Reykania cantika murni ia adalah gadis cantik yang sangat rupawan, tapi karna masa lalunya membuat ia menjadi gadis dingin dan Arogan pada pria tampan.
disisi lain ada pria tampan yang menjadi obsesi semua wanita bahkan dikalangan gadis sekalipun, pesona nya tidak bisa dibantah, banyak wanita dan para gadis pengusaha dan para model internasional begitu menginginkannya,
tapi mereka tau laki-laki tampan yang satu itu bukanlah laki-laki yang mudah untuk ditaklukkan hatinya. oleh karna itu, mereka hanya bisa berlomba-lomba ingin semalam saja bersamanya. berapa kalipun mereka berusaha sealu ditolak mentah-mentah yang awalnya mereka berfikir kalau Rezio Mahadiningrat juga pria normal yang memiliki hawa nafsu.
namun siapa sangka Gio bukanlah penjahat wanita karena dia memiliki ibu yang sangat ia cintai belum lagi adiknya yg berusia 17 tahun.
Gio percaya akan adanya hukum karma jika ia mempermainkan wanita ia takut adik tersayangnya juga dipermainkan oleh laki-laki lain.
ia memiliki seorang ratu dihatinya!
pertemuan singkat dimalam itu begitu terkesan olehnya hingga ia begitu terobsesi pada gadis itu..
siapakah gadis itu?
....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut Wahana
😊😊😊,,,,
mereka tiba di tempat permainan pasangan kekasih,,
Yoza, Ranita dan Kania telah tiba di tempat itu.
mata Yoza menyisir semua tempat itu seperti mencari seseorang, setelah menemukan orang yang dicari senyumnya merekah.
"Sayang.... !" Seru Yoza dia berlari kecil dan memeluk Dino.
Ranita berdecak kesal akhirnya tau rencana Yoza, saat Yoza mendesak mereka main wahana Ranita sudah curiga akan hal itu.
Aidan yang melihat adegan Romantis Yoza dan Dino.. tidak terima dia langsung menarik Gio mereka berlari kecil mendekati Ranita dan Kania.
"Come on My Girl! ". Tanya Aidan sambil merentangkan tangannya.
Ranita yang melihat Aidan seperti itu langsung saja memerah karna malu dia langsung mencubit perut Aidan..
Aidan pun meringis kesakitan sambil mengusap-ngusap perutnya yang dicubit Ranita. wajahnya langsung cemberut.
"Hei... My Girl lihat mereka... Kita yang Tunangan kenapa mereka yang pacaran lebih Romantis dari kita hah?". kata Aidan tidak terima akan perlakuan Ranita.
Yoza dan Dino terkekeh mendengar perkataan Aidan.
Ranita langsung saja merangkul Kania, ia hendak pergi dari tempat itu segera tapi tangannya ditahan oleh Aidan.
"Jika kau tidak mau kencan denganku My Girl.. aku akan meminta kedua orangtua kita langsung menikahkan kita besok.. kau mau? " Ancam Aidan sungguh-sungguh.
Ranita yang mendengar Ancaman Aidan langsung saja panik karna Pria itu memang Sedikit Gila.
saat pertama kali mereka di pertemukan, disaat itu juga Aidan meminta mereka bertunangan, awalnya Orang tua mereka terkejut tapi mereka pun akhirnya menerima permintaan Aidan sedangkan Ranita Protes pun Di abaikan oleh kedua orangtuanya.
"Kkka-kauu tidak akan mungkin melakukannya kan? " Tanya Ranita takut-takut.
Aidan tersenyum dan senyumnya itu membuat Ranita langsung saja merinding seolah senyumnya berkata kalau aku tidak pernah main-main akan perkataanku.
