NovelToon NovelToon
Retrouvailles

Retrouvailles

Status: tamat
Genre:Contest / Ketos / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Net Profit

📢📢 WELCOME DI AREA BAWANG GORENG😭😭

Kamiya Maulida harus merelakan kebahagiaan yang selama ini ia bangun hancur, demi mewujudkan wasiat terakhir sang ibu. Tahun ke tahun ia berusaha menghapus semua kenangan indah yang makin lama nampak semakin nyata. Bahkan sosok sempurna di depan matanya tak bisa menggantikan satu nama yang tetap tersimpan apik di hati.

"Gue nggak pernah pengen lu pergi, Mi. Tapi kalo lu nggak percaya sama kebahagiaan yang gue tawarin lu boleh pergi. pergilah, gue tetep di sini. tapi jika suatu saat lu kembali, gue pastiin perasaan ini bukan buat lu lagi. gue pastiin nggak akan ada 'kita' lagi." Ardi Rahardian.

"Aku dan kamu pernah bersama, bahagia. Berada di fase dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Karena suatu hal aku pergi, membiarkanmu merasakan ditinggal pas sayang-sayangnya. Jika kini aku kembali, bisakah kamu dan aku menjadi kita?" Kamiya Maulida.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Net Profit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Enam

“Tidurlah sayangku. Meskipun saat kamu bangun nanti aku nggak ada disini, tapi semua ini bukan mimpi.” Ucap Ardi kemudian mencium kening Miya.

Masih duduk di tepi ranjang, Ardi sejenak memandangi wajah yang terlelap di hadapannya. Di belainya dengan sayang kepala Miya, “kedepannya, apa pun yang terjadi aku mau kamu tak menghadapinya sendiri. Biarkan aku membuktikan pada almarhum ibumu jika aku memang yang terbaik untuk menjaga dan membahagiakan kamu, Kamiya Maulida.”

Memandangi wajah yang sedang terlelap itu ternyata membuatnya lupa waktu, rasa rindunya selama ini tak mengizinkan dia beranjak dari sisi gadis itu. bahkan rasa kantuk yang semula begitu terasa seolah hilang di telan kebahagiaan yang datang menerpa tanpa rencana.

Dering alarm dari ponsel di sakunya menyadarkan Ardi yang sedari tadi hanya duduk di tepi ranjang dan memandangi wajah manis yang masih terlelap dengan damai. Ardi segera mengambil ponsel Freya dari sakunya, terlihat label alarm ‘bangun Fre!’ dengan waktu yang menunjukan pukul tiga lebih tiga puluh menit. Segera Ardi mematikan dering alarm itu, takut Miya jadi terbangun.

“Wih jadi rajin si Freya semenjak punya anak bangunnya pagi banget. Padahal subuh juga belum.” Gumam Ardi, kemudian kembali memasukan ponsel itu ke sakunya.

“Aku pulang dulu sayang.” Ucapnya kemudian beranjak pergi.

Tiga jam setelah itu Miya terbangun. Ia memijit kepalanya yang terasa sedikit pusing karena kurang tidur. Hal pertama yang ia lakukan setelah itu adalah melihat sekelilingnya, mencari Ardi. Dan dia tak menemukan Ardi di sekitarnya.

“Apa aku cuma mimpi?” gumamnya.

“Apa sekarang aku makin gila kerena sudah berhalusinasi bertemu Ardi?” batinnya kemudian mengambil ponsel di sampingnya, berulang kali mencoba menghubungi nomor Ardi tapi nyatanya hasilnya nihil. Kontaknya masih tak bisa dihubungi.

“Masih di blokir. Kayaknya emang cuma mimpi.” Ucapnya lirih.

Masih bergelut dengan pikirannya sendiri dengan kesadaran yang sepertinya belum sepenuhnya terkumpul, Miya keluar dari kamar dan menapaki satu persatu anak tangga.

Sampai di ruang tamu ia mendapati meja yang sudah kosong, tak ada apa pun di sana. Padahal dalam ingatannya semalam ia dan Ardi duduk di sana, dan lelaki itu meneguk kopi buatannya. Menggugurkan semua rindu yang terpendam selama ini, meluruskan semua hal yang membuat mereka terpisah hingga bisa kembali bersama.

“Ternyata benar, semuanya hanya mimpi.” Batin Miya sambil berjalan ke dapur untuk mengambil air dingin.

Dengan berkali-kali menghapus air matanya, Miya membuka lemari es kemudian menuangkannya ke gelas. Membawanya ke meja makan tanpa meninumnya. Ia duduk dengan meletakan kedua tangannya di meja kemudian menjatuhkan kepalanya di atas tangan, memandangi gelas yang mulai mengembun karena dinginnya air di dalamnya.

“Mbak Miya...” panggil Bi Inah lirih. Asisten rumah tangga yang sejak tadi menyapa Miya tapi tak ada jawaban memberanikan diri mendekati majikannya. Wanita tua itu merasa khawatir jika hal buruk menimpa majikannya, mengingat pesan Mas Wildan yang memintanya menghubunginya jika terjadi sesuatu dengan Miya.

