NovelToon NovelToon
Pemuda Biasa Dan Wanita Terpopuler

Pemuda Biasa Dan Wanita Terpopuler

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: anable

pemuda biasa
semua tentang reno
romansa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anable, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Reno terus berjalan mengelilingi hutan, tak lupa dia memberi tanda untuk jalan yang telah dilewatinya.

Setelah beberapa saat berjalan, sebuah suara terdengar dari balik semak semak, Reno yang merasa penasaran dengan suara itu, dengan perlahan mendekati semak semak itu, senyumnya terlihat ketika dia menemukan beberapa burung puyuh disana, nampaknya semak semak itu adalah sarangnya burung itu.

Dengan hati hati Reno mencoba untuk menangkap burung burung itu untuk dia jadikan sarapan, dengan kecepatannya Reno berhasil mendapatkan empat ekor burung puyuh, bahkan jika tangannya tidak sedang sakit, dia mungkin bisa mendapatkan lebih banyak.

"Hehe, maaf ya sebelumnya, jujur aja gue sebenernya gak mau nangkep kalian, tapi keadaan gue lagi darurat, jadi gue terpaksa nangkep kalian buat gue jadiin makanan" ucap Reno kepada burung burung itu sambil terkekeh.

Reno membawa hasil tangkapannya ke arah mata air tadi, dia berniat untuk memotong dan membersihkan burung burung itu ditempat itu.

*

Reno menggeliat ketika ada sedikit sinar matahari yang menimpa wajahnya, dia pun hendak mengubah posisi tidurnya, dia masih ingin tidur dan merasa malas untuk bangun. Dia mencoba untuk kembali memeluk Reno, tapi tangannya tidak menemukan tubuh Reno, tanpa mau membuka matanya, dia terus meraba dengan tangannya untuk mencari posisi Reno.

"Rey" panggilnya masih dengan mata tertutup dan tangan yang masih meraba.

Karena Reno tidak menyahut, dan tanganya juga tidak menemukan posisi Reno. Dia secara perlahan membuka matanya, matanya langsung melebar ketika dirinya tidak menemukan Reno disampingnya.

Dia mendudukan dirinya dan melihat ke sekelilingnya.

"Reyy,,Renoo" panggilnya mulai panik karena dia tidak menemukan Reno.

Reva mulai bangun, dia melepaskan sarung Reno yang dipakainya untuk tidur, lalu dengan langkah kaki yang pincang dan perasaan yang gelisah, dia berjalan keluar dari tenda.

Dirinya semakin panik dan takut ketika dia tidak melihat Reno diluar tenda.

"Reno Lo kemanaa" Reva benar benar panik.

Dia kembali masuk kedalam tenda dan melihat jika tas Reno masih ada disana,

'gak mungkin kan dia ninggalin gue sendiri disini?,,,Reno bukan orang kaya gitu,,dia kan baik,,,' pikiran positif nya.

'tapi mungkin aja Reno ninggalin gue disini,,apalagi semalem juga dia bilang kalo dia gak mau lagi punya urusan sama gue,,apa dia bener bener benci sama gue?' sekarang beberapa pikiran negatifnya mulai muncul, dan sayangnya Reva mulai mempercayai pikiran negatifnya.

"Lo jahat banget Rey sama gue" isak Reva berjongkok didepan tenda, air matanya mulai mengalir di pipinya mulusnya.

"Baru aja semalem..hiks..gue ngerasa tenang Rey..hiks.. sekarang Lo udah ninggalin gue..hiks..hiks.. mendingan semalem Lo marahin gue..hiks..bentak bentak gue..terus maafin gue..hiks..hiks..daripada Lo pura pura perhatian sama gue..terus ujung ujungnya Lo malah ninggalin gue..hiks..huaaaa" Reva menangis sejadi jadinya.

"Lo jahat Re,..hiks...Lo jahat banget..hiks..balik lagi kesini sekarang!..REEENOOOO!" Reva berteriak sangat keras, berharap Reno masih tidak terlalu jauh, dan bisa mendengar teriakannya.