Yoza tertawa Lepas melihat lucunya wajah pucat Ranita karna ancaman Aidan, tanpa pikir panjang lagi Ranita langsung pamit pada mereka yang ada disitu dan menarik tangan Aidan dengan menahan malu.
persetan aku nikah besok? iihh.. aku masih mau sama teman-teman aku. Pria gila ini tidak pernah main-main akan perkataannya lebih baik aku mengikuti apa maunya. Bisik Ranita dalam hati sambil berjalan meninggalkan teman-temannya.
Yoza dan Dino pun saling pandang kemudian mengangguk penuh maksud..
"Kania kamu gak apa kan sama Gio... kamu kan takut naik wahana.. Jadi aku naik wahana nya sama Dino ya sambil Kencan Gitu! " Ujar Yoza pada Kania.
Kania melotot tidak terima. Gio hanya diam seolah tak peduli akan pembicaraan mereka.
"Iya sama Gio juga takut Wahana..! " Sahut Dino sambil menepuk pundak nya.
Gio menatap tajam Dino sedangkan Dino hanya mengangkat bahunya acuh Langsung saja Dino mengenggam tangan Yoza.
"Pokoknya kalian gak boleh pulang duluan.. kita makan siang sama-sama.. Ok! ". Tegur Yoza sambil melihat Kania dan Gio bergantian.
Yoza dan Dino pun berlalu meninggalkan Gio dan Kania yang sedang diam-diaman.
Hening........ Hening....
"Bagaimana kalau kita tunggu mereka di dalam Cafe itu saja? " Tanya Kania memecah keheningan.
Gio melirik Cafe itu dan mengangguk. mereka pun berjalan ber iringan, Mereka menjadi pusat perhatian banyak yang iri akan Kania yang sedang berjalan bersama Gio putra Mahadiningrat.
"Apa itu kekasihnya Gio Putra Konglomerat atas? " tanya perempuan 1
"Ya enggak lah.. gak mungkin itu pacarnya. " sahut perempuan yang lain.
" apa Kau sudah buta, kau tidak lihat mereka jalan bersama.? Kan kau tau sendiri Putra Konglomerat yang satu itu tidak pernah kenak skandal berjalan dengan perempuan lain". jawab perempuan satunya lagi.
"Aku yakin itu pasti pacarnya Walaupun banyak perempuan yang mengatakan kalau mereka punya hubungan Khusus dengan Putra mahkota Konglomerat itu tidak satupun dari mereka yang punya Bukti akan hubungannya.. " Sahut perempuan 1
"Hah... benar wanita-wanita itu hanya mencari popularitas saja dengan mengarang cerita punya hubungan dengan putra Konglomerat teratas." cibir perempuan lain..
begitulah Kira-kira Gosip perempuan saat mereka melihat Kania dan Gio jalan ber iringan masuk ke cafe itu.
Gio melihat buku menu minuman cafe itu.
"Kau ingin minum apa? " Tanya Gio tanpa melihat Kania yang Gugup karna jadi pusat perhatian berjalan dengan orang penting seperti Gio.
"hah? " Kania tersentak dia tidak mendengar perkataan Gio.
Gio pun beralih menatap Kania dengan datar dia bisa lihat Kania yang sedang duduk tidak nyaman melihat suasana cafe itu yang ramai akan kalangan wanita.
"Kau baik-baik saja? " Tanya Gio.
Kania mengangguk lemah ragu-ragu.
"biarkan saja mereka jangan hiraukan itu... kau tau sendiri apa yang mereka pikirkan tidak lah seperti keadaan kita. ... wahana.. ?" Ujar Gio tersenyum tipis.
"Aku lebih takut wahana dari pada situasi kita saat ini jadi bisakah kau mengabaikannya? ". Tanya Gio serius dengan wajah datarnya.
Kania pun akhirnya bisa tenang apa yang dikatakan pria itu memang benar. Kania takut juga takut wahana lebih baik seperti ini saja, dari pada Kania dipaksa ikut naik wahana itu benar-benar membuat Kania bergidik ngeri lagi pula Kania juga tidak tau tempat ini mau pulang pun tak tau bagaimana caranya . ..
