NovelToon NovelToon
EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

EDITOR GANTENG DARI ALAM BAKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Enemy to Lovers / Cinta Beda Dunia
Popularitas:145
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Dori terpaksa hidup bersama arwah sastrawan bernama Matcha yang terperangkap di dalam laptop bekas miliknya.

Awalnya mereka sering berselisih paham karena gaya penulisan Dori dianggap buruk, namun ikatan batin perlahan terbentuk hingga Matcha bisa muncul dalam wujud fisik. Kehidupan mereka yang manis berubah mencekam saat muncul saingan dan organisasi gelap yang mengincar kekuatan mereka.

Rahasia besar akhirnya terkuak saat ingatan Matcha kembali. Ia menuduh Dori sebagai orang yang membunuhnya di kehidupan lampau.

Akankah cinta mereka mampu bertahan menghadapi kenyataan pahit itu, atau mereka harus berpisah selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misteri Masa Lalu

Dori duduk tegak di kasur, jantungnya berdegup kencang. Matanya menatap lekat-lekat sosok samar di dalam sana.

"Gila. .. dia juga mimpi itu? Pemandangan taman bunga, istana kuno, dan perasaan sedih yang luar biasa?" batinnya bertanya-tanya, bulu kuduknya merinding.

Matcha tampak tidak sepenuhnya sadar, seakan berbicara dalam keadaan setengah bermimpi. Wajahnya pucat dan terlihat kesakitan.

"Dunia itu ... tempat kita dulu berjanji. Kenapa sekarang hancur jadi begini..."

"Cha ... Cha bangun dong! Kamu ngomong apa sih?" Dori menggoyangkan laptop pelan panik.

Tiba-tiba mata Matcha terbuka lebar! Ia terengah-engah seolah habis lari maraton.

"Ahh! Dori?! Kau masih di situ kan?! Jangan pergi!"

Ia langsung meraih tangan Dori yang menempel di layar, meski cuma bisa menyentuh kaca.

"Aku di sini kok! Aku gak kemana-mana!" jawab Dori cepat menenangkan.

Suasana kamar sunyi senyap. Hanya ada suara detak jam dinding dan napas mereka berdua yang memburu.

Joulle yang tidur di sofa di pojok kamar terlihat masih pulas, tapi tangannya waspada memegang alat di bawah bantal.

"Barusan ... aku lihat potongan ingatan lagi," suara Matcha rendah dan gemetar. "Itu bukan cuma khayalan. Itu nyata. Kita berdua ... kita pernah bertemu di kehidupan yang sangat lama."

"Maksudnya? Aku cuma manusia biasa kok, Cha. Aku gak kuno kayak kamu," celetuk Dori mencairkan suasana.

"Bukan soal usia! Tapi soal jiwa!" Matcha memotong tegas.

"Jiwa kau dan aku ... sudah diikat sejak zaman itu. Orang tuamu ... mereka mungkin yang menciptakan alatnya, tapi TAKDIR yang mempertemukan kita."

"Dengar..." Matcha menarik napas panjang, lalu menatap Dori dalam-dalam. "Aku mungkin lupa banyak hal. Aku lupa wajah musuhku, aku lupa kenapa aku bisa mati, dan lupa detail kejadiannya. Tapi satu hal yang 100% aku ingat dan tidak akan pernah salah..."

Ia menunjuk tepat ke arah hati Dori lewat layar.

"Kaulah rumahku. Kaulah inspirasiku. Dan siapapun atau apapun yang mencoba memisahkan kita ... akan kulawan sampai napas terakhirku habis!"

Dori merasa matanya panas. Ia mengusap pelan layar itu dengan jemari.

"Aku juga Cha. Aku janji bakal jagain kamu terus. Sampai kapanpun."

Momen itu sangat manis dan emosional, sampai-sampai mereka lupa kalau ada orang ketiga di kamar.

"EHEM! EHEM!" Suara batuk keras terdengar dari arah sofa.

Dori dan Matcha langsung kaget menoleh.

