NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 Perasaanku

"Silahkan dipasang cincinnya?" sahut penghulu tersebut membuat salah satu seorang wanita menghampiri kedua pengantin dengan memberikan cincin pernikahan.

Emir mengambil tangan kecil Ayana dan langsung memakaikan cincin di jari manisnya. Ayana tidak menyangka jika dia benar-benar dinikahi kembali dengan semestinya, bukan hanya mengenakan gaun pengantin yang sudah pasti pernah menjadi impiannya, tetapi juga diberikan mahar dan cincin yang dia tidak tahu kapan Emir membeli dan apakah itu hanya persiapan dari vendor.

Ayana sibuk dengan pemikiran itu sehingga cincin tersebut sudah terpasang di jari manisnya. Ayana juga melakukan hal yang sama pada Emir, kemudian Ayana mencium lembut punggung tangan Emir, Emir juga mencium keningnya.

Banyak proses yang mereka lakukan seperti proses pernikahan yang sebenarnya, kebahagiaan pasangan pengantin baru itu bisa dirasakan para tamu dan termasuk Oma adalah orang yang paling bahagia.

Acara pernikahan hanya berlangsung sebentar saja, setelah ijab kabul dilanjutkan dengan makan-makan dan setelah itu selesai.

"Mama pikir kamu akan mengundang Papa kamu?" Davina saat ini berada di hadapan Emir dan juga dihadapan Ayana dan Oma.

"Davina, kamu bisa tidak jangan mempertanyakan orang yang tidak ada di acara ini," sahut Oma.

"Wajar saja aku heran. Ma, anakku yang satu ini sangat mengidolakan ayahnya, walau ayahnya tidak peduli kepadanya dan bahkan terbukti sampai saat ini tidak peduli, tidak hadir di hari pernikahannya," ucap Davina.

"Papa sedang di Jerman dan tidak bisa datang," jawab Emir.

"Ya, itu memang hanya alasannya saja, karena kamu hanya nomor sekian dan nomor pertama itu adalah keluarga barunya, Emir kamu seharusnya berhenti mengidolakan laki-laki seperti itu. Kalau dengan Mama saja, kamu terus mendebat dan tidak pernah melibatkan dengan apapun," ucap Davina mengeluhkan sikap putranya selama ini kepadanya.

"Sudahlah Davina, kamu bisa tidak berhenti untuk mengungkit hal ini dan hal itu. Emir sudah dewasa dan tidak seharusnya kamu mengatakan hal seperti itu dan apalagi ini adalah acara pernikahannya!" tegas Oma.

Ayana yang ada di posisi itu hanya diam saja. Dia tidak bingung karena memang mengetahui bagaimana kehidupan pribadi Emir.

******

Ketika acara pernikahan yang singkat terjadi kembali. Ayana dan Emir kembali berada di kamar. Walau adanya acara pernikahan secara ulang, tetapi bukan berarti adanya malam pertama untuk keduanya, kamar itu masih tetap seperti biasa, tidak ada yang berbeda dan masih terasa sunyi dengan penuh keheningan.

Tetapi Ayana sudah pasti akan mendapatkan apa saja yang bisa dia kerjakan. Mereka akan berangkat melakukan perjalanan bisnis yang artinya Ayana sudah mulai menyusun dokumen penting, pakaian yang perlu dibawa dan sebagai anak printilan lainnya.

Emir terlihat membuka jasnya, melonggarkan dasinya dan duduk di sofa, pria itu butuh istirahat sebentar karena cukup lelah dengan acara pernikahan.

"Pak, sejak tadi ponsel bapak terus berdering," ucap Ayana.

Emir memang meninggalkan ponselnya di kamar dan semenjak tadi saat Ayana membereskan barang-barang tersebut ponsel itu terus saja berdering.

"Kamu melihat siapa yang menelpon?" tanya Emir.

"Suster dari rumah sakit Nona Tiara,"jawab Ayana membuat Emir perlahan mengangkat kepala.

Susana kembali terasa begitu hening, wanita yang bernama Tiara mungkin akan terus menjadi hiasan dalam pernikahan mereka.

*******

Karena terus dihubungi oleh Suster, akhirnya Emir bertemu dengan Tiara. Ayana sudah pasti ikut dan terlihat sedang membuka makanan yang baru saja dia bawa.

"Kamu terhitung sudah begitu lama tidak datang mengunjungiku," ucap Tiara baru bisa tenang pada akhirnya Emir sekarang menemui dirinya dengan berjongkok di hadapan Tiara yang tetap berada di kursi roda.

"Banya proyek yang harus aku jalani," jawab Emir memberi alasan, sebenarnya tidak bohong karena memang pekerjaannya tidak ada habisnya.