"Sudah tenang? " tanya Gio.
kania pun menatapnya dan mengangguk. Gio pun beralih menatap buku menu nya.
"kau mau minum apa? " Tanya Gio lagi.
Kania pun mengambil buku menu minuman itu dan memilih Cappuchino. mereka memesan minuman masing-masing.
Kania mulai canggung karna Pria yang ada di hadapannya ini diam saja, tak lama kemudian ada seorang pelayan mengantar kan buku Novel terbaru dan buku komik. Kania terkejut dan melihat Gio bingung. Gio mengambil buku komik itu dan merobek plastik yang membungkusnya.
"Kau suka baca Novel?" Tanya Gio tanpa melihat Kania.
Kania pun mengangguk antusias.
"sambil menunggu mereka. kau baca buku novel itu.. itu adalah buku Novel keluaran terbaru, !". sambung Gio lagi sambil membuka halaman baru komik yang sedang dia baca.
Kania pun tersenyum mengerti.
oh... dari tadi main hp dia nyuruh orang buat beli buku-buku ini. baguslah setidaknya aku tidak canggung dan bosan menunggu... aduuhhhh... inii... buku novel yang trailer nya lagii populer bangett... emang kalau orang kaya apapun bisa yaa... Kania hanya berteriak histeris mengambil buku-buku novel itu.
dia memilih buku novel yang ingin di bacanya.
Aku sampai bingung milih yang mana.. gila... buku ini kan belum ada di pasaran.. yang ini aja deh. gumam Kania dalam hati sambil mengambil Buku Novel yang sangat populer di situs web.
Gio yang melihat mata Kania berbinar-binar melihat buku itu pun tersenyum.
Gio tau apapun tentang Kania wajar saja dia tau Hobi Kania baca buku.. apa lagi Novel.
Gio pernah mendengar cerita dino tentang Yoza. Dino bilang semua teman-temannya suka baca Novel tentu saja Kania termasuk, bahkan Dino pernah bilang bagaimana histerisnya Yoza melihat Trailer Novel-novel itu saat mereka Kencan di Bioskop dari ekspresi wajah Kania jelas mengatakan Kalau dia belum membaca Novel itu.
Bagaimana dia bisa baca, buku Novel itu saja belum beredar di Pasaran. mereka pun serius dan fokus membaca sampai pesanan mereka tiba bahkan Kania minum pun matanya tidak lepas dari tulisan-tulisan dalam novel itu.
Gio melihat Kania seperti itu pun tersenyum manis.
Oh... ya ampunn.. kau sangat menggemaskan Kania Ku.. Matanya sangat indah... bulu matanya panjang sekali.. Gio menggeleng-geleng kecil lalu beralih serius membaca Komiknya, Dia takut ketahuan kalau Gio sedang menatap Kania..
Jam sudah menunjukkan tengah hari. Kania bahkan sudah selesai membaca 2 buku novel beratus-ratus halaman. Gio berdiri dia membayar minumannya dan Kania, lalu kembali berdiri di hadapan Kania yang sedang serius membaca Novel.
Tok tok Tok...
Gio mengetuk meja di dekat Kania. Kania tersentak dan langsung mendongak.
"Mereka menunggu kita di Restoran X.. " perkataan Gio langsung membuat nya terkejut.. dia lupa akan temannya itu..
langsung saja Kania membereskan Buku-buku novel itu dan mengikuti Gio keluar Cafe itu.
"Tunggu tapi kita belum bayar? " Tanya Kania.
Gio menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap kania tersenyum tipis.
"Kau tidak lihat tadii? aku sudah membayarnya.. Ayo kita berangkat..! " Jawab Gio lalu berbalik meninggalkan Kania.
oh ya ampun kania.. kenapa kau bisa seperti ini... selalu lupa diri kalau lagi baca Novel.. Kania hanya bisa merutuki dirinya sendiri dan berlari mengikuti langkah besar Gio.
😊😊😊..