Steven Grayson Addison seorang pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini , hingga namanya di kenal di berbagai macam negara , tapi di balik kesuksesan nya itu Steven tidak mempunyai niat sedikit pun untuk menikah karena ia masih mencintai sosok wanita yang berasal dari masa lalunya .
hingga ia bertemu dengan seorang wanita cantik di sebuah club malam , wanita itu sangat membutuhkan bantuan karena di jebak oleh seseorang " aku akan membantumu tapi kau harus menikah dengan ku " ucap Steven kepada seorang wanita cantik yang terlihat sangat gelisah itu
" hhhmmm .... baik lah tuan ... aku menerima tawaran mu tapi tolong aku .... saat ini aku di jebak " ucap wanita itu penuh dengan permohonan tanpa berpikir sedikit pun, Steven tersenyum tipis seraya ia menatap wajah cantik wanita itu .
kira-kira seperti apa kelanjutan kisahnya ..!? yang penasaran mampir ya guysss 🤗🥰 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dalam Bahaya
.
.
Kedua anak buah Steven masih berdiri di depan toilet pria " Nona kemana ... kenapa dia lama sekali " ucap salah satu dari meraka
" sebaik nya kita periksa saja , tuan Gray akan marah jika terjadi sesuatu kepada wanita nya " ucap teman nya itu
Kedua nya segera melangkah ke arah toilet wanita " aaahhhh .... apa yang kalian ingin lakukan di toilet wanita. " seorang wanita paru baya yang baru keluar dari toilet wanita berteriak syok melihat dua pria itu yang ingin menyelinap masuk ke dalam toilet wanita .
Keduanya berdiri dengan wajah kaku nya " maaf Nyonya , kami ingin mencari nona kami " ucap salah satu dari mereka
wanita paruh baya itu mengerutkan keningnya " nona kalian , di dalam tidak ada orang " ucap wanita itu
kedua pria itu saling menatap satu sama lain , tanpa berkata apapun lagi kedua pria berpakaian serba hitam itu masuk kedalam toilet wanita untuk mastikan keberadaan Nona nya .
Tetapi tidak ada siapapun di dalam toilet wanita itu " Nona menghilang , cepat cari atau tuan Gray akan marah " ucap salah satu dari mereka
Setelah nya kedua nya berlari dengan sangat cepat keluar dari toilet wanita itu.
.
.
.
Malam pun telah tiba , seharian ini Pricilla menikmati hari nya di salah satu Mall untuk bersenang-senang banyak sekali barang-barang belanjaan nya .
" senang nya hati ini menghabiskan uang pria dingin itu , hahahaaa .... " ucap nya seraya melangkah keluar dari mall dengan kedua tangannya yang di penuhi dengan paperbag belanjaan nya
" suasana Amsterdam di malam hari memang sangat berbeda , aku terakhir kali menginjak negara ini di saat umur ku sepuluh tahun " ucap nya menghirup udara dingin di malam hari
" sudah lah ... lebih baik aku pulang , pasti kedua anak buah suruhan tuan Gray itu sudah pergi " ucap nya lagi dan melangkah ke arah jalan raya .
Ia menghentikan salah satu taksi yang melintas di hadapan nya , setelah nya ia masuk kedalam taksi itu dan mengatakan kepada sopir taksi alamat hotel yang saat ini ia tempati .
mobil taksi itu melaju membela jalanan di malam hari , suasana terlihat cukup ramai hingga di salah satu jalan tol menuju hotel tempat Pricilla menginap , jalanan tiba-tiba macet .
" loh ada apa Pak , kenapa macet begini. ? " tanya Pricilla kepada sopir taksi itu dan tentu nya memakai bahasa Belanda
" sepertinya di depan sedang terjadi kecelakaan beruntun Nona " jawab sopir taksi itu melihat banyak sekali mobil ambulans dan juga pihak kepolisian
Pricilla menghela napasnya dengan cukup kasar ia melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya , jam sudah menunjukkan pukul delapan malam .
" apa ada jalan lain selain jalan ini pak. ? " tanya Pricilla
" ada Nona , tapi jalannya cukup jauh , dan kita harus melewati hutan belantara " ucap sopir taksi itu
" apa bapak biasa melewati jalan itu. ? " tanya Pricilla lagi
Sopir taksi itu diam sejenak " tidak Nona , karena mengingat jalan itu sangat seram , sering terjadi pembunuhan di jalan itu " jelas sopir taksi itu dengan jujur
Pricilla diam ia melihat keluar jendela mobil dan suasana semakin ramai , kemungkinan kecelakaan ini akan di atasi dengan waktu yang sangat lama .