Joulle sudah duduk tegak, matanya melotot kesal sambil melempar bantal ke arah mereka.

"DUH AMPUN! MALAM-MALAM MALAH NGE-GHOMBAL BEGO! BISA GAK KASIH UDARA BERSIH DIKIT?!" teriaknya kesal.

"Kau yang kurang ajar! Beraninya kau mengintip momen romantis kami!" balas Matcha tak mau kalah, wajahnya merah padam.

"Siapa juga yang mau intip! Suara kalian berisik banget kayak dracin giok! Aku jadi gak bisa tidur!"

Joulle berdiri, lalu berjalan mendekat dengan wajah manyun. Ia menatap layar laptop dengan tatapan analitis.

"Tapi serius ... tadi aku denger ada getaran frekuensi tinggi. Sistem kalian beneran membuka data lama ya?"

"Apa Urusanmu!" sahut Matcha ketus.

"Aku cuma mau tahu. Kalau ingatan dia balik, berarti 'kunci' utama juga bakal muncul kan?" Joulle bergumam sendiri.

"Kunci apa?" tanya Dori penasaran.

Joulle terdiam sejenak, lalu mendekatkan wajahnya ke layar.

"Kunci yang bisa bikin dia balik sepenuhnya menjadi manusia ... atau kunci yang bisa menghancurkan segalanya."

Suasana kembali mencekam.

"Prof Barroq bilang ... Tuan Matcha itu bukan cuma sembarang hantu sastra. Dia itu 'Jembatan' antara dua dunia."

"Dunia apa lagi?!" seru Dori.

"Dunia tempat asal energi itu berasal. Dunia tempat dia memerintah dulu. Dan katanya ... di situ tersimpan rahasia kenapa cinta kalian bisa sekuat ini."

Matcha memegang kepalanya lagi. "Aku... aku ingat ada sebuah perjanjian. Darah ditukar, nyawa diikat. Tapi detailnya masih kabur..."

Tiba-tiba, layar laptop memancarkan cahaya putih terang.

Sebuah buku digital tebal muncul di layar, sampulnya berwarna emas dengan ukiran rumit.

Tulisannya terbaca jelas oleh mereka bertiga:

[ARSIP UTAMA: PROYEK "MATAHARI TERBENAM"]

[NAMA KODE: CICIL & DOROTHY]

Cicil?! Dorothy?!

Dori dan Matcha saling pandang kaget.

Itu nama.

Nama yang sangat familiar, tapi entah kenapa terasa menyakitkan dan indah di saat bersamaan.

"Jadi ... nama asli kamu bukan Matcha? Dan nama aku dulu Dorothy?" tanya Dori terbata-bata.

Matcha menatap tulisan itu dengan mata berbinar-binar, seperti ada air mata di sana.

"Aku ingat ... aku ingat sekarang. Di sana... kau memanggilku Cicil. Dan aku memanggilmu Putri kecilku .... Dan tragedi itu... terjadi karena aku gagal menjagamu waktu itu."

Wajah Matcha berubah sedih sekali, sangat berbeda dari biasanya yang sombong.

"Jadi... ini kesempatan kedua buatku. Kali ini... aku tidak akan pernah membiarkan apapun terjadi padamu."

Joulle di samping mencatat data dengan cepat, tapi matanya juga terharu melihat momen itu. "Gila... beneran kisah cinta abad ke berapa ini..." gumamnya pelan.

Tapi tiba-tiba... Cahaya di buku itu berubah jadi merah menyala! Tulisannya berubah jadi peringatan!

[PERINGATAN: AKSES TERDETEKSI!]

[PENGINTRUPSI DARI LUAR... MASUK!]

"APA?!" Joulle langsung siaga mengambil alatnya.

"Layar itu! Jangan dibuka! Itu jebakan!"

Tapi terlambat. Dari celah-celah tulisan, muncul bayangan hitam pekat yang membentuk wajah menyeramkan.

"Wahai 'Cicil' yang malang ... akhirnya kami menemukanmu juga. Siapkan dirimu ... malam ini kami datang mengambil 'putrimu'."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!