NovelToon NovelToon
Dunia Angkasa

Dunia Angkasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Dunia Damai Sentosa, gadis cantik yang ceria itu menyimpan banyak luka masa lalu. Tak pernah ada yang tahu, di balik senyumnya yang ceria itu, Nia —panggilan akrabnya—, ternyata menyimpan luka tentang siapa dirinya.

Pertemuannya kembali dengan Angkasa Biru Cakrawala, ternyata tak seperti yang dia bayangkan. Aang —panggilan akrab Angkasa— seperti orang lain, orang baru, bukan seperti Aang yang Nia kenal dulu.

Akankah kehidupan Nia dewasa dapat menjadi obat bagi luka masa lalunya? Akankah senyuman Nia dapat mengembalikan bahagia dalam hidup Aang?

Simak kisah selengkapnya dalam Dunia Angakasa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Bayu

Nia sudah berada di kamar kosnya. Setelah menemui Nyonya dan Tuan Mahendra untuk menceritakan semuanya, Angkasa mengantarnya pulang kembali ke kos. Nia masih belum percaya bahwa dia akan segera menikah dengan Angkasa.

Waktu sepertinya berjalan terlalu cepat. Nia merasa baru kemarin bertemu lagi dengan Angkasa setelah belasan tahun. Dan sekarang, Nia sudah membicarakan pernikahan dengan Angkasa.

Nia duduk di tepi tempat tidur di kamar kosnya. Dia mengambil buku sketsanya dan kembali menatap gambar diri Angkasa yang dia buat tadi pagi. Nia tak bisa membayangkan jika dia harus menikah dan memandang wajah itu setiap hari. Nia merasakan jantungnya berdegup lebih kencang hanya dengan memikirkan hal itu.

Ponsel Nia berdering, membuat Nia tersadar dari lamunannya. Nia menatap layar ponselnya lalu menjawab panggilan teleponnya.

"Ya, Kak?" tanya Nia.

"Kamu... masih di kediaman Tuan Mahendra?" tanya Bayu.

"Aku udah di kos, Kak. Belum lama nyampe," kata Nia.

Hening.

Nia tahu apa yang dirasakan Bayu. Selama ini, sejak kejadian empat tahun lalu, Bayu begitu menjaganya dan merahasiakan hal itu pada Nyonya Lestari.

"Maafkan Kakak, Nia," ucap Bayu akhirnya.

"Kak Bayu nggak salah," kata Nia.

Hening kembali datang.

Nia yakin, Bayu merasa bersalah atas kejadian semalam di villa. Bayu selalu merasa bertanggung jawab atas Nia.

"Kak Bayu denger dari Mama," kata Bayu memecah keheningan.

"Kamu dan Tuan Muda Angkasa... akan segera menikah," lanjut Bayu. Suaranya terdengar bergetar.

"Selamat, Nia," ucap Bayu.

Nia terdiam. Nia merasa Bayu tidak benar-benar memberinya ucapan selamat. Seperti ada sesuatu yang Bayu coba sembunyikan.

"Kakak baik-baik saja kan?" tanya Nia akhirnya.

Hening. Tak ada jawaban.

Nia menunggu, berharap Bayu akan mengatakan sesuatu yang mengganggu pikirannya.

"Sedari awal... bahkan sebelum aku mengenal apa itu jatuh cinta, aku telah jatuh cinta pada seorang gadis," kata Bayu akhirnya. Nia diam, menyimak, meski dia merasa tahu apa yang akan Bayu katakan.

"Sayangnya... takdir ku dengan gadis itu... bukan sebagai sepasang kekasih," lanjut Bayu. Nia memejamkan matanya, menyiapkan dirinya untuk sesuatu yang akan dia dengar selanjutnya.

"Aku tahu, aku seharusnya menyimpan ini hingga aku mati. Namun..."

"Berita pernikahannya mengusik hati ku, mengganggu pikiran ku," kata Bayu. Nia terdiam, mencoba menyusun kalimat untuk menenangkan Bayu.

"Hingga aku berpikir untuk membawanya pergi dari sini dan menghabiskan sisa hidupku dengannya di negeri yang tak akan ditemukan banyak orang," lanjut Bayu. Nia masih diam. Dia tahu siapa gadis yang Bayu maksud.

"Nia..."

"Terimakasih udah menjaga ku selama ini, Kak," ucap Nia, memotong kalimat Bayu.

"Terimakasih udah menjadi kakak yang baik buat ku selama ini," lanjut Nia.

"Aku kira... Kakak nggak akan pernah menyukai ku dulu," kata Nia.

"Menerima satu anggota keluarga baru bukanlah hal yang mudah, terlebih aku bukan saudara dari rahim yang sama," lanjut Nia. Bayu diam, menyimak.

"Tapi... seiring berjalannya waktu, Kak Bayu menunjukkan padaku, bahwa aku berhak mendapatkan kasih sayang yang sama dengan yang Kakak dapat dari Mama dan Papa," kata Nia.

"Dan perlahan aku merasa benar-benar lahir dari keluarga yang sama dengan Kakak,"

"Makasih, Kak, udah selalu jadi Kakak yang baik dan bisa aku andalkan setiap saat," tutup Nia.

Bayu hanya terdiam. Nia tak mendengar apapun dari seberang.

"Aku hanya tidak menyangka, kamu bisa membuat Tuan Muda Angkasa sampai bertindak sejauh itu buat kamu," kata Bayu.