“Mbak Miya...” kali ini Bi Inah sedikit menguncang bahu Miya yang sedang melamun sambil memandangi gelas di hadapannya.

“Eh iya Bi, kenapa?”

“Mbak Miya nggak apa-apa?” tanya Bi inah.

“Nggak apa-apa Bi.” Jawab Miya dengan senyum yang dipaksakan.

“Silahkan sarapannya Mbak.”

“Aku lagi nggak pengen makan Bi. Nanti aja.” Tolak Miya.

“Tapi kata Mas Wildan saya harus memastikan Mbak Miya sarapan, takut maag nya kambuh. Kalo Mbak nggak sarapan saya harus ngasih tau Mas Wildan, biar Mbak Miya di bawa ke Singapura lagi katanya.” Ujar Bi Inah.

“Eh jangan dong Bi. Iya nih aku makan tapi bareng bibi yah. Aku nggak mau sarapan sendiri.” Ucap Miya kemudian menyendok nasi goreng di hadapannya.

“Mas Wildan itu ngeselin, aku berasa di mata-matain sama Bi Inah nih.” Gerutu Miya di sela-sela makannya.

“Ngomong-ngomong soal Mas Wildan, bibi jadi inget sama Mas Mas yang tadi pagi,” Bi Inah menimpali.

“Mas Mas siapa Bi?”

Bi inah menepuk keningnya pelan, “hampir lupa bibi Mbak, tadi jam empat pas bibi dateng kesini ada Mas ganteng yang baru aja keluar rumah. Bibi hampir teriak maling loh Mbak. Tapi si Mas ganteng nya bilang kalo dia calon suami mbak Miya. Namanya siapa yah tadi bibi lupa.”

Wajah miya seratus persen berubah kini tak perlahan raut sedihnya mulai menghilang, menyadari semuanya benar-benar bukan mimpi. Apalagi mengetahui Ardi mengaku sebagai calon suaminya, “Ardi Bi, namanya Ardi kan?”

“Nah iya bener Mas Ardi, Mbak. Dia titip pesan katanya nanti siang Mbak di tunggu di tempat semalem.” Jawab Bi inah.

“Makasih bi. Aku siap-siap dulu.” Miya beranjak dari duduknya.

“Mbak tapi kata Mas nya nanti siang, bukan sekarang Mba.” Ucap Bi Inah mengingatkan.

“Nggak apa-apa bi, aku mau berangkat sekarang aja soalnya aku emang ada kerjaan di sana kok.” Balas Miya sedikit berteriak karena jarak yang cukup jauh.

Dia berlalu kembali ke kamarnya, sebelum mandi Miya membuka lemarinya terlebih dahulu memilih baju yang akan ia kenakan, “pake baju yang mana yah? Pokoknya harus cantik maksimal mau ketemu daddy Ardi.” Ucapnya pelan.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jesi di suruh ke rmh tuh buat ngejelasin boar miya ga slh phm lg tp malah bikin huru hara baru, dasar somplakk.😆
Alfi Alfi
Luar biasa
Irni Yusnita
baru baca kayaknya bagus ceritanya Thor bukannya ceritamu selalu ok👍
Fina Fitriani
makinnn seruuuu... tp sayang harusnya aku bacanya urutan ya dr ortunya eh ini aku baca pas udh baca cerita Jesi sama anaknya ArMi... gak apa2 deh yg penting seruuuuu... lanjut ah baca kisah Ridwan dan renatha .....cus.....
Muliana
Luar biasa
N Wage
semua karya2 kak net gak ada yg gak bagus.
semuanya👍👍👍👍👍
N Wage
baca utk yg ke 2 kali
ALIKA🥰🥰CHEN ZHE YUAN.LIN YI
seson 3 ardi rahardian .kamiya.adik arkana .
Dina Marliana
Suami mana suami,......arghhhhhh😅🤭
Dina Marliana
lailahailaallah,....thorrrr nanggung panjangin dikit napah part nya wkwkwk😁🤭
Dina Marliana
yaa elahh thorrr lagi nanggung juga 😅😂🤭
Dina Marliana
tuh kn jadi🤭jadi ikutan seneng juga🤗
Dina Marliana
berharap cuma ngeprank ni si tante-tante😭😭
Dina Marliana
Mmm,... jodohnya Wildan datang😏
Dina Marliana
,👣👣👣👣👣👣😁
Dina Marliana
belum baca yg cerita nya Ardi sama miya gass keunnnn 👍👍😁
aisyah
kisah terberat yg ditulis kak net
aisyah: aq baca ulang semua cerita kak net
total 3 replies
aisyah
aku ikut mewek lagi😭
Fikha Clara
👍
Ratna Nanda Juwita
aku lebih dl bca kisahnya jesi dri pd kisah nya freya arka,miya ardi sama kaleng dirga...jd ky flas back jatohnya.tp ttp seru...lanjut lg kk othor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!