hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jam istirahat
Jam setengah sebelas siang Aidan sedang menunggu pesanan miliknya datang, duduk bersama Risma dan kedua sahabatnya yang juga sedang menunggu pesanan mereka.
" dia Aidan, cucunya nenek ina yang tinggal di rumah besar di pinggir jalan sana " Risma berbicara kepada dua sahabatnya, memperkenalkan Aidan kepada mereka.
" Halo " Aidan menyapa mereka, mengangguk.
" halo..aku ila dan ini Nana kami temannya Risma "
ila memperkenalkan dirinya bersama Nana kepada Aidan, obrolan singkat terjadi sampai makanan yang mereka pesan datang, 4 porsi bakso dan juga es teh, sebelum bakso masuk kedalam perut mereka ila kembali berbicara.
" nee.... Aidan kamu udah punya pacar? " ila menanyakan hal itu secara tiba-tiba, Risma yang sedang mengunyah bakso pun tersedak ketika mendengar pertanyaan ila.
" ILA kamu jangan tanya yang macam-macam, Aidan kamu gak usah jawab " ucap Risma.
" eh... Aku gak tanya sesuatu yang aneh kok, aku cuma mau tau dia punya pacar atau nggak " ila melirik kearah Aidan dengan mata yang terlihat penasaran, Risma juga sedikit demi sedikit ikut melirik kearah Aidan menunggu jawaban yang di berikan Aidan.
" ya.... Untuk sekarang sih belum ada " Aidan menjawab ragu-ragu.
" jadi kamu nggak punya pacar nih? " ila memastikan lagi dengan pertanyaan yang sama.
" iya " Aidan menjawab dengan singkat pertanyaannya yang diberi oleh ila.
" kenapa? " ila terlihat lebih bersemangat.
" eh...ya kalau ditanya kenapa sih- " Aidan terlihat bingung harus menjawab seperti apa.
ila bersemangat menunggu jawaban Aidan, sedangkan Aidan terlihat canggung melihat ila yang bersemangat. di tengah situasi itu Nana akhirnya berbicara.
" kalian semua mau sampai kapan terus mengobrol? Nanti baksonya jadi dingin loh " Nana memecahkan suasana yang terasa canggung bagi Aidan.
" kamu juga ila jangan terlalu ikut campur urusan orang lain " Nana mengusap kepala ila dan kemudian menasehatinya.
Akhirnya mereka berhenti dan mulai menyantap bakso yang mereka pesan tadi.
mereka kemudian memakan bakso yang telah mereka pesan tadi, memakannya bersama mereka terlihat menikmati setiap suapan bakso yang masuk kedalam mulut mereka, tekstur yang kenyal serta kuah yang terasa gurih dan segar membuat ini terasa sempurna, saat menikmati bakso itu tiba-tiba ponsel Aidan tiba-tiba berbunyi.
Risma, ila dan Nana melirik kearah Aidan yang sedang berupaya mengambil ponselnya dari saku celana.
IMEL, yang menelpon ternyata Imel yang mungkin sedang beristirahat juga, Aidan kemudian mengangkat handphonenya ke telinga.
" halo " ucap Aidan.
" hei... Aidan kapan kamu pulang? " Imel berbicara di telepon suaranya terdengar kelelahan.
" mungkin kamis nanti " Aidan menjawab perkataan Imel.
" eh..... Kamu bilang kemarin Rabu kamu udah pulang " Imel sedikit mengeluh mendengar jawaban Aidan yang memundurkan kepulangannya.
" ya setelah aku pikir aku masih mau menikmati suasana pedesaan dan juga aku masih belum siap untuk tugas menari Rabu nanti " Aidan berbicara tentang alasannya memundurkan kepulangannya.
" kamu tahu aku sedang kesusahan nih, harus mengurus masalah kelas dan juga tugas-tugas lain sendirian " Imel mengeluhkan tentang sibuknya dia, selain mengerjakan tugas sekolah dia juga harus mengurus masalah kelas sendirian karena Aidan yang sebagai wakil ketua kelas sedang tidak ada.
" haha.. maaf-maaf, nanti kalau aku udah pulang kamu aku traktir deh " Aidan berbicara secara lembut kepada Imel lewat handphonenya. Disaat Aidan sedang sibuk berbicara melalui handphone, Risma, ila dan Nana menyaksikan itu dan juga sedikit mendengarkan percakapan Aidan di handphonenya.
" hmph.. Yaudah kalau begitu aku mau makan dulu bye " ucap Imel
" sekali lagi minta maaf udah bikin kamu repot, semangat " Aidan kemudian menutup telponnya dan memasukannya kedalam saku.
" Teman kamu? " ila dengan berani bertanya kepada Aidan.
" iya, teman satu sekolah sama seperti kalian" Aidan menjawab pertanyaan itu.
" tapi kalian terdengar sangat dekat " ila bertanya kembali, matanya fokus menatap Aidan menunggu Aidan menjawab.
" ya... Kami sudah kenal cukup lama " ucap Aidan.
" begitu kah " suara ila terdengar pelan, tidak bersemangat seperti biasa.
......................
Pov Aidan
Setelah jam istirahat sudah selesai Risma dan teman-temannya kembali ke kelas mereka. Suasana diluar sekolah mulai sepi aku berjalan menuju warung tempat aku bermain console game tadi.
" anu...bang aku mau lanjutin yang tadi " aku berbicara kepada orang yang sedang berjaga di warung itu.
" ah... kamu yang ketahuan bolos tadi, kamu yakin bolos lagi? " penjaga tampaknya mengira aku bolos juga.
" yang tadi cuman salah paham " setelah aku menjelaskan dengan cukup panjang, akhirnya penjaga itu mengijinkan aku melanjutkan permainan tadi.
Layar monitor menyala, kali ini aku memilih untuk bermain game sepak bola, mengunakan tim favorit ku, aku memenangkan setiap pertandingan yang aku mainkan. Berganti-ganti game aku menghabiskan waktu cukup banyak di tempat ini.