu Ma, apa perjodohan dengan Citra masih ingin kamu lanjutkan?"

"Enggak Pa, tapi Mama bingung cara mengatakannya sama Miranda." Bu Irin memegang pelipisnya.

"Ya tinggal katakan kalau ternyata mereka nggak cocok, nggak bisa di paksakan, lagian kamu sih terlalu buru-buru."

"Iya Pa, Mama tahu ini salah Mama,"

"Ya udah nanti kita pikirkan lagi, ayo ke kamar."

***

Minggu pagi, seperti biasa Tama menjalani aktifitasnya yaitu fitnes, ia selalu rajin berolah raga dan menjaga bentuk tubuhnya dengan fitnes secara rutin. Setelah dari ruang fitnes, Tama menuju kamarnya mengambil ponselnya, melakukan panggilan pada Nabila.

"Kok nggak dijawab sih?" akhirnya setelah panggilan ketiga Nabila menjawab panggilannya.

--- dalam panggilan ---

"Sayang kemana aja kamu?"

"Apaan sih Tama, ini masih pagi loh. aku ngantuk." suara serak khas bangun tidur.

"Jam segini kamu belum bangun?"

"Belum, ada apa nelpon pagi-pagi begini?"

"Aku kangen sayang,"

"Hemmm, tapi aku ngantuk."

"Ayo kita menghabiskan waktu berdua hari ini,"

"Boleh,"

"Oke nanti siang aku jemput kamu, bye sayang."

--- Panggilan berakhir ---

Tama turun ke bawah hendak mengambil minuman dingin, di dapur. "Nak, temani Mama ya hari ini?" ucap Bu Irin.

"Kemana Ma? aku mau kencan sama Nabila."

"ini penting demi masa depan kamu dan Nabila, ayo kamu pilih mana?" Bu Irin memasang ekspresi mengancam.

"Kemana sih Ma?" Tama mengerutkan dahinya.

"Kerumah Tante Miranda, kita bicarakan semua pembatalan perjodohanmu dengan Citra."

"Mama sendiri aja, aku udah janji sama Nabila Ma."

"Tama, please. kamu juga harus jadi laki-laki yang bijak. kamu harus katakan sendiri kalau kamu udah punya seseorang yang kamu cinta." Bu Irin menyeret tangan putranya agar duduk dihadapannya.

"Mama yang benar aja, gimana perasaan Citra kalau aku katakan itu?"

"Jujur itu lebih baik Tama, katakan aja apa adanya."

"Baiklah, aku siap-siap dulu Ma."

***

Mereka sudah tiba dirumah Bu Miranda, tapi sebelumnya Bu Irin telah mengabari terlebih dahulu jika ia dan Tama akan berkunjung. Mereka sudah di sambut oleh dua orang pelayan dirumah itu,

"Silahkan Masuk Bu Irin dan Den Tama, Nyonya sudah menunggu,"

"Terimakasih Bi." mereka berdua jalan keruang utama dirumah itu.

"Hai Rin, apa kabar?" Bu Miranda menyambut sahabatnya, mereka berpelukan.

"Baik, kamu gimana? aku kira kamu masih di Melbourn loh."

"Ya seperti yang kamu lihat, aku begini. Eh Calon menantu Tante, makin tampan aja kamu." Melirik ke arah Tama.

"Makasih Tante. Citranya dimana Tante?"

"Oh dia di kamarnya, mending kamu naik aja."

"Nggak usah Tante aku tunggu di taman belakang aja," Tama pun berlalu meninggalkan kedua wanita paruh baya itu, dan langsung menuju taman belakang rumah tersebut. kemudian mengirimkan pesan ke Citra,

Aku sedang dirumahmu sekarang, temui aku di taman belakang.

***

"Ada apa kok mendadak kesini Rin? apa kita akan mempercepat jadwal pertunangan mereka?" tanya Bu Miranda.

"Maafkan aku Miranda harus mengatakan ini, sepertinya perjodohan ini nggak bisa dilanjutkan,"

"Alasannya?"

"Biarkan anak-anak kita bahagia dengan pilihan mereka," ucap Bu Irin hati-hati karena melihat raut wajah Bu Miranda yang langsung berubah drastis.

"Tentu saja Citra bahagia dan Tama memang pilihannya, lalu apakah Tama sudah ada pilihan lain? bukan Citra?"

"Ya, dengan berat hati aku harus mengatakannya, Tama punya seseorang yang dia cintai." Bu Irin mengangguk.

"Aku sih nggak masalah jika perjodohan ini nggak bjsa dilanjutkan, toh kita masih tetap bersahabatkan?"

"Benar Miranda,"

"Tapi aku khawatir dengan Citra, aku tahu dia begitu mencintai anakmu Rin."

