Namaku Tania Putri,usiaku 15 tahun.Aku anak yatim piatu.Ibuku meninggal satu minggu setelah melahirkanku.Ayahku meninggal saat usiaku 5 tahun.Aku tinggal bersama nenek angkatku,Oma Santi dan uncle tampanku,Uncle Rasya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Arisantika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps.27
Rasya sedang berada di kamarnya saat dia mendengar suara Alisha memanggil namanya.
Rasya bergegas keluar dari kamarnya dan menuju kamar "Tania",Rasya langsung membuka pintu kamar "Tania".
Rasya terkejut melihat sosok Alisha terbaring di samping tempat tidur.
"Alishaaa!!!" panggil Rasya dengan perasaan khawatir.
Rasya segera mengangkat tubuh Alisha yang masih berbalut mukena berwarna pink.Rasya membaringkan Alisha ke tempat tidur.
"Alisha....alisha....",Rasya mencoba membangunkan Alisha.
"Maaass....kepala Alisha sakit banget", jawab Alisha sambil menahan sakit di kepalanya.
"Kamu tunggu sebentar ya,mas panggil mama dulu biar bantu kamu siap siap.Abis itu kita ke rumah sakit ya", jawab Rasya dengan penuh rasa khawatir.
Alisha mengangguk sambil memijat mijat kepalanya.Wajahnya penuh keringat dingin.
Alisha kemudian pingsan dan wajahnya begitu pucat.Rasya bertambah panik dan langsung keluar kamar.
"Maaa...mamaaaa.....", panggil Rasya sambil mencari keberadaan mamanya.
Mama baru saja keluar kamarnya.
"Ada apa Sya", tanya mama.
"Ma Alisha pingsan di kamarnya", jawab Rasya cemas.
"Apaa.....ayo", ucap mama langsung menarik tangan Rasya dan bergegas ke kamar "Tania".
Mama ikut cemas melihat Alisha yang pingsan dan terbaring di tempat tidur.
"Ma,mama bantuin Alisha siap siap biar kita bawa ke rumah sakit".ucap Rasya.
Rasya turun mempersiapkan kendaraan dan mama membantu Alisha bersiap siap.Rasya kembali ke kamar "Tania".
"Gimana ma udah siap", tanya Rasya.
Mama mengangguk dan bersiap keluar kamar.
Rasya langsung menggendong tubuh Alisha dan membawa Alisha ke mobil.Mama mengikuti dari belakang.
Alisha berbaring di bangku belakang dengan kepalanya di pangkuan mama.
Rasya mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang.Begitu sampai di rumah sakit Rasya kembali menggendong Alisha dan membawanya ke dalam rumah sakit.
Setelah Alisha mendapat penanganan dari dokter.Rasya dan mama menunggu di ruang tunggu.
"Sya,gimana ceritanya Alisha bisa sampai pingsan seperti itu?" tanya mama pelan.
"Rasya nggak tahu ma,tadi Rasya mendengar suara Alisha memanggil Rasya,Rasya langsung ke kamarnya,ternyata Alisha sudah tergeletak di samping tempat tidur", jelas Rasya.
"Kamu hubungi dulu abi sama uminya Alisha", ucap mama.
Rasya menghubungi abi Luthfi.Dan menjelaskan semua yang terjadi pada Alisha.
Tak lama abi dan umi tiba di rumah sakit.Rasya kembali menjelaskan apa yang terjadi pada Alisha.Abi dan umi sangat khawatir dengan kondisi Alisha yang masih di periksa dokter di dalam ruangan.
"Alisha pernah mengalami kondisi seperti ini", ucap Abi tiba tiba.
Rasya dan mamanya mendengarkan cerita abi dengan serius.
"Saat itu kami melintasi jalan yang saat itu sedang macet karena ada insiden kecelakaan", lanjut abi.
"Tiba tiba Alisha merasakan sakit kepala yang luar biasa.Menurut dokter itu karena dia tanpa sengaja teringat akan peristiwa yang pernah di alaminya", lanjut abi lagi.
"Apa kemungkinan Alisha sudah mulai kembali ingatannya ya bi", tanya Rasya.
"Mungkin saja nak Rasya,kita tunggu saja keterangan dari dokter,semoga Alisha tidak apa apa", jawab Abi.
Setelah cukup lama menangani Alisha,akhirnya dokter keluar ruangan dan menemui mereka.
"Keluarga Alisha?" tanya perawat yang mendampingi dokter tersebut.
"Iya dok,kami keluarganya", jawab Rasya.
"Begini,pasien sudah kami tangani dan sekarang sedang beristirahat,keluarganya boleh masuk,nanti saat dia sadar kita periksa lagi ya", jelas dokter.
"Terimakasih dok", jawab Rasya.