" putar balik pak , dan kita lewat jalan yang bapak katakan saja " ucap Pricilla
Spot taksi itu menoleh kebelakang " tidak Nona saya tidak berani .... " ucap sopir taksi itu
" aku akan memberikan bayaran lima juta pak asalkan aku sampai di hotel xxxx sebelum jam sepuluh malam " ucap Pricilla
Terlihat sopir taksi itu berfikir " bagaimana pak ? " tanya Pricilla lagi
" baik lah Nona ... Aku memang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan putri ku " ucap sopir taksi itu
Pricilla tersenyum setelah nya mobil kembali melaju ke arah lain , membela jalanan malam yang mulai terasa dingin .
Hingga kini mereka memasuki jalanan yang sangat sepi dan di sekitar mereka terdapat hutan belantara dan pohon-pohon besar yang sangat tinggi .
Sopir taksi itu tetap fokus mengendari mobil nya .
Dor
Suara tembakan terdengar dan kilatan seperti petir melintas di hadapan mobil taksi itu.
" tetap tenang pak kita akan baik-baik saja " ucap Pricilla, sopir taksi itu hanya menganggukkan kepalanya saja dan tetap waspada mengendarai mobil nya itu
Pricilla mengambil ponsel yang ada di dalam tas nya setelah nya ia menelpon Steven tetapi ponsel pria itu masih belum bisa di hubungi .
seketika dua orang pria berpakaian serba hitam berdiri di depan mobil taksi , dan sang sopir langsung menghentikan mobil nya secara mendadak .
" Nona kita dalam bahaya " ucap sopir taksi itu dengan wajah nya yang sudah memucat
Pricilla diam dan tetap memasang wajah tenang nya " apapun yang terjadi jangan keluar dari mobil ini pak " ucap Pricilla ia terus menelpon Steven tetapi masih tetap sama ponsel pria itu tidak bisa di hubungi.
Kedua pria berpakaian serba hitam itu melangkah ke arah mobil mereka dengan besi ditangan nya .
" Nona apa yang harus kita lakukan ? Saya masih belum ingin meninggal , saya masih mempunyai keluarga yang membutuhkan saya , apa lagi saat ini Putri saya sedang sakit keras " ucap sopir taksi itu
" Tenang lah pak , kita akan selamat " ucap Pricilla
Kedua pria itu semakin mendekat kearah mereka , bukan hanya di depan saja tapi di belakang mobil mereka juga terdapat dua orang pria berpakaian serba hitam mendekat kearah mereka .
Pricilla terus menelpon Steven , dan akhirnya tersambung " Hallo , kau dimana tuan dingin , sekarang aku dalam bahaya " ucap Pricilla saat panggilan sudah tersambung
Brak
jendela mobil itu di pukul menggunakan besi oleh pria itu hingga retak.
" kau dimana sekarang ? " tanya Steven
" keluar kalian " salah satu dari mereka berteriak dan meminta sopir taksi dan juga Pricilla untuk keluar dari dalam mobil
sopir taksi itu wajah nya sudah memucat karena ketakutan " jalankan mobil nya pak " ucap Pricilla
" dimana kau sekarang. ? " suara Steven yang terdengar sangat panik di seberang sana
" eehhh .... Iya aku sedang berada di jalan xxxxx " ucap Pricilla
Steven memutuskan sambungan telepon begitu saja , sedangkan sopir taksir itu kembali menjalankan mobil nya tapi
Dor
Salah satu bam mobil bagian belakang nya di tembak oleh pria berpakaian serba hitam itu , hingga membuat mobil itu oleng .
Ccciiitttt
" habis lah kita Nona " ucap sopir taksi itu
" apa bapak bisa bela diri. ? " tanya Pricilla
sopir taksi itu menggelengkan kepalanya , Pricilla menghela napasnya dengan cukup kasar .
Hingga pria itu kembali berdiri di sisi mobil mereka " keluar atau kami akan meledakkan mobil ini " ucap salah satu dari mereka penuh dengan ancaman
Pricilla melotot kan matanya , ia tidak boleh gegabah apa lagi sopir taksi ini seorang tulang punggung keluarga .
" pergi lah pak , biar aku yang keluar dan mengalihkan perhatian mereka , keluarga bapak masih membutuhkan bapak " ucap Pricilla , setelah nya wanita itu membuka pintu mobil bagian kanan
" pergi lah pak , dan barang-barang belanjaan ku bapak bawah aja besok ke hotel xxxx dan soal bayaran bapak aku akan memberikan nya besok asalkan selamat kan diri bapak terlebih dahulu , ini kartu namaku , dan nomor ponsel ku ada di kartu nama ini " ucap Pricilla setelah nya ia keluar dari mobil seraya membawa tas kecil nya .
.
.
.