"Biarlah itu menjadi urusan Tama bagaimana cara dia mengatakannya pada Citra,"

***

--- di taman belakang rumah ---

Tama sedang menghadap ke kolam renang yang ada ditaman itu, lalu tiba-tiba Citra memeluknya dari belakang,

"Aku tau kamu kangen aku sayang, makanya kamu datang tiba-tiba. aku sengaja nggak menghububgi kamu beberapa hari ini, biar kamu tahu rasanya kangen." tangannya terus melingkar di badan kekar laki-laki itu.

Tama meraih kedua tangan Citra, dan berbalik menghadapnya, "Maaf aku harus mengatakan ini, kita sudahi sampai disini ya?" aku mau kita sama-sama bahagia, dengan pilihan kita masing-masing." ucap Tama dengan sangat hati-hati.

"Pilihan masing-masing, maksud kamu?"

"Ya aku udah punya pilihan, sekarang kamu carilah orang yang benar-benar mencintaimu."

"Tapi aku hanya mencintai kamu, bukan orang lain. jika suatu saat nanti kamu menikah dengan wanita pilihanmu, aku juga siap jadi istri kedua kamu, asalkan aku tetap bersamamu Tama."

Mendengar ucapan Citra barusan membuat Tama menggeleng, ia tak habis pikir, entah apa yang ada dalam pikiran wanita dihadapannya ini.

"Kamu jangan bicara asal, kamu berhak hidup bersama orang yang mencintaimu, dan itu bukan aku,"

Mata Citra mulai berair, saat Tama mengucapkan kalimat itu.

"Aku mohon, kali ini aja." tak mengerti dengan ucapan Citra, tiba-tiba saja Citra sudah mendaratkan ciuman lembut nya dibibir Tama dan melingkarkan kedua tangannya, karena tak tega melihat Citra yang sudah meneteskan air mata, Tama pun membalas ciumannya, sehingga mereka terbawa suasana.

anggaplah ini ciuman pertama dan terakhirku untukmu, setelah itu pergilah menjauh dari kehidupanku. Gumam Tama dalam hatinya.

"Tama, Citra, apa yang kalian lakukan?" Bu Irin dan bu Miranda menghampiri mereka, Tama langsung menghentikan apa yang ia lakukan bersama Citra.

1
juwita
mampir
Evi Nopianti
Selalu suka karya mu thor 😘😘😘
mrsdohkyungsoo
thankyouuu
mrsdohkyungsoo
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fina Fitriani
nice....
Sartini Nickynina
Ceritanya bagus, simple, dan konfliknya juga enggak banyak
Nur Khikmah
Luar biasa
Nur Khikmah
tama plimplan
Ari_nurin
harusnya cari asisten cowok .. biar menjaga perasaan istri juga
dan ga timbul fitnah
Ari_nurin
aku sih sebenernya ga suka dg Tama jd ya aku jengkel aja. baru kali ini aku ga suka dg karakter tokoh utama nya ..
Ari_nurin
wah kecewa aku . gampang banget Nabila memaafkan Tama. ..
Ari_nurin
Halah gampang banget Nabila menerima Tama lagi. syarat kamu itu belum nikah aja Tama sdh tergoda dan gampang khilaf apalagi nanti. klu bosan pasti cari khilaf lagi
Ari_nurin
gpp .. Nabila Ama Leo aja ..
Ari_nurin
baru jg se minggu kamu sdh ga bs jaga kepercayaan Nabila .. Tama Tama .. katanya susah dapat nya tp kok gampang bgt tergelincir godaan spt ciuman. apalagi yg satu itu pasti lebih gampang lagi kamu tergoda .. haddeww 😏😏
Ari_nurin
udah Ama Abang arsitek aja Nabila ...ngapain Ama Tama laki laki plin plan gt
Ari_nurin
mampus loe Tama .. ayo Nabila cari laki laki lain yg bisa jaga perasaan pasangan dan tegas dg orang lain.geram bgt aku Ama Tama .. plin plan
Ari_nurin
aku benci Tama yg ga tegas .. Nabila ga usah ama Tama aja .. Eman Eman .. ga bs jaga perasaan pasangan dan jaga diri ..
Ari_nurin
aduh Tama harusnya kamu selesaikan dulu urusan mu dg cewek kamu itu. pasti runyam nanti klu Nabila tau
Ari_nurin
yg pertama kamu selesai kan dg urusan mu dg citra ...ga tanggung jawab bgt dh punya pacar mau mendekati Nabila .. yg ada nanti justru Nabila dituduh merusak hubungan kamu dh citra. dasar playboy cap rambak si Tama🤨😏
far~Hidayu❤️😘🇵🇸
kasihan Nabila gara2 ayah yg selingkuh sudah susah mau percaya Sama laki2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!