Dokter dan perawat permisi meninggalkan ruangan.Rasya,mamanya,umi dan abi segera masuk ke ruangan Alisha.
Alisha sedang tidur Rasya duduk di sisi tempat tidur.Rasya menggenggam tangan Alisha.
"Pasti kamu tadi sangat kesakitan ya sha", ucap Rasya pelan.
Rasya bangkit dan membiarkan Alisha beristirahat.Rasya duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut,Rasya mengusap wajahnya dan menahan tangisnya.Mama memeluk pundak Rasya.
"Kamu jangan nangis Sya,nanti Alisha lihat kamu nangis,gimana? " goda mamanya Rasya.
Abi dan umi Alisha tersenyum melihat Rasya yang di goda mamanya.
"Rasya ini kalo menyangkut tentang Tania eh maksud saya Alisha,emang agak sensitif mbak.Dulu waktu Tania jatuh,Rasya ikut nangis,Tanianya aja jadi bingung lihat unclenya nangis", ucap mama.
Abi dan umi tertawa mendengar cerita dari mama,sedangkan Rasya makin menunduk karena menahan malu.
Rasya memang tidak bisa melihat Tania atau Alisha sakit atau pun sedih.Saat Tania atau Alisha sakit Rasya benar benar tidak tega.Jadi saat tadi Rasya melihat Alisha pingsan,Rasya benar benar panik dan sangat sedih.
Seperti saat ini Rasya hanya memandangi wajah Alisha yang sedang terlelap.Rasya sendirian menjaga Alisha.Tadi mama dan umi mau ikut menjaga tapi Rasya bersikeras menjaga Alisha sendiri.Rasya nggak mau mama dan umi kelelahan karena harus bermalam di rumah sakit.
Saat Rasya sedang melamun sambil menatap Alisha,tiba tiba seorang perawat masuk ke ruangan untuk memeriksa keadaan Alisha.
"Malam mas,saya mau memeriksa pasiennya", ucap perawat tersebut.
Rasya mempersilahkan perawat tersebut untuk memeriksa Alisha.
"Suster,kenapa Alisha belum bangun juga dari tadi siang?" tanya Rasya khawatir.
"Iya mas,nggak apa apa,itu pengaruh dari obat pereda sakitnya.Nanti juga akan segera sadar koq mas." jelas perawat tersebut.
"Tapi dia baik baik aja kan suster?" tanya Rasya lagi.
"Iya mas,mbak Alisha nya nggak apa apa,nani kalo mbak Alisha sudah bangun panggil saya atau perawat lainnya ya", jawab suster.
"Makasih ya sus", ucap Rasya.
"Sama sama mas", jawab suster.
Setelah selesai dengan tugasnya perawat itu keluar ruangan.Rasya kembali duduk di samping Alisha.Saat melihat Alisha,Rasya teringat saat pertama kali melihat Tania kecil.
Entah kenapa sejak pertama kali melihat Tania,Rasya sudah sangat sayang padanya.Karena itu saat Tania menghilang dari kehidupannya Rasya merasakan kesedihan yang sangat mendalam.
Rasya sangat bersyukur dapat menemukan Tania lagi.Walau sekarang Tania berubah identitas menjadi Alisha,karena dia kehilangan ingatannya akibat dari kecelakaan yang di alaminya.
Rasya sangat berharap Alisha segera kembali ingatannya dan menjadi Tania lagi.Tanpa terasa Rasya tertidur di kursinya sambil menggenggam tangan Alisha.
Tengah malam Alisha terbangun,dan dilihatnya di samping ranjangnya Rasya tertidur sambil menggenggam tangannya.
Alisha mencoba mengingat kenapa dia bisa berada di rumah sakit.Alisha memegang kepalanya yang masih agak terasa nyeri dengan tangan kanannya.
Alisha memandangi wajah Rasya dan tersenyum.Kemudian Alisha perlahan melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rasya.Tetapi Rasya malah terbangun.
"Sha,kamu udah bangun?gimana?apanya yang sakit?mas panggil perawat dulu ya?" tanya Rasya dengan perasaan cemas.
Alisha hanya diam sambil memandang Rasya dan masih tetap tersenyum.Alisha bahagia melihat Rasya yang begitu cemas dengan keadaan dirinya.
"Alisha,kok malah tersenyum sih,mas tanya keadaan kamu gimana?" tanya Rasya lagi.
Alisha masih tetap diam dan terus memandangi Rasya yang sedang cemas.
*
*
*
Jangan lupa like ya....❤❤
semangat Thor.....💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
semoga Rasya bisa mendampingi ktika Tania nti melahirkan...
ga sabar tggu Tania melahirkan...
semoga jga Uncle Sandi di ksh jodoh yg baik & Sholeha...