Dia tidak tahu kalau Reno Keluar karena sedang mencari makanan, bukan meninggalkannya.

Tapi itu berhasil, Reno yang sedang berjalan ke arah tenda sembari membawa daging burung puyuh yang sudah dia bersihkan tiba tiba mendengar suara teriakan Reva, dia takut terjadi apa apa dengan cewek itu, tanpa banyak berpikir lagi, Reno langsung berlari dengan cepat menuju tenda.

'gue dateng sekarang Rev' batinnya ketika sedang berlari.

Sesampainya di tenda, dia berhenti berlari dan melihat ke sekelilingnya, dia melihat Reva yang sedang berjongkok di depan tenda, dia segera memanggil wanita itu.

"Reva" panggilnya dengan nafas ngos ngosan.

Reva yang mendengar sebuah suara familiar memanggilnya, langsung mendongakkan kepalanya, saat itu juga matanya berbinar ketika melihat Reno datang kembali, dengan cepat dia bangun, tanpa memedulikan rasa sakit di kakinya, dia berlari ke arah Reno lalu menghamburkan tubuhnya memeluk erat tubuh Reno.

"Jangan tinggalin gue Rey,, gue mohon" ujarnya dengan air mata yang mengalir.

"Lo kenapa Reva?,,kenapa Lo nangis kaya gini" ujar Reno tidak melepaskan pelukan Reva dari tubuhnya.

"Lo kemana aja Reno,, hiks,,kenapa Lo pergi" Reva memeluk erat Reno.

"Gue tadi keluar bentar Rev, gue nyari air sekalian nyari makanan" ujar Reno jujur.

"Lo gak bohong kan Rey?,,Lo gak bakal ninggalin gue kan Rey?,Janji sama gue!" Reva terus menangis.

Reno melepaskan pelukan Reva, dia menangkup kedua pipi Reva dengan kedua tangannya, dia menatap mata Reva begitu lembut.

"Dengerin gue ya Reva, gue janji gue gabakal ninggalin Lo disini, gue tadi cuma keluar buat nyari makanan" Reno kembali menjelaskan sembari menyeka air mata Reva yang mengalir dipipinya.

"Lain kali kalo mau pergi, Lo ajak gue, atau seenggaknya Lo kasih tau gue biar gue gak panik, gue takut banget tadi Rey, gue gak tau cara cara bertahan hidup di hutan, gue pasti bakal mati disini kalo gak ada Lo" Ujar Reva yang sudah mulai tenang.

"Sttt, Lo gak boleh ngomong kaya gitu Reva, gue ada disini, gue bakal lindungi Lo dari apapun, gue gabakal ngebiarin ada cewek yang kenapa napa tepat didepan gue" ujar Reno serius.

Reva mulai tersenyum ketika mendengar perkataan Reno, dia tidak mengkhawatirkan apapun lagi, dia akan merasa aman ketika bersama Reno.

"Makasih, Rey" ujar Reva tulus.

"Hmm" Reno hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Gue dapet burung nih, Lo mau ga makan bakar burung?" Ujar Reno kepada Reva.

Reva berbinar, lalu mengangguk setuju.

Reno mulai mengumpulkan kayu bakar,lalu mulai menyalakan api, setelah api membesar dia membumbui burung itu hanya dengan garam saja, karena dia hanya membawa garam di tasnya.

"Lo dapet burung apa Rey?" Tanya Reva menghampiri Reno.

"Puyuh" jawab Reno singkat.

"Gue bantuin ya" ujar Reva ingin membantu, tetapi Reno mencegahnya.

"Gak usah, nanti tangan Lo bau amis. Lo diem aja, biar gue yang urus" tolak Reno.

Reva sedikit cemberut, dia mengerutkan keningnya sedikit aneh ketika melihat sebelah tangan Reno yang dibungkus oleh kain

'kapan tangan dia dibungkus kain itu,..perasaan semalem tangannya baik baik aja,..dia kenapa ya?' batin Reva bertanya tanya.

"Tangan Lo kenapa Rey?" Tanya Reva karen penasaran.