"Lalu kamu juga akan melakukan perjalanan bisnis ke Paris?" tanya Tiara.

"Ya, seperti yang aku katakan," jawab Emir.

Tiara terlihat murung dan kemudian memeluk Emir. Entah mengapa pandangan Ayana harus melihat hal itu dan biasanya dia sangat cuek.

Ekspresi wajahnya tidak bisa dijelaskan, seperti terlihat kesedihan, tetapi seperti merasa tidak pantas untuk mengomentari apa yang dia lihat.

"Jangan pernah pergi dariku .... aku sangat merindukanmu, Emir! entah mengapa belakangan ini perasaanku tidak baik-baik saja," ucap Tiara.

Emir tidak merespon dan bahkan tidak membalas pelukan itu, matanya justru terlihat pada Ayana yang kembali menyibukkan diri dengan pekerjaan, seperti ada batasan yang sengaja dilakukan Emir terhadap wanita yang selalu menjatuhkan harapan padanya.

Tiara melepas pelukan itu.

"Kamu selalu berjanji padaku akan terus menungguku, setia kepadaku dan apakah janji itu masih berlaku sampai saat ini?" tanya Tiara.

Emir diam terpaku, entah apa yang harus dia katakan untuk menjawab pertanyaan itu.

"Emir...." Tiara melihat keraguan dan membutuhkan jawaban.

"Iya," pada akhirnya Amir hanya menjawab dengan sesingkat mungkin.

"Ayana!" tiba-tiba Ayana mengangkat kepalanya di saat Tiara memanggilnya.

"Saya Nona," sahut Ayana.

"Kamu harus jaga kekasihku dengan baik, kamu jangan biarkan dia untuk menatap wanita terlalu lain lama, apalagi diam-diam memiliki kekasih," ucap Tiara mempercayakan Ayana selama ini.

Ayana hanya menjawab dengan menganggukkan kepala.

"Sayang, kamu jangan pernah mengkhianatiku, aku hanya memiliki kamu dalam hidupku, jangan memiliki kekasih diam dia dan apalagi menikah secara diam-diam!"

Deg

Jantung Emir dan Ayana seketika berdebar kencang, bagaimana tidak jika apa yang dikatakan Tiara sudah terjadi di antara mereka dan bahkan bukan hanya karena desakan oleh warga, keduanya menjalani pernikahan kembali dan bahkan secara resmi.

"Sayang, kenapa aku merasa kamu seperti memiliki banyak pikiran, setiap aku berbicara, kamu terlihat lebih banyak dia dan tidak merespon perkataanku," ucap Tiara terus memperhatikan wajah tampan Emir.

"Tidak apa-apa, seperti apa yang aku katakan, aku hanya banyak pekerjaan belakangan ini," jawab Emir.

"Sayang, kamu jangan capek-capek ya dalam bekerja, kamu juga harus memikirkan kesehatan kamu," ucap Tiara memberi saran.

Emir hanya menjawab dengan anggukan kepala.

"Kamu memakai cincin apa?" mata Tiara tiba-tiba saja tertuju pada cincin yang terpasang di jari manis Emir.

Ayana menyadari bahwa dia juga menggunakannya dan tiba-tiba saja melepasnya dengan sangat cepat dan menyembunyikannya seolah-olah takut dilihat oleh Tiara, karena cincin tersebut sama dengan apa yang dipakai Emir.

"Ini bukan cincin apa-apa, sudahlah kamu tidak perlu memikirkan hal yang tidak penting, yang terpenting sekarang kamu jaga kesehatan dan istirahat dengan baik, jika aku tidak datang menemui kamu dan artinya aku sedang banyak pekerjaan," ucap Emir dengan tegas pada Tiara.

"Baiklah, yang terpenting sekarang aku lega kamu mengunjungiku, Emir aku sangat mencintai kamu dan aku hanya memiliki kamu di dalam hidupku, maafkan aku jika aku terlalu banyak kekurangan," ucap Tiara.

Emir tidak merespon apapun, entah mengapa saat ini dia seperti merasa banyak sekali kesalahan yang dia lakukan, kebohongan yang dia bangun ternyata membuat masalah semakin besar.

"Ayana aku kembali titipkan kekasihku kepada kamu, jangan sampai dia tertarik pada wanita lain dan apalagi sampai menjalin hubungan secara diam-diam, kamu harus mengatakan kepadaku secara langsung," ucap Tiara.

Ayana lagi-lagi hanya menganggukkan kepala dan merasa tidak nyaman dengan situasi yang ada di sana.

Bersambung....

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!