"Aku tak pernah menyangka, Tuan Muda Angkasa akan benar-benar jatuh cinta pada kamu, padahal kalian hanya bertemu saat jamuan malam itu. Kalau saja aku tak meminta mu menggantikan aku..." lanjut Bayu, membuat Nia sedikit terkejut.

"Jatuh cinta?" tanya Nia memastikan dia tak salah dengar.

"Semua orang yang melihatnya akan tau, Nia. Semua terlihat jelas di matanya, bagaimana dia begitu khawatir pada mu, bagaimana dia begitu marah tentang kejadian semalam, bagaimana... dia memeluk mu," kata Bayu. Wajah Nia seketika memerah.

"Bahkan mungkin... cinta ku pada mu tak sebanding dengan miliknya," lanjut Bayu membuat Nia terkejut.

Hening.

Sepertinya Bayu juga menyadari telah mengatakan apa yang seharusnya dia simpan rapat-rapat.

"Ya. Cinta ku pada mu, Nia. Jauh sebelum aku menyadarinya, aku sudah menjatuhkan hati ku pada mu," kata Bayu akhirnya, merasa percuma menutupinya dengan berbagai alasan yang pasti akan terdengar lucu.

Nia terdiam. Selama ini, ternyata apa yang dia pikirkan tentang Bayu bukan hanya perasaannya saja. Melainkan fakta yang coba Bayu simpan.

"Tapi, aku rasa, aku sudah tau jawabannya," kata Bayu.

"Aku melihatnya. Kamu memeluk Angkasa seolah memang mengharapkan kehadirannya di tengah tragedi itu, untuk membawa mu pergi dari villa yang serasa neraka itu," lanjut Bayu. Nia terdiam.

"Aku merasa kalah, dengan cinta yang baru saja hadir dalam hidup mu. Padahal, cinta ku sudah ada sejak kita pertama bertemu," kata Bayu.

Nia terdiam. Dia tak bisa mengatakan pada Bayu yang sebenarnya tentang Angkasa, bahwa Nia sudah lama mengenal Angkasa, bahwa mereka memiliki banyak kenangan masa kecil, bahwa mereka... sama-sama anak panti.

"Maaf, seharusnya aku tak mengatakannya. Lupakan saja apa yang baru saja aku katakan. Anggap aku tak pernah mengatakannya," kata Bayu lalu menutup panggilan teleponnya.

Nia menatap layar ponselnya. Selama ini, dia mencoba menepis pikiran bahwa Bayu menyayanginya lebih dari sekedar saudara asuh. Tapi, malam itu, panggilan telepon dari Bayu telah mengkonfirmasi, bahwa apa yang selama ini Nia pikirkan benar-benar nyata.

Nia meletakkan ponselnya di atas meja belajarnya. Nia mengambil satu kanvas dan meletakkannya di atas easelnya. Nia berdiri sejenak, memandang kanvas putih itu cukup lama lalu memejamkan matanya perlahan.

Beberapa detik kemudian, Nia membuka matanya perlahan lalu mulai menggoreskan pensil di atas kanvas, membuat sketsa. Dia ingin menumpahkan semua perasaannya. Marah, sedih, kecewa. Nia bahkan tak tahu apalagi yang harus dia lakukan.

Keluarga asuh yang dia kira akan selamanya menjadi tempatnya pulang, kini berada dalam ambang kehancuran. Papa asuhnya yang menatapnya dengan penuh nafsu, kakak asuhnya yang menyimpan rasa padanya sejak pertama kali bertemu, mama asuhnya yang jelas terluka karena perbuatan suami yang sangat dipercayainya. Nia bahkan tak tahu harus marah kepada siapa.

Mata Nia tajam, menatap setiap goresan yang dia buat di atas kanvas. Menit demi menit, jam demi jam, bahkan Nia tak peduli malam sudah semakin larut dan akan segera berganti pagi. Matanya lelah, tapi tangannya tak ingin berhenti bergerak.

Semburat cahaya mentari menyusup ke dalam kamar kos Nia, memberi sedikit kehangatan di dalamnya. Nia mundur beberapa langkah lalu menatap lurus pada sketsa di kanvasnya.

'Aku ini... cuma seorang diri sedari dulu,'

***

1
Vivi Zenidar
merasa sepi di keramaian
Vivi Zenidar
sedih banget jadi Nia
Nanaiko
Yaa Allah.. ada-ada aja cobaan hidup..
Vivi Zenidar
semoga Nia ada yg menolong... jangan sampai ternodai
Vivi Zenidar
kasihan nasib anak anak panti
Vivi Zenidar
sedihh
Purnamanisa: disclaimer: ini memang kisahnya agak2 sedih gt kak 😅😅
total 1 replies
Vivi Zenidar
Baru baca langsung suka
Purnamanisa: makasih kakak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
Nah.. mungkin itu yang dinamakan jodoh, Ang..
Nanaiko
Cowok emang kek gitu, Nia.. nih disini juga ada. Katanya suruh jangan nunggu, suruh cari yang lain.. giliran nomor WA nya diblok, eh malah dilamar. 😅
Purnamanisa: ditarik ulur kek layang-layang ya kak? 😅😅
total 1 replies
Wawan
Hadir
Purnamanisa: makasih kak 😊😊
total 1 replies
falea sezi
lanjut q ksih hadiah lagi
Nanaiko
ihiiiiiiirrrr🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!