Kisah seorang Wanita bernama Sherlly Yuliana atau Ratih, ketegarannya menjalani hidup dengan berbagai masalah yang datang silih berganti.Perselingkuhan,perselisihan mewarnai kehidupannya.Akankah dia mendapatkan kebahagiaan yang diharapkan semua wanita??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Dinozzo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
Aku dan Hasbi hampir setiap hari bertemu.Sidang perceraian pun berjalan dengan lancar,aku tak menghadiri beberapa kali mediasi karena memang aku sudah tidak ingin berdamai.
Toh secara agama kami sudah bercerai bukan,jadi buat apa ada perdamaian.Aku hanya meminta hak asuh anak,karena harta sudah dibagi rata,kecuali mobil.Tak apalah,kasian juga kalau langsung miskin,bisa gila Danu dan Rosa.
"Kamu jangan egois, kembalilah sama aku agar Liana bahagia,ujar Danu sesaat sebelum putusan sidang .
Aku hanya tersenyum miris,dia ingin kembali padaku bukan demi Liana.Tapi demi nafsunya yang sekarang melihat aku kembali seperti dulu.
"Kalau kamu tetap bersikeras berpisah,biar aku yang bawa Liana.Pilihan ada di tanganmu,dia berani mengancam.
"Silahkan,kapan kamu mau bawa Liana??Biar aku beresin baju-bajunya.Tinggal kamu bilang aja kapan waktunya,aku jamin Liana tak akan kubawa kabur",aku bersedekap di dada.
Dia terlihat syok mendengar jawabanku,dia fikir aku akan takut dengan ancamannya.
"Jangan lupa untuk musyawarah dulu dengan istrimu,supaya anakku tidak terlantar saat nanti tinggal dirumah kalian,ujarku lagi.
Dia fikir bisa mengintimidasi ku agar aku mencabut gugatan,cihh dasar buaya darat.Aku datang ke persidangan terakhir ini memang sedikit beda.Aku memakai baju terusan dan tak lupa memakai kacamata hitam.Tubuh ku yang kembali langsing seperti dulu semakin terlihat tinggi saat aku memakai high heels warna silver.
Aku sengaja merias diriku agar Danu tau dia sudah salah menceraikan ku.Ditambah aku ingin terlihat cantik di depan Hasbi.Sepertinya aku memang jatuh cinta pada pandangan pertama pada lawyer itu,walaupun dia masih sok cool dan tak perduli padaku.
Keputusan sidang sudah kudapatkan,kami resmi bercerai.Lega rasanya karena hak asuh anak juga jatuh padaku.Sepanjang sidang Danu hanya menatapku saja,entah apa yang dia fikirkan,toh aku sudah tak perduli lagi.Saat bertemu di parkiran pun dia hanya memandangiku saja, seperti orang yang sedang kesurupan.Aku pulang di antar Hasbi karena kami akan kerumah orang tuaku.
"Terimakasih ya,karena bantuanmu sidang cepat selesai,ujarku basa basi.
"Gak masalah itu memang tugasku,jawabnya.Matanya tetap fokus kedepan,seperti tak bisa teralihkan.
Aku kembali diam karena sudah tak punya bahan obrolan lagi.Mungkin memang dia tak tertarik padaku,walaupun aku anak orang kaya.Toh sekarang aku hanya single parent yang punya buntut,siapa yang mau.Udahlah harus kubuang jauh-jauh perasaan ini sebelum semuanya terlalu dalam.
Tiba dirumah,kami disambut gembira oleh mami dan papi.Terlihat jelas sorot kebahagiaan disana,Mami memelukku erat dan berkali-kali mengatakan selamat.Mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang,perpisahan kok diberi selamat.Papi pun segera mengajak Hasbi kedalam,menuju ruang kerja Papi.
Aku tak tau apa yang sedang mereka bicarakan.Aku melihat Liana yang sedang asyik bermain di taman belakang bersama Ayu.Asisten rumah ini yang sekarang bertugas menjaga Liana.
Aku sangat bahagia,bukan karena sekarang aku kembali menjadi anak tunggal dari orang tua yang kaya raya.Tapi aku bahagia bisa bebas dari cinta yang membabi buta,yang membiarkan diri sendiri terdzolimi.Hidup memang tak bisa ditebak,tak apa menikah bersama dengan orang yang tak punya apa-apa asal kita dicintai,dihargai.
Toh nanti suatu saat rezeki akan datang asal kita terus berusaha dan bergandengan tangan menjalani biduk rumah tangga.Tapi pergilah jika kita tak dihargai dan dihormati,selayaknya pasangan.Jangan seperti Danu,udah kere songong pula ingin punya banyak istri,Uhhh kenapa aku dulu bisa secinta itu pada dia, heran..
beraaaat...