Reno sudah mengira Reva akan menanyakan ini, tapi dia tidak ingin Reva tau tentang jarinya yang patah, jadi dia sudah menyiapkan alasan yang bagus untuk ini.

"Oh ini, ini tadi jari gue gak sengaja Kena belati pas lagi motong ni burung" bohong Reno.

"Lo itu, lain kali hati hati, jangan ceroboh" Reva menasehati.

"Dalem gak itu lukanya?" Tanya Reva lagi.

"Gak, cuma luka dikit ko?" Elak Reno.

"Tapi kenapa sampe 3 jari Lo bungkus pake kain" Reva terus terusan bertanya.

"Gapapa, biar gampang aja sebungkus tangannya, susah soalnya kalo cuma bungkus satu jari" Reno beralasan.

Reva ber oh ria, dia tidak curiga sama sekali terhadap Reno.

Mata Reva sedikit kagum ketika melihat tangan Reno yang terluka, sangat lihat ketika sedang membakar burung itu.

Lama lama Reva mulai merasa bosan, karena dari tadi dia cuma melihat Reno.

Diapun memutuskan untuk menggoda Reno agar tidak gabut.

Reva merangkul tangan Reno yang sedang mengipasi bara api menggunakan topinya, Reno tersentak ketika Reva merangkul tangannya, dia berbalik menoleh ke arah Reva, wanita itu hanya menyengir saja ketika Reno menatapnya.

"Apaan sih Rev, lepas, gue lagi ngipasin apinya ini, biar burungnya kagak gosong" ujar Reno mencoba melepaskan rangkulan Reva.

"Ckk, semuanya aja kagak boleh, mau bantuin gak boleh, rangkul juga gak boleh" cibir Reva tak melepaskan rangkulannya.

"Gue lagi ngipasin ini" ujar Reno.

"Kan bisa pake tangan yang satunya lagi" ujar Reva.

"Kan tangan gue yang ini lagi sakit Revaaaaa" reno sedikit kesal dengan kerandoman Reva.

Reno akhirnya menghela nafasnya ketika Reva melepaskan rangkulannya, tetapi detik berikutnya dia kembali kesal, Karena Reva malah merangkul tangan yang satunya lagi.

"Kalau yang ini kan gak dipake ngipasin, jadi boleh dong, hehehe" Reva menyengir.

"Yang ini juga dipake buat ngebalikin dagingnya nanti" ujar Reno beralasan.

"Ckk, pake tangan yang itu aja sih,,kalo ngga biar gue aja yang ngebalik dagingnya" Reva berdecak kesal.

Reno tidak lagi bisa beralasan, dia sebenarnya sedikit tidak nyaman ketika Reva merangkulnya, dia mungkin sudah memaafkan perbuatan Reva yang sebelumnya, tetapi dia tidak ingin hal seperti itu terjadi lagi, jadi dia benar benar berharap setelah keluar mereka keluar dari hutan mereka tidak lagi berurusan.

1
Fn Fs
nunggu eps 70 lama ni novel di ulang ulang jadi males baca ,kan udah dulu ,author dibilangin suruh eps 70 gaumau lanjutan novel dulu
Fn Fs
torr kalok ,gakbisa langsung bab 70 an ,pos banyak bab bosen aku nungguin lama Sampek bab 70 ni ayolah tor/Sob/
Fn Fs
gak seru ,enak langsung eps 70 aja
anable: tungguin aja ,klo bnyak yg baca jg smngat up ny
total 1 replies
Fn Fs
langsung eps 70 aja lanjutan novel dulu
anable: bntu share
total 1 replies
Fn Fs
kalok babya cuman 21 jadi males baca tor kalok banyak kan enak ,gimana gitu ,jadi puasa kalok dikit jadi males tor
Fn Fs
karya yang dulu dah eps 70 lebih ini cuman 21 langsung 70 la tor/Sob/
Authlafs Sparlaverse
itu yang nampar Anita apa Reva thor
Uryū Ishida
Wow, luar biasa!
Gato MianMian
Mantap, thor! Terus berkarya dan jangan berhenti menulis ya.
meisya
aku udah mampir, jangan lupa mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!